
Qin San melesat dengan cepat ke pedalaman pegunungan Tian Lu, tak disangka jika di pegunungan itu banyak jebakan yang terpasang membuat Qin San sedikit kerepotan, ia menduga Jika jebakan ini pasti buatan penunggu pegunungan Tian Lu.
"Hm..jebakan jebakan ini bahkan bisa menjebak ranah Dewa galaxy sekalipun, aku yakin jika pembuatnya pasti berada diranah dewa semesta sehingga ia bisa membuat jebakan sekuat ini." Batin Qin San sembari menghindari jebakan.
Setelah melewati ratusan jebakan, Qin San berhasil sampai di bagian tengah Gunung Tian Lu, Ia melesat kembali untuk menuju ke puncak tetapi ditengah jalan ia dihadang oleh ribuan hewan buas juga hewan iblis yang berjumblah ratusan.
"Sebenarnya siapa yang membuat ini semua." Gumam Qin San mengerutkan keningnya.
Kekuatan hewan buas disini setara dengan ranah Roh Suci-neraka, sedangkan kekuatan hewan iblis berada pada ranah Surga hingga ranah dewa.
Di barisan Para hewan buas dan hewan iblis terdapat satu raja hewan iblis yang merupakan seekor singa api yang berada di ranah Dewa Puncak.
Singa api adalah jenis singa dengan atribut api yang biasanya berada di bagian Leher dan juga ekornya, Ukuran Singa api terbilang cukup besar dengan tinggi sekitar 7 meter dengan besar 5 meter.
Singa api itu terlihat meraung-raung dengan sangat keras seperti mengintruksi para hewan untuk menyerang Qin San.
Ketika medengar auman Singa api pasukan hewan di belakangnya langsung menyerbu Qin San.
"hehe majulah." Qin San memasang kuda-kudanya dengan kepalan tanganya yang siap menerima serangan dari tangan besar King Kong besar.
Kepalan Tangan King Kong dan kepalan Tangan Qin San bertemu menyebabkan dentuman keras, tetapi terlihat Jika Tulang tangan dari sang King Kong hancur membuatnya mundur melenguh kesakitan.
Selesai menghancurkan tangan King Kong Ia melesat kemudian memukul perut King Kong Itu hingga mengenai hewan yang berada di belakangnya.
"Domain kekosongan." Kemudian sebuah domain kekosongan mengurung seluruh hewan disana termasuk dengan Singa api.
"Hahaha, kalian semua matilah." Di domain kekosonganya ia berubah menjadi ribuan memgepung semua hewan.
Dengan intruksinya semua bayangan miliknya membantai semua hewan sedangkan dirinya hanya menikmati pembantaian itu dari jauh.
"Sungguh pemandangan yang indah." Gumamnya menikmati pemandangan hujan darah para hewan buas dan hewan iblis.
Setelah membantai habis seluruh hewan iblis Qin San kembali melanjutkan perjalananya.
__ADS_1
"Aku tidak sabar untuk menemui penunggu gunung ini yang sebenarnya." Qin San masih melesat kepuncak pegunungan.
Setelah melewati beberapa hutan dan bebatuan Qin San sampai di bagian puncak gunung Tian Lu, Saat ia sampai di sana terlihat begitu sepi tidak ada satupun hewan yang berlalu lalang.
Di puncak Gunung itu hanya hanya sebuah tanah lapang luas dengan rumput hijau di atasnya.
"Hmm... seharusnya puncak gunung tidak seperti ini." Gumam Qin San merasa aneh padahal dia tadi melihat bahwa di puncak gunung terlihat sebuah batu besar mirip Goa, tetapi saat ia sampai semua yang ia lihat tadi seketika menghilang seakan akan tidak pernah ada.
"Apakah ini semua ilusi." Qin San menebak, tapi ia juga masih belum yakin karena ia tidak bisa merasakan ilusi ini jika ini benar benar ilusi.
"Aneh." Gumam Qin San.
Qin San berjalan mengitari bentangan padang rumput itu, tetapi saat ia dekat dengan batas padang Rumput, ia tiba tiba saja kembali ke tempat awal ia muncul di sini.
"Sial, sepertinya aku sedang di permainkan." Gumamnya merasa kesal.
Di atas langit terlihat seseorang yang sedang mengawasi Qin San, orang itu memiliki 7 ekor dibelakangnya.
"Ara pemuda ini sangat menarik." Ucap orang itu yang tak lain adalah seorang wanita cantik dengan gaun berwarna merah muda panjang dengan bando ala tuan putri di rambut putihnya yang sangat indah menjuntai hingga pinggangnya.
Karena tidak ada pilihan lain Qin San mencoba melepaskan tekanan garis darah void, karena kekuatan garis darah void bersifat mutlak yang dapat menghancurkan berbagai ilusi yang menghalanginya.
Ketika Ia melepaskan aura garis darah sang Void benar saja, tempat itu tiba tiba saja mengalami retakan ruang sehingga terjadi gempa yang mengguncang tempat itu.
Tidak Kuat menahan garis darah Void, tempat itu hancur dan menampak puncak gunung yang asli.
Wanita yang sedang mengawasi Qin San Di atas langit memuntahkam seteguk darahnya karena artefak ilusinya telah di hancurkan olehnya.
"Uhuk.. pria sialan." Ucapnya dengan nada marah.
"Hm.. ternyata memang benar itu tadi adalah sebuah iluis, tetapi siapa yang membuatnya hingga bisa mengelabui mataku" Ucap Qin San kemudian melepaskan kekuatan spiritualnya.
Saat ia melepaskan kekuatan Spiritualnya ia bisa merasakan bahwa ada seseorang yang sedang mengawasinya dari langit.
__ADS_1
" Jadi dia yang membuat ini semua, sungguh menarik." Ucap Qin San melesat ke arah Wanita yang sedang menyembuhkan lukanya di atas langit karena serangan balik dari array ilusi miliknya.
Qin San sedikit terkejut saat melihat wanita cantik didepanya dengan 7 ekor rubah putih yang bergerak gerak dengan indah.
"Bagaimana bisa rumor itu ternyata benar." Ucapnya sedikit terkejut karena ia pikir rumor rubah ekor tuju hanya pandangan masyarakat belaka.
Ras rubah sebenarnya tidak seharusnya berada di alam kekosongan ini, yang merupakan alam semesta rendah, karena bagaimanapun Rubah putih sepertinya adalah hewan iblis suci dan hewan iblis suci seharusnya berada di alam semesta menengah atau bahkan tinggi.
"Hehe.. ternyata seekor ras rubah putih, pantas saja kemampuan ilusinya sangat hebat." Ucap Qin San menatap Wanita Ruba di depanya.
"Pria bajingan, bagaimana bisa kau menghancurkan ilusiku." Kata Wanita rubah dengan geram.
"Nona rubah, aku tadi hanya melepaskan auraku saja dan aku tidak menyangka akan menghancurkanya." Ucap Qin San.
"Cih.. omong kosong, kau pikir array ilusiku bisa dipecahkan hanya dengan melepaskan aura saja, pasti kau menggunakan artefak kuat untuk memacahkanya, kau cepat serahkan artefak itu dan aku akan mrngampunimu." Ucap Wanita itu dengan wajah sombong.
"Nona rubah, entah kau percaya atau tidak tetapi memang itu yang aku lakuka." Ucap Qin San sedikit malas menanggapi wnaita rubah didepanya.
"jangan panggil aku nona Rubah, namaku Zun Yi." Ucap Wanita rubah yang merasa jenggkel karena Qin San terus memanggilnya dengan sehutan nona Rubah.
"Oh baiklah, nona Zun Yi aku kemari hanya mau mencari seseorang." Ucap Qin San.
"Hei, jika kau mencari seseorang kemari kau salah, karena disini hanya ada aku, lagipula kau juga aneh seharusnya mencari seseorang itu di kota atau ditempat ramai bukan di pegunungan sepi." Ucap Wanita itu kesal.
Mendengar itu Qin San mengerutkan kening.
"Nona rubah apakah kau tidak pernah tahu jika ada orang yang sedang berkultivasi tertutup di pegunungan ini." Tanya Qin San serius.
"Sudah aku bilang jangan panggil aku nona rubah, dan juga aku tidak pernah tahu tentang itu karena aku sudah berada di sini selama 1000 tahun dan tak pernah ada orang yang masuk kesini selain diriku." ucap Wanita itu yakin.
"Sekarang kau sebaiknya pergi dari sini atau aku akan membunuhmu." Kata wanita itu mengancam.
.........
__ADS_1
BERSAMBUNG...