Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
chapter 70


__ADS_3

pelayan itu melihat kantong berisi 50 koin emas di dalamnya ia menjadi terkejut dan lalu ia hanya melihat 3 orang yang berjalan keluar dari rumah makan dengan bertanya tanya siapa sebenarnya mereka yang dapat melemparkan 50 koin emas dengan mudahnya seperti melempar sampah.


"Jalan jalan hari ini cukup menyenangkan walaupun ada masalah kecil yang tak terduga."ucap kaisar ye.


"hm."ucap Qin San mengangguk.


Di tempat Lain.


Terlihat di sana seorang wanita cantik yang sedang melamun karena kesal,marah,dan sedih wanita itu tak lain adalah menejer rumah makan yang di tempati Qin San tadi ia seperti itu sebenarnya bukan karena Qin San yang mengabaikanya tetapi ia marah karena orang orang yang ia sayangi sedang dalam masalah karena iblis yang telah berhasil menguasai benua utara kekaisaran Yan tetapi karena Qin San ia juga menjadi semakin marah dan hanya kakeknya saja yang dapat menghiburnya.


Ketika wanita itu berjalan dengan wajah sedih serta dengan air mata yang ingin tumpah dari matanya tiba tiba ada segerombolan pria yang mengepungnya yang semuanya berada di ranah penyempurnaan Qi dan ketuanya yang berada di alam raja tingkat 4.


Wanita itu yang melihat segerombolan orang dengan jumblah 12 orang ia malah semakin marah dan ingin melampiaskan kemarahanya pada segerombolan orang itu.


"Hehe nona cantik ikutla dengan kami kami pasti akan membuatmu bahagia."ucap ketua dari kelompok itu.


Mendengar ketua kelompok itu yang menggodanya ia menjadi marah dan mengeluarkan aura tingkat alam raja bintang 6 yang dapat menekan mereka.


"Kalian minggirlah atau kau ingin aku beri pelajaran."ucap Wanita itu dengan marah.


Ketua kelompok itu yang merasakan aura itu mereka menjadi sedikit ketakutan tetapi karena jumblah mereka yang banyak mereka tak takut.


"Cih kau pikir dengan aura tingjat raja bintag 6 kau bisa mengalahkan kami."ucap ketua kelompok itu.


"Diam kau bajingan."ucap wanita itu mengayunkan tanganya.


"Tehknik bunga gerakan pertama tornado bunga."ucap wanita itu mengeluarkan qi nya yang berbentuk bunga sakura membentuk sebuah pusaran tornado yang lumayan besar yang mengarah ke arah mereka.


Ketua itu yang melihat bunga tornado yang mengarah kepadanya ia lalu berteriak.


"Gabungkan kekuatan kalian dan berikan padaku untuk memblokir bunga itu."ucap ketua itu menyuruh bawahanya untuk menyalurkan Qinya pada ketua itu.


"Tekhnik benteng gunung."ucap ketua kelompok itu lalu tanah di depanya bergetar den membentuk sebuah benteng yang layaknya seperti gunung.


Bommmm.

__ADS_1


Dua kekuatan itu bertabrakan yang menyebabkan mereka berdua mundur kebelakang.


Tetapi sepertinya itu di menangkan oleh ketua kelompok itu karena ia memiliki pendukung yang banyak yang membuatnya jika kekutan mereka di gabung sama dengan tingkat raja bintang 7.


Wanita itu memuntahkan seteguk darahnya dan lalu mengusap datah di mulutnya dan melihat kedepan,karena asap yang mengepul itu wanita itu berinisiatif untuk kabur tetapi ketika ia ingin kabur ada orang yang memegangi pundaknya yang tak lain adalah ketua kelompok itu.


"He cantik kamu mau kemana,kamu belum berada di ranjangku jadi jangan berharap kamu bisa kabur dariku."ucap ketua kelompok itu menjilat bibirnya melihat lekuk tubuh waniat itu yang sangat menggoda.


"Lepaskan aku,apakah kau tak tahu bahwa kakekku adalah seorang half saint."ucap wanita itu.


"Hahaha,memang kenapa kalau kakekmu seorang half saint selama ia tak mengetahuinya kita akan tetap aman."ucap ketua itu memegang tangan wanita itu.


"Tolong,seseorang tolong aku."ucap wanita itu meminta tolong.


"Hahaha teruslah minta tolong karena tak akan ada yang bisa mendengarmu."ucap ketua itu karena memang di gang ini jarang sekali orang yang lewat.


Di tempat Qin San.


"Tolong,seseorang tolong aku."


Mendengar itu Qin San dan lainya yang kebetulan lewat gang sepi itu mereka lalu terdiam sejenak memastikan suara itu tetapi suara minta tolong itu terus terdengar.


"Em ya kita harus menolongnya walaupun ini jebakan atau bukan karena jika ini hanay jebakan kita hanya perlu membunuh orang yang menjebak kita."ucap Qin San menjawab ayah mertuanya itu.


Sedangkan untuk Long Tian ia hanya diam dan hanya mengikuti mereka berdua yang melesat ke arah orang minta tolong tadi.


Ketika mereka sampai mereka bertiga melihat seorang wanita yang di tangkap oleh segerombolan orang yang diikat oleh mereka yang akan mereka bawa pergi.


"Hehe tangkapan hari ini memang benar benar sangat bagus."ucap ketua kelompok itu yang telah tak sabar untuk mencicipi wanita yang ia tangkap.


Qin san yang melihat itu dari atap ia lalu langsung mengeluarkan sebuah pedang tingkat rendah dan menerbangkanya ke arah kelompok itu.


Pedang terbang itu melesat dengan kecepatan tinggi dengan tangan Qin San yang mengendalikanya dan mulai menebas orang itu satu persatu.


Ketua dari kelompok itu yang melihat pedang terbang yang sangat cepat membantai para bawahanya ia menjadi ketakutan sedangkan wanita itu menjadi senang karena ada yang menyelamatkanya.

__ADS_1


"Siapakau keluarlah kalau berani jangan main sembunyi swmbunyi."ucap ketua iti dengan lantang yang padaha ia sangat takut.


Qin San mendengar teriakan dari orang itu ia tanpa pikir panjang langsung menebas lehernya yang membuatnya mati seketika dengan kepala menggeliding di bawah dan darahnya yang keluar sangat banyak di bagian lehernya.


Wanita itu melihat orang yang menangkapnya telah mati tanpa kepala ia menjadi takut dan bertanya di pikiranya.


"Apa yang sebenarnya terjadi siapa yang melakukan semua ini."pikir wanita itu yang masih dalam keadaan terikat oleh tali.


Qin san dan yang lainya melihat kelompok orang yang telah mati karena telah ia bunuh ia langsung menuju ke sana dan lalu melepaskan tali dari wanita itu.


"Terima kasih tuan ."ucap wanita itu membungkukan kepalanya tanpa melihat ke arah Qin San dan 2 lainya lalu berjalan pergi.


"He apakah seperti ini sikapmu pada orang yang telah menolongmu."ucap Qin San melihat wanita itu.


Mendengar suara yang menurutnay menjengkelkan itu yang ia ingat adalah suara dari orang yang berada di restoranya waniat itu lalu berbalik dan mengucapkan terima kasih untuk kedua kalinya tapi kali ini ia mengucapkanya dengan senyumanya walaupun hanay senyuman paksaan.


Melihat itu Qin San lalu bertanya.


"He wanita sebaiknya kami antarkan kamu pulang karena hari yang sudah menjelang sore ini pasti banyak penjahat seperti tadi."ucap Qin San menawarkan untuk mengantarkannya pulang.


Wanita itu mendengar tawaran Qin San ia memikirkannay lalu menganngguk.


"Ayah mertau,Long tian kalian ikut denganku atau kembali dulu."ucap Qin San pada Long Tian dan Kaisar ye.


"Em aku akan kembali dulu saja."ucap kaisar ye.


"Aku akan selalu mengikuti tuan kemanapun tuan pergi."ucap Long Tian pada Qin San.


"Hem kalau begitu ayah mertua kamu berhati hatilah."ucap Qin San pada kaisar ye.


"Menurutku yang harus berhati hati adalah kamu karena jika Ru'er tahu ini ia pasti akan marah."ucap kaisar ye pada Qin San.


Qin San mendengar itu ia hanya diam karena ia mengantarkan wanita ini tak memiliki maksud apapun dan hanya agar ia pulang dengan selamat saja.


"Hm baiklah kalau begitu kau pimpin jalanya aku akan di belakangmu."ucap Qin San pada wanita di depanya.

__ADS_1


................


BERSAMBUNGG.......


__ADS_2