
"Maaf Adik,Kakak tak bisa bermain dengan adik sementara waktu."ucap Qin San melihat adik kesayanganya bermain.
"Kenapa kak,Apakah aku berbuat salah pada kakak sehingga kakak tak mau bermain denganku."ucap Qin Zu dengan wajah yang merasa bersalah.
"Tidak adik,Nanti ketika kakak sudah selesai urusan kakak akan ajak Adik bermain di manapun yang adik mau."ucap Qin san menghibur adiknya yang sedang merasa Sedih.
"Sementara ini kakak akan pergi beberapa hari jadi adik jangan nakal di sini."ucap Qin San mengusap kepala Qin Zu.
"Baik kak aku akan menuruti perkataan kakak,Tapi kakak harus membawakan aku oleh oleh."ucap Qin Zu meminta pada kakaknya.
"Boleh,Nanti pasti akan kakak bawakan oleh oleh untuk adik kesayangan kakak ini."ucap Qin San mencubit pipi imut Qin Zu.
Setelah berbicara pada adik kesayanganya Qin San lalu menoleh ke arah ayah dan ibunya.
"Nak kami sudah tahu kamu akan pergi kemana jadi pesan ayah dan ibu adalah tetaplah berhati hati dan jaga kesehatanmu."titah ayah dan ibu Qin San.
"Ayah dan ibu tenang saja aku akan selalu berhati hati."ucap Qin San meyakinkan ayah dan ibunya.
"Ayah,ibu,adik aku pergi dulu."pamit Qin San pada mereka bertiga.
Tak lupa sebelum pergi Qin San memberikan jimat yang ia buat dan menjelaskan kegunaanya pada ayahnya.
Lalu Qin San merobek ruang untuk berteleportasi menuju gerbang kota yegang.
Sebelum masuk ke dalam Qin San melambaikan tanganya dan dibalas lambaian tangan mereka bertiga.
"Ayah jangan lupa atur pemindahan para warga."ucap Qin San yang lalu masuk ke dalam robekan ruang yang telah di buatnya.
"Aduh kenapa aku bisa lupa tentang ini."ucap Kaisar Qin pamit kepada Ling Fang Yi dan Qin Zu untuk melaksanakan tugas yang di berikan Qin San.
Di dalam robekan ruang Qin San diam sambil memandangi ruang gelap di sekitarnya,lali ia terseret seperti sebuah arus yang membawanya kentempat tujuanya tapi arus ruang itu sangta kuat yang membuat Qin San sedikit kewalahan.
"Cih arus ruang Ini sangat kuat jika aku tak berhati hati bisa saja aku mati atau terkirim ke tempat lain."ucap Qin San sambil mengendalikan tubuhnya agar tak terseret ke dalam lintasan ruang lain yang bukan tempat yang ia tuju.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit Qin San tetap berjuang di dalam ruang itu yang akhirnya ia mencapai ujung dan di ujung itunterdapat Sinar cahaya keluar.
"Huh akhirnya aku berhasil."ucap Qin San lalu terbang menggunakan kecepatan penuhnya menuju ke cahaya itu.
"Akhirnya aku berhasil juga,walaupun aku adalah dewa kehampaan tetapi dengan kekuatanku sekarang menghadapi rintangan ruang teleportasi ini masih menyulitkan."desah Qin San melihat pakaianya yang robek dan acak acakan.
"Sepertinya aku harus ganti baju dulu sebelum memasuki kota atau aku akan di anggap orang gila."ucap Qin San yang lalu melesat ke dalam hutan.
setelah menemukan tempat yang cocok dekat sebuah sungai di dalam hutan itu Qin San lalu mengganti banjunya.
Setelah mengganti bajunya Qin San melesat kembali ke arah kota yegang tapi di saat perjalanan kembali Qin San merasakan sebuah hawa aneh di sekitar hutan itu yang sepertinya sangat akrab denganya.
Lalu ia mengikuti arah aura itu dan menemukan sebuah Lubang besar yang di tutupi oleh sebuah array ilusi yang membuat siapapun di sana dengan jiwa yang lemah tidak akan bisa merasaka meupun melihat aura itu.
"Hm kira kira siapa yang membuat array ini sepertinya ia adalah orang yamg sangat kuat."ucap Qin San melihat array tingkat Dewa di depanya.
"Tapi dengan kemampuan arrayku sekarang aku mungkin bisa membukanya tetapi aku akan lakukan setelah tornamen ini selesai lalu aku akan kesini mencoba membukanya."ucap Qin San memutuskan untuk membuka array setelah tournamen usai.
Selesai mengamati array itu Qin San lalu pergi menuju kota yegang.
Selesai membayar Qin San lalu menuju ke dalam kota yegang pergi ke arah pengipanan yang ia telah inapi dulu bersama Tang Chin.
"Di kota ini adalah tempat pertemuanku dengan Tang Chin sebelum ia menjadi adiku."ucap Qin San mengingat ingat Sekitar 1 bulan lalu ketika ia melihat Tang Chin yang di hajar oleh tuan muda sekte naga api dan ia yang menyelamatkanya.
Juga Qin San sekarang tak memakai topengya kembali yang membuatnya di lihat oleh para wanita kota itu dengan ketertarikan yang tinggi terhadap qin San.
Bahkan banyak juga wanita yang memperkenalkan dirinya pada Qin San tetapi Qin San menanggapinya dengan ekspresi dinginya yang ia anggap bila ia acuh pada para wanita itu para wanita tak akan mengejarnya lagi.
Tetapi itu tak sesuai dengan angan angan Qin San karena para wanita yang melihat sikap dingin Qin San mereka malah semakin tertarik denganya.
Qin San yang terus di pandang para wanita di kota itu ia merasa ngeri dan mempercepat langkahya ke sebuah penginapanya dulu ia dan tang chin menginap.
"Huh akhirnya sampai juga,huh para wanita itu sangat menakutkan."ucap Qin San yang merinding ketika ia ditatap dengan tatapan buas oleh mereka.
__ADS_1
Lalu Qin San masuk ke dalam penginapan itu yang di sambut oleh wanita paruh baya pemilik penginapan itu.
"Tuan apakah anda ingin menginap."ucap Wanita paruh baya melihat pria muda tampan di depanya.
Qin san yang melihat wanita paruh baya itu menatapya dengan tatapan biasa ia menjadi lega.
"Setidaknya ada yang tidak terpengaruh oleh ketampananku."ucap Qin San lega.
"Iya saya akan menginap di sini senior."ucap Qin San pada wanita paruh baya itu.
"Eh anak muda jangan panggil aku senior panggil saja aku nenek Hou."ucap nenek itu pada Qin San.
"Baik Nenek Hou."ucap Qin san mematuhi nenek hou.
"Hm jadi nenek hou tolong antarkan saya ke kamar terbaik di sini."ucap Qin San pada nenek Hou memesan kamar.
"Hm aku akan mengantarkanmu ke kamar terbaik di sini tapi karena beberapa masalah aku menaikan harga penginapan seharga 1 tael emas apakah tak masalah untukmu."ucap nenek Hou pada Qin San.
"Itu tak masalah nenek Hou."ucap Qin San lalu memberikan 1 tael emas pada nenek Hou.
"Mari aku antarkan tuan."ucap Nenek Hou Mengantarkan Qin San.
"Panggil saja Qin San nenek."ucap Qin San berbicara sambil mengikuti di belakang nenek Hou.
Setelah berjalan beberapa saat mereka sampai di tempat tujuan.
"Ini kuncinya nak Qin San."ucap Nenek hou memberikan Kunci pada Qin San.
"Baik nenek Hou."ucap Qin San menerima kuncinya dan membuka kamarnya.
"Nenek Hou aku masuk dulu."ucap Qin San pada nenek hou masuk ke dalam kamarnya.
"Baiklah nak Qin San kalau ada apa apa sampaika pesan pada nenek."ucap nenek hou yang juga berbalik menuju ruang penerima tamu.
__ADS_1
......................
BERSAMBUNGG.....