Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
KEMARAHAN QIN SAN.


__ADS_3

Melihat kedatangan banyak orang Qin San hanya tersenyum. Disisi lain Keluarga Gun yang melihat Gun Ta Lin terbaring tidak berdaya di tanah mereka menjadi syok dan marah.


"Siapa yang telah melakukan ini kepada anaku." Ucap Seorang wanita setengah baya yang menangis sambil memeluk Gun Ta Lin yang masih setengah sadar.


"Aku yang melakukanya." Ucap Yuan Zuan tanpa rasa takut sedikitpun.


Mendengar itu Ibu dari Gun Ta Lin menoleh dan memandang wanita cantik itu dengan penuh kemarahan.


"Kau wanita kejam, apa yang kau lakukan kepada anaku." Ucap ibu Gun Ta Lin marah.


"Oh, anak bajinganmu itu tadi membuat pertaruhan denganku, dan yang kalah akan memenuhi satu permintaan yang menang, jadi anda jangan ikut campur karena aku akan menghancurkan bagian bawahnya itu." Kata Yuan Zuan menyeringai.


"Lancang, dasar wanita lacur, setelah ini selesai aku akan menyiksamu dengan keras hingga kau tidak bisa bangun untuk selama lamanya." ucap seorang pria setengah baya yang merupakan ayah dari Gun Ta Lin.


"ayah dan anak sepertinya sama sama mesum." Ucap seorang pria yang sedari tadi hanya menonton pertunjukan dengan tenang yang tak lain dan tak bukan adalah Qin San.


"Bajingan siapa yang berani menyela pembicaraanku." Teriak Ayah dari Gun Ta Lin marah.


"Aku!!, memangnya kenapa." Qin San tersenyum meremehkan.


Semua orang mendengar itu menoleh ke arah Qin San, mereka mengira bahwa Qin San ingin mencari mati demi melindungi seorang wanita.


"Bajingan kecil, apakah orang tuamu bodoh hingga kau sama sekali tidak memiliki sopan santun berbicara denganku, dan bahkan berani menyelaku." Ucap ayah Gun Ta Lin menggertakan Giginya.


"Oh, sebenarnya aku tidak ingin membuang buang waktuku untuk berbicara dengan para tikus sepertimu, tetapi kau malah berani menghina orang tuaku, maka aku tidak akan melepaskanmu." Ucap Qin San dengan matanya yang sudah di penuhi dengan kemarahan, kemudian ia melesat dengan sangat cepat.


Melihat Qin San menghilang ayah Gun Ta Lin menjadi panik, ia tidak mengira bahwa anak acak yang menyinggungnya ternyata memiliki kekuatan yang sebegitu menakutkan.


Swisshh...


Bang ...

__ADS_1


Bang...


Bang....


Qin San melakukan pukalan beruntun kepada ayah Gun Ta Lin, Ayah Gun Ta Lin yang di pukuli hanya bisa pasrah sehingga ia mengalami luka yang sangat banyak di sekujur tubuhnya.


"Aku memang baik kepada semua orang jika mereka tidak menyentuh atau menjelekan keluargaku, tapi orang acak sepertimu berani untuk menghina orang tuaku, maka hanya kematianlah yang pantas kau dapat." Qin San tanpa belas kasihan, melakukan pukulan, menebas, mencakar dan lain lain hingga ayah Gun Ta Lin/Gun Sao Bao terobek robek sehingga membuat organ organ dalamnya keluar.


Gun Sao Bao di sana hanya bisa berteriak dengan keras tanpa bisa melawan karena tubuhnya sudah dikunci oleh Qin San.


"Ini adalah pukulan terakhirku yang sekaligus akan membuatmu mati ditanganku." Ucap Qin San melesat kembali dengan pukulanya yang mengarah tepat di kepala Gun Sao Bao.


Tapi saat hendak mengenai kepala Gun Sao Bao seorang pria menarik Gun Sao Bao dengan cepat Sehingga ia terselamatkan.


"Oh, apakah dewa petir penguasa alam kekosongan ingin ikut campur juga dengan masalahku." Ucap Qin San yang sudah tahu bahwa yang menyelamatkan Gun San Bao adalah Dewa petir sendiri.


"Aku tidak tahu tuan ini siapa, tetapi aku harap tuan memberiku wajah di kerajaan ku sendiri, atau tuan akan menerima akibatnya." Ucap Dewa petir yang sudah mulai tersulut amarah.


"Hahaha, tenang saja dewa petir tadi aku hanya bercanda saja. Perkenalkan aku adalah Qin San, tujuan kedatanganku kemari adalah untuk merayakan ulang tahun putri anda dan juga aku ingin meminta izin membuat Kota yang berada di wilayah kekuasaan sekte dewa pedang." Ucap Qin San langsung pada intinya.


"Jadi anda adalah tuan kota dari kota baru itu." Tanya Dewa petir dengan wajah datar.


" Ya itu saya." Ucap Qin San tanpa rasa takut sedikitpun.


...........


Di atas peron kerajaan terlihat wanita yang sedang memandangnya dengan kagum.


"Pria ini sungguh membuatku tertarik, selain tampan dia juga sangat kuat dan berani." Ucap wanita itu menjilat bibirnya sendiri.


"Hai nak kenapa kamu disana bukankah ulang tahunya akan segera dimulai." Teriak seorang wanita yang berteriak di belakang wanita tersebut yang tak lain adalah ibunya sendiri.

__ADS_1


" Ibu aku menemukan Pria yang menarik, melihatnya saja membuatku ingin memilikinya." Ucap wanita itu kepada ibunya.


"Kamu sebaiknya jangan macam macam, ayahmu sudah menjodohkanmu dengan kakak Gun Ta Lin, Gun Yan Tai yang masih berada di perbatasan perang kerajaan, sebaiknya kamu jangan mencoba untuk melawanya atau dia akan menghukumu." Ucap Ibunya mengingatkan karena ia khawatir kepada anaknya.


"Ibu, aku tidak peduli lagi dengan ayah bodoh itu yang selalu menyakiti ibu, aku bahkan ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri dan satu satunya cara agar aku bisa membunuhnya adalah dengan memilikinya." Ucap Wanita itu menatap kearah Qin San.


"Hummph, tapi walaupun begitu dia tetap ayahmu nak." Ucap ibu wanita itu.


"Ibu.. apakah anda tidak ingin bebas dari ayah." Tanya Wanita itu yang bernama Zhu Yang Fei.


"Itu.." Ucap ibu Zhu Yang Fei singkat dengan kepalanya yang menunduk kebawah. Ia sendiri sebenarnya sudah muak dengan perlakuan dewa petir terhadapnya, ia ingin sekali meninggalkan dewa petir dan hidup bahagia dengan putrinya.


.......


"Apakah anda sudah tahu peraturan sebuah kota." Tanya Dewa petir.


"Ya, aku tahu, nanti aku akan mengirimnya kepada anda." ucap Qin San santai.


"Sialan anak ini sepertinya tidak menganggapku dengan serius, tetapi anak ini memang sangat kuat, aku bisa merasakan kekuatanya berada di ranah dewa semesta puncak." Batin Dewa petir sambil menatap Qin San.


"Dan juga aku harap kau memberikan kompensasi kepada keluarga Gun atau kau akan membuat mereka marah." Ucap Dewa petir.


" Tidak perlu, jika mereka datang biarkan saja, aku akan menghadapi mereka." Ucap Qin San dengan aura yang mendominasi, Qin San melakukan ini bukan tanpa alasan ia melakukan ini untuk membuat pondasi di kerajaan kekosongan ini supaya mereka tidak membuat masalah denganya.


"Istriku, cepat lakukan pertaruhanmu." Ucap Qin San pada Yuan Zuan.


Mendengar itu Yuan Zuan mengangguk, lalu berjalan ke arah Gun Ta Lin lalu ia mulai mengakat kakinya kebelakang kemudian ia mengayunkan kakinya kedeoan dengan keras.


"Krakk....


Terdengar suara pecahan telur yang begitu nyaring membuat semua pria yang melihanya menutupi milik mereka masing masing.

__ADS_1


Keluarga Gun yang biasanya mendominasi dan berkuasa sekarang mereka benar benar terlihat menyedihkan di hadapan Qin San dan Yuan Zuan.


BERSAMBUNGGG...


__ADS_2