
"Cih beraninya tempat ini menggunakan ilusi ibuku."ucap Qin San melihat ilusi yang menyerupai ibunya.
"baiklah karena tempat ini berani menggunakan ilusi ibuku aku akan menghancurkanya."ucap Qin San yang muncul siluet naga takdir yang membuat aura yang sangat kacau di menara ke dua itu.
Aura yang di keluarkan Qin San membuat tempat itu bergetar hebat yang membuat ilusi itu hancur seketika yang langsung membuat Qin San langsung naik kelantai ke tiga.
Di lantai ke tiga Qin San terlihat sedang mengatur nafasnya karena ia terlalu memaksakan mengeluarkan aura naga takdir yang sangat menguras tenaganya.
"Huhh..huhhh aku terlalu berlebihan mengguanakan kekuatan aura naga takdir."ucap Qin San melihat kedepanya uang merupakan ruang gelap tanpa batas atau bisa di sebut dengan kekosobgan atau ruang hampa.
"Sepertinya menara ke tiga ini akan sulit."ucap Qin San melihat kekosongan tanpa batas di depannya.
"Untuk keluar dari sini aku harus menghancurkan titik poros alam hampa ini."ucap Qin San.
Qin San lalu mengeluarkan jiwa spiritualnya mencari titik poros kehampaan tetapi walaupun ia mencari Qin San tak menemukanya sama sekali.
"Kenapa bukankah setiap kekosongan memiliki titik poros bagaimana di sini berbeda??apakah tempat ini sebenarnya perpaduan antara ilusi dan kehampaan kalau memang benar ini perpaduan antara ke duanya ini akan cukup sulit karena aku harus mencari pusat aray ilusi terlebih dahulu baru mencari titik poros kehampaan lalu menghancurkanya."pikir Qin San.
Qin San ia lalu melayang di kekosongan sambil mengeluarkan jiwa spiritualnya untuk mencari pusat aray ilusi terlebih dahulu tetapi walaupun ia mengeluarkan jiwa spiritualnya ia tetap tidak bisa menemukan pusat array itu.
"Huhh sepertinya aku harus menggunakan spiritual mata kekosongan."ucap Qin San memejamkan matanya mengedarkan spiritualnya ke arah matanya yang ketika mata Qin San menjadi berwarna hitam hitam gelap menyerupai kekosongan.
"Mata kekosongan."ucap Qin San lalu membuka matanya.
terlihat di depan Qin San banyak sekali array ilusi yang dapat membuat seseorang bingung ketika terjebak di dalamnya.
"Aku akui pembuat menara ini sangat hebat ."ucap Qin San memuji karena pembuat menara ini membuat banyak sekali array yang akan membuat orang akan putus asa karena harus menghancurkan titik pusat setiap array ilusi ini.
"Mungkin jika orang lain yang berada di sini orang itu akan mati karena putus asa tapi menara ini berani menantangku maka akan aku hancurkan semua array di sini."ucap Qin San melesat mengnacurkan pusat pusat array.
__ADS_1
1 bulan berlalu di dalam menara ke tiga itu yang berarti 3 hari di dunia luar Qin San juga telah menghancurkan semua array ilusi dan ia sekarang tinggal menghancurkan titik poros kehampaan ini.
"Huhh.... ribuan array ini membuatku menghabiskan banyak sekali Qi lebih baik aku istirahat terlebih dahulu sebelum menghancurkan titik poros dunia ini."ucap Qin San mendesah pelan.
Qin San ia memejamkan matanya dan kemudian menyerap Kekosongan yang ada di sekitarnya.
"Eh kekuatan kekosongan ini bagaimana terasa lebih murni dari energi kekosongan biasanya??."ucap Qin San merasa aneh dengan Qi kekosongan yang ia rasakan yang terlihat lebih murni.
"Aku sepertinya pernah merasakan Qi Seperti ini tetapi di mana."ucap Qin San mengingat ngingat.
"Ya benar itu di sana aku sekarang ingat aku pernah merasakan kekuatan Qi Kekosongan di ruang kekosongan surgawi di tempat para jiwa di simpan...tetapi bagaimana kekosongan seperti ini bisa berada di sini dan sebenarnya siapa pembuat menara ini hingga bisa membuat hal hal yang bahkan para dewa sulit untuk membuatnya."ucap Qin San bertanya tanya.
Qin San ia terus menerus menyerap Qi kekosongan di sana selama beberapa jam untuk memulihkan kekuatanya yang terkuras karena menghancurkan ribuan array Ilusi.
Sesaat kemudian Qin San membuka matanya karena ia merasa Qinya telah pulih.
"Tekhnik kekosongan gerakan kedua tangan kehampaan."ucap Qin San yang mengeluarkan Sebuah tangan Hitam yang sangat besar yang mengarak ke arah poros hitam kekosongan.
Wuushhhhh........
Booooooooommmmmm.
Ledakan yang di sebabkan oleh tangan kehampaan Qin San yang menabrak poros kekosongan terjadi yang membuat kekosongan itu retak lalu menghilang dari ruang itu yang seketika berganti menjadi tempat berbeda.
"Apakah ini menara ke empat."ucap Qin San melihat sebuah lautan luas dengan dia yang berjalan di atas air.
"Rintangan apalagi yang harus kuhadapi di sini."gumam Qin San melihat lautan luas di depanya.
Air laut itu tiba tiba menghitam air lautpun juga tiba tiba naik seperti sebuah tsunami yang ingin menghantam Qin san.
__ADS_1
"Cih apa yang sebenanya terjadi."ucap Qin San mengedarkan jiwa spiritualnya le dalam laut.
Di bawah laut terlihat sebuah mahkluk berukuran raksasa dengan 10 tentakel dan matanya berwarna merah.
"ini bukankah ini kraken...bagaimana menara ini memiliki binatang laut ilahi yang sangat langka yang jika kraken ini dewasa ia bisa menjadi makhluk yang sangat mengerikan yang bahkan bisa melahap sebuah dunia dengan satu lahapnya saja."gumam Qin San melihat kraken besar di depanya yang terbilang masih remaja yang mungkin masih berusia 70000 tahun.
Krakken itu melihat ke arah Qin San terus menerus dengan menembakan cairan hitam yang tak lain adalah tinta kraken yang berguna untuk mengecoh musuhnya dan dapat juga membuat korosi jika musuh kraken itu terkena tintanya bahkan air laut yang berubah menjadi hitam menguap karena tinta dari kraken yang masih berada di dalam air.
"Cih beraninya hewan itu mempermainkanku di dalam laut."ucap Qin San melihat air laut yang terus menerjangnya.
Qin San yang geram dengan kraken itu ia langsung menyelam ke laut hitam itu,karena tubuh naga Qin San jadi tubuh Qin San tidak terpengaruh oleh tinta dari kraken,ia mengedarkan pandangan spiritual untuk melihat pergetakan Si kraken.
ketika Qin San menggunakan pandangan spiritualnya terlihat si kraken itu sedang mengarahkan tentakel besarnya yang mengandung sebuah listrik di tentakelnya untuk mempermudahkanya menangkap masngsanya.
"tekhnik pelindung kehampaan."ucap Qin San mengangkat tanganya dengan telunjuk ke arah ke depan membuat sebuah dinding di sekita Qin San.
Boooooommmmmmm..
Pelindung Qin San hancur seketika ketika menyentuh tentakel Kraken.
Tetapi untungnya Qin San sempat merobek ruang dan berpindah tempat dari sana jika ia tidak merobek ruang mungkin ia sudah terpental dan terluka parah hanya dengan satu ayunan kraken itu.
"Hahhh kraken itu sangat mengerikan jika aku terlambat sedikit saja walaupun aku memiliki tubuh naga pasti aku akan tetap akan terluka bagian dalam tubuh karena tubuh naga hanya melindungi tubuh bagian luar bukan bagian dalam."Ucap Qin san menghela nafasnya karena merasa kraken itu sangat menakutkan.
"Cih kraken ini walaupun besar cepat sekali dapat mengejarku dalam beberapa detik saja."ucap Qin San melihat kraken yang masih mengejarnya.
.................
BERSAMBUNGG .........
__ADS_1