
Melihat kejadian ini semua orang terdiam, mereka tidak percaya bahwa raja yang kai yang terkenal kejam sudah mati dengan begitu mudahnya di depan mereka.
"Apakah ini nyata." Ucap salah satu warga yang tidak percaya.
"Ini benar benar gila,satu orang dapat membantai semuanya, orang ini tidak boleh di singgung jika tidak mungkin bisa menjadi bencana."
Setelah membunuh dan mengambil armor yang di pegang oleh raja yang kai Qin San langsung pergi untuk mencari penginapan karena hari yang memang sudah larut malam.
Beberapa saat mencari akhirnya Qin San menemukan sebuah penginapan kecil yang jaraknya cukup dekat dengan tempat pelelanganya.
Di sana ia langsung melakukan transaksi kepada pemilik penginapan itu. Ia berencana untuk menginap beberapa hari disana sebelum ia pergi.
Selesai melakukan transaksi Qin San di hantar oleh pemilik penginapan ke kamar miliknya, Sampai di kamar Qin San langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, sebelum itu ia juga memesan makanan untuk mengisi perutnya walaupun sebenarnya kultuvator sepertinya sudah tidak perlu makan lagi.
Sambil tiduran Qin San melihat armor yang di dapatkanya dari raja Yang Kai, ia memeriksa setiap sudut arnor itu tanpa ketinggalan satu titik pun.
"Benar yang aku duga, run pada armor ini rusak sehingga tidak berguna secara maksimal." Gumam Qin San mengamati.
Sedari menunggu makanan datang ia mencoba untuk memperbaiki run itu, tetapi hasilnya nihil dan armor itu tetap tidak bisa di gunakan secara maksimal.
"Run pada armor ini sangat sulit dimurnikan, pantas saja jika tidak dapat digunakan secara maksimal, Untuk mengatur ulang agar dapat di gunakan secara maksimal aku perlu mencari beberapa bahan untuk memurnikan armor ini kembali." Ucap Qin San mengamati armor tersebut.
Selesai mengamati armor itu tiba tiba terdengar suara ketukan dari pintu yang tak lain adalah pelayan penginapan yang mengantarkan makanan padanya.
Mendengar ketukan itu Qin San mempersilahkan pelayan itu masuk.
Setelah makanan miliknya datang Qin San langsung melahapnya dengan cepat dan selesai itu ia tertidur.
..........
Keesokan paginya Qin San yang tertidur pulas sudah terbangun dan mulai membuka jendela kamarnya untuk melihat cahaya matahari cerah yang menyinari alam ini.
__ADS_1
Tapi pada saat ia membuka jendela kamarnya alangkah terkejutnya ketika mengetahui bahwa yang ia lihat bukan seperti apa yang ia harapkan.
Karena di luar tidak ada yang namanya sinar matahari cerah melainkan sebuah cahaya merah menyala yang menyinari alam ini sehingga terlihat seperti darah merah.
Qin San yang sama sekali tidak mengetahui fenomena ini tentunya ia sangat bingung, bahkan ia mengira bahwa alam ini akan mengalami fase kekosongan atau kiamat.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa cahaya matahari disini menjadi merah darah." Gumam Qin San bungung.
"Apakah alam ini akan kiamat, jika ini benar maka tidak boleh di biarkan aku bahkan belum membalas orang itu jika ini terjadi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Guman Qin San memandang akam ini dengan khawatir.
Karena rasa khawatirnya Qin San segera melepaskan kekuatan spiritualnya hingga mengelilingi alam ini untuk mencari sebab dari cahaya merah itu.
Tetapi pada saat ia melihatnya ia merasakan sesuatu yang aneh karena sebenarnya langit di atas sana seperti bukan sebuah langit melainkan seperti sebuah benda yang mengelilingi alam ini.
Benda itu mengurung alam ini sehingga orang yang masuk ke alam ini tidak akan pernah bisa keluar kembali.
Setelah mengetahui sebuah fakta yang menarik Qin San mengamati langit itu lebih detail lagi dan melihat bahwa bintang dan matahari di sana hanya sebuah lampu saja yang dapat mengeluarkan panas seperti matahari sehingga orang orang yang berada di dalam alam neraka ini tidak ada yang menyadarinya.
"Tapi aku juga salut dengan orang orang di sini karena masih tetap hidup saat menjalani siksaan dari orang orang brengsek itu." Ucap Qin San.
"Aku sekarang yakin kenapa orang orang di sini sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan, jawabanya adalah pengaruh dari cahaya ini dan siksaan yang terus terjadi pada mereka." Ucap Qin San prihatin.
Alam ini sekarang sangat sepi bahkan hewan seperti kucing dan hewan lainya yang biasanya berkeliaran dengan bebas kini bahkan tidak terlihat sama sekali.
"Aku hampir lupa, hari ini aku ada janji dengan nona mei." Ucap Qin San kemudian ia mulai bersiap untuk berangkat.
Qin San melesat dengan cepat ke arah tempat pelelangan yang jaraknya tak jaub dari penginapanya.
Tetapi pada saat ia terbang sebuah bola api melesat dengan cepat ke arahnya.
Setiap ia terbang sebuah bola api terus menghujani dirinya.
__ADS_1
"Sial, orang orang itu sangat pintar, jadi sekarang aku tahu alasan orang orang disini tidak mau keluar rumah, karena jawabanya adalah pada bola api ini." Ucap Qin San sambil meninju bola api itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Qin San sampai di rumah lelang itu.
Di sana ia melihat bahwa rumah lelang itu sangat sepi, ia bahkan ragu jika di sini ada orang tetapi karena ia memiliki indera spiritual yang tajam ia bisa merasakan bahwa semua orang ada di lantai atas.
Merasakan itu tanpa pikir panjang lagi Qin San langsung berjalan ke lantai atas melalui tangga.
Di lantai kedua Qin San bisa melihat sekitar 20 orang yang sedang berdiskusi yang tak lain adalah orang orang kuat yang berada di kerajaan api merah ini, bahkan kekuatan mereka semua berada di ranah prajurit dewa dan yang paling kuat berada di ranah alam jendral.
Pasukan seperti ini jika di bandingkan dengan orang orang kerajaan api merah tentu sangat jauh.
Tapi kerajaan api merah memiliki dua leluhur yang berada pada ranah alam jendral puncak yang sebentar lagi akan menembus alam raja sehingga tidak ada yang berani memprovokasi kerajaan api merah selain Qin San.
Mereka berdua sekarang sedang melakukan latihan tertutup mereka jadi mereka tidak mengetahui kematian cucu dan putranya sendiri.
Jika mereka tahu mungkin mereka berdua akan memburu Qin San kemanapun ia pergi.
Di dalam sana Qin San melihat keseriusan dalam diskusi mereka, bahkan mereka sampai sama sekali tidak mengetahui bahwa Qin San datang.
"Sepertinya ada yang seru, apakah aku boleh ikut." Ucap Qin San santai membuat semua orang meboleh ke arahnya.
"Tuan, anda sudah datang." Ucap beberapa orang di sana yang mengenal Qin San.
" Ya seperti yang kalian lihat, kalian sepertinya membahas sesuatu yang seru, apakah aku yang pemula ini bisa ikut bergabung bersama kalian." Ucap Qin San.
"Tuan masalah ini tentang fase neraka yang akan segera muncul beberapa hari lagi, Di sini kita berniat untuk mencari solusi akan hal itu agar masyarakat tidak terkena dampak dari fase neraka ini." Kata salah seorang bernama Gao Lin yang merupakan patriak dari lembah raja obat.
........
BERAAMBUNGG...
__ADS_1