
Setelah sesi berpelukan antara Qin San dan ibunya lalu mereka melepaskan pelukan mereka.
Ling Fang Yin yang telah melepaskan pelukanya ia melihat seorang anak kecil di samping Qin San yang memandangnya sambil memakan permenya.
"San'er siapa anak kecil ini."ucap Ling fang yi berbicara tentang identitas pada Qin San.
"Ibu perkenalakan ini adiku namanya Qin Zu."ucap Qin San kepada ibunya.
Li Fang yi yang mendengar Qin San mengatakan bahwa ia adalah adik Qin San menjadi bingung.
melihat ibunya yang bingung Lalu Qin San menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Qin Zu dan bagaimana ia menjadikan adiknya.
Ling Fang Yi yang mendengar penjelasan Qin San ia menjadi mengerti dan merasa kasihan dengan Qin Zu karena di masa kecilnya yang seharusnya bermain dan mendapatkan kasih sayang orang tua malah sudah menghadapi masa yang sulit.
Jadi Ling Fang yi memutuskan untuk merawat Qin Zu sebagai anaknya.
"Hm Zu'er bagaimana kalau kamu menjadi anak ibu."ucap Ling Fang Yi sambil mengelus kepala Qin Zu.
"Ibu....yee aku sekarang punya ibu."ucap Qin Zu yang merasa senang karena ia memiliki seorang ibu.
Qin Zu yang merasa senang ia memeluk Ling Fang Yi dan bertanya pada Ling Fang Yi.
"Ibu apakah aku juga memiliki ayah."ucap Qin Zu dengan polosnya.
"Tentu kamu juga mempunyai seorang ayah."ucap Ling Fang Yi menjawab pertanyaan Qin Zu.
"Em lalu ibu dimana ayah."ucap Qin Zu.
"Em ayah masih ada urusan Tapi nanti Zu'Er akan ibu ajak menemui ayah."ucap ling fang yi pada Qin Zun
Qin Zu mendengar itu mengangguk.
"ibu apakah ayah berada di ruang pertemuan istana."ucap Qin San melihat ibunya yang masih meneluk Qin Zu.
"Iya ayahmu sedang melakukan pertemuan dengan para tetua."ucap Li Fang Yi menjawab pertanyaan Qin San.
mendengar itu Qin San pergi melangkahkan kakinya ke tempat aula ayahnya yang sedang melakukan pertemuan dengan para tetua.
"San'er Apakah kamu akan ke sana."ucap Ling Fang yi yang melihat Qin San tiba tiba pergi.
"Hm ya ibu aku akan ke sana."ucap Qin San tersenyum singkat lalu pergi ke tempat aula itu.
__ADS_1
Qin San berjalan menyusuri halaman istana sambil mengamati pemandangan istana.
"Setelah dua bulan lebih aku pergi tidak ada perbedaan sama sekali."ucap Qin San memandangi dekorasi istana yang masih sama.
Lalu Qin Sanpun berjalan kembali menuju ke aula istana.
Setelah berjalan beberapa saat Qin San akhirnya sampai di dekat pintu aula istana.
...................
"Kaisar sepertinya pelaku pemberontakan ini adalah para iblis karena di saat ia membantai sebuah kota atau desa di wilayah kekaisaran Qin Kita ia selalu tak menampakan jejaknya sama sekali dan hanya menampakan aura iblis di sekitar pembantain itu,apalagi para iblis itu sudah mengincar kekaisaran Qin untuk di jadikan daerah kekuasaanya."ucap tetua agung pada kaisar.
"He memang benar pelaku pembantaian itu adalah para iblis tapi yang melakukan pemberontakan itu sendiri sehingga tak pernah meninggalkan jejak adalah kau sendiri."ucap Qin San memakai topengnya berjalan menuju ke aula tempat para tetua dan kaisar melakukan pertemuan.
"Siapa kau beraninya masuk ke dalam istana ini dan mengganggu rapat pertemuan juga menuduhku sembarangan."ucap Tetua agung marah.
"Kau tak perlu tau siapa aku dan aku juga tak menuduhmu secara sembarangan."ucap Qin San menjawab.
Tetua agung melihat Qin San menjadi marah dan lalu menyuruh Para pengawal kekaisaran untuk menangkap Qin San.
Kaisar yang melihat itu juga sedikit terganggu tapi ia juga memberikan kesempatan pada Qin San untuk membuktikanya.
"Tunggu.....biarkan dia membuktikanya."Ucap Kaisar Qin Yan memberi kesempatan pada Qin San.
"Apakah kau mau melawan perintahku."ucap Kaisar Qin membentak tetua agung.
"hamba tidak berani kaisar."ucap tetua agung menggertakan giginya.
"Kau cepat tunjukan bukti yang kau miliki dan jika bukti yang kau miliki tak menunjukan kebenaranya aku yang akan membunuhmu di tempat."ucap Kaisar itu pada Qin San.
"Baiklah aku akan menunjukan buktinya."ucap Qin San pada kaisar.
Lalu Qin San mengambil artefak dunianya dari cincin penyimpananya dan memanggil pemimpin jubah hitam yang hampir sekarat di depanya.
Tetua agung melihat pemimpin jubah hitam itu terkejut karena pemimpin jubah hitam adalah rekanya.
"Apakah kau akan membuktikan ini dengan orang yang sekarat itu."ucap Tetua agung pada Qin San.
"Ya."ucap Qin San Singkat.
Qin San lalu mengedarkan jiwa spiritulanya yang di gunakan untuk membobol ingatan Pemimpin jubah hitam itu lalu memproyeksikan ingatan itu di atas kepala pemimpin jubah hitam sehingga terlihat oleh semua orang tentang semua kejahatan yang di lakukan tetua agung dan istri kedua kaisar yang ternyata telah menjadi wanita tetua agung untuk menjebaknya dan juga ternyata mereka telah memiliki seorang anak yaitu Qin Le anak tetua agung sendiri dengan istri keduanya.
__ADS_1
Juga di perlihatkan bahwa Qin Le menyuruh para jubah hitam itu untuk membunuh anaknya yang membuatnya terjun ke jurang kematian.
Kaisar Qin yang melihat itu ia menjadi kecewa dan sangat marah yang membuatnya langsung memukul ke arah tetua agung dengan keras yang menyebabkan tetua agung terpental dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
"Ughk ugkh Kaisar gambar kejadian itu pasti bohong."ucap Tetua agung yang masih mengelak.
"Bohong katamu memangnya aku selama ini tak mengikutimu yang bermesraan dengan istri keduaku yang ternyata ia adalah istrimu sendiri untuk menjebaku agar lengser dari tahta kekaisaranku."ucap Kaisar Qin Lalu memukul kembali wajah tetua agung.
Mendengar itu tetua agung tiba tiba tertawa.
"Hahahaha kaisar karena kau telah mengetahuinya jangan salahkan aku untuk membunuhmu."ucap Tetua agung dengan kultivasinya berada di ranah kaisar langit bintang 9 puncak yang akan menembus ke ranaha half saint kapan saja.
Sedangkan tetua ke dua dan ketiga yang juga merupakan pemberontak mereka mengendap endap ingin melarikan diri.
Tetapi sebelum mereka berdua melarikan diri Qin San memukulnya di bagian perutnya yang langsung menghancurkan dantiannya.
Bommmm.
"He kalian ingin melarikan diri tak semudah itu."ucap Qin San mencekik leher mereka berdua dan melemparkanya yang membuat mereka berdua sekarat.
.....................
"Hahahah aku akan membunuhmu Qin Yan dan merebut istanamu."ucap tetua agung menyerang kaisar Qin.
Qin Yan yang melihat tetua agung menyerangnya Qin Yan lalu menerima serangan itu dengan cara memukulnya balik sehingga membuat ledakan energi yang besar di aula itu.
Para tetua dan lainya yang terkena ledakan energi itu mereka menggunakan Qi Mereka untuk melindungi dirinya.
Berbeda dengan Qin San ia malah mambantu kaisar Qin Dan menyerang tetua agung itu yang membuat tetua agung terpental dan lalu pingsan di tempatnya.
"Sepertinya pukulanku terlalu sedikit berlebihan lain kali aku akan menguranginya supaya tak langsung pingsan sepertinya."ucap Qin San melihat tetua agung yang sudah pingsan.
Kaisar Qin Yang melihat pria bertopeng membantunya ia sedikit menunduk dan berterima kasih.
"Terima kasih tuan telah membawa bukti dan menyelamatkan kekaisaran kami dari kehancuran."ucap Kaisar Qin pada Qin San.
Qin San melihat kaisar Qin yang tak lain adalah ayahnya sendiri ia lalu memeggang tanganya agar tak membungkuk padanya.
"ayah tak perlu berterima kasih padaku karena kekaisaran ini juga adalah tempat tinggalku jadi aku tak akan membiarkan siapapun merebutnya dan menyentuh keluargaku."ucap Qin San yang mengaggetkan Kaisar Qin Yan.
.......................
__ADS_1
BERSAMBUNGG......