Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Undangan makan malam


__ADS_3

Tetua Ding melihat Qin San dengan tajam, lalu ia mencoba mengarahkan kekuatanya yang berada di ranah dewa galaxy awal kepada Qin San.


Merasakan ini ia hanya tersenyum tapi kali ini ia tidak membalas aura dari tetua Ding.


"Hmm.. bagus, sepertinya dia adalah bakat tersembunyi." Gumam Tetua Ding dengan senyuman yang mengambang.


"Baiklah kau kembalilah, biar aku yang urus dia." Kata tetua Ding menyuruh Duji Yun agar kembali ketempatnya.


Duji Yun hanya menganguk sebentar lalu membungkukan badan sebagai tanda hormat kepada tetua Ding setelah itu ia pergi dari sana.


"Baiklah anak muda.., Siapa namamu?, dan apa tujuanmu jika kamu berhasil menjadi tetua sekte." Tanya Tetua Ding seperti melakukan introgasi terhadap Qin San.


"Qin San, Dan tujuan saya menjadi tetua sekte untuk menemui leluhur Peng Gu." Ucap Qin San singkat.


Tetua ding sedikit terkejut saat mengetahui tujuan Qin San sebenarnya, tapi ia tidak mempermasalahkan karena menurutnya setiao orang memang memiliki tujuan masing masing, selama tujuan mereka tidak menyalahi aturan sekte dia tidak akan melakukan tindakan yang tidak perlu.


"Qin San ya, kalau begitu segera isi formulir ini, setelah itu kamu boleh pergi tetapi besok kau harus datang kemari untuk mengikuti kompetisi." Kata Tetua Ding menyerahkan sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan kepada Qin San.


Qin San kemudian menerima Kertas itu dan langsung mengisi pertanyaan pertanyaan yang ada di kertas itu dengan mudah, setelahnya ia pergi dari sana tanpa memberi hormat kepada Tetua Ding.


"Anak ini sangat berbakat, tetapi ia sangat tidak sopan." Ucapnya menggelengkan kepalanya melihat Qin San yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.


Karena tidak ada yang ia tuju Qin San memutuskan untuk berjalan jalan di wilayah murid luar.


Tidak lama berjalan di wilayah sekte luar Qin San melihat sebuah pertarungan dari kejauhan, melihat itu ia menghampirinya.


"Sepertinya agak menarik." Ucap Qin San melihat wanita cantik yang mengenakan gaun biru, wanita itu memancarkan aura dingin yang sangat kuat di pedang milikmya yang sudah diselimuti oleh es.


Sedangkan lawanya adalah seorang pria dengan atribut api, pria itu terlihat sangat serius saat menghadapi wanita dengan atribut es, ia dibuat kesulitan olehnya karena apinya tidak bisa menembus es milik wanita itu.


"Sial, selain cantik dan dingin dia juga sangat kuat." Gumamnya memandang keindagan didepanya.


Semua orang menyemangati Wanita itu, sedangkan untuk pria yang menjadi lawanya selalu menjadi hujatan dari para murid lain yang melihatnya.


"Huh, sial sekali nasib pria itu, selain ia terpojok ia juga mendapat hujatan dari para murid ini." Gumam Qin San melihat wajah pria itu yang terlihat tertekan karena bentrokan dua sisi dari wanita didepanya dan para murid lain yang menghujatnya.


Pemua itu mengambil posisi bertahan saat menerima serangan dari wanita itu.

__ADS_1


"Pedang teratai es." Kata wanita itu dan sebuah teratai es terbentuk di depan ujung pedangnya, setelah itu wanita itu menyerang pemuda itu.


"Krak...


Terdengar suara retakan dari pertahan pemuda itu saat menerima serangan dari wanita itu.


Bommm..


Pria itu terkena serangan kuat dari wanita tersebut membuat pria itu terpental keluar dari arena kompetesi dan menabrak tembok.


Ughkk....


Pemuda itu memuntahkan seteguk darahnya, nafasnya terlihat naik turun dengan matanya yang terlihat sayup dan beberapa saat kemudian pemuda itu pingsan disana.


"Baiklah siapa yang akan menantangku selanjutnya." Kata wanita itu dengan dingin menatap kekerumunan para murid.


Semua murid yang ditatap olehnya hanya diam tidak ada yang berani menjawab.


Qin San sendiri yang sudah malas akan pertunjukan anak kecil ia berjalan meninggalkan tempat itu, tetapi saat ia berjalan meninggalkan tempat itu Wanita itu yang tak lain nona muda keluarga Cun, Cun Ya meoihat kepergian Qin San, Tak biasanya ada seorang pria yang seperti Qin San yang seperti tidak peduli denganya sama sekali, karena sedikit tertarik ia menunjuk ke arah Qin San.


Qin San yang merasakan tatapan banyak orang ia menoleh ke arah mereka dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ada apa?." Tanya Qin San acuh tak acuh.


"Apakah kamu tidak mendengar jika nona muda Cun Ya menantangmu." Ucap seorang pemuda kesal terhadap Qin San karena ia sama sekali tidak menghargai dewinya.


"Aku tidak tertarik dengan permainan anak anak, sebaiknya kalian jangan mengangguku." Ucap Qin San berbalik.


"Cih beraninya kau mengabaikan dewiku." Ucap seorang pemuda melesat ke arah Qin San.


Qin San sama sekali tidak bereaksi, ia hanya menoleh ke arah pemuda itu dan seketika pemuda itu terpental menabrak tembok hingga pingsan.


Heningg....


Semua orang terdiam tanpa bisa mengeluarkan suara sedikitpun, tersirat rasa kagum sekaligus takut terhadap Qin San.


Cun Ya melihat itu ia tersenyum tipis memperlihatkan gigi putihnya, Ia benar benar tertarik dengan Qin San selain sangat tampan ia juga sangat kuat, pria sewpetinya benar benar idaman bagi setiap wanita.

__ADS_1


"Tuan." Panggil seorang wanita yang tak lain adalah Cun Ya.


Qin San lalu menatap Cun Ya lalu ia sedikit tersenyum.


"Ada apa nona cantik." Ucap Qin San sedikit menggoda.


Mendengar panggilan ini Cun Ya memerah karena malu sekaligus senang.


Sedangkan para penggemar Cun Ya melihat hal ini mereka memancarkan aura kebencian terhadap Qin San karena telah berani menggoda dewa mereka.


"Uhgk... ada apa dengan mereka." Batin Qin San saat ditatap banyak orang.


"Apakah anda malam ini ada kepentingan." Tanya Cun Ya.


"Tidak." Kata Qin San singkat yang sudah menebak apa yang akan bicarakan oleh Cun Ya.


"jika begitu, bisakah malam ini tuan datang ketempatku untuk acara makan malam." Ajak Cun Ya seketika hati para penggemarnya seperti ditusuk oleh ribuan jarum.


"Uhuk... ini sangat menyakitkan." Batin mereka.


"Hmm... baiklah, tapi dimana tempatnya." Tanya Qin San.


"Dikediaman miliku, tempatnya tidak jauh dari sini, nanti malam biar pelayanku yang menjemput Tuan di tempat ini." Kata Cun Yin.


Qin San sebenarnya tidak mau berurusan denganya tetapi ia tahu bahwa wanita itu memiliki tubuh yin jadi ia menggunakan rencana untuk memikat wanita itu


Ini memang terlihat sangat jahat dan seperti mempermainkan seorang wanita, tetapi Qin San sama sekali tidak peduli karena demi mencapai tujuanya ia harus melakukan apapun demi meningkatkan kekuatanya.


Tetapi walaupun ini terlihat jahat, ia tentunya juga akan bertanggung jawab ia tidak mau menjadi pria yang hanya mempermainkan perasaan wanita saja, karena menurutnya itu hanyalah tindakan tercela dan tidak pantas untuk pria sepertinya.


Meskipun tujuan awalnya sangat egois tetapi ia akan mencoba untuk mencintai mereka.


"Baiklah nanti malam aku akan datang."Qin San kemudian berbalik dan meninggalkan tempat itu.


..........


BERSAMBUNGG.....

__ADS_1


__ADS_2