Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
PEGUNUNGAN ARWAH


__ADS_3

Setelah Qin San mendarat ia memperlihatkan pill yang telah ia buat kepada semua orang, Pill yang di buatnya menjadi sorotan utama di sana, bahkan ke 14 peserta lainya sudah di campakan oleh semua orang.


Kelima leluhur yang berada di ruang pribadi mereka, mereka melesat dengan sangat cepat ke arah Qin San, mata mereka menatap ke arah pill itu dengan tatapan yang serakah, tapi karena adanya Qin San yang merupakan guru besar mereka berlima, mereka tidak berani merebutnya.


Melihat kelima leluhur yang muncul di panggung peserta, semua orang menjadi heboh.


"Hebat... bahkan leluhur assosiasi alkimia datang sendiri untuk melihat kuda hitam itu."Ucap Salah satu penonton memuji.


"Benar..... aku mendengar bahwa para leluhur assosiasi alkimia sangat jarang untuk menghadiri sesuatu secara umum, tapi kali ini mereka berlima mendatanginya bersama. Pasti dia akan menjadi murid kelima leluhur itu, Huh....Sungguh iri."Timpal temannya menatap Qin San dengan perasaan iri.


Tak selang berapa lama keempat belas peserta lainya juga berhasil membuat pill terbaik mereka, setelah itu pembawa acara mengumumkan bahwa tournamen alkimia ini di menangkan oleh Qin San, Semua orang bertepuk tangan dengan meriah, selesai itu Qin San dan 2 peserta lainya menerima hadiah tournamen ini, tapi Qin San menolak saat di berikan hadiah karena menurutnya hadiah itu memang tidak berarti bagi dia yang memiliki sumberdaya tak terbatas di dalam cincin penyimpananya, dan pada akhirnya ia menyerahkan hadiah itu kepada salah satu peserta yang memang layak mendapatkanya.


Karena Tournamen ini telah usai, Qin San bersama dengan rombonganya berjalan keluar dari arena pertandingan untuk pergi kerumah Keluarga Yan, Untuk segera bersiap siap pergi mencari sisa kunci yang belum ia dapatkan, Sebelum pergi mencari sisa kunci Qin San memenuhi tugas sebagai suami terlebih dahulu karena para istrinya sudah menjanjikanya jadi ia merasa tidak enak jika ia langsung meninggalkanya saja.


Satu hari itu telah berlalu dengan cepat, pagi berikutnya Qin San sudah bersiap untuk berangkat mencari sisa Kunci yang letaknya berada di pegunungan negara Sanyang, kali ini ia hanya membawa Dirinya dan Long Tian saja hal itu di karenakan Hou Chun dan Tang Chin beralasan bahwa mereka tidak ikut karena ingin menjaga para wanita, mendengar itupun Qin San hanya mengangguk saja, ia sama sekali tidak memaksanya karena ia tahu bahwa mereka tidak ikut sebenarnya tidak sepenuhnya benar untuk menjaga mereka tapi memang salah satunya memang itu, mereka sebenarnya tidak ikut karena ingin menemani kedua istri mereka itu, Hou Chun sekarang sudah tahu siapa mereka sebenarnya dan ia juga sudah samar samar mengingat ingatan kehidupan sebelumnya.


Setelah selesai berpamitan dengan mereka semua Qin San langsung terbang ke arah utara bersama dengan long Tian yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Long Tian, menurutmu apa yang akan di rencanakan oleh malaikat jatuh itu." Tanya Qin San kepada Long Tian.


"Tuan jika tebakanku benar malaikat jatuh itu akan mencari kunci yang berada di negara ini, apalagi dengan cerita tuan bahwa malaikat jatuh itu merasuki tubuh leluhur assosiasi hitam yang merupakan pengawas tempat ketuju kunci itu, otomatis ingatanya di ambil alih oleh malaikat jatuh itu, dan jika ini benar maka sekarang ia akan menyiapkan jebakan di tempat kunci itu, dengan tujuan untuk menangkap tuan untuk mendapatkan 3 kunci yang tuan bawa." Ucap Long Tian menduga.


"Yang kau katakan itu masuk akal, jika seperti itu maka kita harus lebih berhati-hati." Ucap Qin San menimpali.


Setelah beberapa saat terbang akhirnya mereka tiba di sebuah pegunungan Arwah, pegunungan arwah seperti namanya banyak sekali arwah bergentayangan di dalam sana, selain banyaknya arwah di sana juga terdapat banyak sekali monster kuat yang bersemayam di dalamnya. Monster monster disini bahkan lebih mengerikan dari pada monster yang berada di gurun kutukan, karena bagaimanapun monster monster di sini memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat karena adanya medan jiwa yang berada di sana dan medan inilah yang mengakibatkan banyaknya jiwa jiwa yang terkurung di sini.


Mereka berdua mendarat di tepi pegunungan, melihat sekilas mereka dapat mengetahui jika beberapa hari yang lalu ada orang yang memasuki pegunungan ini, hal itu di karenakan jejak jiwa seseorang yang masih tersisa terlihat jelas disana.


"Long Tian sepertinya dugaanmu benar, pasti dia sudah lama menungguku di dalam sana untuk melihat bagaimana aku akan terjebak dalam jebakan miliknya." Ucap Qin San pada Long tian.


Setelah beberapa saat mengamati pegunungan arwah itu, Qin San memimpin jalan di depan menuju ke sebuah gunung yangbpaling besar di sana.


Hanya sebentar memasuki pegunungan arwah, sebuah arwah dengan mata merah dengan penuh kebencian dimatanya menghadang perjalanan keduanya, Melihat itu Qin San tahu jika arwah yang berada di hadapanya ini pasti adalah arwah yang mati karena memendam kebencian yang mendalam kepada musuhnya sehingga membuatnya memiliki niat membunuh yang sangat kuat.


"Manusia rendahan, beraninya kalian menginjakan kaki kalian di wilayah para arwah....!!! Apakah kalian tidak takut mati." Ucapnya dengan sangat marah.

__ADS_1


Di sisi lain Qin San mengerutkan keningnya saat melihat arwah itu marah marah tidak jelas, bahkan ia mengatakan bahwa manusia rendahan tapi dia dulunya adalah seorang manusia.


"Apakah aku ada masalah denganmu." Ucap Qin San menarap arwah yang marah marah tidak jelas itu.


"Manusia rendahan mati." Teriak arwah itu yang langsung menerjang ke arah Qin San.


Qin San langsung menghindarinya dengan cukup lihai sehingga membuat arwah itu kesal karena tidak bisa menyentuh baju Qin San.


"Apakah hanya ini kekuatan milikmu."Tanya Qin San menggelengkan kepalanya sambil melihat betapa sia sianya arwah itu menyerangnya.


"Cih... mati...."Seketika aura dari arwah utu melonjak dengan sangat tinggi,bahkan hingga menembus level 10, Tapi walaupun ia berad di level sepulu tapi jika musuhnya adalah Qin san, level sepuluh hanya candaan saja.


Arwah itu dengan cakarnya melesat dengan sangat cepat ke arah Qin San, sementara itu Qin San mencoba untuk mengindarinya,karena dia adalah arwah yang tidak bisa di sentuh dengan tubuh manusianya, Qin San mengaktifkan kekuatan jiwanya yang menyelimuti tanganya sehingga ia bisa memegang tubuh arwah itu.


Pada saat arwah itu melesat ke arahnya, Qin San sedikit menggerakan kakinnya dengan menghindari cakaran dari arwah itu, karena seranganya yang cukup kuat, membuat pohon yang besar di belakang Qin San langsung roboh, tak mau menyia nyiakan kesempatan itu Qin San memegang pergelangan tangan arwah itu untuk menghentikanya gerakanya sesaat, lalu ia memukul bagian perutnya.. membuatnya terpental jauh.


...........

__ADS_1


BERSAMBUNGG..,


__ADS_2