Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
GAMBARAN MASA DEPAN


__ADS_3

"Baiklah Nona Zun Yi, kau setelah ini harus memenuhi janjimu, dan membawaku kepada Peng Gu." Ucap Qin San menagih janjinya.


"Pria bodoh, kau jangan khawatir aku tidak akan mengingkari janjiku." Zun Yi tersenyum, lalu ia berbalik dan berjalan kedepan.


Qin San hanya berdiam diri disana sambil menatap apa yang dilakukan oleh Zun Yi.


"Pria bodoh, apa yang kau lakukan disana, cepat ikuti aku. Apa kau sudah tidak ingin menemui orang itu." Ucap Zun Yi menuruh Qin San agar mengikutinya.


"Hei, namaku Qin San bukan pria bodoh." Qin San menjawab dengan datar lalu mengikuti Zun Yi dari belakang.


"Oh Qin San ya, tetapi aku lebih suka jika memanggilmu pria bodoh." Ujar Zun Yi acuh tak acuh.


"Terserah kau saja memanggilku apa." Qin San terlihat pasrah saat melihat bahwa Zun Yi tetap memanggilnya dengan sebutan pria bodoh.


Beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di depan sebuah Goa yang berada tepat di puncak gunung, di sana Qin San bisa merasakan bahwa aliran Qi terlihat lebih padat dari biasanya.


"Menarik.. ." Ucapnya sedikut kagum.


"Pria Bodoh, apakah kau kagum hanya dengan array pengumpulan energi ini." Kata Zun Yi saat melihat Qin San seperti tertarik.


"Tidak." Ucap Qin San singkat tidak mau menanggapi Zun Yi dengan serius.


"Asal kau tahu saja pria bodoh. Di alam rubahku array seperti ini cukup umum, bahkan disana lebih kuat dari pada array di sini." Ujar Zun Yi memamerkan alamnya dahulu.


"Nona bodoh, kau sepertinya hukan dari alam ini." Tanya Qin San.


"Hei jangan panggil aku nona bodoh, Kau harus memanggilku putri Zun Yi." Ucap Zun Yi todak terima karena dipanggil Nona bodoh.


Qin San malas menanggapinya.


"Aku memang bukan dari alam ini, aku sebenarnya dari alam rubah di alam semesta tingkat tinggi." Ucap Zun Yi.


"Alam Rubah?? Tetapi bagaimana kau bisa sampai sini." Tanya Qin San.


"Huh.. itu karena aku melakukan suatu kesalahan di klan rubahku jadi aku dihukum oleh orang tuaku dan mereka mengirimku di alam semesta rendah ini selama waktu yang ditentukan oleh mereka." Ucap Zun Yi jujur.


"Memangnya kesalahan apa yang kau perbuat hingga kau dihukum seperti ini." Tanya Qin San penasaran.


"Itu karena aku mengganggu acara adat klan sehingga saat itu terjadi kekacauan akibat ulahku itu." Ucap Zun Yi.


Mendengar itu Qin San menatap aneh kepada Zun Yi.

__ADS_1


"Pantas saja." Gumam Qin San.


Setelah berbincang beberapa saat, Qin San menyuruh Zun Yi membawanya kedalam Goa.


Saat Qin San dan Zun Yi memasuki Goa, mereka bisa melihat berbagai jebakan yang terpasang di dalam goa itu.


"Hm ini cukup sulit." Gumam Qin San memperhatikan jebakan yang berada tepat tak jauh didepanya.


"Cukup sulit apanya, ini sangat sulit,aku dulu pernah ingin menerobnerobos kedalam tetapi karena banyaknya jebakan jadi aku mengurungkan niatku kembali." Ujar Zun Yi.


Qin San maju kedepan lalu ia menunduk dan mengambil batu kerikil yang tepat berada di bawahnya, setelah mengambil batu itu ia langsung melemparkan batu depan.


Saat ia melemparkan batu kerikil, dapat terlihat jebakan yang berada di goa itu merespon dan menyerang batu kerikil itu hingga batu kerikil itu menjadi abu.


"Benar benar sangat berbahaya." Kata Qin San bergidik ngeri melihat batu kerikil kecil menjadi sebuah abu.


"Jadi apakah kau punya cara untuk melewati jebakan ini." Tanya Zun Yi.


"tidak." Ucap Qin San lalu mulai melangkahkan kakinya kedepan.


Melihat kenekatan Qin San, Zun Yi terkejut sekaligus khawatir.


"Apa yang akan lakukan." Tanya Zun Yi.


Melihat itu Zun Yi merasa kagum dengan kenekatan Qin San.


"Benar benar pria yang menarik." Gumamnya tersenyum tipis.


DI depan Qin San terdapat ribuan panah yang melesat ke arahnya, tetapi Qin San bisa menghindari jebakan itu dengan sangat mudah.


Qin San bisa menghindari ini semua karena ia menggunakan kemampuan teleport jarak dekat sehingga ia bisa menghindari jebakan jebakan ini dengan mudah.


Sebenarnya ia bisa saja membuat black Hole digoa itu dan menghancurkan semua jebakan dengan mudah tetapi takutnya ia akan mengganggu Pelatihan tertutup dari Peng Gu.


"Sial ini benar benar sangat sulit." Ucap Qin san sembari berlari dan menghindari semua jebakan yang ada.


Beberapa saat kemdian akhirnya Qin San berhasil sampai di kedalaman goa itu.


"Hah akhirnya sampai juga." Qin San mengehal nafas lega, lalu ia menoleh kebelakang dan melihat Zun Yi yang tersenyum aneh.


"Nona bodoh, kenapa kamu masih disitu." Qin San mengejek Zun Yi, karena tidak berani melewati jebakan.

__ADS_1


"Cih.. awas saja kau nanti keluar dari sini, aku akan jadikan kau rempeyek." Ujar Zun Yi marah.


"Terserah kau saja nona bodoh, kalau begitu selamat tinggal." Qin San berbalik dan berjalan menuju ketempat yang lebih dalam.


"Pria sialan.. awas saja nanti jika bertemu lagi." Gumam Zun Yi mendengus kesal, lalu ia berbalik pergi.


Qin San saat ini berada di pertengahan Goa, di sana ia bisa melihat Gambar gambar aneh yang terlukis jelas di dinding Goa.


"Apa ini sebenarnya." Gumam Qin San beryanya tanya.


Di lukisan itu terlihat kekejaman para iblis, yang sedang menyiksa manusia. Qin San disana hanya mengerutkan keningnya saja saat melihat itu.


"Temanku apakah kau sudah kembali." Tanya seseorang yang berada tak jaub dari Qin San berdiri.


Mendengar suara itu Qin San menoleh dan ia dapat melihat pria tua dengan rambut dan jenggotnya yang sudah memutih dengan setelan baju berwarna berwarna biru dengan motif bunga teratai berwarna emas.


"Peng Gu." Ucap Qin San Saat melihat pria tua itu.


"Hahaha sahabatku, sudah lama kita tidak bertemu." Kata Peng Gu, menghampiri Qin San.


Mereka berpelukan beberapa saat untuk melepas kerinduan selama puluhan ribu tahun tidak bertemu.


"Setelah puluhan ribu tahun kau semakin tua saja Peng Gu." Ucap Qin San melepaskan pelukan persahabatan.


"Peng Gu... bisakah kau jelaskan semua ini." Tanya Qin San sambil menunjuk ke arah Gambar gambar yang berada di dinding.


"Sahabatku Qin San, apakah kau tau tentang ramalan." Tanya Peng Gu.


Mendengar itu Qin San mengangguk.


"Jika kau tahu kau bisa menyebut lukisan ini adalah sebagai ramalan dimasa depan yang akan terjadi di alam kekosongan ini jika tidak segera dicegah." Ucap Peng Gu menjelaskan.


"Apa... bukankah ini merupakan hal yang dilarang oleh alam, karena dengan meramal dapat dipastikan bahwa takdir seseorang bisa dilihat memalui ramalan." UJar Qin San terkejut.


"Hahaha ini memang dilarang oleh alam, tetapi apakah kau tahu jika aku memiliki mata pelanggar alam." Jelas Peng Gu.


"Mata pelanggar alam??." Gumam Qin San.


"Hmmm... tujuanku sebenarnya berlatih lama di goa ini bukan hanya untuk meningkatkan kekuatanku, tetapi juga untuk mempelajari mata ini." Ujar Peng Gu.


"Peng Gu lalu bagaimana cara untuk menghentikan semua yang akan terjadi dimasa depan." Tanya Qin San.

__ADS_1


...........


BERSAMBUNGG....


__ADS_2