
Mendengar suara itu kaisar Qin terkejut.
"Kamu apakah kamu anaku."ucap Kaisar Qin memastikan.
Qin San yang mendengar ayahnya masih ragu terhadapnya ia lalu membuka topengya.
"Ini aku ayah."ucap Qin San lalu memeluk kaisar Qin.
Melihat itu bahwa ia adalah Qin San Kaisar Qin Ia juga membalas pelukan dan menepuk nepuk punggung Qin San.
"Hahaha anaku aku yakin bahwa kau tak akan mati semudah itu."ucap Kaisar Qin pada Qin San.
Qin San mwndengar itu hanya mengangguk dan melepaskan pelukanya lalu melihat ke arah pemberontak yang sedang sekarat.
"Ayah kita apakan mereka."ucap Qin San melihat para pemberontak.
"Hm kita akan hukum mati mereka,Dan kalian para prajurit cepat tangkap wanita ****** itu kemari."ucap Kaisar Qin yang sangat marah karena merasa di hianati.
Mendengar itu para prajurit yang berada di aula istana mereka lalu melakukan perintah dari kaisar Qin.
"Baik yang mulia Kaisar."ucap mereka menunduk serempak Lalu pergi kediaman permaisuri ke dua.
...................
"Kaisar bodoh sebentar lagi suamiku pasti akan mendapatkan tahta kekaisaranmu dan menjadikanku wanita terbaik di seluruh benua timur."ucap permaisuri ke dua dengan senyuman sinis.
Setelah mengatakan itu terdengar di depan pintu suara langkah kaki seorang prajurit yang di perintah kaisar Qin untuk menangkap permasuri ke dua.
"Suara langkah kaki siapa itu."ucap permaisuri ke dua melangkahkan kakinya membukakan pintu.
ketika ia membuka pintu ia melihat barisan prajurit yang tiba tiba mengepung kediamanya.
Melihat itu permaisuri ke dua sedikit bingung dan panik.
"Tangkap pemberotak itu."ucap jendral para prajurit itu yang lalu para prajurit maju dan menangkap permaisuri ke dua.
Permaisuri yang tiba tiba ia di tangkap ia panik.
"Lepaskan aku apakah kalian sudah lupa bahwa aku adalah permaisuri kedua kaisar Qin."ucap Permaisuri ke dua pada para prajurit itu namun mereka tak menanggapinya.
Melihat para prajurit yang tak menganggapnya sama sekali ia memberontakan badanya agar lepas dari para prajurit itu tapi itu sia sia karena para prajurit itu memegang ia dengan erat.
setelah beberapa saat permaisuri itu sampai di aula istana kekaisaran yang terlihat di sana Kaisar Qin Sangat marah melihat permaisuri keduanya ternyata adalah pemberontak.
Plakkkk.....
Suara tamparan kaisar Qin Pada permaisuri keduanya.
__ADS_1
Permaisuri kedua itunyang di tampar iru menjadi sadar bahwa penyamaranya menjadi istri ke dua kaisar Qin Terbongkar karena ia melihat Tetua agung atau suaminya yang telah sekarat di lantai dengan mulut bersimpah darah.
"Kaisar tolong ampuni kami."mohon permaisuri bersujud ke arah kaisar.
"Menganmpuni kalian apa manfaatnya,bagi orang yang telah memberontak dan menghianatiku orang itu tak pantas untuk di ampuni."ucap kaisar Qin Tegas melihat permaisuri ke dua yang ketakutan.
"Hukum mereka semua."ucap Kaisar Qin Pada perjuritnya.
Sementara itu permaisuri kedua itu tetap memohon untuk mengampuninya tetapi sama sekali tak di gubris oleh kaisar Qin Dan akhirnya di bawa oleh para prajurit ke tempat hukuman.
..................
"San'er mari kita lihat proses hukuman para pemberontak itu."ucap kaisar Qin ke pada Qin San yang di angguki Qin San.
Lalu ayah dan anak itu pergi ke tempat hukuman itu dan menyaksikan bagaimana mereka di hukum dan beberapa orang yang sekarat itu juga diberikan pill penyembuhan agar mereka bisa merasakan apa itu sakit penyiksaan hukuman.
Mereka semua di hukum berupa di cambuk hingga 10000 kali yang membuat mereka berteriak kesakitan sehingga mereka semua akhirnya mati di tempaknya dan di bakar hidup hidup.
Selesai melihat proses hukuman.Qin San dan kaisar Qin Berjalan bersama menuju kediaman ibunya dia juga menceritakan adiknya Qin Zu yang sudah menjadi anak angkat ibunya pada Kaisar Qin.
Kaisar Qin Mendengar tentang cerita Qin San tentang adiknya itu ia menjadi bahagia karena ia memiliki seorang anak laginyang membuatnya tak akan terlalu kesepian jika Qin San tak ada di kekaisaran.
Setelah berjalan sebentar akhirnya mereka berdua sampai di kediaman Ling Fang Yi dan melihat Satu wanita dan satu gadis kecil yang sedang bermain bersama.
Melihat itu Qin San dan Kaisar Qin Mendatangi mereka berdua.
"Suami kamu telah selesai dengan urusanamu."ucap Ling Fang Yi melihat kaisar Qin Dan Qin San yang menghampiri mereka.
"Hm aku telah selesai dengan urusanku dan semua ini berkat anak kita."ucap Kaisar Qin pada istrinya.
mendengar itu Ling Fang Yi mengangguk dan bertanya.
"Em suami aku dari tadi mencari adik dia tidak ada apakah suami mengetahuniya."ucap Ling Fang Yi bertanya pada kaisar Qin yang membuat ekspresi kaisar Qin Berubah.
Melihat wajah Suaminya itu berubah dengan cepat seperti marah Ling Fang Yi menjadi bingung.
"Ibu wanita penghianat itu telah mati."ucap Qin San yang membuat Ling Fang Yi semakin bingung.
"Wanita penghianat apa maksudmu San'er."ucap Ling Fang Yi bertanya.
Lalu Qin Sanpun menjelaskan tentang semua kejahatan yang di lakukan oleh para pemberontak itu pada ibunya yang membuat ibunya tak menyangka atas hal yang di perbuat mereka.
"Aku sama sekali tak menyangka mereka menyembunyikan kejahatan sebasar itu."ucap Ling Fang Yu mendesah pelan.
Mendengar ibuny Qin San hanya mengangguk tapi ia tiba tiba teringat sesuatu.
"Ayah sepertinya kita telah melupakan sesuatu."ucap Qin San melihat kaisar Qin.
__ADS_1
"melupakan sesuatu??apa itu."ucap kaisar Qin bingung apa yang ingin di ucapkan Qin San sebenarnya.
"Kita belum menangkap Qin Le."ucap Qin San yang tiba tiba teringat.
"Kau benar nak bagaimana bisa kita melupakan dia."ucap kaisar Qin.
"Ayah aku akan menyuruh para prajurit untuk mencarinya."ucap Qin San pergi ke tempat para prajurit.
.......................
Di kejauhan hutan benua timur terlihat seorang pemuda yang cukup tampan berjalan melompati pepohonan.
Ia tak lain adalah Qin Le yang sudah mendengar bahwa rencana ayahnya dan para iblis untuk menguasai kekaisaran Qin Gagal.
"Ibu,Ayah cepat atau lambat aku akan membalaskan dendam kalian."ucap Qin Le dengan nada penuh kebencian lalu kembali melanjutkan perjalananya kembali.
......................
"Ibu apakah itu ayah."ucap Qin Zu yang dari tadi diam melihat percakapan orang dewasa dan bertanya pada Ling fang Yi.
"Iya aku adalah ayahmu."ucap Kaisar Qin Menggendong Qin Zu di pelukanya yang membuatnya senang.
"Yee aku punya ayah baik."ucap Qin Zu yang senang di gendong oleh ayah barunya itu.
Mendengar Qin Zu yang senang kaisar Qin Lalu mengajaknya ke kota Qinar.
"Zu'er apakah kamu ingin jalan jalan bersama ayah."ucap Kaisar Qin Menawarinya.
"Aku mau ayah tapi harus mengajak ibu dan kakak."ucap Qin Zu melihat ayahnya.
"Baikla ayaj akan menuruti putri kecil ayah ini."ucap Kaisar Qin mencubit hidung kecil Qin Zu.
"Au ayah sakit."ucap Qin Zu menggosok Hidungnya.
Sedangkan kaisar Qin dan Ling Fang Yi melihat tingkah lucu Qin Zu mereka tertawa.
"Kenapa ayah dan ibu tertawa."ucap Qin Zu melihat orangtuanya tertawa.
"Tidak apa apa Zu'Er."ucap Ling Fang Yi mengelus Rambut Qin Zu yangbdi gendong oleh suaminya.
Setelah menyuruh para prajurit untuk mencari Qin Le Qin San kembali kekediaman ibunya dan melihat orang tua dan adiknya tertawa ria yang membuatnya terharu.
"Andai bisa hidup seperti ini selamanya dan bisa melihat senyuman bahagia mereka selamanya."ucap Qin San mendesah pelan.
.......................
BERSAMBUNGG.....
__ADS_1