
"Awalnya aku juga tidak tahu, tetapi setelah kau datang aku jadi yakin jika yang bisa menghentikan semua ini adalah kau." Ujar Peng Gu kepada Qin San.
"Aku.. kenapa harus aku, apakah ini ada hubunganya dengan takdir." Tanya Qin San yang sudah muak jika ini semua akan menyangkut dengan takdir.
"Bukan, ini bukan takdir melainkan kehendak semesta." Kata Peng Gu membuat Qin San bingung.
"Kehendak semesta?."
"Ya ini merupakan kehendak semesta, kehendak semesta berbeda dengan takdir, jika takdir bersifat membelenggu kehendak semesta ini bersifat alami yang merupakan jalan satu satunya yang akan menuntun seseorang menjadi yang terkuat karena tidak terbelenggu oleh takdir, dan biasanya orang yang bisa memiliki kehendak semesta adalah orang yang menentang takdir." Jelas Peng Gu.
"Jadi begitu, jika ini memang kehendak semesta aku akan mengikutinya." Ujar Qin San mengangguk paham.
"Tapi bukankah menentang takdir adalah pelanggaran di alam semesta, jadi kenapa semesta menghendaki diriku." Tanya Qin San bingung.
"Siapa bilang menentang takdir merupakan pelanggaran dari alam semesta, itu semua hanya akal akalan dari dewa Takdir, ia melakukan ini karena ia ingin mengendalikan seluruh takdir manusia didalam genggamanya dan menjadikan kita sebagai permainan caturnya." Kata Peng Gu menjelaskan.
"Peng Gu, bagaimana bisa kau menjadi sebijak ini sekarang." Kata Qin San melihat perubahan Peng Gu sekarang.
"Inilah yang dinamakan dengan pengalaman hidup, Saudara Qin San kau memang tidak mengalaminya tetapi aku mengalaminya, walaupun kita pernah hidup di kehidupan yang sama tetapi pengalaman kita tentunya berbeda, aku sudah melihat dunia ini setiap detik dan menit hidupku jadi aku tahu bagaimana perkembangan dan kemunduran alam semesta ini." Ujar Peng Gu menatap langit langit Goa.
"Dan juga ini terjadi jika kau sudah menembus ranah Dewa ketiadaan, yang merupakan ranah 2 kali lebih tinggi dari ranah saudara saat ini." Jelas Peng Gu.
"Ketika kau menembus ranah dewa kekosongan nanti kau akan bisa merasakan keanehan itu dan setelah melangkah keranah selanjutnya yang merupakan ranah dewa ketiadaan maka kau akan bisa merasakan konspirasi di alam ini, tapi ini hanya akan terjadi jika orang itu memiliki ketelitian jika tidak ia tidak akan bisa merasakan apa-apa."
"Aku bisa merasakan semua ini sebenarnya juga merupakan sebuah keberuntungan, karena aku memiliki mata yang bisa melihat masa depan, jadi hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain aku mampu melihatnya." Jelas Peng Gu.
"Jika kau bisa melihat ini semua mengapa kau tidak menghentikanya." Tanya QinSan sedikit bingung.
Mendengar itu Peng Gu menggelengkan kepalanya karena Qin San sedikit naif.
"Bukan aku tidak bisa menghentikan ini semua, tetapi orang yang memiliki penglihatan sepertiku tidak bisa ikut campur dalam hal konspirasi dari dewa takdir, jika aku tetap ikut campur maka dewa takdir akan mengincarku pada saat itu juga dan ini bisa membuat alam semesta tambah kacau, jadi aku hanya bisa diam disini sambil mengamati keadaan alam sambil berdoa agar seorang yang membawa kedamaian seluruh semesta datang untuk menghancurkan dewa takdir." Jelas Peng Gu Secara serius.
"Aku mengerti sekarang yang kau rasakan. Tenang saja setelah aku memiliki kekuatan yang kuat maka aku akan langsung pergi untuk membunuh Dewa takdir." Ucap Qin San menepuk bahu dari Peng Gu.
__ADS_1
"Peng Gu apakah kau tidak akan pergi ke sekte teratai sucimu." Tanya Qin San.
"Tidak.. aku memutuskan untuk berada disini selama hidupku. Karena kau berada di sini aku serahkan Sekte teratai suciku kepadamu, dan ambirlah token diamond ini, ini adalah sebagai tanda bahwa kau memegang kekuasaan tertinggi di sekte teratai suci." Peng Gu memberikan sebuah token diamond kepada Qin San.
"Huh.. Baiklah jika itu yang kau inginkan." Kata Qin San menerima Token diamond itu dengan sedikit berat hati.
"Saudara Gu, jika kau bisa melihat masa depan, apakah kau tahu tentang keberadaan Lin Zian." Tanya Qin San.
"Ya.. aku tahu, dia sebenarnya telah disekap para iblis di ruangan bawah tanah kerajaan kekosongan sehingga tidak ada yang mengetahuinya." Jawab Peng Gu.
Mendengat itu Qin San menggertakan giginya karena marah.
"Sudahlah saudara Qin San, kau harus segera meningkatkan kekuatanmu agar kau bisa menjadi lebih kuat." Ujar Peng Gu menasehati.
"Sekarang sebaiknya anda segera pergi keutara tepatnya dihutan Guanglong, disana nanti anda akan menemukan nona Yzu Na dan Yzu Ling, kau juga bawalah Wanita Rubah itu karena dia juga memiliki tubuh Yin." Ujar Peng Gu.
Mendengar itu Qin San mengangguk.
"Yzu Na dan Yzu Ling?? Maksudmu apa Saudara Peng Gu." Tanya Qin San.
"Benar." Jawab Qin San singkat.
"Maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk segera menyelamatkan Nona Yzu Na dan Yzu ling karena mereka telah diberikan kepada para iblis oleh Dewa petir." Kata Peng Gu.
"Apa.!! Sungguh biadab, bahkan ia tidak segan untuk memberikan istri dan anaknya sendiri kepada para iblis." QIn San merasa marah.
"Saudara peng Gu kalau begitu aku pergi dulu..., lain kali kita akan berjumpa kembali." Ucap Qin San langsung melesat keluar.
"Hmm... semoga berhasil." Ucap Peng Gu berkata setelah kepergian Qin San.
Karena membawa Token Diamond dari Peng Gu Qin San sama sekali tidak terkena jebakan di dalam goa itu
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Qin San keluar dari dalam Goa itu dan melihat bahwa Wanita rubah sedang menunggunya diluar.
__ADS_1
Melihat itu Qin San sedikit tersenyum.
"Wanita bodoh, kau akan ikut bersamaku atau tetap disini." Tanya Qin San kepada Zun Yi.
Mendengar itu Zun Yi hanya tersenyum.
"Hmm mungkin tidak ada salahnya untuk ikut bersamamu." Ucap Zun Yi lalu berdiri disamping Qin San.
"Baiklah jika itu keputusanmu." Ujar Qin San tidak mempermasalahkanya.
"Lalu sekarang kita akan kemana." Tanya Zun Yi.
"Kita akan menyelamatakan seseorang terlebih dahulu..!!" Jawab Qin San.
Qi San dan wanita Rubah itu kemudian melesat pergi dari gunung Tian Lu, menuju ke arah utara tepatnya di kota GuangLong.
Saat pertama kali memasuki kota itu Fabian bisa merasakan kehadiran banyak iblis yang sedang melakukan penyamaran dalam bentuk manusia.
Wanita Rubah di samping Qin San juga merasakan hal yang sama.
"Banyak sekali iblis disini." Gumam Zun Yi mengamati sekitarnya.
"Kamu benar, tapi sekarang dimana aku harus mencari Yzu Na dan Yzu Ling." Ucap Qin San.
"Siapa Yzu Na dan Yzu Ling." Tanga Zun Yi menatap tajam ke arah Qin San.
"Mungkin mereka calon istriku." Ucap Qin San membuat Zun Yi refleks mencubit pinggang Qin San.
"Apa yang kau lakukan." Tanya Qin San sedikut nyeri saat mendapat cubitany kecil dari Zun Yi.
"Tidak, aku hanya kesal saja dengan seseorang." Ucap Zun Yi memalingkan wajahnya.
"Wanita memang sangat sulit ditebak." Ucap Qin San yang sama sekali tidak tahu dengan tingkah laku dari Zun Yi.
__ADS_1
........
BERSAMBUNGG...