Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
QIN SAN VS LEFINAR 2


__ADS_3

Melihat itu Lefinar cukup terkejut saat melihat api terkuat kedua di semesta dimiliki oleh lawanya.


"Hahahaha... aku tidak menyangka akan melihat api hitam terkuat kedua di semesta, jika aku bisa memilikinya mungkin jika aku menghadapi orang utu lagi aku tidak bisa di kalahkan dengan mudah." Gumamnya saat melhat api hitam yang berkobar di pedang kekosongan milik Qin San.


Setelah Qin San melapisi pedangnya dengan api hitam ia kemudian melesat ke arah levinar. Api di pedang itu membakar segalanya yang di lewatinya lalu dengan cepat ia menebas ke arah leher lefinar, Lefinar merasakan bahaya akan dirinya ia menghindar ke belakang. Dengan Qin San yang mengeluarkan api hitam pertarungan kali ini tampak berat sebelah, lefinar terlihat terus terpojok bahkan pedangnya sendiri sudah hancur tak tersisa saat bersentuhan dengan pedang kekosongan, beberapa bagian tubuhnya terkena percikan api hitam sehingga membuat beberapa goresan luka di tubuhnya.


"Kuat...sangat kuat, benar benar kuat, api hitam itu harus menjadi miliku." Ucap Lefinar dengan seringai lebar di wajahnya, bahkan ia terlihat tidak memperdulikan luka luka di tubuhnya.


"Hehe.. kalau begitu ambilah, jika kau bisa membunuhku mungkin kau bisa memiliki, tapi itupun kalau kau belum menemui ajalnlmu terlebih dahulu." Balas Qin San saat melihat seringaian dari Lefinar yang sudah terobsesi dengan api hitamnya.


"Kau tak usah khawatir tentang itu, karena sebentar lagi aku pasti akan membunuhmu dan mengambil api hitammu itu." Timpal Lefinar saat mendengar balasan dari Qin San.


Seketika itu aura di tubuh lefinar secara sinifikan meningkat drastis bahkan hingga ia mencapai alam surga tingkat menenang, Qin San merasakan aura lefinar yang bertambah ia tersenyum sinis.


"Benarkah kalau begitu tunjukan omong kosongmu itu." Ucap Qin San dengan mengarahkan pedangnya ke depan sebagai tanda tantangan pada lefinar.


Aura hitam dengan cepat terkumpul disana hingga membuat badai di pegunungan arwah, sebuah siluet hitam dengan empat sayap di belakang lefinar terbentuk, siluet itu terlihat sangat besar dengan tinggi sekitar 100 meter dengan 8 tangan di kanan dan kiri tubuhnya hingga membuat beberapa monster yang melihat itu terpancing untuk melihatnya.


Tubuh lefinar yang tadinya terluka tiba tiba menyembuh, mahkota dengan 5 gambar bulan terbentuk di atas kepala lefinar.


"Bocah kau memang hebat bisa memaksaku hingga menggunakan wujud dewa kematianku, tapi dengan wujud dewa kematianku kau akan segera mati, jadi aku berterimakasih padamu karena sudah memeberiku api hitam itu." Ucap Lefinar yang terlihat sangat percaya diri dengan wujud dewa kematianya.


"Hehe...." Menyeringai.

__ADS_1


"Menurutmu hanya dengan wujud dewa kematinmu kau bisa mengalahkanku..., Ck ck ck sungguh bodoh apakah menurutmu aku tidak mempunyai kartu truf lain untuk mengalahkanmu." Ujar Qin San seketika mengeluarkan siluet naga takdir dan kaisar dewa elf di belakangnya, yang besarnya setara dengan siluet dewa kematian milik lefinar.


Aura kedua siluet itu menekan wujud dewa kematian milik lefinar, Lefinar melihat itu terkejut entah kenapa ia saat melihat kedua siluet itu, di dalam hatinya terbesit rasa sedikit takut, tapi tidak setakut saat ia melawan Zi Wan, bahkan pada saat itu ia hanya dengan beberapa ayunan tanganya saja, ia dibuat menjadi babak belur oleh Zi Wan hingga pada akhirnya ia di segel ditempat ini.


"Ini..., bagaimana seseorang memiliki dua jiwa beladiri." Ucap Lefinar terkejut, apalagi saat ia mengetahui bahwa satu jiwa beladirinya lebih kuat dari jiwa beladiri miliknya.


Lefinar tidak tahu jika kedua jiwa beladiri milik Qin San bukan jiwa beladiri miliknya yang sebenarnya, jiwa beladiri milik Qin San di kehidupan sebelum reinkarnasinya adalah seekor naga void, dan untuk kehidupan kali ini ia belum mengetahuinya karena ia memang belum membangkitkanya.


"Apakah kau sekarang yakin bisa membunuhku hanya dengan jiwa beladiri dewa kematianmu." Ucap Qin San mengejek.


"Cih..." Kata Lefinar mendecih, ia tidak mengharap jika Qin San memiliki banyak sekali kartu truf bahkan ia sendiri sangat kewalahan ketika menghadapinya.


Tanpa aba aba Lefinar mengayukan tanganya dan seketika jiwa beladiri kematian bergerak hendak menggeprek Qin San. Melihat itu ia tersenyum lalu ia menggerakan tanganya jiwa beladiri naga takdir menyerang jiwa beladiri dewa kematian dengan melilit tubuhnya sehingga membuat jiwa beladiri tidak bisa bergerak karena itu, sementara jiwa beladiri kaisar dewa elf mengambil busurnya dan memanah bagian kepala jiwa beladiri Lefinar hingga membuat kepalanya pecah karena panah itu.


Ledakan terjadi saat panah itu meledakan kepala jiwa beladiri dewa kematian, jiwa beladiri kematian milik lefinar seketika langsung hancur.


Sementara itu Lefinar sendiri melarikan diri dari sana dengan jiwanya yang terluka lumayan parah karena serangan dari Qin San, sehingga jiwanya menjadi tidak stabil bahkan untuk menekan jiwa milik leluhur assosiasi hitam ia perlu mengerahkan sedikit usaha.


Di kejauhan.. di negara Azland tepatnya di puncak gunung es terlihat seorang pria yang sedang memegangi tubuhnua sendiri dengan berbagai umpatan yang keluar dari mulutnya,Ya orang ini adalah Lefinar ia melarikam diri dengan array teleportasi ke negara Azland.


"Bocah sialan berani sekali membuat dewa malaikat jatuh sepertiku dalam keadaan seperti ini, jika kekuatanku sudah pulih seperti dahulu akan aku cabik cabik tubuh bocah itu lalu akan aku berimakan pada anjing.


"Untung aku sudah membuat persiapan jika hal seperti ini terjadi, jika tidak mungkin aku sudah menjadi bulan bulanan bocah sialan itu." Maki Lefinar dengan wajahnya yang memerah karena marah.

__ADS_1


Di Pegunungan arwah, Qin San terlihat sedang sangat kesal karena mangsanya telah kabur dari hadapanya.


"Orang ini sangat licik, bisa bisanya ia membuat array teleportasi, lain kali jika bertemu kembali akanku pastikan dia akan mati di bawah kakiku." Ucap Qin San yang sedang kesal.


Sementara Disisi lain terlihat Long Tian yang sedang menghajar para arwah hingga para arwah lari tanpa arah.


Setelah menghajar para arwah hingga puas Long Tian mencari keberadaan Qin San, lalu ia menghilang dari tempatnya dan muncul di tempat Qin San berada.


Tempat Qin San saat ini berada benar benar sangata kacau, Long Tian menoleh dan melihat ke arah Qin San yang sedang berkultivasi untuk mengendalikan auranya yang kacau.


Merasakan kehadiran Long Tian, Qin San membuka matanya lalu ia menoleh ke arah Long Tian.


"Apakah sudah selesai." tanya Qin San kepada Long Tian.


Long Tian mendengar itu mengangguk menandakan bahwa ia sudah selesai menghajar para arwah itu.


"Baiklah, kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kembali." Ujar Qin San berdiri dari posisisi kultivasinya.


Long Tian mengangguk lalu ia berjalan di depan menunjukan jalan ke arah tempat tujuan mereka.


..........


BERSAMBUNGG....

__ADS_1


__ADS_2