Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
MENGHADANG


__ADS_3

"Ngomong ngomong apa tujuanmu datang kemari, dengan sifatmu yang tidak suka dengan keramaian aku yakin jika kau memiliki alasan sendiri." Tanya Tian Yan kepada Qin San.


"Hihihi tujuanku sebenarnya adalah merebut anak dan istri dari dewa petir itu." Ucap Qin San menyeringai.


"Eh, aku tak mengira kau sekarang menjadi orang seperti itu." Dewa langit sedikit kecewa.


"Sebenarnya ini bukan kemauanku tetapi ada sesuatu yang harus aku lakukan demi meningkatkan kekuatanku dan mengumpulkan kedua wanita itu adalah salah satu caranya." Qin San menatap Tian Yan dengan tatapan misterius.


"Sebenarnya apa yang kau maksud." Tanya Tian Yan penasaran.


"Aku ingin mengumpulkan 7 wanita yang memiliki tubuh Yin lalu melakukan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatanku." Jawab Qin San.


"Mengumpulkan mereka lalu melakukan kultivasi ganda dengan mereka, bukankah kau berarti hanya menganggap mereka sebagai alat untu demi meningkatkan kekuatan saja lalu membuangnya." Ucap Tian Yan yang mulai merasa bahwa yang Qin San lakukan adalah salah karena ia menganggap Qin San hanya memanfaatkan wanita hanya demi kepentingan pribadinya saja.


"Siapa bilang aku akan membuangnya, walaupun aku belum menemui mereka, tapi sudah aku pastikan bahwa mereka adalah miliku dan aku tidak akan membuangnya karena aku akan melindungi mereka apapun yang terjadi, ya walaupun tujuan awalku memang hanya keegoisanku semata, tetapi aku tidak akan melakukan hal sebajingan itu." Ucap Qin San dengan serius.


"Huh.. Baiklah kalau begitu, tapi aku punya satu kabar baik untukmu." ucap Tian Yan.


"Kabar baik apa...?" Tanya Qin San.


"Hihi putriku memiliki tubuh tubuh Yin." ucap Tian Yan tersenyum tipis.


"Oh.. apakah dia sudah memiliki kekasih." Tanya Qin San membalas senyuman licik.


"Sayangnya belum, dia sangat dingin kepada pria kecuali ayahnya ini." Kata Tian Yan memegang dagunya.


"Oh kalau begitu kau tunggulah, pasti aku akan mencairkan es miliknya." Ucap Qin San.


"Oh ya Zuan'er apakah kau tidak merindukan kakakmu ini." Tanya Tian Yan pada Yuan Zuan.


"Tidak, siapa yang merindukan kakak sepertimu." Ucap Yuan Zuan yang sedang duduk di antara Qin san dan Tian Yan.


"Hoho kamu memang sangat pemarah sekarang ya, apakah pria itu mengajarimu sesuatu yang buruk sehingga kau menjadi pemarah seperti ini." Ucap Tian Yan menunjuk Qin San.


"Bagaimana bisa kau menuduhku, pak tua." Ucap Qin San.


"Hoe aku masih muda, jangan sekali kali kau memanggilku pak tua atau aku tidak akan merestui hubunganmu dengan putriku nantinya." Ancam Tian Yan.

__ADS_1


"Cih lihat saja nanti." Ucap Qin San yang tidak mau kalah.


Mereka berbincang dan bwrcanda tawa di sana, tak lama kemudian tiba tiba saja pemandu acara tiba tiba berteriak dengan lantang di aula perayaan ulang tahun itu.


"Tuan Putri Yzu Ling dan ratu Yzu Na datang." Umum seorang oemandu pria mengumumkan kedatangan keduanya.


Terlihat di pintu keduanya di kawal oleh para prajurit elite, keduanya terlihat sangat cantik. Yzu Ling memiliki penampilan anggun khasnya sedangkan Yzu na memiliki keanggunan yang dewasa.


Kedua wanita itu hanya bisa digambarkan dengan satu kata yaitu Cantik, tidak ada yang bergerak saat keduanya datang di perayaan ulang Tahun, semua menatap keduanya dengan kekaguman dan rasa ingin memiliki yang kuat.


"Huh sungguh beruntung sekali raja, dia memiliki istri dan putri yang begitu cantik, jika aku memiliki salah satu dari mereka aku rela mengorbankan hidupku selama 100 tahun." Ucap seorang pria dari keluarga Bai.


Yzu Ling terlihat menelisik kerumunan orang yang sedang menatap mereka untuk menemukan sosok Qin San.


"Dimana dia..?" Batun Yzu Ling.


Tak hanya Yzu ling saja yang mencari keberadaan Qin San tetapi Yzu Na juga sama.


Tetapi saat mereka sedang mencari Keberadaan Qin San sebuah suara menghentikan kegiatan keduanya.


"Ratu dan putriku apa yang kalian cari." Tanya Dewa petir merasa curiga.


"Oh, sekarang duduklah di sampingku." Dewa petir tersenyum kepada istrinya yang membuat Yzu Na ketakutan.


"Ba-baiklah raja." Ucap Yzu Na tergagap lalu berjalan menuju singgasana.


"Dan untuk putriku kamu juga duduklah kemari." Ucap Dewa petir.


Yzu Ling mendengar itu hanya mengangguk lalu kemudian ia berjalan ke arah Dewa petir.


"Baiklah karena tuan putri sudah datang maka perayaan dimulai." teriak pembawa acara mengumumkan bahwa acara dimulai.


Mendengar ini semua orang bersorak dengan gembira.


"Acara pertama adalah pemberian hadiah kepada putri Yzu Ling." ujar pembawa acara kepada semua orang.


Semua orang terlihat antusias mereka semua memamerkan hadiah mereka masing masing supaya diakui bahwa mereka benar benar kaya.

__ADS_1


"Saudara apakah kau sudah membawa hadiahnya." tanya Tian Yan kepada Qin San.


"Tentu."ucap Qin San membawa sebuah kotak kecil yang terukir sebuah bunga teratai.


Qin San kemudian maju dengan cepat dan menyerahkan kotak itu kerangkaian hadiah yang ada, setelah itu ia kembali ke tempat duduknya.


Kemudian ia menarik pinggang Yuan Zuan di sampingnya, Yuan Zuan yang ditarik ia terkejut tetapi ia tidak memberontak dan membiarkan Qin San melakukan apa yang ia suka.


Qin San memangku Yuan Zuan lalu membelai rambutnya dengan mesra.


"Zuan'er malam ini mari kita lakukan." Ucap Qin San membuat Yuan Zuan memerah seperti tomat.


"Cih, kalian berdua berani sekali bermesraan didepanku." Ucap Tian Yan merasa iri.


"Zuan'er apakah kamu mendengarnya." Tanya Qin san tersenyum.


"Hm aku mendengar seekor nyamuk yang sedang sedih meratapi nasibnya." Jawab Yuan Zuan.


"Awas saja, nanti pasti aku akan membalas kalian berdua." Ucap Tian Yan geram.


"Zuan'er sepertinya nyamuknya marah." Kata Qin San mengejek.


Mendengar itu Yuan Zuan hanya mendengus kesal.


"Haha langka sekali bisa membuat dewa langit kesal." Ucap Qin San tertawa lirih.


.........


Disisi lain.


"Apa yang kalian inginkan." Tanya Seorang pria baya yang tak lain adalah leluhur pertama keluarga Gun yang kabur bersama dengan membawa anggota keluarganya.


"Aku kesini hanya akan menangkap kalian." Ucap lawan bicara Leluhur pertama keluarga Gun yang tak lain adalah Wen Zia.


"Menangkap kami, jangan mimpi." Teriak leluhur keluarga gun melepaskan kekuatanya bersama dengan orang orang yang berada di belakangnya.


........

__ADS_1


BERSAMBUNGG..


__ADS_2