
Setelah kejadian itu sekte teratai suci mengalami perubahan yang Cukup besar, mereka membentuk organisasi organisasi pemberantas iblis dan juga meningkatkan keamanan hingga berlapis lapis di sekte teratai suci.
Dengan arahan Leluhur sekte teratai suci, sekte teratai suci sudah mengalami perubahan besar besaran dalam 2 hari ini.
Setelah melakukan tekhnik pembaca Jiwa kepada Bu Fu Gong, Bu Fu Gong menjadi gila dan terus menerus mengatakan bahwa alam kekosongan akan hancur dengan tertawa terbahak bahak layaknya orang Gila.
Karena merasa bahwa Bu Fu Gong sudah tidak berguna lagi mereka mengeksekusi Bu Fu Gong lalu membakarnya hingga hangus menjadi abu.
Para leluhur sempat Ingin menjadikan Qin San sebagai panutua Agung, atau bahkan patriak Sekte teratai suci tetapi Qin San menolaknya dengan mentah mentah dengan alasan bahwa sebenarnya ia tidak mau menanggung beban seperti itu karena tujuan dirinya yang sebenarnya pergi kesekte teratai suci adalah untuk menemui Peng Gu.
Qin San berada di dalam ruangan yang sama dengan kesembilan leluhur sekte. Mereka sedang berbicara tentang Hydra yang baru baru ini meresahkan alam kekosongan.
"Tuan Muda Qin.!! Apakah anda memiliki pendapat tentang hydra itu." Tanya salah satu leluhur melihat Qin San dengan penuh harap.
"Sebenarnya aku tidak memilikinya, tetapi aku punya satu cara untuk mengatasi para hydra ini." Ucap Qin San membuat para leluhur membuka matanya.
"Bisakah anda katakan, cara apa yang anda maksud." Tanya leluhur ke 5 penasaran.
"Hm... tentunya dengan cara menutup gerbang dimensi alam kekosongan, yang merupakan tempat munculnya Para Hydra.
Para leluhur mengerutkan keningnya, mereka tidak pernah terpikir tentang ini sebelumnya.
"Hm itu adalah salah satu cara yang bagus, tetapi bagaimana kita menutup lubang dimensi para Hydra yang jumblahnya mencapai ribuan yang tersebar di alam kekosongan." Tanya leluhur Ke 6 dengan wajah Serius.
"Ya itulah halanganya, dengan banyaknya lubang dimensi yang tersebar di alam kekosongan kita akan susah untuk menutup semuanya." Ucap Qin San.
"Tetapi beda halnya jika kita mengambil inti alam kekosongan ini dan menjadi penguasa baru alam kekosongan." Ujar Qin San membuat ruang pertemuan Itu hening seketika.
"Hm.. bukankah itu mustahil, bahkan Dewa petir sebagai penguasa kerajaan kekosongan tidak bisa menaklukanya karena yang bisa hanya dewa kehampaan Qin San, dan ia sudah mati Puluhan ribu tahun yang lalu." Ucap Leluhur Ke 7 bingung.
"Itu mudah, kalian serahkan padaku mungkin satu bulan atau lebih aku akan menaklukanya." Ucap Qin San dengan keyakinan penuh.
Melihat kepercayaan diri Qin San, para leluhur itu merasa aneh dan merasakan ada sesuatu yang janggal.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa nama Tuan Muda Qin San dan dewa kehampaan itu sama ya." Guman Salah satu leluhur yang mulai merasa Curiga.
"Tapi tidak mungkin Dewa kehampaan bangkit kembali setelah puluhan ribuan tahun lalu, Hm Mungkin ini hanya kebetulan saja nama mereka sama." Gumam leluhur.
Setelah melakukan pertemuan Qin San keluar dari dalam ruangan pertemuan dan pergi menemui Cun Ya di mansionya.
Saat berjalan menuju Mansion Cun Ya ia melihat bahwa murid pria disana menatapnya dengan tatapan kagum sedangkan murid wanita terpana oleh ketampanan dari Qin San, mereka membayangkan bahwa mereka sedang memadu Kasih dengan Qin San.
Qin San hanya tersenyum kecut melihat itu, dan tidak menanggapinya dan terus berjalan kearah mansion Cun Ya.
Saat ia hendak memasuki Mansion Cun Ya, terlihat seorang wanita cantik dengan gaun Hijau cerah menghampirinya, wanita itu tak lain adalah Cun Ya.
Cun Ya berlari dan memeluk Qin San dengan erat, ia menangis haru didada Qin San sedangkan Qin San mengusap pucuk kepala dari Cun Ya untuk menenangkan tangis bahagianya.
"Terima kasih, Kakak San karena sudah menyelamatkanku dari para iblis." Ucap Cun Ya dengan haru.
"Hehehe, karena aku sudah menyelamatkanmu, bukankah kamu seharusnya memberiku hadiah." Ucap Qin San bercanda.
"Em... bisakah Ya'er tahu apa yang kakak San Inginkan." Tanya Cun Ya.
"Hehe bagaimana jika aku menginginkan Ya'er." Kata Qin San menggoda.
Mendengar Itu Cun Ya menundukan kepalanya karena malu, dengan wajahnya seperti kepiting rebus.
"Ada apa denganmu Ya'er, aku tadi hanya bercanda, kau tidak perlu seperti itu." Ucap Qin San menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa bersalah karena sudah menggoda Cun Ya.
Mendengar Itu Cun Ya merasa kesal karena sudah dibodohi oleh Qin San.
"Kakak San Bodoh." Ucapnya memalingkan wajahnya dengan pipinya yang mengembung seperti balon.
"Hahaha Ya'er kamu sangat imut jika kamu marah."
Kedua Kalinya Cun Ya memerah kerena pujian dari Qin San, dan itu membuatnya merasa bahagia dan entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat ia berdekatan dengan Qin San.
__ADS_1
"Kakak San, bagaimana jika malam ini aku memberikanmu hadiah." Kata Cun Ya.
Mendengar itu Qin San bingung, ia curiga dengan hadiah Yang akan diberikan Cun Ya kepadanya.
"Eh.. tidak perlu sebenarnya aku kemari hanya ingin memberitahumu bahwa aku akan meninggalkan sekte ini untuk sementara waktu." Ucap Qin San seketika membuat Cun Ya merasa sedih.
"Kakak San, apakah aku boleh ikut." KATA Cun Ya memohon.
"Tidak, kali ini aku akan pergi ketempat yang berbahaya, jadi aku tidak ingin kau ikut." Ujar Qin San menolak.
Cun Ya merasa kecewa, tetapi ia hanya bisa mengangguk dengan sedih.
"Kakak San, ketika kamu kembali kesekte ini lagi aku akan memberikanmu hadiah." Ucap Cun Ya.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi Dulu." Qin San melesat ke arah pegunungan Tian Lu.
Jarak pegunungan Tian Lu dan sekte teratai suci Cukup Jauh, tetapi dengan kecepatan terbang Qin San ia bisa sampai di sana dengan hanya 1-2 jam perjalanan itupun jika ia tidak memiliki sesuatu yang mengusiknya.
Di perjalananya menuju pegunungan Tian Lu, Qin San hanya berdiam diri sembari mengamati pemandangan dari atas.
Tak lama kemudian Qin San sampai di kaki gunung Tian Lu, Ia mendarat dengan mulus disana, lalu kemudian ia berjalan menuju puncak untuk mencari keberadaan dari Peng Gu yang katanya ia sudah berada di gunung ini selama ribuan tahun.
"Gunung itu memang cukup besar, Hewan hewan disini bahkan juga cukup mengerikan." Ucap Qin San yang sedang mengedarkan pandangan spiritualnya.
Di saat ia mengamati kondisi Pegunungan, Qin San dikejutkan oleh aura yang sangat kuat yang berada di puncak gunung Tian Lu.
Merasakan aura itu ia yakin jika itu adalah penunggu Gunung ini.
Qin San segera melesat ke arah aura yang ia rasakan untuk melihat bagaimana wujud sebenarnya dari penunggu pegunungan Tian Lu ini yang katanya sangat kuat.
.........
BERSAMBUNGG...
__ADS_1