Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
LIN ZIAN


__ADS_3

"Apakah kau tahu, tentang kabar itu." Ucap Seorang pengunjung yang sedang makan di restoran.


"Kabar??.. kabar apa yang kau maksud, aku selama ini tidak pernah mendengar kabar apapun dari luar." jawab teman dari pengunjung yang tidak mengetahui apapun.


"Itu... kabar tentang akan munculnya sebuah pusaka alam yang dikabarkan akan muncul di reruntuhan timur alam kekosongan yang tepatnya di hutan kegelapan." Ucap seorang pengunjung pada temanya.


"Benarkah, bagaimana kau bisa tahu?, bukankah informasi seperti ini biasanya di rahasiakan oleh pihak kerajaan." Tanya teman dari pengunjung itu sedikit bingung.


"Salah satu saudaraku adalah prajurit dari kerajaan kekosongan, dan dia memberikan informasi ini padaku secara diam diam, sebenarnya informasi ini tidak boleh bocor pada siapapun, tapi karena informasi seperti ini akan segera bocor apa salahnya aku mempercepatnya." Ucap Pengunjung itu dengan bangga.


"Bukankah jika ketahuan kau bisa di hukum oleh pihak keamanan kerajaan." Ucap teman dari pengunjung.


"Maka jangan sampai ketahuan." Ucap pengunjung.


.........


"Lahirnya pusaka alam." Ucap Qin San .


"Sepertinya ini menarik, dengan begini langkah awal untuk balas dendam akan segera datang." Ucap Qin San.


Setelah mendengar informasi itu, Qin San kembali mengamati sekitarnya, tetapi ia tidak menemukan informasi berharga lagi kecuali informasi tentang bahwa banyaknya makhluk aneh yang datang kedunia ini dan tentang munculnya pusaka alam.


Beberapa saat kemudian pelayan membawakan sebuah nampan besar yang berisi beberapa piring makanan yang tersaji di atas makanan.


Bau harum menyertai makanan itu membuat semua orang menoleh kesana, karena mereka tahu bahwa ini adalah makanan termahal di sana yang hanya di pesan oleh pihak pihak yang berkuasa.


Pelayan itu tersenyum kepada Yuan Zuan Dan Qin San lalu meletakan makanan yang berada di atas nampan ke meja Qin San.


"Tuan dan nyoya silahkan dimakan." Pelayan itu mempersilahkan Qin San dan Yuan Zuan lalu setelah itu ia pergi untuk melayani pengunjung lainya.


Saat makan sama sekali tidak ada yang berbicara, keduanya fokus kepada makanan mereka masing masing, tetapi terkadang Yuan Zuan menyuapi Qin San beberapa makanan yang menurutnya adalah kesukaan Qin San.


Setelah mereka selesai makan Qin San membayar semua makanan itu lalu ia keluar dari restoran dewa makanan bersama dengan Yuan Zuan.


"Gege, selanjutnya kita akan kemana." Tanya Yuan Zuan.

__ADS_1


"Mungkin kita akan pergi ke kediaman Lin Zian." Jawab Qin San.


"Lin Zian...!! bukankah dia adalah dewa pedang Buta." Ucap Yuan Zuan.


"Hm... dia adalah dewa pedang buta, Dahulu dia adalah sahabatku, tetapi karena urusan kerajaan yang selalu mengekangku, kita berdua tidak pernah bertemu lagi." Ucap Qin San.


"Walaupun begitu dia yang selalu membantuku dalam urusan luar kerajaan dengan membentuk suatu organisasi yang bergerak untuk memberantas para penjahat maupun pemberontak kerajaan." Kata Qin San menceritakan kejadian masalalu.


Mendengar itu Yuan Zuan hanya terdiam lalu ia berkata.


"Jika gege ingin kesana maka aku hanya akan mengikuti gege saja." Ucap Yuan Zuan.


"Tapi apa gege masih ingat, dimana tempat dari dewa pedang buta." Tanya Yuan Zuan.


"Jika tidak salah dulu aku pernah mendengar ia mendirikan organisasi Surgawi di wilayah barat kerajaan kekosongan yang tepat berada di pinggiran kota Huoyang." Ucap Qin San mengingat ngingat.


"Kota Hou Yang, Bukankah kota itu adalah kota yang dekat dengan wilayah para binatang iblis berada." Tanya Yuan Zuan ragu.


"Benar, itu adalah tempat yang sangat dekat dengan wilayah binatang iblis, Tetapi karena adanya organisasi dari Lin Zian para iblis tidak berani untuk masuk ke wilayah kita." Ucap Qin San.


"Baiklah kalau begitu kita akan langsung kesana." Ucap Qin San melesat bersama Yuan Zuan yang meringkuk di pelukan Qin San.


Pada saat mereka terbang tiba tiba ada beberapa orang yang hendak menghadangnya yang mungkin mereka ingin meminta identitas dari Qin San, Qin San yang melihat itu ia melest lebih cepat sehingga para orang orang itu sama sekali tidak bisa mengejarnya.


"Gege ada apa." Tanya Yuan Zuan.yang berada di pelukan Qin San.


"Hanya ada beberapa pengganggu saja kamu tidak perlu khawatir." Ucap Qin San yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi.


Beberapa saat kemudian Qin San berhenti dan menatap ke bawah melihat sebuah bangunan besar dengan patung pedang yang kira kira berukuran 200 meter, Qin San menatap itu dengan kagum karena tempat ini sudah memiliki perkembangan yang sangat signifikan.


Setelah mengamati sebentar ia turun ke depan gapura besar yang merupakan pintu masuk ke dalam Tempat itu.


Di depan pintu Qin San melihat sebuah tulisan yang terbuat dari sebuah batu berlian yang bertuliskan Sekte Dewa pedang.


"Hm ternyata sudah berubah menjadi sebuah sekte." Ucap Qin San sambil menurunkan Yuan Zuan yang berada di gendonganya.

__ADS_1


"Zuan'er mari masuk." Ucap Qin San berjalan masuk ke dalam dengan Yuan Zuan yang mengandeng tangan Qin San.


Ketika mereka masuk, tiba tiba dua penjaga muncul di depan mereka dengan membawa sebuah pedang yang ingin menghunus ke leher mereka, tetapi karena Qin San dan Yuan Zuan tidak merasakan aura membunuh dari keduanya maka ia tidak menghindar dan malah diam saja dengan mulut kecil mereka yang sedang tersenyum.


"Apakah yang mengantarkan anda berdua kemari." Ucap Kedua penjaga itu waspada.


"Aku hanya ingin menemui Lin Zian, apakah dia ada?." Tanya Qin San.


"Beraninya kau menyebur nama leluhur kami dengan nama aslinya, ini sudah melanggar hukum yang ada maka kalian berdua harus mati." Ucap salah satu menjaga langsung melesat ke arah Qin San dengan pedangnya.


Melihat Ini Qin San hanya tersenyum tipis, Lalu ia mengangkat tanganya. Dengan cepat tangan Qin San meraih pedang dari Salah satu penjaga dengan Dua jarinya, Setelah itu ia menghancurkan pedang Salah satu penjaga yang langsung hancur seketika.


"Pyarrr.....


"Ini..?? bagaimana mungkin!!." Ucap mereka Syok.


"Apa yang kau lakukan pada pedang kami." tanya Salah satu oenjaga yang pedangnya dihancurkan oleh Qin San.


"Hanya sentuhan halus, tapi aku tak menyangka hanya dengan sentuhan itu pedangmu tidak bisa menahanya dan hancur." Ucap Qin San.


"Zia San panggil para murid lainya agar kesini, Untuk menghukum bedebah sialan ini." Perintah Xua Jing pada Zia San.


"Baik Senior." Ucap Zia San melesat pergi meninggalkan mereka.


"Awalnya aku hanya akan bertemu dengan temanku, tetapi malah jadi begini." Ucap Qin San mendesah pelan.


"Tapi sedikit pemanasan tidak apa apa." Ucap Qin San menunggu di deoan gerbang gapura.


"Zuan'Er apakah kamu ingin ikut bersenang senang." Tanya Qin San pada Yuan zuan.


"Tidak aku hanya akan melihat wajah gege dari sini." Ucap Yuan Zuan penuh senyuman.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Qin San yang masih di todong oleh senjata pedang api.


....

__ADS_1


BERSAMBUNGGG...


__ADS_2