Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
menundukan Kraken dan menuju ke menara tingkat 5


__ADS_3

Melihat kraken menuju kearahnya Qin San mengeluarkan pedang kekosongan yang sudah lama tak ia gunakan.


"Baiklah teman mari kita berjuang."ucap Qin San mengelus pedang hitamnya itu.


"Majulah hewan jelek."ucap Qin San memegang pedang kekosongan menggunakan tangan kirinya dan mengarahkanya kedepan menantang kraken yang sedang menuju ke arahnya.


"tekhnik pedang pembelah kekosongan."ucap Qin San yang membuat Pedang itu menjadi sangat gelap dengan aura yabg sangat kacau.


Tebassssss..


swuuuuusssh


Boooooooommmmm.


salah satu tentakel dari kraken itu terlepas akibat serangan dari Qin San dengan menggunakan separuh kekuatanya.


"Hanya satu serangan saja sudah membuatku sangat kelelahan."ucap Qin San yang merasa energi Qinya tinggal tersisa 50% saja.


setelah menebas tangan dari Kraken itu Qin San mencoba malarikan diri terlebih dahulu untuk memulihkan kekuatanya terlebih dahulu.


Tetapi saat Qin San akan pergi,tangan Kraken itu menyerang ke arahnya yang mebuat Qin San terlambat untuk menghindar dan terpental yang membuatnya terluka dalam cukup parah.


"ughuuk ughkukk."mengeluarkan seteguk darah.


"Dengan kekuatanku sekarang yang masih berada di ranah abadi aku bukan tandingan Kraken ini apalagi kraken ini seperti naga hydra jika di tebas akan tumbuh lagi kecuali di bakar."ucap Qin San Tanpa berpikir.


"Di bakar ya...hahahaha kenapa aku lupa jika aku memiliki api hitam peringkat ke dua di semesta ini."ucap Qin San yang baru teringat dengan perkataan yang tak ia sengaja katakan.

__ADS_1


"Baiklah majulah ke sini kraken jelek."ucap Qin San mengeluarkan api hitam yang menyelimuti pedang kekosonganya.


Kraken itu terus melesat ke arah Qin San dengan mengayunkan Salah satu tentakelnya ke arah Qin San yang sedang tersenyum ke arah kraken itu.


Saat tangan kraken itu ingin mengenai tubuh Qin San,Qin San menebas tentakelnya yang membuat tentakel kraken itu terjatuh dan tak bisa tumbuh kembali,yang seketika membuat kraken itu sangat marah.


"Grrrrrraaaaaa."suara terikan dari kraken yang sangat marah karena tentakelnya tanpa bisa tumbuh kembali.


Di tentakel Kraken itu terlihat cahaya berwarna biru yang menyala nyala yang tak lain adalah sebuah petir milik kraken yang membuat air di sekitarnya tersalur oleh petir itu sehingga membuat ikan ikan di sekitar Kraken itu tersetrum dan akhirnya mati yang membuat ikan ikan itu langsung seperti ikan panggang.


"Cih ini terlalu bahaya,jika aku maju aku bisa mati terpanggang akibat serangan petir."ucap Qin San memikirkanya.


"Hm kalau begitu aku akan membakarnya dari jauh saja em.....tetapi bagaimana kalau aku yang menyegelnya saja dan menyimpanya di artefak dunia pasti di masa depan akan memberikanku bantuan jika aku dalam masalah jadi dari pada membakarnya mending menyegel kontrak saja dengan kraken itu,itu lebih berguna dari pada membinasakanya."gumam Qin Sam berpikir.


"Ok sudah kuputuskan."Ucap Qin San lalu menghilang dari tempatnya berlari dengan sangat cepat mengitari kraken untuk membuatnya bingung agar Qin San dapat memperoleh kesempatan memukul begian kepala kraken untuk menyegel kontrak darah.


Qin San terus berputar putar memutari kraken itu sampai tercipta banyak sekali bayangan yang di belakangnya karena saking cepatnya ia berlari,sehingga membuat kraken itu terkecoh dan menyerangnya secara sembarangan ke segala arah yang mempermudah Qin Sam untuk memukul kepala kraken itu.


"Booooommmmm.............. pukulan itu membuat Kraken mundur sedikit tetapi tanpa luka sedikitpun karena tubuh Kraken itu yang selalu berenegerasi dengan sangat cepat sehingga membuat kraken itu tak akan terluka kecuali Qin San membungkus pukulanya menggunakan api hitamnya tetapi Qin Sam tak melakukan itu karena ia telah memutuskan untuk memelihara kraken ini di danau artefak dunia.


"Graaaaaaaa....teriakan nyaring dari kraken yang terlihat masih sangat marah itu menggema.


Petir yang berada di tubuh Kraken itu mulai menyambar nyambar mengikuti arus dari Qin San yang sedang berlari mengitari Kraken.


Tetapi sayangnya petir itu tak lebih cepat dari Qin San yang hanya membuat petir petir itu menyambar ke tempat kosong atau hanya mengenai tanah saja sehingga membuat tanah tanah di sana menutupi pergerakan dari Qin San yang malah mempermudah Qin San untuk menyegel Kraken itu yang sedang menyerangnya tanpa arah.


"Huhhh ok mari mulai."ucap Qin San melompat menghindari tentakel tentakel Kraken yang memukul tak beraturan ke segala arah.

__ADS_1


Setelah menghindari Semua tentakel kraken Qin San ia berhasil mendekat kepala kraken itu dan membuat segel tangan dengan melukai tanganya sendiri dan kemudian ia menapakan tangan kananya yang telah ia lukai ke kepala kraken itu yang seketika bersinar terang berwarna merah cerah yang seketika membuat Kraken yang awalnya sangat marah mulai tenang karena cahaya merah itu merupakan sebuah kontrak darah Qin San dan Kraken itu,atau intinya kraken itu sekarang telah menjadi bawahan Qin San.


Beberapa menit kemudian akhirnya Kraken itu telah tunduk pada Qin San yang lalu membuatnya berhasil menaklukan menara tingkat ke empat dan sekarang ia sudah berhasil menuju menara tingkat ke lima.


selesai itu Qin San lalu memasukan Kraken itu ke dalam artefak dunianya kesebuah danau di sana yang cukup besar setelah meletakan Kraken ke dalam danau itu dan juga mengintruksi kraken untuk tak mwnyerang para gagak yang minum di danau itu yang merupakan pasukan dari Xue Ya,Qin San ia lalu keluar dari san.


"Hahhhh......akhirnya selesai juga,untung aku memiliki api hitam yang merupakan api terkuat kedua di alam semesta jika aku tak memilikinya mungkin saja aku telah mati di menara ke empat."Gumam Qin San menghela nafasnya.


"Baiklah sekarang rintangan apalagi yang harus kuhadapi untuk menuju je menara ke 6 berikutnya."ucap Qin San melihat sekitarnya yang terlihat berwarna putih yang tak berujung yang kebalikanya dari ruang kekosongan yang biasanya berwarna sangat gelap.


"Tempat apalagi ini."ucap Qin San yang mulai mengedarkan pandanganya ke semua arah.


Tetapi walaupun Qin San mengedarkan pandanganya Qin San sama sekali tak menemukan apapun di sana bahkan Qin san juga mencoba menggunakan mata kekosongan tetapi tetap saja tak menemukan array ilusi ataupun titik poros kekosongan,yang membuat Qin San bingung apa yang harus ia lakukan disana.


Karena Qin San yang tak tahu harus ngapain di sana ia memutuskan untuk berkultivasi saja,tapi pada saat ia akan berkultivasi menyerap Qi kekosongan yang tersegel di dalam dantianya,semua Qi di dalam dantianya malah terlihat kosong seperti Qin San hanya manusia biasa.


"Bagaimana ini bisa terjadi apakah memang ujian kali inj harus seperti ini."ucap Qin San berpikir.


"Hah yasudahlah karena aku tak bisa melakukan apapun aku hanya bisa berdiam diri disini saja."ucap Qin San memutuskan.


Qin San ia lalu berdiam di sana dengan posisi bersila untuk melakukan meditasi.


......................


Qin San yang sedang bermeditasi ia tak menyangka bahwa ia sudah bermeditasi selama 1000 tahun di dalam menara itu.


Qin San membuka matanya dan ia sekarang yakin apa maksud dari ujian kali ini.

__ADS_1


.........................


BERSAMBUNGG.......


__ADS_2