
Qin San hanya terdiam, ia masih percaya pasti Wanita rubah itu menyembunyikan sesuatu darinya.
"Nona jika kau ingin membunuhku maka majulah." Ucap Qin San dengan tatapan menantang.
"Jika itu yang kau mau, maka aku akan mengabulkanya, jangan salahkan aku jika kau mati disini karena sebelumnya aku sudah mengingatkanmu untuk pergi." Ujar Wanita Rubah mengambil ancang ancang.
Wanita rubah putih itu Menyerang dengan ganas ke arah Qin San, Dengan cakarnya serta kelincahanya Wanita rubah itu membuat Qin San tampak kewalahan.
"Hoho menarik." Gumam Qin San tersenyum sambil melakukan defend dari serangan Wanita rubah didepanya.
Wanita Rubah Itu mundur beberapa langkah karena ia tidak bisa menembus pertahanan tubuh dari Qin San.
"Sial aku tak menyangka jika tubuh pria ini ternyata sangat kuat." Gumam Wanita Rubah putih terkejut.
"Nona Zun Yi, ada apa kenapa kau berhenti, apa kau lelah." Ucap Qin San dengan pandangan mengejek.
Mendengar ejekan dari Qin San, Zun Yi menjawab karena ia merasa jengkel.
"Cih Siapa yang lelah, aku hanya mengambil nafas sebentar saja."Ucap wanita itu mengelak.
"Terima seranganku ini." Zun Yi kembali menyerang Qin San, Dengan cakar tajamnya ia mencabik cabik Kulit mulus Qin San.
Saat darah Qin San keluar terjadi sesuatu yang aneh seketika, entah kenapa darah Qin San yang terciprat ke tubuh Zun Yi, membuat Zun Yi lemas karena seperti di tekan oleh ribuan batu di tubuhnya.
"Apa yang terjadi, kenapa tiba tiba saja aku merasa tertekan." Batin Zun Yi terkejut.
Melihat itu Qin San juga memiliki reaksi sama dari Zun Yi yaitu terkejut.
"Aku tidak menyangka darahku bisa membuat orang hingga seperti itu." Ucap Qin San yang juga baru menyadarinya.
Garis darah Sang Void memang sangat Kuat, Mungkin jika kekuatan garis darah itu berada di puncak dapat dipastikan itu akan membuat Zun Yi mati hanya karena setetes darahnya yang terciprat ke tubuhnya.
Untung saja garis darah Naga kuno miliknya belum terbangun, jika tidak Zun Yi akan lemah terkulai di tanah.
"Apa yang kau lakukan padaku!!kenapa tubuhku menjadi lemas." Kata Zun Yi Bingung.
"Aku juga tidak tahu." Ucap Qin San pura pura tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Cih Pria Sialan cepat lepaskan aku atau kau akan berurusan dengan Klan Rubah Langit." Ancam Zun Yi.
"Klan Rubah Langit.?? Kenapa aku belum pernah mendengarnya." Gumam Qin San bingung.
"He nona Rubah aku tidak tahu klan apa itu, tetapi aku tidak takut lagipula aku juga tidak melakukan apapun padamu, bukankah kau tadi melihatnya kau yang menyerangku terus menerus sedangkan aku hanya diam saja tanpa membalas seranganmu." Jelas Qin San membuat Zun Yi kesal.
"Tapi... kau..yang membuatku seperti ini." Ucap Zun Yi memandang dengan tajam.
"Nona aku tidak mau repot, kali ini aku pergi dulu." Ucap Qin San berbalik Hendak pergi untuk menyelesaikan tujuanya.
Melihat Kepergian Qin San Zun Yi menggertakan gigi putihnya, dengan berat ia memanggil Qin San.
"Pria Bodoh cepat lepaskan aku, aku berjanji tidak akan menyerangmu lagi." Kata Zun Yi.
"Oh, lantas apa jaminanya." Ucap Qin San membalikan tubuhnya.
"Hmm... bagaimana jika aku memberitahumu tentang orang yang kau cari itu." Ucap Zun Yi.
Mendengar itu Qin San melihat mata Zun Yi memastikan bahwa ia berbohong atau tidak, Setelah lama melihatnya ia tidak menemukan kejanggalan dimatanya dan itu membuatnya yakin jika Zun Yi dapat di percaya.
Zun Yi merasa merinding di tubuhnya, ia tidak tahu eksistensi seperti apa yang ia singgung.
"Jika benar darahnya yang membuatku seperti ini, maka ia adalah keturunan orang suci atau bahkan ia adalah orang suci sendiri." Gumam Zun Yi.
Di alam Zun Yi berada setiap klan atau bahkan sekte memiliki salah satu penerus dari klan atau sekte dan orang penerus klan atau sekte biasanya dipanggil orang suci karena memiliki garis darah yang murni sehingga dengan begitu mereka bisa menekan bawahan mereka supaya tidak melakukan penghianatan.
Tapi kasus Qin San ini benar benar berbeda,ia benar benar tidak tahu kenapa Qin San memiliki kekuatan darah yang sangat kuat, bahkan membuatnya lemas hanya terkena tetesan darahnya saja.
Padahal jika itu orang suci di alamnya, itu tidak bisa melakukan penekanan seperti ini dan tekanan garis darah biasanya hanya terjadi pada Ras yang sama jika itu ras yang berbeda maka itu sama sekali tidak akan berlaku.
"Apakah kau sebenarnya adalah ras rubah." Tanya Zun Yi memastikan, karena ia masih tidak percaya manusia biasa memiliki tekanan yang sangat kuat.
"Ras rubah!! Nona kenapa kau menduga aku adalah ras rubah." Tanya Qin San.
"Bukankah kau memiliki garis darah rubah suci jadi kau bisa membuatku tertekan."
"Garis darah rubah Suci??, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tetapi asalkan kau tahu aku adalah manusia bukan ras rubah." Ucap Qin San acuh.
__ADS_1
"Ah sudahlah, aku akan mencoba untuk mennghilangkan tekanan pada tubuhmu dan setelah itu kau katakan tentang keberadaan peng gu." Qin San mendekat ke Zun Yi.
Zun Yi di sana masih terdiam, saat Qin San mendekat jantungnya berdegub kencang ia belum pernah sedakat ini kepada seorang pria bahkan jika ada seorang pria yang mendekatinya maka ia akan langsung membunuhnya atau bshkan membuatnya lumpuh, tetapi entah kenapa saat ia dekat dengan Qin San ia merasakan hal aneh ditubuhnya.
Qin San melihat darahnya yang menempel di belahan dada dari Zun Yi, Melihat itu Qin San meneguk salivanya, ia tidak menyangka jika Zun Yi memiliki ukuran dada yang begitu besar.
"Huh, apa yang aku pikirkan." Gumam Qin San mendekatkan tanganya kearah belahan dada dari Zun Yi.
"Berhenti apa yang kau lakukan." ZUn Yi menatap tajam ke arah Qin San.
"Bukankah aku sudah mengatakanya bahwa aku akan menghilangkan tekanan darah dari tubuhmu."
"Oh..!! Ya segera lakukan." Zun Yi berkata dengan gugup sambil menutup matanya.
Saat hendak sampai dibelahan dadanya telapak tangan Qin San mengeluarkan sebuah sinar menghisap garis darah dari Zun Yi.
Beberapa saat kemudian akhirnya selesai.
Qin San di sana terlihat mengusap keringat didahinya, walaupun sebenarnya ini adalah hal yang mudah tetapi siapa lak laki yang kuat jika melihat Gunung kembar yang memiliki keindahan yang mutlak bagi setiap pria.
"Huhhh hampir saja." Gumam Qin San menyeka keringat.
"Nona sudah selesai." Ucap Qin San membangungkan Zun Yi yang sedang menutup matanya.
Mendnegar itu Zun Yi membuka matanya perlahan lalu menatap ke atas melihat wajah tampan Qin San yang sangat indah.
"Pria bodoh terima kasih." Zun Yi memalingkan wajahnya.
Didepanya Qin San hanya menggelengkan kepalanya.
.........
Izin Promo Teman teman Semua.
BERSMBUNGGG....
__ADS_1