Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Selesai penyelamatan


__ADS_3

Qin San sebenarnya bisa saja membunuh Lucael dan Draco tetapi kali ini ia tidak bisa gegabah karena ia bisa merasakan ada yang mengawasinya dari jauh, dan firasatnya mengatakan bahwa orang itu sangat berbahaya jadi ia tidak berani gegabah untuk menghabisi Lucael dan Draco.


Qin San memberikan Pill penyembuhan kepada Yzu Na dan Yzu Ling yang terlihat lemas karena habis disekap oleh rombongan dari pasukan dewa petir, Zun Yi di sana hanya melihat Qin San memberikan pill penyembuhan kepada keduanya.


5 menit kemudian keduanya terlihat sudah baikan, Qin San di sana tersenyum saat mendapati keduanya sudah baikan.


"Apakah kalian berdua sudah baikan." Tanya Qin San tersenyum.


Mendengar itu keduanya mengangguk dengan wajah yang tersipu malu.


"Terima kasih Tuan.. karena telah menyelamatkan kami berdua." Yzu Na menangkupkan tangan halusnya kepada Qin San dengan senyum manisnya.


"Hmm..." Qin San mengangguk lalu juga menangkupkan tanganya kepada Yzu Na.


Tidak hanya Yzu Na, Yzu Ling juga berterima kasih kepada Qin San.


Qin San kemudian menoleh ke arah Zun Yi yang terlihat sedang cemberut di depan Goa.


"Nona Zun Yi!! Apa yang kau lakukan disini." Tanya Qin San.


"Tidak ada.. aku hanya melihat pemandangan indah disini." Kata Zun Yi sambil menggertakkan giginya.


"Oh... jadi begitu." Qin San kemudian menarik Zun Yi dan masuk kedalam Goa.


"Eh... apa yang kau lakukan." Tanya Zun Yi.


Qin San kemudian merobek ruang untuk berteleportasi ke Sekte Teratai suci.


Mereka berempat setelah itu pergi memasuki robekan ruang itu, hanya beberapa saat kemudian mereka sampai di sekte teratai suci, tepatnya di halaman sekte teratai suci.


"Cepat lepaskan tanganmu." Kata Zun Yi yang masih berpegangan tangan dengan Zun Yi.


"Baiklah." Jawabnya lalu melepaskan genggamanya.


" Di mana ini.?? " Tanya Zun Yi penasaran.


"Ini adalah sekte teratai suci, sekte besar yang memiliki murid murid jenius." Jawab Yzu Ling.

__ADS_1


"Oh.. benarkah.. aku lihat murid murid di sini hanya sebatas prajurit dewa sampai jendral dewa saja, apanya yang jenius!!." Kata Zun Yi saat melihat barisan murid yang sedang melakukan latihan.


"Bukanya murid seperti itu yang di katakan jenius ya, usia mereka baru ratusan tahun tetapi sudah bisa mencapai ranah prajurit dewa." Balas Yzu Ling.


"Hey orang orang di sini jika di bandingkan dengan orang-orang di alamku mereka hanya seonggok sampah saja." Kata Zun Yi masih tidak mau kalah.


"Sudahlah, mari ikut aku." Ucap Qin San membubarkan keduanya.


Qin San kemudian berjalan dengan diikuti oleh ketiga wanita di belakangnya yang tentunya itu menjadikanya pusat perhatian bagi banyak orang. Banyak orang yang memperhatikanya tetapi mereka tidak berani saat melihat wajah Qin San karena semua orang tahu siapa Qin San, orang yang berjasa menyelamatkan sekte teratai suci dari mata mata iblis yang menjadi parasit dalam sekte teratai suci.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah aula utama yang di isi oleh beberapa tetua dan 2 leluhur yang berjaga untuk mengawasi perkembangan sekte teratai suci.


Saat mereka masuk keempat orang itu di sambut baik oleh mereka terutama saat mengetahui bahwa ada permaisuri dari kerajaan kekosongan yang hadir.


"Tetua Qin Selamat datang.... ucap para tetua dan leluhur menyambut kedatangan Qin San.


"Hormat kepada permaisuri dan putri." Semua orang menunduk menunjukan sikap hormat.


Zun Yi yang di abaikan dia angkat bicara.


"Hey para pak tua apakah aku juga tidak di sambut." Kata Zun Yi dengan kesal.


"Cih.. jadi begini hidup menjadi orang yang tidak terkenal." Gumam Zun Yi.


"Jadi.. apaa yang membuat tetua Qin kemari??." Tanya leluhur kedua.


Mendengar itu Qin San kemudian melemparkan sebuah token yang diberikan oleh Peng Gu kepada Leluhur kedua.


"INI..." semua orang yang berada di dalam aula terkejut saat melihat token itu, mereka tahu jika token itu hanya dimiliki satu orang dan itu merupakan leluhur sekaligus pendiri sekte ini Peng Gu.


"Aku hanya ingin memberikan itu, aku harap kalian bisa memilih orang yang paling kalian percayai untuk menjadi pemimpin sekte ini." Kata Qin San kemudian melanjutkan." Juga perketat pertahanan kalian jangan sampai para iblis sampai menginjakan kaki disekte ini untuk kedua kalinya, Hindari kontak dari luar jangan terima ajakan apapun dari manapun terutama dari kerajaan karena kerajaan kekosongan sudah berkolusi dengan iblis." Qin San memberi nasihat kepada semua orang yang hadir.


Mendengar itu tentunya semua orang di sana menjadi lebih terkejut, mereka tidak menyangka jika kerajaan kekosongan yang menjadi pusat alam kekosongan menjadi sekutu iblis.


"Baik tetua Qin, kami pasti akan menjaga sekte ini hingga menjadi sekte nomor satu di kerajaan kekosongan ini." UCap leluhur ke 5.


"Tetua Qin apakah leluhur Peng Gu tidaj akan kembali." Tanya Leluhur Ke 3.

__ADS_1


"Entahlah, tapi yang penting adalah kalian jaga tempat ini sebaik baiknya, sehingga jika dia kembali dia tidak akan kecewa." Jawab Qin San.


"Baiklah, karena urusanku disini sudah selesai, maka aku pamit undur diri." Qin San berbalik lalu ia kembali ke mansion milik Cun Ya bersama beberapa 3 wanita yang mengikutinya.


Qin San mengetuk pintu Mansion yang terlihat sepi, memanggil beberapa kali tidak ada jawaban akhirnya Qin San membuka pintu itu dengan paksa, saat melihat di dalam ia hanya melihat ruang kosong yang sepertinya mansion itu sudah di tinggalkan.


"Tuan siapa yang anda cari." Tanya Yzu Na penasaran.


"Seorang teman wanita, tetapi sepertinya dia sudah pergi." Ucap Qin San sedikit kecewa.


Ia tidak mungkin harus melepaskan Cun Ya karena bagaimanapun ia merupakan wanita yang memiliki tubuh Yin murni yang langka.


"Ratu Yzu Na dan Putri Yzu Ling apakah kalian tidak keberatan jika tinggal di kotaku, di sana nanti juga ada istriku." Ucap Qin San.


"Justru yang keberatan seharusnya Tuan bukan kami." Kata Yzu Na menatap Qin San.


"Hm.. aku tidak keberatan, lagipula istriku pasti senang karena bisa memiliki teman nantinya." Kata Qin San.


"Ehem... apakah hanya mereka berdua saja yang akan di ajak." Zun Yi terlihat cemberut sambil menyilangkan tanganya.


"Jika nona Zun Yi mau, nona Zun Yi juga boleh ikut." Ucap Qin San.


"Siapa juga yang mau iku denganmu." Zun Yi memalingkan wajahnya yang terlihat kesal.


"Ya.. jika nona ingin pergi sendiri aku juga tidak bisa menghentikan nona Zun Yi." Ucap Qin San.


"Baiklah karena kau memaksa jadi aku akan ikut kau." Kata Zun Yi yang tiba tiba saja berubah pikiran.


"Siapa juga yang memak..." Sebelum Qin San melanjutkanya Zun Yi sudah memotongnya.


"Sudahlah, apakah kau tidak ingin mengajak kami kekotamu." Kata Qin Dan mendesak.


"Huh.... baiklah."


"Kalian pejamkan mata kalian." Perintah Qin San.


Mendengar itu semua wanita itu langsung memejamkan mata mereka.

__ADS_1


........


BERSAMBUNGHH....


__ADS_2