
Qin San masuk kedalam kediaman rumah itu kembali untuk membawa pemimpin jubah hitam membawanya sebagai saksi atas pemberontakan yang telah pemimpin jubah hitam lakukan.
Pemimpin jubah hitam yang sedang duduk di kursi tiba tiba mendengar langkah kaki yang ia kira adalah para bawahanya yang berhasil membunuh Qin San.
"Apakah kau berhasil membunuhnya."ucap pemimpin jubah hitam yang mengira para bawahanya.
"Ya aku memang sudah membunuhnya."ucap Qin San yang membuat Pemimoin jubah hitam terkejut.
"Apa kau bagaimana mungkin."ucap pemimpin jubah hitam terkejut.
"He kenapa tak mungkin mereka semua hanya sekumpulan semut kecil yang hanya suka mengacau."ucap Qin San datar.
"Eh tapi bukan aku juga yang membunuh mereka,yang membunuh mereka adalah burungku."ucap Qin San pada pemimpin jubah hitam.
Peminpin yang mendengar kata burung ia menjadi aneh dan melihat ke bawah perut Qin San.
"Apakah burungnya sehebat itu."pikir pemimpin jubah hitam melihat kebawah perut Qin San.
Qin San yang melihat pemimpin jubah hitam ia memgerti.
"He maksudku bukan burung ini tapi burungku yang ada di halaman rumah."ucap Qin San pada pemimpin jubah hitam.
"Apakah burungnya juga bisa lepas bukankah itu menakutkan."pikir pemimpin jubah hitam yang masih dengan tatapan aneh.
"Ah sudahlah,kalau begitu kamu ingin ku tangkap atau menyerahkan dirimu."ucap Qin San pada pemimpin jubah hitam.
"Lebih baik menyeangmu sampai mati dari pada kau tangkap."ucap pemimpin jubah hitam menyerang Qin San.
Qin San melihat pemimpin jubah hitam menyerangnya ia hanya mengeluarkan aura basis kultivasinya yang ditekan ke half saint tingkat rendah yang menekan pemimpin jubah hitam tidak bisa bergerak.
Pemimpin jubah hitam yang di tekan oleh Qin San ia hanya bisa pasrah.
Qin San lalu mendekati pemimpin jubah darah dan menotok bagian perutnya menghancurkan dantianya serta basis kultivasinya Hingga pemimpin jubah hitam pingsan.
Selesai itu Qin San memasukan pemimpin darah ke dalam Artefak dunianya dan juga mengurungnya.
Setelah memasukan ke dalam artefak Qin San kembali ke halaman kediaman jubah hitam.
"Apakah urusan tuan sudah selesai."ucap Xue Ya melihat Qin San berjalan ke arahnya.
"Sudah,kalau begitu kita melanjutkan perjalanan kembali."ucap Qin San menjawab.
"Tuan ayo naik kepunggungku."ucap Xue Ya menunduk menyuruh Qin San naik.
Lalu Mereka berangkat kembali menuju kekaisaran Qin.
Di perjalanan masih seperti biasa Qin San hanya merebahkan badanya di punggung Xue Ya sambil menatap Langit.
"Tuan sebenarnya kenapa tuan selalu memakai topeng apakah wajah tuan terlalu buruk untuk di lihat semua orang."ucap Xye Ya memecahkan suasana.
__ADS_1
"Siapa bilang wajahku buruk aku ini sangat tampan jadi aku menutupi wajahku."ucap Qin San menanggapi Xue Ya.
"Apakah begitu kalau memang sangat tampan kenapa setiap saat harus memakai topeng."ucap Xue Ya.
"ya karena pesona ketampananku ini yang selalu di kejar banyak wanita jadi aku menutupi wajahku."ucap Qin San dengan percaya diri.
"Ternyata tuan ini sangat percaya diri juga."ucap Xue Ya pada Qin San.
"Kenapa apakah kau tak percaya padaku."ucap Qin San yang merasa Xue Ya ragu.
"Tidak."ucap Xue Ya singkat.
Qin San mendengar itu menjadi sedikit jengkel.
"Hah terserah kalau tak percaya."ucap Qin San membuka topengnya.
"Apakah kau percaya sekarang."ucap Qin San yang sudah tak memakai topengnya.
Lalu Xue Ya menoleh ke belakang sedikit untuk melihat wajah Qin San ketika ia melihatnya ia menjadi sangat terkejut.
"Wah sangat sangat tampan."ucap Xue Ya yang terpana dengan ketampanan Qin San.
"Bagaimana apakah kamu percaya."ucap Qin San menghilangkab lamunan Xue Ya.
"Per..percaya."ucap Xue Ya gugup melihat ke arah Qin San.
Dan Xue Ya kembali melihat kedepan dengan perasaan yang aneh.
"Tunggu aku berada di tingkat mistis aku akan menjadikanmu miliku tuan."batin Xue Ya dengan melamun.
Tingkat mistis bagi hewan iblis adalah perubahanya menjadi manusia.
Qin San lalu kembali merebahkan badanya di punggung Xue Ya dan Xue Ya terus terbang menuju ke arah kekaisaran Qin.
Setelah tidur sekitar 6 jam Qin San bangun dan melihat bahwa ia sudah sangat dekat dengan Kekaisaran Qin Karena kota Qinar sudah terlihat dari pandangan Qin San.
Lalu Qin San mwnyuruh Xue Ya untuk turun.
"Xue Ya mari kita turun di depan hutan itu."ucap Qin San menyuruh Xue Ya turun.
mendengar Qin San berbicara padanya Xue Ya lalu menurunkan Qin San.
"Xue Ya aku akan mengembalikanmu ke dunia artefak."ucap Qin San.
"Tidak aku akan ikut tuan."ucap Xue Ya menolak.
"He kalau aku membawamu ke kota dengan tampilanmu yang mencolok seperti ini takutnya akan membawa banyak perhatian."ucap Qin San menjelaskan.
"Benar juga kalau aku mengikuti tuan ke kota aku akan membawa perhatuan banyak orang."batin Xue Ya memikirkan.
__ADS_1
"Tapi bagaimana kalau aku mwngecilkan tubuhku tuan agar tak terlalu mencolok."ucap Xue Ya pada Qin San.
"Baiklah kamu kecilkan tubuhmu agar tak terlalu mencolok."ucap Qin San menyetujuinya.
Lalu Xue Ya mengecilkan tubuhnya dan hinggap di pundak Qin San.
Setelah itu Qin San juga memanggil Qin Zu Dan Li Yan yang berada di artefak dunianya.
"Kak apakah kita sudah sampai."ucap Qin Zu melihat Qin San yang tiba tiba mengeluarkan Qin Zu dan Li yan.
"Ya kita sudah sampai tapi kita harus berjalan sebentar untuk mencapai kota Qinar.
Li Yan yang melihat Qin San dia hanya diam dan masih menatapnya.
"Apakah ada sesuatu di topengku."ucap Qin san membubarkan lamunan Li Yan.
"Eh tidak tidak."ucap Li Yan grogi.
"Kakak itu apakah burung kakak."ucap Qin Zu melihat burung emas di pundak Qin San.
"Oh ya ini adalah burung kakak namaya adalah......"ucap Qin San yangbtuba tiba di sahut oleh Xue Ya.
"Xue Ya."ucap Xue Ya singkat.
"Wah hebat burungnya bisa berbicara."ucap Qin Zu kagum.
"Tuan apakah dia adikmu."ucap Xue Ya bertanya.
"Ya dia memang adiku."ucap Qin San menjawab.
"Kakak apakah aku boleh bermain denganya."Ucap Qin Zu memohon untuk bermain dengan Xue Ya.
"Apakah kamu mau bermain dengan adiku."ucap Qin San pada Xue Ya.
"Em boleh."ucap Xue Ya lalu terbang di pundak Qin Zu.
"Mari kita berjalan ke kota."ucap Qin San berjalan yang di ikut Qin Zu Dan Li yan yang masih diam saja.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di gerbang kota Qinar.
"Tolong perlihatkan identitas anda."ucap Penjaga Kota Qinar pada mereka ber 3.
Lalu Li Yan memberikam sebuah Token Klan Li pada mereka.
"Maaf Tuan putri Li kami tak mengenali anda silakan anda masuk."ucap Penjaga itu dengan sopan kepada Li yan dan mempersilakan mereka masuk.
.........................
BERSAMBUNGG.............
__ADS_1