Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
MENGHENTIKAN KEMARAHAN QIN SAN


__ADS_3

Di kejauhan terlihat seorang wanita yang sedang menuju hutan kematian yang tak lain adalah dewi kegelapan sendiri, sementara itu tak jauh di belakangnya terlihat sesosok wanita cantik yang tak lain adalah Tang Lin, ia terlihat sangat marah ketika mengejar dewi kegelapan.


Sementara itu di hutan kematian kedatangan dari kedua orang tua Qin San membuat semua orang di sana terkejut.


Qin San masih berada di ambang kemarahanya, melihat kondisi dari Qin San yang hilang kendali membuat Ling Fang Yi dan Qin Yan menjadi khawatir.


"Suami biar aku saja yang mengehentikanya." Ucap Ling Fang Yi pada Qin Yan.


"Baiklah, jika itu yang kamu mau, lakukanlah, aku akan berjaga di sini." Jawab Qin Yan.


"Hm..., mengangguk.


Ling Fang Yi mendekat ke arah Qin San dengan menggunakan aura kehidupan yang dapat menenangkan emosi seseorang yang terkena aura itu.


Tapi sepertinya aura itu sedikit tidak mempan terhadap Qin San, karena Qin San sedang dalam kemarahan sejatinya yang memang sulit untuk menenangkanya.


Qin San menatap tajam ke arah Ling Fang Yi, Ling Fang yi hanya tersenyum lalu berkata.


"San'er apa kabar, apakah kamu ingat dengan ibumu ini."


Mendengar itu Qin San sedikit terhanyut dan mendapatkan beberapa ingatan tentang wanita yang berada di depanya.


"Ibu..." Ucapnya lirih dengan penuh kerinduan.


"San'er kemarilah ibu merindukanmu." Ucap Ling Fang Yi merentangkan tanganya.


"Maaf ibu, aku akan membereskan semua ini terlebih dahulu, untuk membalas dendam pada semua keluargaku." Ucap Qin San menatap orang orang di sekitarnya dengan dingin.


"San'er berhentilah membuat kerusuhan atau ibumu ini akan menghukumu." Ucap Ling Fang Yi tersenyum tapi tersembunyi sedikit kemarahan di dalamnya.


"Tapi ibu..." Ucap Qin San.


"Berhentilah, apakah kamu tahu siapa yang membunuh semua keluargamu." Tanya Ling Fang Yi.


Mendengar itu Qin San hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu." Ucapnya dengan nada sedih.


"Jadi apa gunanya kau marah seperti ini, apakah kemarahanmu ini dapat menyelesaikan masalah." Ucap Ling Fang Yi memberikan nasehat.

__ADS_1


Qin San terdiam ia tersadar dengan apa yang ia lakukan, kemudian ia berlari ke arah ibunya dan memeluknya dengan penuh kesedihan.


Ling Fang Yi hanya tersenyum sambil memeluk Qin San yang sedang menangis di dekapanya.


"Ibu..., apa yang harus aku lakukan." Tanya Qin San.


"San'er tenanglah, semua pasti ada solusinya, ibu dan ayahmu juga akan membantu menemukan solusi menghidupkan istrimu dan lainya." Ucap Ling Fang Yi menenangkan Qin San.


Mendengar itu Qin San mengangguk lalu melepaskan pelukanya dari Ling Fang Yi.


"Terima kasih ibu." Ucapnya membungkuk sopan pada Ling Fang Yi.


"Eh... tidak perlu begitu, memang sudah semestinya ibu dan ayahmu membantumu." Ucap Ling Fang Yi mengusap kepala Qin San.


Melihat itu semua orang membelalakam matanya karena terkejut, bagaimana mereka tidak terkejut pembunuh yang barusan sangat kejam ternyata sangat menghormati ibunya.


"Sungguh anak yang berbakti." Ucap salah satu dewa terharu walaupun ia tidak mengerti apa permasalahanya.


"Jadi sekarang kalian pergilah, kalian para ras malaikat jatuh, aku peringatkan pada kalian untuk tidak membuat kekacauan di alam semesta, jika aku mendengar kalian membuat kerusuhan kembali maka aku sendiri yang akan datang ke ras kalian dan menghancurkan ras kalian." Ucap Qin Yan mengeluarkan sedikit auranya yang sudah membuat dunia ini bergetar.


Melihat ini semua orang di sana terdiam, bahkan Lefinar yang tadinya sangat sombong nyalinya tiba tiba saja menciut, kekuatan yang di keluarkan Qin Yan ini sudah lebih kuat dari ranah puncaknya dulu.


"Oh ya, pedang ini aku bawa, apakah kau keberatan." Ucap Qin Yan memegang pedang kutukan dewa tanpa hambatan sedikitpun.


"Tidak tuan, anda bisa mengambilnya." Ucap Lefinar Sopan.


"Dan kau Ling Xie kau kembalilah, jangan bicarakan ini pada pak tua pemarah itu atau kau tidak akan bisa bertemu kakakmu lagi." Ancam Qin Yan pada Ling Xie yang langsung menerima jeweran dari Ling Fang Yi.


"Oh kau sudah berani ya mengancam adiku." Ucap Ling Fang Yi.


"Is... Istriku maafkan aku, aku tadi hanya bercanda." Ucapnya dengan memegangi telinganya yang kesakitan.


"Kakak... ." Panggil Ling xie pada Ling Fang Yi.


"Adik, bagaimana kabarmu." Tanya Ling Fang Yi yang sudah selesai memberikan pelajaran pada suaminya.


"Baik Kakak, kakak kapan kembali lagi, semua orang di kerajaan Surgawi sangat merindukan kakak dan kakak ipar Yan." Ucap Ling Xie menatap kakaknya dengan tatapan penuh kerinduan.


"Maaff.... kakak tidak bisa kembali, sebelum ayah bisa menerima hubungan kakak dan Suami kakak, kakak belum bisa kembali." Ucap Ling fang yi.

__ADS_1


Mendengar itu Ling Xie terdiam, menghelakan nafas beratnya.


"Hah... ayah memang sangat keras kepala, Tapi Kakak bukankah pria kecil itu adalah anak dari kakak dan kakak ipar yan." Tanya Ling Xie.


"Benar, dia memang anaku." Jawab Ling Fang Yi.


"Kakak jika ayah mengetahui bahwa ia memiliki cucu pasti ayah bisa mengakui hubungan kalian berdua walaupun ia mengakuinya karena cucunya, Karena ayah sudah lama menantikan cucu dari anak anaknya. adik ketiga dan ke empat sudah menikah tapi mereka belum punya anak, ya kakak tau sendirilah kesuburan ras God Choice memang sulit, jika bisa memiliki satu anak saja sudah sangat bahagia." Ucap Ling Xie.


"Haha ternyata adik ketiga dan keempat sudah menikah, tetapi kenapa kamu belum menikah." tanya Ling Fang Yi.


"Hm... sebenarnya aku belum mempunyai orang yang bisa membuatku jatuh cinta, walaupun ada dia adalah orang yang sangat di benci oleh semua orang." Ucapnya mendesah pelan.


"Mmm... memangnya siapa yang bisa membuat adik dinginku ini jatuh cinta." Tanya Ling Fang yi penasaran.


"Itu..., tapi kakak jangan beri tahukan pada siapapun." Ucap Ling Xie.


"Ya baiklah kakak berjanji padamu."


"Kakak sebenarnya orang yang membuatku jatuh cinta adalah Yun Zi atau semua orang menyebutnya dengan dewi kegelapan." Ucap Ling Xie.


Deg....


Seketika jantung Ling Fang Yi berdetak cepat saat mendengar pernyataan dari Ling Xie.


"Apa...!! Yun Zi." Ucap Ling Fang Yi Syok.


"Sepertinya mereka berdua sudah ditakdirkan untuk saling bermusuhan." Batin Ling Fang Yi.


Melihat ekspresi kakaknya yang aneh Ling Xie terdiam, ia mendesah pelan.


"Sudah aku duga kakak akan terkejut." Ucap Ling Xie.


Melihat itu Qin San terdiam, ia tidak tahu apa yang di bicarakan ibunya dan pria yang berada di depanya.


"Ayah siapa Ling Xie itu, kenapa ibu sangat akrab denganya." tanya Qin San pada Qin Yan.


"Bukankah sudah jelas, maksud ayah adalah bukankah marga mereka berdua sama, dan menurutmu jika marga mereka sama lalu pasti ia adalah keluarga ibumu." Balas Qin Yan.


Qin San manggut manggut dan sudah tahu siapa Ling Xie itu sebenarnya, walaupun mungkin Ling Xie ini adalah pamanya ia tidak terlalu peduli karena yang ia pedulikan saat ini hanya keselamatan keluarganya yang telah di bunuh oleh seseorang.

__ADS_1


Bersambungg.....


__ADS_2