Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Menyamar


__ADS_3

Mata mata itu terkejut saat mengetahui bahwa mereka sudah ketahuan oleh Qin San, mereka sedikit panik tapi mereka mencoba untuk tetap tenang dan tak mau gegabah saat menghadapi Qin San, karena mereka tahu seberapa kuat Qin San jika mereka salah sedikit saja nyawa mereka bisa langsung melayang.


"Siapa kalian." Tanya Qin D


San datar sambil melihat 5 orang yang berada didepanya.


Saat di tanya begitu kelima mata mata itu terdiam sejenan mencoba mencari alasan yang pas agar mereka selamat dari Qin San.


"Maaf tuan atas kelancangan kami memata matai anda, tetapi kami mematai anda hanya ingin memastikan jika anda bukan seorang penjahat karena kami takut jika tuan mengancam kedamaian pihak kerajaan." Ucap Salah satu mata mata.


"Jadi begitu, lalu menurut kalian apakah aku ancaman bagi kerajaan kalian." Ucap Qin San tersenyum sinis memperlihatkan gigi putihnya.


"Em tidak tuan, anda sama sekali bukan ancaman dari kerajaan maka dari itu kami sedari tadi hanya mengawasi tuan dari atas dan tidak menyerang Tuan." Mata mata lainya menyahut untuk membela diri mereka.


"Bagaimana kalian tahu jika aku bukan ancaman kerajaan kalian." Tanya Qin San agar membuat mereka terpancing.


"Itu karena tuan adalah orang baik." Ucap salah satu mata mata.


"Hahaha ternyata aku adalah orang yang baik, orang yang menentang takdir dan memberontak dari para dewa dan ras god Choice ternyata orang baik, sepertinya kalian salah menilaiku, dan juga kalian dengarkan aku baik baik kerajaan kalian itu, sebentar lagi akan hancur di tanganku." Qin San menyeringai sambil mendekati mereka.


Melihat seringai dan tawa Qin San mereka menjadi ketakutan, dengan kekuatan mereka saat ini yang hanya berada di ranah raja dewa tentunya mereka hanya semut kecil bagi Qin San, hanya dengan ayunan tanganya saja mereka pasti akan mati.


"Tuan maafkan kami, kami tidak ingin mati, kami melakukan ini hanya perintah dari kerajaan kekosongan." Ucap salah satu mata mata.


"Perintah dari kerajaan katamu, maka aku bisa menghukum kalian sepuasnya karena orang yang paling aku benci di alam kekosongan adalah pihak kerajaan." Ucap Qin San.


Mereka terus meminta ampun kepada Qin San, Tapi disisi lain Qin San sama sekali tak menggubrisnya.


Dengan Santai Qin San muncul di salah satu mata mata lalu ia menamparnya sangat keras hingga ia terlempar jatuh menabrak hutan.

__ADS_1


Melihat ini semuanya semuanya menjadi sangat ketakutan, dan mencoba untuk melarikan diri, tapi usaha mereka gagal karena Qin San sudah mengunci tempat itu agar mereka tidak bisa menggunakan tekhnik teleportasi atau kabur dari sana.


Mengetahui itu mareka menjadi sangat panik sehingga mereka di sana hanya bisa memohon ampun pada Qin San.


Qin San terus menyiksa satu persatu dari mereka hingga kelimanya hanya pasrah saat di pukuli Qin San karena mereka sama sekali tidak bisa mengerakan tubuh mereka.


Setelah puas menyiksa mereka Qin San melihat kelimanya yang terlihat hanya terdiam dan meratapi kesialan mereka karena telah menyinggung orang yang salah


Saat melihat para mata mata itu Qin San tiba tiba mendapatkan sebuah ide.


"Hahaha mereka sungguh baik mengirim mata mata padaku, dengan begini aku bisa menyamar sebagai mereka dan masuk ke dalam kerajaan dengan aman." Ucap Qin San.


Qin San membiarkan mereka terlebih dahulu agar mereka pulih sendiri, setelah sekitar setengah hari akhirnya mereka sudah pulih dan mereka bangkit dari tidur mereka sambil mengawasi tentang keberadaan Qin San.


Setelah di kira aman mereka mencoba untuk melarikan diri, tapi mereka tidak menyadari bahwa Qin San berada tepat di belakang mereka.


Saat salah satu dari mereka akan kabur Qin San menepuk bahu mereka, membuat mereka menoleh kebelakang.


"En tuan." Ucap mereka dengan badan mereka yang tiba tiba mengginggil karena ketakutan.


"Apakah kalian ingin aku ampuni." Ucap Qin San seketika membuat kelima mata mata itu mengangguk tapi mereka masih ragu.


"Jika kalian ingin aku ampuni maka pejamkan mata kalian." Perintah Qin San membuat mereka langsung menurutinya walaupun mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Qin San pada mereka.


Setelah kelima mata mata itu memejamkan matanya Qin San langsung menyentuh dahi mereka satu persatu.


"Dengan begini kalian semua sekarang adalah budaku, maka dari itu jangan mencoba melawanku atau kalian akan langsung mati." Ucap Qin San setelah memberi segel budak di kepala mereka.


Mendengar itu mereka hanya bisa mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah, aku bertanya kepada kalian sebenarnta antek mana yang menyuruh kalian untuk memata mataiku." Tanya Qin San mengintrogasi.


"Tuan kami di suruh oleh Jin Bu Yang untuk memata matai pergerakan tuan." Ucap Mereka tanpa menyembunyikan rahasia mereka.


"Jin Bu Yang ya, Bukankah dia adalah leluhur dari ketua sekte dewa pedang." Tanya Qin San.


"Benar tuan, tapi yang memberitahukan tentang tuan adalah ketua sekte itu sendiri tuan, lalu ia memerintahkanku untuk untuk memata matai tuan." Ucap mereka mengatakan kebenaranya.


"Baiklag karena kalian sekarang adalah budaku maka ikuti rencanaku." Ucap Qin San kemudian menejalaskan tentang rencananya.


"Untukmu kau pergilah ke kotaku dan jadilah pelindung di sana, nanti kau bisa bertanya kepada Wen Zia tentang apa yang harus kau lakukan." Tunjuk Qin San kepada salah seorang mata mata yang sekarang telah menjadi budaknya.


"Baik Tuan." Ucap salah seorang yang di tunjuka oleh Qin San.


"Untuk kalian berempat, dengarkan baik baik rencanaku ini."Ucap Qin San.


Setelah mendengar rencana dari Qin San, Mereka hanya mengangguk, kemudian Qin San berubah menjadi salah satu mata mata yang Qin San suruh untuk kembali kekotanya.


"Kalian tuntun jalan, aku akan mengikuti kalian dari belakang." Ucap Qin San pada para budaknya..


Merekapun melesat terbang menuju kerajaan kekosongan, dengan kecepatan penuh.


Sekitar 15 menit berlalu, Qin San dan keempat budaknya akhirnya sampai di kerajaan kekosongan yang letaknya berada di pusat kota.


Saat melihat kerajaan kekosongan, Qin San sedikit kagum karena kerajaan ini sekarang menjadi lebih besar dari sebelumnya, banyak gedung gedung tinggi yang sudah terbangun dengan megah dan mewah, terlihat juga pertahanan di sana menjadi lebih maju dari sebelumnya.


Awalnya Qin San sedikit kagum, tetapi saat merasakan aura yang ia kenal ia menjadi murka, tapi ia mencoba untuk menahanya.


.........

__ADS_1


BERSAMBUNGG


__ADS_2