
Setelah kepergian Qin Zu,keluarga Qin San terasa sepi karena tak ada orang yang selalu membuat mereka tertawa karena tingkah lucu Qin Zu.
Mereka membayangkan kenangan dengan Qin Zu,Di sana yang sangat sedih adalah Ling Fang yi karena ia sudah menganggap Qin Zu sebagai anaknya sendiri yang telah merawatnya dari ketika Qin Zu di bawa oleh Qin San kemari.
Ling fang yi di sana terlihat sedang berada di sebuah kursi panjang di kediamanya,sendirian tanpa orang yang menemaninya karena ia memang sedang tak ingin di ganggu.
ia membayangkan dirinya bermain dengan Qin Zu dan juga membayangkan tingkah lucu Qin Zu yang membuatnya seketika tersenyum sendiri.
Qin San dari jauh melihat itu ia hanya bisa menghelakan nafasnya.
"Haahhh jika aku tahu akan begini aku tadi akan memaksa Zu'er untuk tinggal di sini lebih lama."Desah Qin San melihat keadaan ibunya yang sedang sedih.
Qin San menghampiri ibunya yang bertujuan untuk menghiburnya.
"Ibu...." panggil Qin San.
Ling fang yi mendengar ada yang memanggilnya ia menoleh dan melihat Qin San di sana.
Ling fang yi menghapus air matanya lalu ia tersenyum pada Qin San.
"Nak ada apa kamu mencari ibu."Tanya Ling Fang yi.
"Ibu...aku tadi kesini karena melihat ibu bersedih."Jawab Qin San.
"Eh siapa yang bersedih ibu hanya kemasukan debu di mata ibu."Elak Ling Fang yi agar anaknya itu tidak bersedih tetapi Qin San tahu bahwa ibunya ini sedang berpura pura.
"Ibu,aku tahu ibu lebih dari siapapun,jadi ibu jangan berbohong padaku."Ucap Qin San.
"Siapa yang berbohong,sudahlah nak ibu akan pergi ke aula utama untuk membantu membuat dekorasi pernikahanmu."Ucap Ling Fang Yi mengganti topik pembicaraan lalu ia pergi menuju aula utama.
"Ibu memang selalu seperti ini,selalu menyembunyikan kesedihan untuk dirinya sendiri."Ucap Qin San melihat punggung ibunya yang telah pergi menuju aula utama.
Hari Itu Qin San hanya melakukan jalan jalan di istana kekaisaran sembari membantu mendekorasi tempat pernikahanya.
................
__ADS_1
Tak berasa setengah bulan telah berlalu ibu Qin San yang tadinya tenggelam dalam kesedihanya sekarang telah kembali bersemangat lagi karena ia telah merelakan kepergian Qin Zu.
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu yaitu hari pernikahan Qin San dengan keempat wanitanya.
Qin San di kamar terlihat sedang di dandani pelayan,walaupun ia sudah sangat tampan tetapi karena tradisi yang seperti ini terpaksa Qin San menurutinya,sedangkan untuk para wanita mereka terlihat sangat cantik dengan gaun pernikahan berwarna putih,Merah,biru dan juga oranye dengan motif phoenik dan bunga di setiap gaun mereka yang terlihat sangat cocok dan indah.
Keempat wanita itu sudah tidak sabar untuk segera menikah,Ibu Qin San yang berada di pihak wanita ia menggelengkan kepalanya karena melihat calon menantunya yang sudah tidak sabar untuk menyelesaikan pernikahan ini dan segera resmi menjadi Istri Qin San.
"Para putri putriku semua mari kita pergi ke aula utama."Ucap Ling Fang yi pada mereka berempat.
Mendengar itu mereka mengangguk pelan lalu mengikuti Ling Fang Yi dari belakang.
Di aula utama mereka di sambut oleh banyak sekali orang yang berdatangan dari para tetua sekte besar serta beberapa kaisar dan permaisuri yang merupakan ayah dan ibu mereka.
Ketika mereka berempat datang dengan di pimpin Ling Fang Yi banyak dari pria dan wanita yang mengagumi kecantikan dari keempatnya,Mereka berbisik bisik membicarakan mereka berempat.
Di kamar Qin San pun sama,Di sana ayahnya yang mendampingi dia bersama dengan kakeknya.
"Nak nanti malam kau harus hati hati dengan mereka berempat,aku takut kau tak akan bisa menghadapi keempatnya."Bisik Qin Yang memperingatkan Qin San.
Kakek Qin yang berada di sana ia bingung dengan tingkah anak dan cucunya yang tertawa lepas di depanya.
"He kenapa kalian tertawa,apakah kalian berdua mengejeku karena aku tak memiliki pasangan sendiri."Ucap Kakek Qin yang merasa terhina.
"Kakek kami tidak membicarakan kakek,kami hanya tertawa karena aku senang akan segera menikah."Ucap Qin San membalikan fakta yang sebenarnya.
"Oh jadi begitu,maafkan kakek karena telah mencurigai kalian."Ucap Kakek Qin.
"Kakek tak perlu seperti itu karena kami tahu bahwa kakek sangat merindukan nenek yang telah menghilang selama 10 tahun lalu."Kata Qin San menepuk Punggung kakeknya yang terlihat sedih.
"Ayah,kakek mari kita menuju ke aula utama."Ajak Qin San pada keduanya.
"Baiklah mari kita pergi ke sana."Qin San lalu pergi dari kamarnya dengan di ikuti oleh Ayah dan kakeknya.
Pada saat Qin San membuka pintu aula utama,Qin San melihat suasana yang sangat ramai di sana,sebelum mereka semua melihat ke arah Qin San dengan terdiam terutama untuk para wanita mereka terbengong lama ketika melihat wajah tampan yang di miliki Qin San.
__ADS_1
"Ini,bukankah pangeran Qin San ini terlalu tampan."Kata gadis muda di kursi tamu.
"Iya andai aku tahu dia sangat tampan,aku akan berkunjung kesini setiap hari agar bisa mengambil hatinya."Ucap Seorang teman yang duduk di samping gadis kecil itu.
"Aku sungguh iri dengan mereka berempat yang dapat mengambil hati pangeran Qin San.".........
Qin San yang merasa di pandangi oleh mereka ia menjadi tidak nyaman lalu akhirnya ia menyuruh ayahnya untuk mempercepat proses pernikahan mereka."
"Baiklah karena mempelai pria dan wanita telah berada di sini,mari kita jalankan pernikahan ini."Ucap seorang pembawa acara pernikahan/penghulu.
Akhirnya acara pernikahan ini di laksanakan dengan pertama tama adalah saling mengucapkan janji pernikahan dan di akhiri dengan acara memasang cincin di antara mempelai wanita dan pria.
Setelah semua acara telah diselesaikan dan disahkan akhirnya mereka berlima telah sah menjadi suami istri.
Selesai acara pernikahan itu mereka berbincang bincang dengan orang tua mereka masing masing kecuali Xue Ya yang tak tau siapa ibu dan ayahnya yang sebenarnya,jadi ia menemani Qin San yang sedang berbincang bincang dengan keluarganya.
Malam itu akhirnya Pernikahan mereka berlima telah berakhir.
Mereka berlima terlihat sekarang berada di depan kamar yang memang telah di siapkan untuk malam pertama mereka.
Qin San lalu membuka pintu kamar dengan keempat wanitanya yang gugup di belakangnya dan juga senang karena hal yang mereka impikan telah benar benar terjadi.
Di dalam kamar itu telihat banyak lilin yang menghiasi kamar itu dengan ranjang dan dekorasi yang swrba merah bernuansa Cinta.
......................
Maaf ya kak ceritanya aku singkat karena author ingin cepat cepat pergi kedunia yang lebih tinggi.
Izin promo novel kak.
(Manusia terkuat di seluruh semesta)
(PENJELAJAH semesta)
Bersambung........
__ADS_1