Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Chapter 68


__ADS_3

Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan istana kekaisaran ye.


Melihat penjaga gerbang Qin San lalu mengeluarkan token yang di berikan oleh kaisar ye padanya dan kemudian mereka turun dari kereta kuda itu dan masuk kedalam istana.


Qin san dan 3 lainya lalu masuk ke dalam istana itu yang di antar oleh penjaga gerbang istana kekaisaran ye ketaman tempat ye xin ru berada.


Di taman itu terlihat Ye Xin Ru sedang melukis sesuatu dengan wajah seriusnya,Qin San yang melihat wajah serius kekasihnya ia memiliki pikiran jahil untuk mengaggetinya.


Qin San berjalan ke arah Ye Xin Ru dengan hati hati agar tak menimbulkan suara apapun sedangkan Long Tian,Hou Chun Dan nenek Hou yang melihat Qin San berjalan dengan hati hati mereka semua bingung apa yang akan di lakukan oleh Qin san.


Qin San terus mendekati Kekasihnya itu yang terlihat sedang melukis tetapi saat ia berniat ingin menjahilinya ia melihat bahwa ye xin ru sedang melukis dirinya dan ye xin ru yang membuat Qin San tak jadi untuk menjahilinya dan malah langsung memeluknya dari belakang.


Ye Xin Ru yang di peluk dari belakang Ia menjadi terkejut tetapi ia juga tahu siapa yang memeluknya itu.


"Sayang."ucap Ye Xin Ru memanggil Qin San yang sedang memeluknya.


"Iya,Aku tak menyangka kalau gambaranmu sangat bagus."ucap Qin San yang memuji gambaran dirinya dengan Ye Xin Ru.


Mendengar pujian dari Qin San Ye Xin Ru memerah karena malu sekaligus senang secara bersamaan.


Melihat Ye Xin Ru yang memerah yang terlihat sangat imut Qin San lalu mencubit pipinya.


"Au..sayang kenapa kamu selalu mencubit pipiku."ucap Ye Xin ru memegangi pipi cantiknya.


"Salah siapa pipimu terlihat sangat imut."ucap Qin San pada ye Xin Ru.


Mendengar Qin San memujinya imut Ye Xin Ru malah semakin malu dan menepuk dada Qin San karena kesal.


"Sayang kamu menyebalkan."ucap Ye Xin Ru yang memukul dada Qin San.


Qin San yang melihat Ye Xin Ru yang sedang kesal padanya Qin San hanya diam lalu memeluknya kembali.


Long Tian dan nenek Hou yang melihat Qin San dan ye xin ru mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya dan juga nenek Hou menutupi mata Hou Chun karena adegan romantis seperti ini belum boleh di lihat oleh Hou CHun yang masih kecil.


Ye Xin Ru yang tiba tiba melihat tiga orang di belakang yang memperhatikan dirinya dengan Qin San ia menjadi malu dan melepaskan pelukanya dari Qin San tetapi Qin San malah meneluknya dengan erat.

__ADS_1


"Sayang kita akhiri ini dulu dan persilahkan tamu kita dulu."ucap Ye Xin Ru yang mengingatkan Qin San bahwa ia tadi membawa orang kesini.


"Oh ya Ru'er maaf aku lupa."ucap Qin San menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Oh ya jadi siapa orang bertopeng ini."ucap Ye Xin Ru yang melihat pria bertopeng seperti Qin San.


"Dia adalah temanku namanya Long Tian."ucap Qin San menjawabnya karena ia tahu sifat dari Long Tian yang akan berkata pada urusan yang penting saja dan ia tak akan menjawab pada orang yang tak ia kenal jadi Qin San yang menjawabnya.


"Em sayang kenapa ia menutupi wajahnya apakah ia juga tampan sepertimu."bisik Ye Xin Ru pada Qin San.


"Ya bisa di bilang begitu."ucap Qin San mengiyakannya.


"Apakah kamu ingin melihanya."ucap Qin San.


"Em boleh kalau dia kau."ucap Ye Xin Ru.


"Long Tian cepat buka topengmu."ucap Qin San menyuruh Long Tian untuk membuka topengnya.


"Baik."ucap Long Tian dengan cepat lalu membuka topengnya.


Setelah melihat itu ye xin tu hanya diam karena ia tak peduli walaupun wajahnya sangat tampan dan kembali menatap dua oramg lainya yang ia kenal.


"Nenek dan adik Hou Chun mari aku ajak kalian berkeliling istana dulu."ucap Ye Xin Ru oada hou chun Dan Nenek Hou.


"Baiklah tuan putri."ucap nenek Hou Membungkukan badanya.


"Eh tidak perlu seperti itu nenek Hou dan panggil saja aky Xin Ru atau juga Ru'er."ucao Ye Xin Ru.


"Baiklah Ru'er."ucao nenek Hou Memanggil Ye Xin Ru dengan sebutan Ru'er.


Mereka bertiga kemudian berjalan bersama dengan Ye Xin Ru yang ada di depan mengajak mereka berdua berkeliling yang membuat nenek Hou Dan Hou Chun takjub dengan keindahan Istana ini.


DI tempat Qin San.


Setelah melihat kekasihnya membawa Hou Chun Dan nenek Hou jalan jalan di istana kekaisaran Qin San hanya diam.

__ADS_1


"Tuan musuh naga takdir itu telah mengetahui keberaadanmu."ucap Long Tian yang lalu membuat panik Qin San.


"Di mana dia."ucap Qin San yamg lalu was was terhadap Sekitarnya.


"Tuan tak perlu panik walaupun ia mengetahui tuan pasti ia tak akan langsung menyerang tuan ia mungkin akan menunggu tuan agar menjadi lebih kuat karena dengan sifatnya ia tak akan menyerang orang yang lebih lemah dari dia."ucap Long tian pada Qin San yang panik.


"Tapi bagaimana ia bisa mengetahui keberadaanku."ucap Qin san bertanya.


"Karena aku menebaknya dari kondisi dunia ini yang memiliki hukum primodial di tahap half sain saja,padahal ketika aku kemari di sini memiliki hukum primodial sampai ranah abadi langit dan untuk mengubah hukum primodial ini harus menjadikan orang itu sebagai penguasa dunia ini dan kemungkinan yang menyebabkan hukum primodial berkurang karena ia yang menjadi penguasa di dunia ini tetapi aku juga tak tahu kenapa ia malah mengurangi basis kutivasi di sini dan tidak menghancurkan dunia ini untuk menemukan tubuh naga takdir padahal ia bisa saja menghancurkan dunia ini dengan mudah."ucap Long tian pada Qin San.


"Kalau memang begitu aku akan segera meningkatkan kekuatanku dulu dan aku juga berencana akan membuat sebuah sekte di kekaisaranku yang akan kufokuskan untuk membunuh para iblis."ucap Qin San.


Beberapa saat setelah mereka berbuncang bincang terlihat Pria setengah baya yang cukup tampan yang merupakan ayah dari ye Xin Ru.


Ayah mertua Qin San yang melihat calon menantunya itu berbincang bincang dengan seseorang ia lalu menghampiri mereka berdua.


"He san'er siapa dia."ucap Kaisar Ye bertanya pada Qin San melihat pria yang cukup tampan yang sedang berbincang dengan Qin San.


"Eh ayah mertua dia adalah temanku."ucap Qin San.


"Oh jadi dia temanmu."ucap Kaisar ye yang melihat teman Qin San yang dari tadi hanya diam bahkan tak menyapanya sama sekali.


"San'er ada apa dengan temanmu ini kenapa sikapnya sangat dingin."ucap kaisar ye berbisik pada Qin San.


"Tidak apa apa Ayah mertua sikap dia memang seperti ini."ucap Qin San membalasnya juga dengan berbisik.


"He karena kalian sudah datang kemari bagaimana kalau kita makan bersama di kota."ajak Kaisar ye pada mereka.


"Em itu boleh juga kalau begitu tunggu apalagi ayah mertua ayo kita berangkat."ucap Qin San.


Lalu mereka bertiga berangkat tanpa mengajak ye xin ru dan lainya menggunakan baju biasa dan seperti biasa mereka bertiga menggunakan penutup wajah yang hanya memperlihatkan mulut dan mata mereka.


Agar tak menjadi ribut bila mereka bertiga makan dengan wajah tanpa topeng.


.................

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2