Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
PERSIAPAN PARA DEWA


__ADS_3

"Beraninya kau anak bajingan, terima seranganku ini." Ucap Yang Zi dengan kesal.


"Tinju naga." Ucap Yang Zi yang seketika sebuah naga muncul dari tinjunya yang terbentuk dari Qi miliknya.


Jurus tinju naga itu melesat ke arah Qin San dengan cepat.


Melihat itu Qin San tersenyum kecil, lalu ia merobek ruang di depanya dan seketika naga itu terlahap oleh robekan ruang tersebut.


Karena tempat mereka yang sudah jauh letaknya dari pemukiman warga Qin San berhenti.


"Baiklah pak tua sudah saatnya sekarang giliranku untuk menyerang." Ucap Qin San berbalik melihat Yang Zao dan Yang Zi yang juga ikut berhenti.


"Cih bajingan kecil, aku akan membunuhmu." Yang Zao melesat ke arah Qin San dengan kedua tinjunya yang siap untuk memukul Qin San.


"Pak Tua kau ingin bertanding tinju denganku, maka baiklah aku akan menurutimu." Qin San juga menyerang dengan kekuatanya yang ia batasi di ranah jendral dewa.


"Tinju Yin Yang." Ucap Qin San yang seketika sebuah tanda Yin Yang muncul.


"Bommm...." Suara ledakan.


Kedua tinju itu saling bertabrakan dan menyebabkan kondisi sekitar menjadi kacau.


Terlihat Qin San sedang berdiri di udara dengan tenang sedangkan Yang Zao mundur kebelakang dengan tubuhnya yang terluka yang di bopong oleh Yang Zi.


"Pak Tua Zao kau tak apa." Tanya Yang Zi.


"Kau tak perlu mengkhawatirkanku, lebih baik fokus menghadapi bajingan kecil itu." Ucap Yang Zao sambil memegangi dadanya yang kesakitam terkena dampak dari pukulan Qin San.


"Pak Tua Zao serahkan padaku bajingan kecil itu." Ucap Yang Zi mengeluarkan pedang dari kekosongan.


"Kali ini aku akan menghabisimu anak kecil, pedang Naga iblis." Ucap Yang Zi.


"Tekhnik pedang penghancur surgawi." Ucap Yang Zi.


Menebas secara vertikal ke arah Qin San.


Di sisi lain Qin San hanya menatap serangan it dengan datar kemudian ia mulai mengangkat tanganya.


"Tekhnik pedang kekosongan gerakan pertama, pedang penebas kehampaan." Ucap Qin San.


Kedua tebasan itu saling mengarah satu sama lain dan... Bommm...

__ADS_1


Kedua siluet pedang itu meledak, dampak dari ledakan ini menghancurkan hutan yang mereka tempati.


Wush...


Wushh...


Bom...


Bomm...


Bola bola api jatuh dari langit mengarah padaa ketiga orang itu.


Melihat itu ketiganya menghindar sehingga bola api itu menghancurkan hutan hutan itu.


Bara api yang membakar hutan itu membuat situasi semakin memanas ditambah dengan bola bola api yang terus berjatuhnya ke arah mereka membuat mereka sedikit terganggu.


" Cih Bola bola api ini sangat mengganggu, aku akan menebas mereka." Ucap Yang Zi menebas bola bola api itu hingga bola bola api itu hancur di langit.


"Bajingan kecil kali ini aku akan mengampunimu, Karena menurutku lebih penting menghancurkan bencana ini terlebih dahulu dari pada kita bertarung dan saling membunuh, lebih baik kita saling membantu terlebih dahulu untuk menghalau ini lalu setelah bencana ini selesai maka aku akan kembali membunuhmu." Ucal Yang Zao.


Mendengar ini Qin San bingung.


"Pak Tua aku kira kau tidak bisa berpikir secara logis tengan situasi saat ini." Ucap Qin San.


"Hoe.. kau jangan meremehkan kami, walaupun kami adalah orang yang kejam tapi kami juga tahu situasi." Ucap Yang Zao sambil membelai jenggotnya.


"Terserahkau pak tua, aku tidak ingin berdebat dengan kalian." Ucap Qin San berbalik pergi meninggalkan kedua pria tua itu.


"Pak Tua Yang Zao sejak kapan kau menjadi orang yang paham dengan situasi seperti ini." Tanya Yang Zi Bingung.


"Huh... aku sebenarnya menyerah bukan karena situasi ini, melainkan karena lainya." Ucap Yang Zao.


"Situasi lainya..!! Maksudmu..??." Tanya Yang Zi.


"Apakah kau tadi tidak merasakan fluktasi Qi dari kekuatan pemuda tadi." Ucap Yang Zao membuat Yang Zi Bingung.


"Fluktasi apa yang kau maksud pak tua Zao." Tanya Yang Zi.


"Kau dari dulu memang bodoh, bagaimana fluktasi sejelas itu kau tidak mengetahuinya, tentu saja fluktasi Qi yang berada di ranah Raja Dewa puncak." Ucap Yang Zao menjelaskan.


"Apa ranah raja dewa puncak..!!, Pak Tua Zao kau tidak sedang bercanda kan." tanya Yang Zi.

__ADS_1


"Kenapa aku bercanda pada hal seserius ini, jika aku bercanda aku tidak akan melepaskan bocah bajingan itu." Ucap Yang Zao.


"Jika ia berada di ranah raja dewa puncak berarti kekuatanya sama dengan ratu dari kerajaan api putih." Ucap Yang Zi.


"Tidak, menurutku dia lebih kuat dari itu, aku yakin walaupun dia berada di ranah dewa puncak ia bisa menghadapi orang yang berada di ranah kaisa dewa." Ucap Yang Zao.


"Jika yang kau katakan itu benar maka sementara ini kita jangan memprovokasinya." Ucap Yang zi.


Di sisi lain Qin San hanya tersenyum, ia memang sengaja mengeluarkan fluktasi kekuatan yang berada pada ranah raja dewa agar mereka menyerah karena menurutnya tidak ada gunanganya membunuh dua orang itu, karena dua pria tua itu masih bermanfaat untuk melindungi alam ini dari serangan para dewa yang akan terjadi sebentar lagi.


Jika masalah ini sudah selesai ia mungkin akan menghabisi mereka, tapi juga tergantung dengan kinerja mereka pada saat itu dan ia mau tunduk padanya atau tidak di masa depan.


Hari ini karena tidak ada yang bisa ia lakukan, Qin San memutuskan untuk segera meningkatkan kekuatanya agar ia segera menembus ke ranah kaisar dewa.


Qin San terbang ke penginapanya kembali, di sana ia mengeluarkan pil kultivasi untuk meningkatkan ranahnya.


...........


Di alam para dewa.


"2 hari lagi kalian aku utus untuk pergi ke alam neraka, untuk menyiksa orang orang di sana." Ucap kaisar dewa kepada sekitar sepuluh ribu pasukan dewa.


" Baik Kaisar." ucap mereka serempak.


"Kaisar tenang saja, besok kami pastikan orang orang pembelot itu akan tersiksa hingga mereka mengetahui bahwa menjadi penentang takdir itu hanya sebuah mimpi belaka yang tidak akan pernah bisa mereka capai." ucap seorang jendral dari pasukan para dewa.


"Hm.. tapi kali ini kau harus hati hati, karena denggan adanya pemuda yang di ketahui sebagai cucu dari pemimpin ras god choice itu, pasti ini akan sedikit merepotkan bagi kalian." ucap Kaisa Dewa.


"Baik kaisar dewa, saya akan berhati hati." Ucap Jendral Dewa yang bernama Ju Shen Gu.


"Kalau begitu kalian segera persiapkan diri kalian." Perintah dari kaisar dewa.


"Baik Yang mulia kaisa dewa." Ucap Mereka secara serempak.


Di alam neraka.


"Jia Bei.. cepat hubungi semua orang, ada keperluan mendesak, ratu dari kerajaan api putih mengundang semua orang kuat di seluruh alam ini untuk melakukan pertemuan besar, dan pertemuan itu akan di adakan nanti malam, kita harus segera bergegas dan aku akan membuat array teleportasi agar mempercepat untuk pergi ke kerajaan api putih." Ucap Jia Lan yang baru saja menerima informasi dari sebuah batu komunikasi.


.......


BERSAMBUNGG.....

__ADS_1


__ADS_2