Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Rencana Zhang Baojin


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Mendengar keberadaan Zhang Fu di Kota Zhang, membuat banyak orang segera mencari keberadaannya, termasuk dua putra ketua kedua dan putra ketua ketiga Klan Zhang, yang sejak dulu tidak menyukai keberadaan Zhang Fu.


Menjadi aib Klan karena statusnya sebagai tuan muda terlemah, bahkan jauh lebih lemah dari tuan muda Klan pelayan, membuat banyak orang dalam Klan Zhang tidak menyukai keberadaan Zhang Fu, termasuk ayahnya sendiri yang begitu tega membuangnya ke alam bawah.


Akan tetapi, hanya satu orang di Klan Zhang yang benar-benar memiliki niat membunuh Zhang Fu. Zhang Qiu, putra angkat Zhang Baojin, dia sangat menginginkan kematian Zhang Fu, karena rasa takut apa yang sudah dimilikinya, kembali diambil alih oleh Zhang Fu.


Zhang Qiu sebenarnya tidak pernah menyangka kalau Zhang Fu dapat kembali ke alam menengah hanya dalam beberapa tahun. Mencapai ranah Dewa Rendah di alam bawah, menurut perhitungannya, seharusnya butuh waktu ratusan tahun untuk Zhang Fu mencapai ranah itu, dan setidaknya dia akan kembali ke alam menengah saat dirinya telah menjadi kepala Klan Zhang menggantikan posisi Zhang Baojin.


“Kau memang berhasil mencapai ranah Dewa Rendah dan kembali ke alam menengah, tapi kau hanya akan menemui kematian karena kembali ke alam ini sebelum aku menjadi kepala Klan Zhang!” Zhang Qiu menghubungi organisasi pembunuh bayaran Lotus Hitam, meminta mereka mengirim pembunuh terbaiknya untuk membunuh Zhang Fu, tentu dia akan membayar mahal kalau mereka berhasil membunuh Zhang Fu.


Semntara itu, Zhang Fu yang sedang menikmati keindahan Kota Zhang bersama Zhang Yu dan Fang Yin, tiba-tiba mereka dihadang tiga orang yang wajahnya tidak asing bagi Zhang Fu.


“Aku pikir siapa, ternyata cuma tiga anak manja ketua kedua dan ketua ketiga. Apa kalian bisa menyingkir dari jalan yang ingin kami lewati secara baik-baik?” Zhang Fu sangat mengenal mereka, karena dulunya, hampir setiap hari ketiganya selalu datang untuk mengganggu dirinya.


Zhang Li, Zhang Le dan Zhang Tao merasa ada yang aneh dengan Zhang Fu yang tidak lagi ketakutan saat melihat mereka. Ketiganya menatap Zhang Fu dari atas ke bawah, mencoba mengukur kekuatan orang yang biasanya lari ketakutan begitu melihat mereka.


Kerutan nampak di kening mereka saat tak bisa mengukur kekuatan Zhang Fu. Dengan kekuatan ranah Dewa Bumi, seharusnya mereka dapat mengukur kekuatan Zhang Fu yang mungkin hanya di ranah Dewa Rendah, tapi yang mereka lihat hanyalah jurang tanpa dasar saat mencoba mengukur kekuatan Zhang Fu.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu di alam bawah, tapi sepertinya kamu menemukan barang berharga di tempat itu.” Zhang Li melirik Zhang Fu, mencari apapun yang mencolok dari penampilannya.


“Serahkan apapun yang kamu dapatkan di alam bawah, kalau masih ingin menikmati hidup dengan tenang!” imbuhnya.


Zhang Fu tersenyum sinis mendengarnya, lalu hanya dalam satu kedipan mata dia sudah berdiri tepat di hadapan Zhang Li, membuat pria itu terkejut, “Jangan berharap kalian bisa bertindak semena-mena, seperti yang dulu sering kalian lakukan padaku!”


Swush...

__ADS_1


Boom...


Tiba-tiba saja tubuh Zhang Li terpental mundur dan menghantam dinding kokoh sebuah bangunan, hanya dengan pukulan kekuatan fisik Zhang Fu, yang tepat menghantam dadanya.


Zhang Le dan Zhang Tao yang menyadari kalau Zhang Fu bukanlah sosok lemah yang bisa sembarangan mereka tindas, keduanya segera menyerang Zhang Fu dengan kekuatan penuh yang mereka miliki, tapi tak satupun serangan mereka yang mengenai Zhang Fu.


Tubuh keduanya sedikit bergetar menyadari semua serangan mereka tak ada satupun yang melukai tubuh Zhang Fu. Jangankan melukai, terkena saja tidak, “Bagaimana bisa dia menghindari semua serangan yang kita lakukan?”


Sementara itu, Zhang Fu tersenyum sinis melihat dua orang yang nampak belum percaya kalau serangan mereka tak ada yang mengenai tubuhnya. “Hanya di tanah Dewa Bumi kalian sudah begitu sombong!”


Wush...


Zhang Fu tiba-tiba muncul di depan Zhang Le dan Zhang Tao.


“Akan aku tunjukkan seberapa jauh perbedaan kekuatan diantara aku dan kalian!” Zhang Fu dengan cepat memukul wajah keduanya secara bergantian.


Tubuh keduanya melayang tinggi, lalu jatuh menghujam menghantam ke tanah, dengan wajah wajah babak belur yang membuat keduanya memiliki penampilan jauh berbeda dari sebelumnya.


“Apa itu benar-benar Tuan Muda Zhang Fu yang dikatakan lemah? Kalau yang seperti itu dikatakan lemah, lalu apa kata yang tepat untuk mereka bertiga?”


“Kekuatan Tuan Muda Zhang Fu tidak selemah yang dirumorkan, dan kenapa juga Tuan Zhang Baojin selalu mengatakan kalau putranya adalah sosok yang tidak berguna?”


Semua orang yang melihat perkelahian Zhang Fu dengan dua putra ketua kedua, dan putra ketua ketiga. Orang-orang mulai membicarakan kekuatan Zhang Fu yang mampu mengalahkan tiga lawannya yang masing-masing sudah berada di ranah Dewa Bumi.


“Apa ini kekuatan yang kalian banggakan? Sangat lemah! Aku saja belum menggunakan setengah kekuatanku, tapi keadaan kalian sudah sangat menyedihkan. Mungkin, saat ini kalian sudah bertemu dengan Dewa Kematian, kalau aku menginginkannya!” ungkapnya, mengejek.


“Saudaraku, bukannya kamu terlalu menahan diri? Kenapa kamu tidak mematahkan tangan atau kaki mereka? Menurutku, membuat mereka cacat masih belum cukup untuk membalas apa yang sudah mereka lakukan padamu di masa lalu!” kata Zhang Yu, muncul di sebelah Zhang Fu.


Tubuh Zhang Li, Zhang Le dan Zhang Tao dibanjiri keringat dingin begitu mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu. Kalau Zhang Fu benar-benar membuat ketiganya cacar, merekalah yang setelah ini akan mendapat julukan sampah Klan.

__ADS_1


Mereka lebih baik mati daripada mendapatkan julukan yang selama ini diberikan pada Zhang Fu.


Sementara itu, di atap salah satu bangunan tak jauh dari tempat perkelahian Zhang Fu dan tiga lawannya, dua pria bertopeng terus memperhatikan Zhang Fu, “Ranah Jenderal Dewa, dan lagi berada di tingkat puncak! Dengan kekuatan kita, sangat mustahil untuk membunuhnya,” ungkap pria bertopeng yang terus menatap Zhang Fu.


Pria bertopeng lainnya yang menatap Zhang Yu, tiba-tiba saja tubuhnya bergetar saat orang yang di tatap, melirik ke arahnya, “Kita tidak akan berhasil membunuhnya, apalagi kalau pemuda berpakaian putih selalu di dekatnya!”


Dengan gerakan cepat, pria itu membawa rekannya pergi menjauh, saat dia merasakan aura mengerikan keluar dari tubuh pemuda di sosok yang menjadi target mereka.


“Kita harus melaporkan semua pada pemimpin, terutama keberadaan pemuda yang aku rasa kekuatannya sudah melampaui ranah Raja Dewa!”


“Apa yang kamu katakan? Melampaui ranah Raja Dewa? Bukannya itu telah melampaui kekuatan yang dimiliki pemimpin! Organisasi lotus hitam bisa musnah kalah kita benar-benar melawan orang seperti itu,” ujar pria bertopeng yang terus melesat menjauhi Kota Zhang mengikuti langkah rekannya.


“Bukan hanya organisasi lotus hitam yang musnah, tapi kita semua saat itu juga akan dikirim ke alam kematian!”


°°°


Di dalam kediaman kepala Klan Zhang, Zhang Baojin membaca beberapa laporan tentang kemajuan Klan Zhang yang dia pimpin, tapi tiba-tiba saja dia menghentikan pekerjaannya sangat mengingat Zhang Fu yang sudah kembali ke alam menengah.


“Anak itu, bagaimana aku bisa menyingkirkan aib nyata dalam hidupku? Lemah dan tidak berguna, kenapa bisa istriku melahirkan sampah sepertinya?” gumamnya geram.


Menikahi wanita dari Klan di alam atas, membuat dirinya yakin dapat melahirkan penerus yang sangat luar biasa, apalagi setelah istrinya itu berhasil melahirkan seorang putra.


Akan tetapi semua harapannya sirna saat anaknya tak memiliki bakat selayaknya ibunya yang sudah kembali ke alam atas, dan lagi bukannya tumbuh menjadi sosok yang luar biasa, anaknya justru tumbuh menjadi sampah yang menjadi aib bagi Klan.


Tiba-tiba saja sebuah rencana melintas dalam pikirannya, “Mempertemukan mereka dalam pertempuran hidup dan mati, aku yakin Zhang Qiu dapat membunuh anak tidak berguna, dan membuat para tetua yakin dia adalah satu-satunya sosok yang layak menggantikan posisiku sebagai kepala Klan.”


Zhang Baojin menunjukkan senyum di wajahnya, “Dengan begitu, aku tidak perlu lagi mendengar namanya yang selalu membuatku malu!”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2