
Zhang Yu, Qing Yue, dan Zhang Fu berkeliling kota mencari tempat penginapan terbaik yang berada di pusat kota.
Hingga akhirnya mereka menemukan satu penginapan yang masih terbuka, disaat banyak penginapan di pusat kota yang sudah tutup karena pemiliknya pergi ke tempat pengungsian.
Saat mereka masuk ke dalam penginapan, seorang wanita menyambut kedatangan mereka dengan begitu ramah. Selain satu wanita yang bertugas menyambut tamu, nampak beberapa wanita lainnya sedang berjaga di beberapa sudut penginapan.
Zhang Yu segera saja menyewa dua kamar terbaik yang akan dia tempati untuk dua hari ke depan. Dengan sedikit ketidakpercayaan tentang masih adanya pengunjung saat kota dalam bahaya, wanita yang menyambut Zhang Yu dan yang lainnya, dia mengantarkan ketiganya ke kamar yang sudah mereka sewa.
Kebetulan hanya mereka bertiga pelanggan yang menyewa kamar. Jadi, selain kamar yang mereka sewa, kamar lainnya dalam keadaan kosong. Sempat tadi Zhang Yu mendengar bisikan para wanita yang mengatakan kelompoknya adalah sekumpulan orang bodoh karena mendatangi kota, yang tak lama lagi akan hancur.
Namun, Zhang Yu tidan peduli dengan perkataan mereka. Baginya, kota ini adalah tempat yang tepat untuk menunggu hari dimana dia dapat memanen poin sistem, serta poin pengalaman yang berguna untuk menaikkan kekuatannya. Selain itu, dengan banyaknya monster yang datang saat terjadinya gelombang serangan monster, itu juga sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan prajurit bayangan miliknya.
Baru juga Zhang Yu dan Qing Yue masuk ke dalam kamar, tiba-tiba terdengar suara ledakan besar dari arah gerbang kota, yang belum lama ini mereka lewati, “Suara ledakan yang lumayan keras, apa para monster sudah datang?” ujarnya menoleh melihat Qing Yue.
Qing Yue menggelengkan kepalanya, lalu membalas, “Aku tidak merasakan aura asing di sekitaran kota, mungkin suara barusan berasal dari para kultivator yang sedang mengadu kekuatan mereka!”
Mendengar itu, Zhang Yu menggunakan mata dewanya untuk memastikan apa sebenarnya yang sedang terjadi, “Pertarungan antara sesama kultivator di saat situasi seperti ini! Apa mereka tidak punya hari lain untuk melakukannya?”
Qing Yue tidak punya jawaban untuk pertanyaan Zhang Yu karena dia sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan terjadinya pertarungan para kultivator di gerbang kota, yang dia tahu pertarungan mereka telah memancing kedatangan ribuan sosok dengan aura mirip aura kegelapan ras iblis.
Zhang Yu tersenyum lebar melihat ribuan sosok yang bergerak mendekati kita, “Mereka hanya hidangan pembuka, tapi dengan senang hati aku akan menghabiskan makanan pembuka yang sudah tersaji di atas meja.”
Senyum tipis terlihat di wajah Qing Yue melihat semangat yang ditunjukkan suaminya, “Kalau begitu, aku juga akan menghabiskan hidangan pembuka yang tersaji untukku!” katanya.
Mendengar perkataan Qing Yue, Zhang tersenyum, lalu dia segera menggandeng tangan Qing Yu berjalan keluar dari kamar, dan ternyata Zhang Fu sudah menanti mereka di luar kamar.
Dua ratus prajurit bayangan segera keluar dari bayangan Zhang Yu setelah mendapat perintah membunuh monster yang berada di sekitaran kota. Dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat 3, setidaknya mereka mampu bertarung satu lawan satu dengan monster yang kekuatannya dua tingkat di atas kekuatan mereka.
__ADS_1
Zhang Yu, Qing Yue, dan Zhang Fu sendiri segera keluar melalui jendela di dekat mereka, tak lama setelah kepergian prajurit bayangan.
Ketiganya melesat dengan kecepatan tinggi menuju gerbang kota, dimana dua kilometer sebelum gerbang kota, ribuan monster di ranan Dewa Bumi dan Dewa Langit terus bergerak mendekat ke arah gerbang.
Ketika ketiganya sampai di gerbang kota yang sedang di landa kekacauan akibat pertempuran sesama kultivator, dari kejauhan Zhang Yu dan yang lainnya melihat kawanan monster terus bergerak mendekati kota, dengan aura kematian yang keluar dari tubuh mereka.
Bahkan aura kematian itu dapat di rasakan walau jarak mereka masih satu kilometer dari gerbang kota, dan seketika kekacauan di gerbang kota terhenti saat mereka semua merasakan aura kematian yang dikeluarkan ribuan monster di waktu bersamaan.
Salah satu dari mereka berkata, “Pertarungan kita sepertinya membuat mereka datang lebih awal. Sial! Setelah pertarungan barusan kekuatanku sudah melemah, menghadapi monster dalam kondisi seperti ini hanya akan membuatku mati konyol.”
Orang-orang yang berada di sekitarnya mengangguk, setuju dengan apa yang baru dikatakan olehnya, “Hanya karena masalah sepele, kita sampai bertarung menggunakan segenap kekuatan, bahkan sampai melupakan masalah utama yang akan kita hadapi, dan sekarang kita hanya bisa menanggung akibatnya!” ungkap orang yang lain.
Wajah ribuan orang nampak putus asa, seolah mereka dapat melihat kematian di depan mata.
Saat ribuan monster terlihat wujudnya, semua orang hanya bisa bersiap melakukan pertempuran yang mustahil dapat mereka menangkan.
Sambil mengedarkan mata dewanya melihat pertempuran dua ratus prajurit bayangan, Zhang Yu berkata pada Qing Yue dan Zhang Fu, “Masing-masing dari kita akan menghadapi salah satu dari mereka! Zhang Fu, jangan memaksakan diri kalau kamu tidak mampu mengalahkannya!”
Setelah melihat kekasihnya tersenyum dan Zhang Fu yang menganggukkan kepalanya, Zhang Yu menghilang dari tempatnya, dan tiba-tiba dia sudah berdiri di hadapan monster yang seketika terkejut dengan keberadaannya.
Monster ranah Dewa Sejati yang mendapati sosok manusia di depan matanya segera mengarahkan serangan kearahnya, dengan mengerahkan setengah kekuatan miliknya. Akan tetapi serangannya hanya mengenai angin karena manusia di hadapannya tiba-tiba menghilang.
“Dasar pengecut, keluar dan hadapi aku secara jantan!” teriaknya.
Mendengar itu, Zhang Yu kembali menunjukkan wujudnya, tapi kali ini dia muncul dengan pedang tanpa nama yang tergenggam erat di tangan kanannya, “Aku tidak akan lagi bermain-main dengan musuh!” gumamnya.
Zhang Yu melesat maju ke arah musuhnya, mengedarkan aura kekuatan puncaknya, dan langsung saja dia menggunakan pedang di tangannya untuk memotong-motong tubuh monster yang menjadi musuhnya.
__ADS_1
Zhang Yu mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah setelah memastikan kematian musuhnya. Di waktu yang bersamaan Qing Yue juga telah melenyapkan musuhnya.
Sedangkan Zhang Yu, dia membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mengalahkan musuhnya.
Orang-orang yang berjaga di gerbang kota terkejut dan bertanya-tanya, siapa kiranya tiga sosok orang yang berhasil membunuh tiga monster dengan aura kematian, yang bahkan mampu melenyapkan mereka dengan ujung kukunya.
“Sangat kuat, apa ada yang tahu siapa mereka?”
Salah satu orang yang baru berhasil membunuh monster dengan bantuan prajurit berzirah merah, menjawab pertanyaan yang dia dengar, “Aku rasa mereka masih ada hubungan dengan prajurit berzirah merah yang tiba-tiba datang membantu kita.”
Semua orang yang mendengar setuju dengan jawabannya.
Orang-orang yang semula sudah berputus asa, kembali bersemangat setelah datangnya bantuan prajurit berzirah merah, dan tiga sosok yang berhasil mengalahkan tiga monster dengan kekuatan jauh di atas kekuatan mereka.
Dengan bantuan prajurit berzirah merah, dan tiga orang yang dengan mudahnya membunuh monster di dekatnya. Dalam waktu singkat, jumlah monster berkurang dengan cepat, dan hanya menyisakan ratusan dari mereka.
[DING]
[Jumlah poin pengalaman telah terpenuhi, Tuan telah menerobos ranah Jenderal Dewa tingkat 6]
Zhang Yu tersenyum mendengarnya, “Baru hidangan pembuka tapi aku sudah naik tingkat. Aku penasaran, seberapa tinggi peningkatanku setelah membunuh seluruh monster!” ungkapnya.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1