Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Penyesalan Para Penguasa


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Alam Api...


“Kak, sekarang aku justru menjadi budaknya, bahkan tubuhku akan terasa sakit hanya dengan memikirkan sesuatu yang buruk menimpanya,” kata Huo Sheng De.


Mendengar apa yang dikatakan adiknya setelah kembali dari Alam Es, Huo Hong De hanya bisa menghela nafas panjang, sembari mengutuk kebodohannya yang menyebabkan adiknya sekarang begitu menderita.


Pada awalnya permasalahan itu hanya terjadi diantara dirinya dan penguasa Alam Semesta, tapi karena ketidakmampuannya dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, dia justru menyeret adiknya kedalam permasalahannya.


Sebenarnya dia adalah tunangan dari Qing Yue, tapi karena melihat wajah tunangannya yang dipenuhi jerawat, dia segera mengakhiri pertunangannya, dan justru mengambil wanita lain dari Alam lainnya. Sampai akhirnya dia kembali bertemu dengan Qing Yue setelah wanita itu menjadi Permaisuri Alam Nirwana Agung, dan memiliki kecantikan yang jauh lebih cantik dibandingkan seluruh wanitanya.


Terpesona dengan kecantikan Qing Yue setelah menjadi Permaisuri Alam Nirwana Agung, dia terus berusaha merebut wanita itu dari sisi penguasa Alam Nirwana Agung. Bahkan dia sengaja mempengaruhi penguasa Alam lain untuk berkhianat, saat terjadi kekacauan yang disebabkan Dewa Iblis dan pasukannya.


Rencananya memang berhasil. Penguasa Alam Nirwana Agung mengorbankan dirinya dalam peperangan besar, dan dia merasa saat itu memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali Qing Yue.


Namun, takdir berkata lain. Wanita yang begitu dia inginkan justru pergi melewati roda reinkarnasi, menyusul pria yang dicintainya.


Sampai akhirnya dia tahu wanita itu telah hidup kembali, tapi lagi dan lagi dia gagal mendapatkannya karena wanita itu sudah kembali menjadi milik pria yang sama.


“Dibutakan oleh kecantikan aku telah menjadi sosok pecundang yang bahkan membuatmu jatuh dalam lubang penderitaan,” kata Huo Hong De.


“Kakak tidak perlu mengatakan itu padaku! Apa yang aku lakukan selama ini tulus membantu kakak untuk mendapatkan apa yang kakak inginkan, dan aku sama sekali tidak merasakan yang namanya penderitaan!” balas Huo Sheng De tegas.


“Sebaiknya kita hentikan permusuhan dengannya. Aku sadar, dari awal semua adalah kesalahanku!” kata Huo Hong De yang saat ini hanya bisa berbaring tak berdaya di atas tempat tidur.


“Kalau itu yang menjadi keinginan kakak, aku hanya bisa menurutinya,” kata Huo Sheng De yang tanpa sepengetahuan kakaknya, dia tersenyum senang karena pada akhirnya kakaknya sadar akan kesalahannya.


“Bantu dia menghadapi kekuatan Dewa Iblis yang tak lama lagi akan terlepas dari segel yang mengekang kekuatannya! Atas izinku, kamu bebas menggunakan kekuatan yang dimiliki Alam Elemen,” kata Huo Hong De.


Huo Sheng De mengangguk, “Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang sudah kakak berikan padaku!...”


°°°


Alam Es...


Bing Mao yang tertinggal sendiri di aula Alam Es, dia mulai menyesali satu persatu rencana licik yang sudah dia lakukan untuk mendapatkan wanita yang tak seharusnya di harap menjadi miliknya.

__ADS_1


Dari pintu aula terdapat sosok wanita cantik yang terus menatap Bing Mao, wanita itu menatap dengan sorot mata lembut penuh kasih sayang.


Perlahan wanita itu melangkahkan kaki berjalan mendekati Bing Mao, yang belum juga menyadari keberadaannya.


Memandang Bing Mao yang masih tertunduk dengan raut wajahnya penuh dengan penyesalan, tanpa bisa ditahan air mata wanita itu jatuh membasahi wajahnya.


Dengan gerakan lembut dia merentangkan tangan, dan segera meraih tubuh Bing Mao lalu memeluk erat tubuh pria yang tentunya lebih besar dari tubuhnya.


“Yang Mulia, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu terlihat begitu menyesal?” tanya wanita yang tidak lain adalah Selir Agung Alam Es.


“Aku telah melakukan kesalahan besar,” kata Bing Mao lirih.


“Kesalahan? Kesalahan apa yang sudah Yang Mulia lakukan?” kata Selir Agung Alam Es kembali mengajukan pertanyaan.


Bing Mau mengangkat wajahnya, kemudian menatap wajah Selir Agung Alam Es yang merupakan sosok wanita tercantik di Alam Es.


“Aku ingin merebut wanita milik seseorang yang tak seharusnya aku singgung, dan kini aku menerima akibatnya,” kata Bing Mao.


“Yang Mulia, semua perbuatan buruk pasti mendapat balasan, dan saat ini Yang Mulia sedang menerima balasan dari apa yang sudah Yang Mulia perbuat!” balas Selir Agung.


“Apa perlu aku datang untuk meminta maaf?” tanya Bing Mao meminta saran Selir Agung.


“Jangan terburu-buru pergi meminta maaf, sebelum Yang Mulia benar-benar sadar akan kesalahan yang sudah Yang Mulia lakukan. Lebih baik sekarang Yang Mulia merenungkan, seluruh kesalahan yang pernah Yang Mulia lakukan,” balas Selir Agung.


“Yang Mulia tidak perlu mengingat apa saja kesalahan yang pernah dilakukan. Yang Mulia cukup berusaha untuk tidak lagi melakukan sebuah kesalahan,” kaga Selir Agung dengan suara lembut.


Bing Mao menganggukkan kepalanya, mengerti maksud dari perkataan Selir Agung, dan mulai sekarang dia bertekad untuk tidak lagi melakukan kesalahan meski dia tidak yakin dapat melakukan itu.


“Aku akan berusaha untuk tidak lagi melakukan kesalahan, dan aku berharap kamu selalu berada di sisiku untuk senantiasa mengingatkanku seandainya aku telah melakukan kesalahan!” kata Bing Mao.


Selir Agung menyunggingkan senyuman di bibir setelah mendengarkan perkataan Bing Mao, lalu dia berkata, “Sebagai seorang Selir, sudah tugas hamba mengingatkan saat Yang Mulia melakukan kesalahan...”


“Mulai sekarang kamu bukan lagi Selir Agung. Aku Bing Mao secara resmi menaikkan kedudukanmu menjadi Permaisuri Alam Es, dan kamu memiliki kedudukan yang sama denganku di Alam ini,” kata Bing Mao penuh keyakinan.


“Tidak ada bantahan, dan mulai hari ini kita akan bersama-sama memimpin Alam Es, dan memperbaiki apa yang salah dengan Alam ini,” lanjut Bing Mao.


“Hamba mengerti, dan hamba pasti membantu Yang Mulia membawa kejayaan untuk Alam Es,” kata Selir Agung Alam Es yang mulai saat ini kedudukannya meningkat menjadi sosok Permaisuri Alam Es.


°°°

__ADS_1


Alam Air...


BOOM...


BOOM...


Ledakan terdengar dari segel yang menyegel Dewa Iblis dan seluruh pasukannya.


“Yang Mulia, semakin hari segel semakin melemah, dan kemungkinan besar segel itu akan hancur kurang dari 10 tahun,” kata salah satu petinggi Alam Air pada Lan Guang yang belum lama ini kembali ke Alam Air setelah terlibat dalam kekacauan di Alam Es.


“Bagaimana dengan proses mengungsikan penduduk Alam Air ke Alam Angin dan Alam Es? Apa semua berjalan seperti seharusnya?” tanya Lan Guang yang sangat mengkhawatirkan keselamatan penduduk Alam Air.


“Yang Mulia, lebih dari setengah penduduk Alam Air sudah diungsikan. Kemungkinan besar, satu bulan lagi seluruh penduduk Alam Air berhasil diungsikan,” balas petinggi Alam Air.


“Setelah mereka semua pergi, aku akan menghancurkan Alam Air beserta Dewa Iblis dan seluruh pasukannya yang masih tersegel,” kata Lan Guang.


“Yang Mulia, hamba mohon untuk jangan dulu melakukan itu!” cegah petinggi Alam Air.


“Apa menurutmu ada cara lain untuk mencegah kebangkitan Dewa Iblis dan seluruh pasukannya selain menghancurkan Alam ini?” tanya Lan Guang sembari menoleh menatap petinggi Alam Air yang berada di sebelahnya.


“Yang Mulia, kita masih punya waktu. Bagaimana kalau kita merundingkan semua dengan penguasa Alam lainnya? Siapa tahu mereka punya solusi lain selain menghancurkan Alam Air,” ungkap petinggi Alam Air.


“Apa lagi yang perlu aku runding kan dengan mereka, sementara mereka tak lagi menaruh kepercayaan padaku?” kata Lan Guang.


Mendengar apa yang dikatakan Lan Guang, petinggi Alam Air yang sudah tahu seluruh kejadian di Alam Es, dia hanya bisa menghela nafas dan sesungguhnya dia merasa kecewa dengan Lan Guang yang masih saja memperjuangkan apa yang tak mungkin dia dapatkan.


“Yang Mulia, bagaimana kalau kita mengatakan kebenaran yang terjadi pada Alam Air kepada reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung? Mungkin dengan dia tahu kebenaran yang terjadi di Alam Air, dia dapat membantu mencari jalan keluar untuk permasalahan Alam Air, dan lagi bukannya permasalahan ini bersumber darinya?” kata petinggi Alam Air.


Senyuman terlihat di wajah Lan Guang mendengar perkataan petinggi Alam Air, “Kalau diturut ke belakang, akulah sumber masalah utamanya. Kalau aku tidak mempengaruhi penguasa, Alam lain untuk berkhianat, dia tidak mungkin menyegel Dewa Iblis dan pasukannya di Alam ini...”


“Tanpa penghianat yang aku mulai, mungkin saat ini tak ada lagi sosok Dewa Iblis,” imbuh Lan Guang yang mulai menyesali semua perbuatannya, baik yang terjadi di masa lalu, maupun yang baru saja terjadi.


“Kalau semua kesalahan bermula dari Yang Mulia, kenapa kita tidak meminta maaf dengan tulus dan mengakui semua kesalahan? Aku yakin dia bukanlah sosok yang pendendam,” ungkap petinggi Alam Air.


“Apa kamu yakin dia mau memaafkan kita?” tanya Lan Guang.


Petinggi Alam Air hanya menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu sekarang juga kita pergi menemuinya, aku yakin dia saat ini masih di Alam Kegelapan!...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2