Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Musnahnya Penghuni Istana Kekaisaran Bai


__ADS_3

Menjelang malam, Xin Qian dan yang lainnya telah sampai di perbatasan wilayah Kekaisaran Bai, yang berbatasan langsung dengan salah satu Kerajaan.


Bergerak dengan kecepatan tinggi tidak ada yang menyadari pergerakan yang dilakukan Xin Qian dan yang lainnya, prajurit Kekaisaran Bai yang menjaga perbatasan bahkan menganggap pergerakan Xin Qian sebagai angin yang bertiup menerpa ke arah mereka. Tidak ada yang sadar kalau apa yang mereka anggap sebagai angin adalah sekumpulan orang yang akan menjadi mimpi buruk untuk Kekaisaran Bai.


Hanya dengan kekuatan di ranah Kaisar, tentu saja mereka tidak dapat melihat pergerakan cepat yang dilakukan kultivator ranah Dewa Menengah. Jenderal yang memimpin mereka seharusnya mampu melihat pergerakan Xin Qian, tapi saat ini dia sedang sibuk dengan para wanita dan mengabaikan tugasnya.


Sementara itu, Xin Qian dan yang lainnya akhirnya sampai di atas langit Kekaisaran Bai, menyembunyikan keberadaan mereka di balik awan.


Xin Qian dengan wajah dinginnya menatap istana Kekaisaran Bai yang terlihat baik-baik saja walau Kaisar mereka dalam keadaan kritis, tidak terlihat adanya duka atau kesedihan di wajah penghuni istana Kekaisaran.


Xin Qian, Xin Yang dan Xin Wang melayang turun ke bawah, menginjakkan kaki mereka di halaman istana dan dengan lantang ketiganya meneriakkan kata-kata yang intinya menjelekkan Kekaisaran Bai.


Penghuni istana yang bersiap melewati kehangatan malam bersama pasangan mereka, tentu terkejut dengan suara nyaring yang berasal dari halaman depan istana Kekaisaran.


Dengan raut wajah jelek, mereka meninggalkan kediamannya, melesat menuju halaman istana untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi di tempat itu.


“Siapa kalian? Beraninya kalian menjelekkan nama besar Kekaisaran kami!” teriak Bai Guo, yang datang bersama Bai Kun, dua jenderal yang saat ini memegang kekuasaan tertinggi Kekaisaran Bai.


Keduanya melihat tiga pria yang masih saja meneriakkan kata-kata buruk tentang Kekaisaran Bai, sekalipun mereka telah menunjukkan keberadaannya.


Bai Guo, Bai Kun dan semua penghuni istana yang terus berdatangan tentu saja marah mendengar ada yang menjelekkan Kekaisaran mereka, “Prajurit, tangkap mereka dan seret ke hadapanku untuk menerima hukuman mati saat ini juga!” perintah Bai Guo.


Mendengar perintah Bai Guo, ratusan prajurit segera mengepung tiga pria yang tidak lain adalah Xin Qian dan dua saudaranya, “Prajurit lemah seperti kalian, memang pantas menjadi bagian dari Kekaisaran sampah!” kata Xin Qian memanasi prajurit Kekaisaran Bai.


Ratusan prajurit menggertakkan giginya marah mendengar perkataan Xin Qian, “Sebelum jenderal Bai Guo memberi hukuman mati pada kalian, kami terlebih dahulu akan membuat kalian babak belur, dan sekarat!” teriak salah satu prajurit.


Namun, saat dia dan prajurit yang lainnya ingin menyerang, ratusan pedang berjatuhan dari langit, menghujam ke tubuh mereka, dan dalam dua tarikan nafas ratusan prajurit Kekaisaran Bai telah bertemu dengan Dewa Kematian.

__ADS_1


Kedua jenderal dan seluruh penghuni istana yang telah berkumpul di halaman depan melebarkan kedua mata merak, tak percaya saat melihat ratusan prajurit mati begitu saja saat ingin menyerang tiga pria pembuat onar.


“Ka... Kalian, apa yang sudah kalian lakukan pada prajurit Kekaisaran? Berani membunuh prajurit Kekaisaran, kalian harus mati!”


Bai Guo dan Bai Kun melesat maju menyerang Xin Qian dan yang lainnya.


Bukannya melukai musuh mereka, kedua jenderal justru jatuh tersungkur saat dua pedang jatuh dari langit dan mendarat tepat di paha mereka.


Mulut Xin Qian dan yang lainnya terbuka lebar, dan tawa mulai terdengar saat melihat Bai Guo dan Bai Kun jatuh tersungkur mengerang merasakan kesakitan.


Di waktu yang bersamaan, seluruh penghuni istana Kekaisaran Bai dengan perasaan takut memberanikan diri menengadahkan kepala mereka, dan melihat apa sebenarnya yang berada di atas mereka.


Mulut mereka ternganga saat melihat ribuan prajurit berzirah emas dengan gagahnya melayang di atas istana Kekaisaran Bai.


“Kami di sini untuk membalas perbuatan Kaisar dan Putra Mahkota Kekaisaran Bai, yang sudah mengacau di wilayah Benua Selatan, dan membuat marah Tuan kami!” teriak Xin Qian yang tidak lagi mengeluarkan kata-kata umpatan menghina Kekaisaran Bai.


Mereka berdua tidak pernah mengira kalau ada serangan dari kekuatan kultivator Benua Selatan, padahal selama ini, semua orang tahu kalau wilayah selatan adalah wilayah terlemah yang ada di alam bawah.


Xin Qian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, aura yang mendominasi meluap keluar dari tubuhnya saat pedang besar tergenggam erat di tangannya.


“Saudara Qian, bagaimana kalau kita langsung meratakan istana ini? Membuang banyak waktu dengan bermain-main dengan mereka, hanya akan membuat Tuan bosan menunggu kabar kehancuran istana Kekaisaran Bai!” ujar Xin Wang yang ingin secepatnya menghancurkan istana Kekaisaran Bai.


“Pimpin tentara Dewa untuk membunuh seluruh penghuni istana Kekaisaran Bai, jangan sisakan satu orang pun dari mereka, kecuali orang-orang yang saat ini berada di tempat ini!” kata Xin Qian tenang, dan dia bersiap menyelesaikan tugas tuannya dengan melenyapkan semua orang yang berkumpul di halaman istana.


Xin Wang dan Xin Yang tersenyum senang mendengarnya, dengan semangat keduanya membalas, “Tidak akan ada hari esok untuk penghuni istana Kekaisaran Bai!”


Keduanya melesat ke segala arah, dan pergerakan mereka diriku sepuluh ribu tentara Dewa yang melayang turun membunuh siapa saja orang yang berada di dalam wilayah istana Kekaisaran Bai.

__ADS_1


Xin Qian yang tertinggal sendirian di halaman istana, dia mengarahkan pandangannya ke arah Bai Guo dan Bai Kun, “Malam ini, kalian berdua akan menjadi yang pertama mati di tanganku!”


Xin Qing mengangkat pedangnya, dan melesat kearah mereka dengan kecepatan yang bahkan tidak terlihat bayangannya, ayunan cepat pedang di tangannya dalam waktu singkat merubah dua orang itu menjadi potongan tubuh berlumuran darah, yang akan sulit dikenali sekalipun ada yang berusaha menyatukan potongan tubuh mereka. Akan tetapi potongan tubuh mereka seketika berubah menjadi abu, saat Xin Qian membakar potongan itu menggunakan kekuatan elemen apinya.


Dua orang jenderal ranah Nirwana, saat ini telah berubah menjadi abu yang hilang saat tertiup angin.


Di sisi lain halaman istana Kekaisaran, orang-orang gemetar ketakutan setelah melihat apa yang dilakukan Xin Qian pada dua jenderal Kekaisaran, bukan hanya kejam, tapi itu sangat mengerikan.


Xin Qian mengalihkan perhatiannya, menoleh ke sudut lain halaman istana, tepatnya kearah orang-orang yang gemetar ketakutan sampai tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


“Kalian adalah penghuni istana ini, dan semua kejahatan kalian sudah dibeberkan oleh Kaisar Bai Kuang. Jadi, sudah sewajarnya aku memberi perlakuan yang sama pada kalian, seperti yang baru aku lakukan pada dua orang barusan!”


Xin Qian mengangkat pedangnya dan melesat kearah mereka. Satu ayunan pedangnya sanggup melenyapkan nyawa lima orang diwaktu bersamaan, dan setelah tiga kali ayunan, hanya tersisa empat orang yang masih dapat menghirup nafas.


“Bagaimana kalau kalian saling membunuh satu sama lain?”


Empat orang yang tersisa saling pandang saat mendengar pertanyaan Xin Qian, bukannya menjawab, ketiganya justru bersujud meminta pengampunan.


Xin Qian tentu tidak memberi pengampunan untuk mereka karena tugasnya sangat jelas, yaitu memusnahkan seluruh penghuni istana Kekaisaran Bai, tanpa terkecuali. Sekali pun itu anak-anak, kalau dia berada di istana Kekaisaran Bai, artinya Xin Qian wajib membunuh anak itu.


Walau empat orang itu sudah bersujud dan berkali-kali membenturkan kening mereka ke ke tanah, Xin Qian tidak menganggap apa yang mereka lakukan, dan cukup satu tebasan pedangnya empat orang itu dia kirim menuju alam kematian.


“Kalian harus menanggung semua perbuatan buruk, yang sudah kalian lakukan semasa hidup tenang di alam ini,” gumam Xin Qian lalu membakar seluruh mayat di halaman istana, sambil menunggu yang lainnya menyelesaikan tugas mereka.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2