
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Kedamaian kembali di rasakan Alam Bunga, bersama dengan kemenangan kubu Istana Hua dalam peperangan besar dengan kubu Sekte Lotus Darah, yang saat ini tinggal nama. Bukan hanya kedamaian, tapi kebebasan juga kembali dapat di rasakan para wanita di Alam Bunga, setelah selama lebih dari satu juta tahun hidup di bawah kendali kekuatan besar, yang didominasi para pria.
Cahaya matahari pagi membangunkan semua orang dari tidur mereka, tapi itu tidak berlaku pada Zhang Yu dan ketujuh istrinya yang masih terlelap dalam tidur mereka, setelah rutinitas malam yang memakan begitu banyak tenaga, tapi sepadan dengan hasil yang mereka dapatkan.
Pelayan yang sudah berkumpul di luar kamar, mereka hanya berdiam diri menunggu. Tak satupun dari mereka memiliki niatan membangunkan junjungan mereka. Maklum saja, semalam Zhang Yu lupa memasang array pelindung, membuat para pelayan tahu apa yang terjadi sepanjang malam di dalam kediaman junjungan mereka.
Tak sedikit dari para pelayan yang harus menahan gejolak aneh di dalam tubuh mereka, saat mendengar suara yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dalam benak mereka.
Setelah beberapa saat menunggu di luar kamar, para pelayan melihat pintu kamar terbuka, dan satu persatu junjungan mereka keluar dari kamar dengan hanya memakai pakaian berbahan kain tipis. Para pelayan adalah wanita pilihan Lin Yifei sendiri, tanpa adanya pria diantara mereka, Lin Yifei dan yang lainnya bebas berkeliaran di dalam kediaman, meski hanya memakai pakaian yang tidak mampu menutupi keindahan tubuh mereka.
Qing Yue yang melihat wajah malu-malu para pelayan, dia tak sanggup lagi menahan tawanya, lalu begitu tawanya reda di berkata, “Lain kali gunakan sesuatu untuk menutup telinga kalian, saat mendengar suara yang tak seharusnya kalian dengarkan!...”
Wanita lainnya yang baru sadar dengan apa yang baru dikatakan Qing Yue, mereka rasanya ingin mencubit pipi sang suami, yang semalam kelupaan memasang array untuk mencegah orang luar mendengar apa yang sedang mereka lakukan, “Suami kita semalam memang ceroboh...” ungkap Long Hua.
Senyum terlihat di wajah wanita lainnya setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ling Hua. Mereka sadar, suami mereka bukanlah sosok sempurna, jadi wajar kalau dia masih bisa membuat sebuah kesalahan.
Setelah percakapan singkat di depan kamar, para pelayan membantu junjungan mereka membersihkan diri di kolam pemandian. Di waktu yang sama, dengan air yang telah disiapkan langsung oleh istrinya, Zhang Yu membersihkan dirinya di kamar mandi kecil, yang menyatu dengan kamarnya.
__ADS_1
Baru juga selesai membersihkan diri, Zhang Yu merasakan adanya kekuatan besar mendekati Alam Bunga, “Selama Alam Bunga masih tertutup, usahanya tidak akan membuahkan hasil!...” gumamnya.
“Obsesi besarnya ingin mengambil Qing Yue dari sisiku, telah merubahnya dari sosok yang cerdas, menjadi sosok yang begitu bodoh.” Zhang Yu mengingat masa lalunya bersama penguasa Alam Elementary, yang mana penguasa Alam Elemen adalah teman seperguruan yang bersama dengannya menimba ilmu dari penguasa Alam Surgawi.
“Kalau saja aku punya cara membantu dia menghapus keberadaan iblis hati dalam jiwanya, mungkin dia dapat menjadi seperti dulu lagi. Akan tetapi, iblis hati telah menguasai jiwanya dan tak lagi ada cara untuk menghapus keberadaannya, selain membunuh inang tempat tumbuhnya iblis hati.”
Hanya dengan membunuh Penguasa Alam Elemen, berulah dia dapat memusnahkan keberadaan iblis hati dalam jiwanya. Iblis hati sendiri adalah sekumpulan kekuatan negatif, yang mucul saat seorang kultivator mencoba menerobos ranah Dewa Nirwana Suci, satu tingkat di atas ranah Dewa Nirwana. Di saat seorang kultivator gagal melawan iblis hati di dalam jiwa mereka, dia akan gagal menerobos ranah Dewa Nirwana Suci, meski tetap memiliki sebagian besar kekuatan ranah Dewa Nirwana Suci.
Penguasa Alam Elemen sendiri gagal mengalahkan iblis hati karena besarnya rasa iri dia pada sosok Zhang Yu di masa lalu, yang selalu berada dua langkah di depannya dalam semua hal.
“Suami, apa kamu masih memikirkan sahabat lamamu? Dia bukan lagi orang yang sama setelah iblis hati menguasai jiwanya. Bisa dikatakan, dia adalah sosok utama di balik kekacauan yang terjadi di masa lalu, yang membuatmu sampai harus mengorbankan segalanya untuk mencegah kehancuran Alam Semesta.” Suara lembut Shu Cing terdengar, di tengah lamunan Zhang Yu.
Zhang Yu yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. Dia sadar perubahan sahabat lamanya itu, dan jika harus kembali terlibat pertempuran dengannya di masa depan dia tak akan lagi segan untuk membunuhnya.
Wanita yang lainnya datang sesaat setelah Zhang Yu menyelesaikan apa yang sedang dia katakan. Mereka datang sambil membawa nampan berisi makanan, yang sengaja mereka siapkan tak lama setelah selesai membersihkan diri.
Setelah semua makanan sudah tertata di atas meja makan kediaman Zhang Yu yang berada di kawasan Istana Hua, semua orang segera duduk di tempat mereka masing-masing, dan memulai makan siang dengan penuh ketenangan.
Baru juga satu suap makanan masuk ke dalam mulut mereka, cahaya kuning keemasan terpancar dari menara langit, yang berada di kawasan pusat Istana Hua. Cahaya itu memyebar ke segala arah, yang semakin menambah indah keindahan Alam Bunga. Munculnya cahaya dari menara langit, bisa diartikan kalau Alam Bunga telah menerima lahirnya penguasa baru Alam Bunga.
Bersamaan dengan munculnya cahaya dari menara langit, muncul mahkota bunga di atas kepala Lin Yifei, yang memastikan kalau dia telah di tunjuk Alam Bunga sebagai penguasa baru Alam Bunga.
__ADS_1
Selain munculnya mahkota bunga di atas kepalanya, kekuatan Lin Yifei juga mengalami peningkatan. Dari yang semula hanya berada di tingkat 1 ranah Dewa Nirwana, kekuatannya terus meningkat dan baru berhenti saat kekuatannya mencapai tingkat puncak ranah Dewa Nirwana.
“Selamat atas terpilihnya kamu sebagai penguasa baru Alam Bunga,” kata Zhang Yu sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
Lin Yifei hanya tersenyum mendengar kata-kata itu keluar dari suaminya yang seorang penguasa Alam Nirwana Agung, dan saudarinya yang kelak akan menjadi Permaisuri Alam Nirwana Agung, “Aku hanyalah penguasa di Alam terlemah diantara Alam yang berada di Alam Dewa, tak sebanding dengan suami yang ditakdirkan menjadi penguasa Alam Tertinggi, Alam Nirwana Agung,” kata Lin Yifei yang merasa tidak pantas mendapatkan ucapan selamat dari Zhang Yu.
Zhang Yu menggeleng pelan lalu berkata, “Selama ada aku di sisimu, Alam Bunga tidak akan menjadi Alam Terlemah. Dalam sepuluh tahun ke depan, aku pastikan Alam Bunga akan bersiri setara dengan Alam Surgawi!...”
Setelah apa yang terjadi sejak awal pertemuannya dengan Zhang Yu, sulit bagi Lin Yifei untuk tidak percaya dengan perkataannya. Meski dia tidak tahu cara yang akan digunakan Zhang Yu untuk meningkatkan kekuatan Alam Dewa, dia yakin suaminya itu dapat melakukannya.
Di saat pesta kecil berlangsung di kediaman Zhang Yu untuk menyambut kehadiran kembali penguasa Alam Bunga, di luar garis pembatas Alam Bunga, satu juta prajurit Alam Elemen yang dipimpin langsung oleh tangan kanan Penguasa Alam Elemen, mereka masih mencoba pembatas yang menutup Alam Bunga.
Banyak cara yang sudah mereka gunakan untuk menghancurkan pembatas Alam Bunga. Bukannya melemah, pembatas itu justru semakin kuat,
“Kita hanya melakukan sesuatu yang sia-sia. Tanpa izin dari penguasa Alam Bunga, kita tidak mungkin dapat menghancurkan garis pembatas yang membatasi Alam Bungan dengan Alam lainnya. Apalagi saat ini Alam Bunga tidak memiliki seorang penguasa, benar-benar usaha yang sia-sia...”
Baru juga salah satu prajurit Alam Elemen menyelesaikan perkataannya, sebuah gelombang kekuatan, mendorong mereka yang berasal dari Alam Elemen, menjauhi Alam Bunga.
“Apa yang baru saja terjadi?” tanya prajurit Alam Elemen melihat munculnya puluhan lapisan array pelindung, yang mengelilingi Alam Bunga.
Pemimpin prajurit, sekaligus tangan kanan penguasa Alam Elemen tersentak, saat tahu jenis array pelindung, yang mengelilingi Alam Bunga, “Array Penguasa? Alam Bunga telah memiliki penguasa baru, aku harus cepat mengabarkan ini pada Yang Mulia!...”
__ADS_1
°°°
Bersambung...