
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Meski saat ini kekuatan Tuanku belum pulih sepenuhnya, dia tetaplah pemilik takdir besar penguasa Alam Semesta,” kata Zhang Lao.
“Bagaimana bisa aku percaya dengan apa yang kamu katakan, sedangkan aku tidak melihat bukti kebenaran dari semua itu?” tanya Lien Shui yang belum mempercayai perkataan Zhang Lao.
Mendengar Lien Shui yang menginginkan bukti untuk membuktikan kebenaran dari apa yang dia katakan, Zhang Lao menoleh menatap Zhang Yu.
Mengetahui maksud Zhang Lao menatapnya, Zhang Yu berkata, “Dengan cara apa aku bisa membuktikan semua itu pada Permaisuri Alam Binatang?”
“Dari apa yang pernah aku dengar, penguasa Alam Semesta memiliki simbol Naga dan Phoenix di keningnya. Kalau kamu memang pemilik takdir besar penerus kekuasaan penguasa Alam Semesta, tunjukkan wujud simbol itu padaku!” kata Lien Shui.
“Maksudmu simbol ini!...” Simbol Naga dan Phoenix muncul di kening Zhang Yu bersama dengan perubahan warna rambutnya, dan tekanan kuat yang membuat Zhang Lao serta Lien Shui langsung jatuh tertunduk.
“Sangat kuat!” gumam Lien Shui.
Zhang Yu menghilangkan simbol di keningnya dan saat itu juga tekanan kuat yang dirasakan Zhang Yu dan Lien Shui menghilang, “Apa itu sudah cukup untuk membuktikan kebenaran padamu?” tanya Zhang Yu dengan senyuman di wajahnya.
Mendengar pertanyaan Zhang Yu, bukannya segera menjawab, Lien Shui masih saja tertunduk, tak berani mengangkat kepala melihat Zhang Yu.
“Ya-Yang Mulia, maaf sebelumnya hamba tidak percaya kalau sedang berada di hadapan Yang Mulia penguasa Alam Semesta,” kata Lien Shui.
“Aku tidak mempermasalahkan hal itu, tapi aku bisa saja marah kalau Permaisuri tidak segera bangkit!” ujar Zhang Yu.
Mendengar itu Lien Shui segera bangkit tapi dia tetap menundukkan kepalanya tidak berani menatap Zhang Yu secara langsung.
“Permaisuri, kalau aku boleh tau, siapa penguasa Alam Binatang saat ini, dan kenapa tadi kamu mengatakan kalau Zhang Lao adalah calon penguasa Alam Binatang?” tanya Zhang Yu.
“Yang Mulia, untuk sementara waktu, kedudukan penguasa Alam Bintang saat ini dipegang oleh suami hamba, yang tidak lain adalah kakak saudara Zhang Lao,” jawab Lien Shui yang hanya berani melirik Zhang Yu.
“Lalu, mana jawaban untuk pertanyaan keduaku?” kata Zhang Yu.
“Inti kehidupan Alam Binatang hanya ada satu, dan inti kehidupan Alam Binatang sudah memilih saudara Zhang Lao sebagai pemiliknya sejak dia terlahir di Alam ini...”
__ADS_1
“Meskipun seluruh petinggi Alam Binatang setuju suamiku menjadi penguasa Alam Binatang, tanpa persetujuan inti kehidupan Alam Binatang, dia hanyalah penguasa sementara yang sewaktu-waktu harus menyerahkan kekuasaannya, pada pemilik yang sebenarnya,” kata Lien Shui menjawab apa yang ditanyakan Zhang Yu padanya.
“Aku baru tahu kalau selama ini ada yang dinamakan penguasa sementara!” ungkap Zhang Yu.
“Tuan, sebenarnya aku sendiri sudah merelakan kedudukan penguasa Alam Binatang pada kakakku, tapi entah kenapa sampai sekarang inti kehidupan Alam Binatang belum mempercayainya,” kata Zhang Lao yang sejak dulu tidak ingin timbul perselisihan diantara dirinya dan kakaknya.
“Inti kehidupan suatu Alam tidak pernah memberikan kepercayaan pada mereka yang memang tidak layak untuk mendapatkan kepercayaan darinya!” balas Zhang Yu.
Selama Zhang Yu dulu menjadi penguasa Alam Semesta, dia tidak pernah menemukan adanya penguasa sementara sebuah Alam. Tanpa adanya kepercayaan dari inti kehidupan suatu Alam, biasanya Alam itu membiarkan kursi penguasa tetap kosong, sampai ada sosok yang kelak mendapat kepercayaan dari inti kehidupan, untuk menjadi penguasa di Alam itu.
Namun, setelah jutaan tahun berlalu, tatanan mulai berubah, bahkan ada Alam yang mengangkat penguasa sementara, yang tentu tidak layak diakui sebagai penguasa karena dia tidak mendapat pengakuan dari inti kehidupan di Alamnya.
“Permaisuri, apa hanya Alam Binatang yang selama ini dipimpin oleh penguasa sementara?” tanya Zhang Yu.
Lien Shui menggelengkan kepalanya, lalu menceritakan Alam mana saja yang saat ini dipimpin oleh penguasa sementara, dan jika di hitung lebih dari setengah Alam di Alam Dewa saat ini berada di bawah kendali penguasa sementara.
“Aku benar-benar tidak menyangka, ada begitu banyak Alam yang berani mengangkat penguasa tanpa persetujuan inti kehidupan Alam mereka!” ungkap Zhang Yu.
“Yang Mulia, banyak Alam di Alam Dewa yang sudah menghapuskan peraturan lama, dan menggantinya dengan peraturan baru...”
“Sampai akhirnya, timbul kesenjangan sosial dan perbudakan di mana-mana!” kata Lien Shui menceritakan semua yang dia tahu.
Zhang Yu sendiri hanya bisa menghela nafas panjang setelah mendengar keseluruhan cerita Lien Shui.
“Menghapus peraturan lalu dan menggantikannya dengan peraturan baru, mereka sepertinya mulai melupakan keberadaan seorang penguasa Alam Semesta!” ungkap Zhang Yu.
“Yang Mulia, suami hamba sebagai penguasa sementara Alam Binatang telah melakukan banyak kejahatan. Hamba mohon, sekiranya Yang Mulia sudi memberi hukuman pada suami hamba,” pinta Lien Shui.
“Kalau ingin menghukum suamimu, aku tahu siapa yang pantas memberi hukuman padanya,” kata Zhang Yu.
Zhang Yu menoleh melihat Zhang Lao yang sejak tadi hanya diam, sambil mendengarkan percakapan antara Zhang Yu dan Lien Shui.
“Zhang Lao, kamu harus mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu, dan memberi hukuman yang layak untuk dia yang telah membuat begitu banyak kesalahan di Alam ini!” kata Zhang Yu tegas.
“Tuan, aku adalah pelayan Tuan, bagaimana mungkin aku pergi meninggalkan Tuan dan menjadi penguasa Alam Binatang?” ujar Zhang Lao.
__ADS_1
“Kamu akan tetap bisa melayaniku meski sebagai penguasa Alam Binatang. Lagian, apa kamu tega membiarkan penderitaan melanda seluruh Alam Binatang, dengan terus membiarkan kakakmu menjadi penguasa yang hanya memikirkan kesenangannya sendiri?” tanya Zhang Yu.
Zhang Lao sejenak terdiam, lalu dia berkata, “Tuan, aku tidak menginginkan semua itu terjadi di Alam ini, tapi jujur saja kekuatan yang aku miliki saat ini masih belum cukup untuk menggulingkan kekuasaan kakakku!”
“Apa kamu lupa siapa yang saat ini berdiri di sisimu? Apa kamu pikir kekuatan pendukung kakakmu lebih besar dari kekuatan Alam Elemen yang telah menyerang Alam Bunga? Bukannya kamu melihat sendiri apa yang terjadi pada Alam Elemen? Setelah semua itu, apa kamu masih meragukan kekuatanku?” tanya Zhang Yu sedikit meninggikan intonasi suaranya.
Zhang Lao menggelengkan kepalanya, lalu dia segera mengambil sikap berlutut dengan posisi kepala tertunduk.
“Tuan, yang lemah ini tentu tidak berani meremehkan kekuatan Tuan Yang Agung, tapi untuk masalah di Alam Binatang, biarkan semua aku selesaikan dengan kekuatanku sendiri,” kata Zhang Lao begitu serius.
Senyuman terlihat di wajah Zhang Yu setelah dia mendengar apa yang baru saja dikatakan Zhang Lao padanya.
“Saudara Zhang Lao, kamu tidak akan berjuang seorang diri! Aku dan seluruh kekuatan yang menolak mendukung keberadaan penguasa sementara, kami semua siap memberi bantuan padamu!” ungkap Lien Shui.
“Aku lihat kalian sudah memiliki rencana. Kalau begitu, untuk permasalahan di Alam Binatang aku serahkan semua pada kalian, dan aku hanya akan berperan sebagai penonton,” kata Zhang Yu sambil menunjukkan senyuman tipis di wajahnya.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, Zhang Lao bangkit dari posisi berlutut, lalu mengarahkan pandangannya memandang Lien Shui yang mengatakan kalau dia ingin memberi bantuan padanya.
Melihat dua orang itu, Zhang Yu memutuskan duduk di kursi yang berada didekatnya, sambil menikmati buah-buahan segar yang dia beli dari toko sistem.
Di saat Zhang Yu menikmati waktu bersantai, Zhang Lao dan Lien Shui membahas rencana yang akan mereka gunakan untuk menggulingkan kedudukan penguasa sementara Alam Binatang.
Saat membahas rencana, Zhang Lao berhasil mengorek informasi hubungan Lien Shui dan kakaknya, dan akhirnya dia tahu kalau pernikahan mereka hanyalah sebuah status.
“Selama pernikahan aku dengannya, sekalipun dia tidak pernah menyentuh tubuhku, dan lebih sering aku berada di kubu yang bersebrangan dengannya,” kata Lien Shui menceritakan sedikit hubungannya dengan kakak Zhang Lao.
“Bukannya kamu dulu pernah mengatakan akan melayani penguasa Alam Binatang dan senantiasa berada di sisinya, lalu kenapa sekarang kamu justru berada di kubu yang bersebrangan dengannya?” tanya Zhang Lao penasaran.
“Aku tidak sudi melayaninya karena dia bukanlah penguasa yang sebenarnya, dan lagi sekarang aku sudah menentukan siapa yang pantas aku layani,” ujar Lien Shui menatap lembut Zhang Lao.
Zhang Yu yang mendengar semua itu, hanya menunjukkan senyuman tipis sambil bergumam lirih, “Saudara Lao masih belum berpengalaman soal wanita...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1