
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Hari-hari berlalu dengan cepat di alam atas.
Prajurit Kekaisaran Han yang satu minggu yang lalu berhasil dipukul mundur kekuatan Kekaisaran Qing, hari ini prajurit Kekaisaran Han kembali menyerang wilayah Kekaisaran Qing, dengan kekuatan dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Dipimpin langsung lima Jenderal dengan yang terkuat dari mereka berada di ranah Dewa Immortal Langit tingkat 8, sekitar satu juta prajurit Kekaisaran Han dengan mudah menguasai wilayah perbatasan Kekaisaran Qing.
Qing Jian Ren sebagai Kaisar Kekaisaran Qing tentu tidak tinggal diam, dia mengirim kekuatan utama Kekaisaran Qing untuk membantu garis pertahanan Klan Qin yang berada tidak jauh dari wilayah perbatasan, tapi dengan kekuatannya saat ini, sangat tidak mungkin baginya kembali dapat memukul mundur kekuatan Kekaisaran Han dari wilayahnya.
Sementara itu di dunia kecil wilayah kekuasaan Zhang Yu, seratus ribu tentara Dewa dan lima puluh ribu tentara Monster siap keluar dari dunia kecil, membantu Kekaisaran Qing melawan penindasan Kekaisaran Han.
Dengan kekuatan tentara Dewa yang sudah mencapai ranah Dewa Immortal tingkat 8 dan tentara Monster yang hanya satu tingkat di bawah kekuatan tentara Dewa, Zhang Yu yakin kekuatan mereka dapat membantu Kekaisaran Qing mempertahankan wilayahnya.
“Suami, libatkan juga kami dalam pertempuran melawan Kekaisaran Han!” kata Qing Yu yang sudah berhasil menerobos ranah Dewa Immortal bumi tingkat 2.
Zhang Yu mengangguk, “Tapi ingat untuk jangan terlalu memaksakan diri! Segera mundur kalau bertemu musuh yang jauh melampaui kekuatanmu!” ungkapnya.
“Suami tenang saja, kami tidak akan memaksa melawan musuh yang tidak bisa kami kalahkan,” ujar Long Hua yang menjadi wanita paling kuat diantara istri Zhang Yu.
“Kalian akan ditemani dua ratus prajurit bayangan.” Dua ratus prajurit bayangan muncul dan berbaris rapi di belakang ketiga istri Zhang Yu.
“Tuan, libatkan juga aku dalam pertempuran ini! Setidaknya biarkan aku menguji kekuatan baruku,” kata Zhang Lao dalam wujud manusia.
“Zhang Lao, pimpin Naga Langit, Naga Es, dan Naga Api menyerang prajurit musuh yang berada di langit. Zhang Kay, Zhang Zhe, kalian ikut bersama Zhang Lao. Xin Yang, Xin Wang, Jiang Xun, Jiang Wen, kalian bersama denganku menyerang barisan depan prajurit musuh!” ujar Zhang Yu mengatur posisi pelayannya.
__ADS_1
“Kami tidak akan mengecewakan Tuan Muda,” seru semua pelayaran Zhang Yu.
“Jangan biarkan ada musuh yang pulang dalam keadaan hidup! Setidaknya pertemukan mereka semua dengan Dewa Kematian!” kata Zhang Yu yang tak akan memberi pengampunan pada musuh.
Setelah mengatur posisi seluruh pelayan dan tentara miliknya, Zhang Yu keluar dari dunia kecil bersama ketiga istrinya.
Membuka pintu ruang kultivasi, sosok Qing Lao dan Qing Lang muncul menyambutnya yang baru saja keluar dari ruang kultivasi, setelah tepat satu bulan melakukan kultivasi tertutup.
Saat Zhang Yu menyambut mereka dengan senyuman, keduanya justru menunjukkan ekspresi khawatir yang menunjukkan situasi Kekaisaran Qing tidak dalam keadaan baik-baik saja.
“Kakek, katakan padaku bagaimana situasi medan pertempuran saat ini! Apa Kekaisaran Han sudah semakin mendekati ibukota Kekaisaran Qing?” ujar Zhang Yu dengan menunjukkan wajah seriusnya.
“Tuan Muda, sebenarnya beberapa hari yang lalu Yang Mulia Kaisar dan seluruh kekuatan Kekaisaran Qing berhasil memukul mundur Kekuatan Kekaisaran Han dari wilayah Kekaisaran Qing, tapi dua hari yang lalu Kekaisaran Han kembali menyerang dengan kekuatan dua kali lebih kuat dari sebelumnya, dan mereka baru saja menghancurkan pertahanan di Klan Qin.”
“Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Klan Lu, sebelum sampai di Ibukota Kekaisaran Qing,” ungkap Qing Lang.
“Tuan Muda, Yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota Qing Shan sudah berangkat ke Klan Lu bersama Kaisar tua dan lima Jenderal utama. Di istana utama hanya ada Yang Mulia Permaisuri yang sedang mengatur pertahanan terakhir, untuk melindungi ibukota Kekaisaran,” jawab Qing Lao.
“Kakek, tolong sampaikan pada Bibi kalau aku sudah keluar dari latihan tertutup dan langsung pergi ke Klan Lu!” Sosok Zhang Yu dan ketiga istrinya menghilang dari pandangan Qing Lao dan Qing Lang.
“Sangat cepat, aku bahkan tidak lagi dapat merasakan aura keberadaan mereka sejauh ratusan kilometer dari tempat ini, dan lagi sekarang aku tidak lagi dapat melihat ranah Kekuatan Tuan Muda Zhang Yu. Barusan aku hanya dapat melihat ranah kekuatan tiga istri Tuan Muda, yang entah bagaimana caranya, kekuatan mereka saat ini sudah berada di ranah Dewa Bumi!” kata Qing Lang.
“Tidak penting bagaimana Tuan Muda dan ketiga istrinya dapat meningkatkan kekuatan, aku cuma berharap mereka dapat menyelamatkan Kekaisaran ini dari keserakahan Kekaisaran Han,” ungkap Qing Lao yang mendapat balasan anggukan kepala Qing Lang, lalu keduanya segera pergi menemui Lu Yujin, menyampaikan keberadaan Zhang Yu.
°°°
Perjalanan dari ibukota Kekaisaran Qing ke pinggiran wilayah Klan Lu hanya menghabiskan waktu dua kali tarikan nafas, dengan adanya teknik teleportasi yang dikuasai Zhang Yu.
__ADS_1
Berada tak jauh dari wilayah Klan Lu, Zhang Yu dapat mendengar suara pertempuran tak jauh darinya. Dia juga dapat merasakan adanya kekuatan besar yang belum bergerak turun ke medan pertempuran.
Jarak antara Zhang Yu dengan tempat terjadinya pertempuran kurang dari sepuluh kilometer, jadi wajar dia dapat mendengar suara pertempuran, dan dapat merasakan pemilik kekuatan besar di barisan kekuatan Kekaisaran Han.
Zhang Yu menggunakan kekuatan mata Dewa untuk memastikan kekuatan musuh yang sedang menggempur garis pertahanan wilayah Klan Lu, “Tidak ada seorangpun dari mereka yang berada di ranah Dewa Immortal Agung. Kekaisaran Han sepertinya masih enggan menunjukkan sosoknya,” ungkapnya, lalu bersama dengan ketiga istrinya dia mendekat ke medan pertempuran.
Melayang di atas langit, Zhang Yu dapat melihat wilayah Klan Lu yang sudah dikelilingi warna merah darah, yang mengalir keluar dari ribuan mayat prajurit korban pertempuran yang sudah terjadi sejak pagi hari.
“Sebaiknya kalian berlutut dan mengakui sebagai budak Kekaisaran Han! Terus melawan hanya akan membuat kalian mati sia-sia!” teriak pria berzirah hitam, salah satu Jenderal utama Kekaisaran Han.
Mendengar itu, Kaisar Qing Jian Ren dan Putra Mahkota Qing Shan hanya bisa mendenguskan kasar nafas mereka, “Menjadi budak kalian? Lebih baik aku mati membela harga diri Kekaisaran Qing daripada harus menjadi budak dari rang-orang seperti kalian! Aku Qing Jian Ren, Kaisar Kekaisaran Qing tidak akan pernah menyerah dan menjadi budak Kekaisaran lain!” teriak Qing Jian Ren dengan suara lantang, yang dapat didengar seluruh orang di garis pertahanan Klan Lu.
Seluruh Jenderal utama Kekaisaran Han di tempat itu menunjukkan senyuman meremehkan di wajah mereka, mendengar suara lantang Qing Jian Ren, lalu salah satu dari mereka berkata, “Kalau begitu aku tidak akan sungkan menghadiahkan kepalamu pada Yang Mulia Kaisar penguasa alam atas.”
“Penguasa alam atas? Apa benar dia seorang penguasa alam atas, atau itu cuma omong kosong yang belum tentu kebenarannya?” kata Zhang Yu yang muncul di hadapan Jenderal utama Kekaisaran Han, sedangkan ketiga istrinya membantu Qing Jian Ren membunuh prajurit Kekaisaran Han, yang jumlahnya dua kali lebih banyak dari prajurit Kekaisaran Qing.
Jenderal Kekaisaran Han yang berdiri tepat di hadapan Zhang Yu mengerutkan keningnya melihat pemuda yang tiba-tiba muncul di depannya, lalu dia bertanya, “Siapa kau? Apa kau bagian orang-orang lemah dan bodoh dari Kekaisaran Qing yang begitu ingin bertemu dengan Dewa Kematian? Kalau iya, kau akan menjadi orang bodoh pertama yang hari ini akan aku kirim bertemu Dewa Kematian!”
Dengan senyum di wajahnya, Zhang Yu berkata, “Aku memang bagian dari Kekaisaran Qing, tapi aku bukanlah orang lemah yang bodoh seperti yang kamu katakan! Mungkin orang lemah dan bodoh itu adalah diri kamu sendiri, yang tidak bisa melihat seberapa kuat orang yang akan menjadi lawanmu!”
Kedua mata Jenderal di depan Zhang Yu terbuka lebar mendengar perkataan Zhang Yu, “Apa kau benar-benar ingin menjadi orang yang pertama mati di tanganku? Kau terlalu meremahkan kekuatanku, biar aku tunjukkan padamu seberapa jauh perbedaan kekuatan orang bodoh sepertimu, dengan kekuatan kami yang seorang pelayan penguasa alam atas!”
Senyum terlihat di wajah Zhang Yu, melihat Jenderal di depannya bersiap menyerang dirinya, ‘Dengan memusnahkan mereka semua, aku dapat menutupi pengeluaran besar yang akhir-akhir ini aku keluarkan’ ungkapnya dalam hati.
°°°
Bersambung...
__ADS_1