
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Melihat Zhang Yu bebas berkeliaran di kota disaat ras manusia lainnya terikat dengan kalung budak, banyak sosok yang menginginkan Zhang Yu menjadi budak mereka.
Bahkan tak sedikit ras binatang dalam wujud wanita cantik menginginkan Zhang Yu untuk menghangatkan ranjang mereka.
Ras binatang dalam wujud seorang pria merasa iri dengan wajah rupawan yang dimiliki Zhang Yu. Baru kali ini mereka melihat ras manusia yang penampilannya menyamai bangsawan ras binatang.
“Berhenti!...” pria bertubuh besar menghadang jalan Zhang Yu dan Zhang Lao yang sedang berkeliling kota.
Begitu Zhang Yu dan Zhang Lao berhenti, dia langsung saja menyerang Zhang Yu dengan pedang besar di tangannya, yang seketika membuat banyak wanita marah dengan apa yang dilakukan olehnya.
“Mati!...” teriak pria bertubuh besar saat ayunan pedangnya hampir mengenai Zhang Yu.
“Sangat lemah!” kata Zhang Yu sambil menahan serangan pria bertubuh besar dengan ujung jari telunjuknya.
Crack... Crack...
Pedang besar milik pria bertubuh besar mulai retak, dan beberapa saat kemudian pedang besar itu patah menjadi dua bagian.
Boom...
Tubuh pria itu terhempas kebelakang menghantam bangunan setelah Zhang Yu melambaikan tangan ke arahnya.
Semua sosok di tempat itu terdiam mematung di tempat mereka, setelah melihat apa yang baru terjadi di depan mata mereka. Selama tinggal di Alam Binatang, baru kali ini mereka melihat ras manusia yang berani melawan ras binatang.
“Hanya dengan kekuatan Dewa Surgawi Tinggi tingkat puncak ingin melawanku! Benar-benar lemah,” kata Zhang Yu mencibir.
Mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, pria bertubuh besar yang baru saja bangkit marah, dia tidak menyangka ada ras manusia yang kekuatannya lebih kuat darinya. Dari apa yang dia ketahui, ras manusia terkuat di Alam Binatang hanya berada di ranah Dewa Surgawi Menengah, jauh lebih lemah dari kekuatannya.
“Siapa tuanmu?” tanya pria bertubuh besar penasaran dengan sosok tuan dari manusia yang terlihat lebih kuat darinya.
“Tuanku?” wajah Zhang Yu terlihat aneh saat pria bertubuh besar menganggap dirinya seorang budak, dan menanyakan siapa tuannya.
“Aku tidak memiliki tuan, dan aku bukan seorang budak! Aku manusia yang bebas menentukan apa yang menjadi keinginanku,” kata Zhang Yu menjawab pertanyaan pria bertubuh besar.
“Apa kau melupakan peraturan di Alam ini yang menyatakan manusia di Alam Binatang selamanya akan menjadi budak dari seluruh ras binatang?” tanya pria itu.
__ADS_1
Zhang Yu tidak menyangka ada peraturan seperti itu yang mengatur kehidupan manusia di Alam Binatang.
“Aku tidak pernah mendengar adanya peraturan seperti itu!” kata Zhang Yu menjawab pertanyaannya yang ditujukan padanya.
Mendengar jawaban Zhang Yu, pria bertubuh besar tiba-tiba saja menunjukkan senyuman di wajahnya, begitu juga dengan seluruh pria yang mendengar jawaban Zhang Yu.
“Karena kau tidak memiliki tuan dan tidak mengetahui peraturan apa saja yang ada di Alam ini, sudah kewajiban kami memberi hukuman padamu!” kata pria lain yang sudah mengeluarkan senjata berupa pedang.
Melihat puluhan pria mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan bersiap menyerangnya, Zhang Yu masih saja berdiri tenang di tempatnya, seolah puluhan pria di sekelilingnya bukan ancaman yang dapat mengancam hidupnya.
“Wajah sangat mengganggu penglihatanku!” teriak pria dengan tombak di tangan kanannya, melesat maju menyerang Zhang Yu dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
“Hentikan!...” Wanita bercadar tiba-tiba muncul dan berdiri di depan Zhang Yu, menahan ujung tombak dengan jari telunjuknya.
Tubuh pria itu bergetar saat melihat siapa wanita di depannya, dan begitu saja dia menjatuhkan senjata lalu bersujud di hadapan wanita itu.
“Salam Permaisuri Penguasa!” kata pria itu dan yang lainnya bersamaan.
“Kembali menindas ras manusia, apa kalian tidak menghargai keberadaanku dan peraturan baru yang sudah aku tetapkan tentang kedudukan ras manusia?” tanya wanita bercadar.
“Pe-Permaisuri Penguasa, kami tidak bermaksud seperti itu. Ka-kami belum terbiasa saja dengan peraturan baru yang mengatur kedudukan ras manusia di Alam ini,” balas pria yang masih bersujud dengan kening menyentuh bebatuan jalanan.
Begitu semuanya pergi membubarkan diri, wanita itu menoleh melihat Zhang Yu dan Zhang Lao bergantian, “Maaf Tuan, Alam Binatang memang bukan tempat yang baik untuk ras manusia,” kata wanita itu pada Zhang Yu penuh kesopanan.
Dari seluruh Alam di Alam Dewa, selain Alam Iblis yang menolak keberadaan ras manusia, meski tidak menolak seperti Alam Iblis, Alam Binatang memiliki perilaku buruk pada ras manusia, dan sudah jutaan tahun lamanya ras manusia di Alam Binatang hidup dengan kaling budak yang akan mereka pakai sampai mati.
“Kebiasaan memang sulit dirubah meski ada peraturan yang melarang kebiasaan itu kembali dilakukan,” balas Zhang Yu tak sungkan menunjukkan senyuman di wajahnya.
Wanita itu tersenyum di balik cadarnya setelah mendengar balasan Zhang Yu. Akan tetapi, tiba-tiba senyumnya luntur saat dia memperhatikan wajah Zhang Lao, yang terasa tidak asing baginya. Wajah itu sangat mirip dengan wajah Ayah mertuanya.
Bahkan wajah itu terlalu mirip untuk mereka yang tidak memiliki garis keturunan. Melihat itu, dia ingin memastikan sesuatu, apalagi dia tahu kalau Zhang Lao bukanlah seorang manusia, melainkan ras harimau putih, sama halnya dengan Ayah mertuanya.
Sementara itu Zhang Lao yang di tatap wanita bercadar, wajahnya sudah bermandikan keringat dingin.
“Su-su-sungguh aku tidak menyangka kita bisa bertemu di tempat ini, Pu-putri Lien Lien...” Zhang Lao mengenali siapa itu sosok wanita bercadar.
Wanita bercadar yang mendengar bagaimana Zhang Lao memanggil dirinya, seketika dia mengenali siapa Zhang Lao, meski dalam ingatannya sosok yang dia kenal hanyalah sosok harimau putih yang bahkan belum memiliki nama.
Wanita bercadar mengibaskan tangannya.
__ADS_1
Swiss...
Dalam hitungan detik mereka bertiga sudah berada di dalama ruangan, dengan ornamen mewah yang menghiasi setiap sudut ruangan.
“Harimau putih, kau kah itu?” tanya Lien Shui, wanita bercadar yang kedua matanya tak berkedip menatap Zhang Lao.
“Putri Lien Lien, aku memang harimau putih yang dulu sering menemani putri bermain, tapi setelah aku terusir dari Alam Binatang dan jatuh ke Alam Rendah, Tuanku telah memberiku nama Zhang Lao,” kata Zhang Lao memberi jawaban.
Lien Shui terkejut mendengar Zhang Lao memiliki seorang tuan, dan jika itu Alam Rendah kemungkinan besar tuannya adalah manusia, “Bagaimana mungkin calon penguasa Alam Binatang memiliki seorang tuan?...”
Sebagai calon penguasa Alam Binatang, Lien Shui tidak akan membiarkan ada manusia yang menjadi tuan dari Zhang Lao. Kalaupun ada yang ingin menjadi tuan penguasa Alam Bunga, hanya penguasa Alam Semesta yang pantas menjadi tuan dari penguasa Alam Binatang.
Melihat keterkejutan Lien Shui, Zhang Lao hanya tersenyum. Sedangkan Zhang Yu yang tidak tahu apa-apa, dia hanya diam sambil mendengar informasi yang diberikan Yuxi.
Zhang Lao dulunya adalah calon penguasa Alam Binatang, tapi karena dia lemah, posisi itu diambil alih oleh kakaknya. Meski sudah mengambil posisinya, kakaknya masih belum puas dan masih menganggap keberadaannya sebagai ancaman.
Sampai akhirnya dengan alasan sebagai keluarga penguasa haruslah kuat dan yang lemah harus di jatuhkan ke Alam Bawah, Zhang Yu terusir dari Alam Binatang, dan harus menjalani kehidupan di Alam Bawah.
“Apa Putri ingin tahu siapa sosok yang telah menjadi Tuanku?” tanya Zhang Lao.
“Katakan padaku siapa tuanmu, dan biarkan aku meminta dia melepaskanmu sebagai binatang kontraknya!” kata Lien Shui.
Zhang Lao mengarahkan pandangannya pada Zhang Yu, begitu juga dengan Lien Shui.
“Apa pemuda ini yang telah menjalin kontak denganmu?” tanya Lien Shui yang tiba-tiba saja tidak menyukai keberadaan Zhang Yu.
“Orang yang Putri maksud memang Tuanku, tapi apa Putri hanya melihat itu darinya?” tanya Zhang Lao yang sudah tahu takdir besar yang dimiliki Zhang Yu.
“Apalagi yang dapat aku lihat darinya, selain dia yang seorang manusia?” kata Lien Shui bingung.
Zhang Lao menggelengkan kepalanya, “Putri masih saja salah menilai Tuanku!...”
“Bagaimana kalau aku mengatakan pada Putri kalau tuanku adalah satu-satunya sosok yang pantas menjadi tuan dari penguasa Alam Binatang?” kata Zhang Lao.
Seketika ekspresi wajah Lien Shui berubah, dia tahu pasti siapa sosok yang di maksud Zhang Lao, dan dia tidak berharap sosok itu sekarang ada di hadapannya...
°°°
Bersambung...
__ADS_1