
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Hari berganti, semua petinggi Klan telah berkumpul di halaman Klan Zhang, melihat apa yang akan dilakukan Zhang Yu untuk membawa mereka semua pergi ke Alam Dewa.
Semua orang sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Zhang Yu, termasuk Zhang Quro dan Zhang Xinhua, bahkan sejak semalam semua orang kesulitan tidur karena mereka terus memikirkan apa yang akan dilakukan Zhang Yu.
Zhang Yu yang berdiri di depan merek melambaikan tangan, portal menuju dunia kecil muncul di depannya begitu dia melambaikan tangan. Dari dalam portal, semua orang dapat merasakan kepadatan energi spiritual yang setara dengan apa yang ada di aula kultivasi.
Energi itu bahkan lebih padat dari apa yang ada di aula kultivasi.
Zhang Quro, Zhang Xinhua dan semua orang yang merasakan energi spiritual dari dalam portal, mereka sangat penasaran dengan tempat di balik portal yang berada di depan mereka. Mereka merasa kalau tempat di balik portal, bukanlah tempat yang dapat mereka temukan di Alam Atas.
Aula kultivasi yang dibangun Zhang Yu saja memiliki kepadatan energi spiritual jauh melampaui apa yang ada di Alam Atas. Setau mereka tidak ada tempat di Alam Atas yang kepadatan energi spiritualnya mampu menyamai apa yang ada di aula kultivasi Klan Zhang. Jadi, bisa dipastikan tempat di balik portal bukanlah tempat yang keberadaannya, ada di Alam Atas.
“Apa mungkin portal ini dapat membawa kita semua pergi ke Alam Dewa?” tanya salah satu Ketua Klan.
Zhang Yu menggelengkan kepalanya perlahan, lalu dia meminta semua orang berbaris, dan bersama-sama masuk ke dalam portal.
“Tempat yang akan kita tuju bukanlah tempat yang berada di Alam Dewa, tapi tempat itu tidak lebih buruk dari apa yang ada di Alam Dewa,” ujar Zhang Yu begitu semua orang telah siap memasuki portal.
Swiss...
Tubuh mereka semua menghilang memasuki portal, dan hanya dalam satu kedipan mata mereka telah berada di tempat yang jauh lebih indah dari seluruh tempat yang pernah mereka lihat di Alam Menengah.
Sorot mata penuh kekaguman mereka arahkan ke seluruh tempat yang ada di sekitar tempat kemunculan mereka, “Cucuku, kita berada di mana? Apa ini masih di suatu tempat di Alam Atas?” tanya Zhang Xinhua.
__ADS_1
Swiss...
Tiba-tiba semua orang kembali ke halaman Klan Zhang.
“Tempat yang baru kita kunjungi adalah Dunia Kecil milikku, tempat dimana seluruh hanya boleh ditempati oleh mereka yang dapat aku percaya. Akan tetapi, dikarenakan banyak diantara kalian yang masih ragu denganku, Dunia Kecil milikku tertutup untuk kalian, dan aku tidak akan membawa kalian turut serta pergi bersamaku ke Alam Dewa!” kata Zhang Yu tegas, lalu di pergi meninggalkan semua orang yang hanya bisa menundukkan kepala, setelah mendengar perkataannya.
°°°
Di aula utama Klan Zhang.
Dari tempat duduknya, Zhang Quro dan Zhang Xinhua mengarahkan tatapan tajam mata mereka, ke arah para petinggi Klan Zhang yang sejak awal memang tidak mempercayai apa yang dikatakan Zhang Yu. Mereka menganggap Zhang Yu hanya seorang pembohong besar.
Sedangkan mereka yang mendapat tatapan tajam dari dua pemimpin utama Klan Zhang, mereka semua hanya sanggup menundukkan kepala, dan menyalahkan diri mereka sendiri yang sulit untuk mempercayai perkataan Zhang Yu.
“Katakan padaku, apa yang membuat kalian tidak mempercayai perkataan cucuku?” teriak Zhang Xinhua sambil menggebrak meja di depannya, merubah meja yang tak berdosa menjadi serpihan kayu tak berguna.
“Tuan, kami belum pernah melihat adanya orang yang mampu memindahkan seluruh kawasan sebuah Klan ke tempat baru, tanpa membongkar bangunan lama. Jadi, wajar jika kami menganggap perkataan Tuan Muda adalah sebuah kebohongan, dan tentu kami tidak akan mempercayai seorang pembohong!” jawab Ketua Ketujuh.
“Berani menganggap cucuku sebagai seorang pembohong setelah apa yang dia lakukan pada Klan Zhang! Apa kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian rencanakan di belakangku?” bentak Zhang Xinhua.
“Dulu, aku pernah membuat kesalahan besar saat memberi hukuman pada putra dan menantuku, tanpa benar-benar melakukan penyelidikan, dan hanya mempercayai perkataan orang-orang seperti kalian. Namun, setelah beberapa tahun terakhir aku melakukan penyelidikan, akhirnya aku mengetahui rencana pemberontakan yang akan kalian lakukan, dengan dipimpin langsung oleh Ketua Agung. Akan tetapi, pada akhirnya kalian mengurungkan rencana itu setelah terbongkarnya kejahatan Ketua Agung dan seluruh orang kepercayaannya.” Sorot mata penuh kebencian, ditujukan Zhang Xinhua pada seluruh petinggi Klan nya.
“Di hari yang sama setelah Cucuku memberikan tawaran pada kita untuk pergi bersamanya ke Alam Dewa, kalian mengadakan pertemuan secara tersembunyi, dan pertemuan itu menghasilkan satu kesepakatan!” sejenak Zhang Xinhua menghela nafas, lalu dia melanjutkan perkataannya, “Kalian sepakat menganggap Cucuku sebagai seorang pembohong, dan membiarkan aku serta putraku pergi dari tempat ini sementara kalian akan mengambil posisi putraku sebagai Kepala Klan.” Aura kemarahan terlihat jelas pada sosok Zhang Xinhua.
“Kalau kalian menginginkan Klan ini, maka ambillah! Aku dan putraku akan pergi meninggalkan Klan ini, tapi kalian jangan menghalangi mereka yang ingin pergi mengikuti kami!” Zhang Xinhua mengakhiri perkataan panjangnya.
Senyum kemenangan terlihat di wajah petinggi Klan Zhang, setelah mendengar perkataan Zhang Xinhua, “Tuan Zhang Xinhua, kamu bisa pergi dari Klan ini, tapi tidak dengan yang lainnya! Mereka adalah bagian dari Klan Zhang, tentu aku tidak akan membiarkan mereka pergi bersamamu, dan lagi mereka akan menjadi pilar Kerajaan Zhang yang akan aku dirikan begitu mengambil alih bekas wilayah yang sebelumnya dikuasai Kekaisaran Alam Atas,” kata Ketua Kelima.
__ADS_1
“Apa kamu pikir mereka semua akan tunduk dan mengikuti keinginan kalian? Sepertinya kalian sudah salah faham! Kalian memang akan berkuasa di tanah ini, tapi itu setelah seluruh kawasan ini beserta seluruh penghuninya berpindah tempat ke Dunia Kecil milik Cucuku,” ungkap Zhang Xinhua sambil menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.
Dengan menggertakkan gigi mereka, seluruh petinggi Klan kesal, mendengar apa yang baru diungkapkan Zhang Xinhua. Mereka merasa benar-benar telah dibohongi olehnya.
“Orang tua sialan, beraninya kau membohongi kami? Saat ini kau hanya berdua dengan putramu, sekalipun kalian kuat, belum tentu kalian dapat mengalahkan kami dalam sebuah pertempuran. Mari kita selesaikan semua dengan sebuah pertempuran, dan kita buktikan siapa yang paling pantas menjadi Kepala Klan Zhang!”
Tujuh orang Ketua Klan langsung melesat maju menyerang Zhang Xinhua, sementara sisanya menyerang Zhang Quro yang dengan ketenangannya dapat mengimbangi serangan para Ketua yang menyerangnya.
Sebenarnya Zhang Xinhua dan Zhang Quro enggan bertarung dengan para Ketua Klan Zhang yang selama ini telah berjuang bersama mereka membesarkan nama Klan Zhang. Akan tetapi mereka tahu kalau seluruh Ketua Klan telah dibutakan oleh kekuasaan, dan tak sejalan dengan keinginan mereka yang hanya menginginkan kedamaian.
“Membunuh mereka bukanlah sesuatu yang sulit, tapi kematian mereka hanya akan menambah bertambahnya darah yang mengalir di Klan Zhang hanya karena perebutan kekuasaan. Akan tetapi aku tidak memiliki pilihan lain, selain membunuh mereka!” gumam lirih Zhang Xinhua.
Zhang Xinhua melambaikan tangan kanannya, gelombang energi spiritual yang telah dipadatkan hingga menyerupai sabit melesat di udara, memotong apapun yang dilewatinya, termasuk seluruh Ketua Klan Zhang yang silih berganti mengarahkan serangan mereka ke arahnya.
Semua Ketua Klan yang menjadi lawannya mati dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian, membuat aula utama Klan Zhang dipenuhi bahu amis darah.
Ketua yang tersisa tahu kalau kekuatan mereka masih belum cukup untuk mengalahkan Zhang Xinhua ataupun Zhang Quro, dan saat itu juga mereka mulai menyesali keputusan yang telah mereka ambil.
Namun, sayangnya nasi sudah menjadi bubur, keputusan sudah mereka ambil, dan waktu tidak memberi mereka kesempatan untuk mengutarakan penyesalannya.
Sesaat setelah rasa penyesalan muncul, pedang tajam milik Zhang Quro telah memisahkan tubuh dan kepala mereka, membuat mereka bertemu kembali dengan para Ketua yang sudah lebih dulu pergi ke Alam Kematian.
Zhang Xinhua tertunduk dengan air mata mengalir membasahi wajahnya, menangisi kematian orang-orang yang selama ini senantiasa menemaninya, baik di kala sedih ataupun bahagia.
Dalam tangisnya dia berkata, “Saudaraku, berbahagialah di Alam sana, dan semoga kalian menjadi sosok yang lebih baik di kehidupan yang akan datang!”
Selesai mengatakan itu, Zhang Xinhua memanggil prajurit Klan untuk membereskan kekacauan yang terjadi di aula utama Klan Zhang, di saat yang sama dia juga mengumumkan hari berkabung selama tujuh hari untuk menghormati jasa para Ketua Klan.
__ADS_1
°°°
Bersambung...