
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Sinar matahari pagi menggantikan cahaya rembulan menerangi istana Kekaisaran Langit yang pagi ini terasa jauh lebih sepi dari biasanya. Hanya terlihat beberapa pelayan yang keluar masuk kediaman, membangunkan orang-orang yang masih tertidur.
Di kediaman yang ditempati rombongan Zhang Yu yang hanya mengalami sedikit kerusakan setelah terjadinya pertempuran besar, Zhang Yu yang bermalam dengan ditemani Qing Yue, perlahan membuka kedua matanya, sejenak mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan mayat prajurit Kekaisaran Langit, pagi ini Zhang Yu terbangun dalam keadaan segar.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Zhang Yu dan Qing Yue keluar dari ruangan tempat mereka menghabiskan malam. Keduanya pergi ke tempat bersantai di belakang kediaman untuk jamuan makan pagi, sebelum pergi meninggalkan Kekaisaran Langit, kembali ke Kota Zhang.
“Aku akan pergi ke alam atas setelah mendirikan Kekaisaran pengganti Kekaisaran Langit. Dengan kekuatan Klan Zhang dan Klan Fang, tidak sulit bagiku mendirikan Kekaisaran yang ke depannya akan menjadi Kekaisaran terbesar dan terkuat di alam ini. Ditambah dengan keberadaan Zhang Fu dan Fang Yin, aku yakin mereka dapat menjadi Kaisar dan Ratu yang mampu mensejahterakan rakyatnya,” gumam Zhang Yu dengan senyuman di wajahnya.
°°°
Di pagi yang sama, kabar kematian Jenderal dan seluruh prajurit Kekaisaran Langit telah menyebar ke seluruh Kekaisaran, Kerajaan dan sekte yang ada di alam menengah. Semua kekuatan besar alam menengah menganggap kabar itu sebagai awal dari kemunduran Kekaisaran Langit.
Apalagi setelah semua kekuatan besar alam menengah mendengar kabar kematian Kaisar Lang Zeng serta Kaisar terdahulu, mereka yakin tak lama lagi Kekaisaran Langit akan runtuh, dan meninggalkan wilayah luas tanpa penguasa yang tentu akan menjadi rebutan kekuatan besar alam menengah.
Sedangkan untuk kelima sekte agung yang patriak sekte mereka melihat sendiri kekuatan besar yang memusnahkan seluruh Jenderal dan prajurit Kekaisaran Langit, saat ini patriak masing-masing sekte telah kembali ke sekte mereka, dan mewanti-wanti anggota sekte mereka untuk tidak bersinggungan dengan Klan Zhang, atau orang-orang yang berhubungan dengan mereka.
Pada akhirnya, kelima patriak sekte memutus menutup sekte mereka, sampai keadaan di luaran sana membaik, setelah kehancuran yang sebentar lagi akan menimpa Kekaisaran Langit dan seluruh kekuatan di belakang mereka.
Sementara itu, setelah menghabiskan waktu pagi di istana Kekaisaran Langit, rombongan Zhang Yu memulai perjalanan kembali ke Kota Zhang, “Yuxi, apa di toko sistem tidak ada teknik yang mampu membuatku bepergian jarak jauh dalam waktu satu kedipan mata?” tanya Zhang Yu.
__ADS_1
[Tuan bisa membeli dan mempelajari teknik teleportasi. Dengan berlatih teknik itu, hanya dalam sekejap mata tuan dapat sampai di Kota Zhang tanpa harus menempuh perjalanan selama beberapa hari.]
“Teknik teleportasi? Kenapa sejak awal kamu tidak mengatakannya kalau ada teknik seperti itu di toko sistem? Kalau saja sejak awal kamu mengatakannya, aku tidak perlu membuang banyak waktu melakukan perjalanan berhari-hari!” ujar Zhang Yu berbicara pada Yuxi yang bersemayam di dalam jiwanya.
[Tuan sebelumnya tidak menanyakan itu padaku, jadi tidak ada kewajiban bagiku memberitahukan semua itu kepada Tuan.]
Sejenak menghela nafas panjang setelah mendengar balasan Yuxi, Zhang Yu memutuskan membeli dan mempelajari teknik teleportasi, “Yuxi, beli teknik teleportasi dari toko sistem, dan langsung pelajari!” katanya tidak peduli dengan harga teknik teleportasi, sekalipun dia harus menghabiskan 100 triliun poin sistem untuk membelinya.
[Membeli teknik teleportasi dan langsung mempelajarinya, poin sistem dikurangi 150 triliun.]
Sesaat setelah mendengar suara pemberitahuan Yuxi, Zhang Yu perlahan menutup matanya, membiarkan teknik teleportasi menyatu dengan dirinya. Kurang dari sepuluh tarikan nafas, Zhang Yu membuka kembali matanya, meminta Xin Yang menghentikan kereta kuda.
“Aku dapat membawa kita semua lebih cepat kembali ke Kota Zhang!” Zhang Yu menjentikkan jari, memunculkan portal besar di depan kereta kuda yang dinaikinya.
“Xin Yang, Xin Wang, bawa kereta kuda memasuki portal!” kata Zhang Yu memberi perintah.
°°°
Kereta kuda yang telah melewati portal, muncul tak jauh dari gerbang masuk Kota Zhang. Untung keadaan sepi, jadi tidak ada orang yang melihat kemunculan mereka yang begitu misterius.
Semua orang terlihat melongo melihat mereka telah sampai di dekat Kota Zhang, “Teknik teleportasi membuat bepergian jauh dapat ditempuh dalam satu kedipan mata,” ungkap Zhang Yu.
Kereta kuda kembali berjalan begitu Xin Wang dan Xin Yang menghilangkan rasa terkejutnya. Namun, tiba-tiba saja laju kereta kuda berhenti tepat di depan gerbang, padahal sudah tidak ada lagi antrian orang yang ingin memasuki kota, “Xin Yang ada apa? Kenapa tidak langsung masuk kedalam kota? Apa ada yang menghalangi jalan?” tanya Zhang Yu sembari membuka pintu, keluar dari dalam kereta kuda, diikuti Qing Yue yang berada tepat di belakangnya.
__ADS_1
Tidak perlu mendengar jawaban Xin Yang, Zhang Yu dan Qing Yue dapat melihat apa yang membuat Xin Yang menghentikan laju kereta kuda, “Siapa kalian? Kenapa menghalangi laju kereta kuda kami?” tanya Qing Yue yang tidak suka dengan lima pemuda yang terus menatap ke arahnya, begitu dia keluar dari kereta kuda.
Salah satu pemuda yang menghadang laju kereta kuda rombongan Zhang Yu tersenyum, setelah mendengar apa yang dikatakan Qing Yue, “Darah murni Klan Qing mengalir dalam tubuhmu, dan lagi hidup di alam menengah kurang dari dua puluh tahun tapi sudah dapat mencapai ranah Dewa Immortal tingkat 1. Sungguh wanita jenius yang pantas menjadi Selir Pangeran Kekaisaran Alam Atas.”
Pria itu melangkahkan kaki mendekati Qing Yue, mengabaikan keberadaan Zhang Yu yang berdiri tepat di sebelah Qing Yue, “Kalau Pangeran ini boleh tahu, siapa kiranya nona cantik yang sudah diakui langit sebagai selir Pangeran ini?” tanyanya, dengan tangan kanan mencoba membuka cadar yang menutupi sebagian wajah Qing Yue.
Namun, dengan cepat Qing Yue menepis tangan pria itu, “Jangan menyentuh apa yang bukan milikmu! Lebih baik kamu menyingkir sebelum sesuatu yang buruk membuatmu menyesal karena datang ke alam ini!” hanya merasakan aura yang terpancar dari tubuh pria di depannya, Qing Yue tahu dia bukan berasal dari alam menengah, ataupun alam bawah.
Pemuda di depannya, dan pemuda di depan kereta kuda tertawa mendengar apa yang baru di katakannya, “Sesuatu yang buruk terjadi padaku? Apa di alam ini ada yang dapat melakukan itu padaku?” Pemuda itu mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya.
Tanah di sekitar pemuda itu bergetar, membuat Zhang Yu dan yang lainnya bisa merasakan aura kuat yang sudah melampaui ranah Dewa Immortal. Pemuda itu sudah memiliki kekuatan ranah Dewa Immortal Bumi, kekuatan yang seharusnya sudah tidak diizinkan memasuki alam menengah.
Bukan hanya kuat, tapi keberadaan pemuda di depan Qing Yue adalah kejadian yang aneh.
[Tuan tidak perlu merasa aneh! Pemuda itu memiliki artefak yang dapat melawan aturan ruang dan waktu. Jadi sekalipun nantinya dia telah mencapai kekuatan ramah Dewa Surgawi, dia tetap bisa mendatangi alam menengah, tapi tidak dengan alam bawah yang aturannya adalah mutlak. Hanya penguasa alam Nirwana Agung yang dapat bebas keluar masuk alam bawah, sekalipun kekuatannya sudah melampaui aturan ruang dan waktu yang berlaku di alam bawah.]
Zhang Yu menganggukkan kepalanya, kedua matanya menatap pemuda di depan Qing Yue, lalu dia berkata, “Pergi dari tempat ini sebelum aku berubah pikiran, dan jangan harap dapat menggertak kami dengan kekuatan lemah itu!”
Zhang Yu mengedarkan kekuatannya, membalas tekanan kuat dari aura kekuatan pemuda yang mulai waspada dengan keberadaannya, tapi pemuda itu tetap menganggap remeh keberadaannya.
“Kau juga lumayan, bagaimana kalau kau menjadi pelayan Pangeran ini? Harta dan wanita akan menjadi milikmu, kalau kamu menjadi pelayan Pangeran ini!” katanya dengan nada penuh kesombongan, dan lagi dia tak sedikitpun memandang keberadaan Zhang Yu.
Zhang Yu merasa kesal dengan pemuda yang begitu sombong sampai tidak menganggap keberadaannya, “Belum juga pergi ke alam atas, begitu aku pergi ke alam itu, sudah ada musuh yang menanti kedatanganku!” gumamnya.
__ADS_1
°°°
Bersambung...