Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Tak Lebih Dari Seorang Pengecut


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Mendengar perkataan Lien Shui semua orang yakin kalau mereka dapat mengalahkan kekuatan penguasa sementara Alam Binatang.


Bahkan mereka semakin bertekad memenangkan peperangan karena mereka penasaran dengan kejutan yang disiapkan Lien Shui, yang akan ditunjukkan setelah mereka memenangkan peperangan.


“Kemana perginya salah satu pengawal Permaisuri?” tanya seseorang yang tidak melihat keberadaan salah satu pengawal Lien Shui.


Lien Shui tersenyum mendengar pertanyaannya, lalu menjawab, “Sebenarnya satu orang lagi bukanlah sosok yang tepat dikatakan seorang pengawal, melainkan dia adalah sosok Agung yang telah mengulurkan tangan memberi bantuan pada kita...”


“Jadi, pria itu!...” Semua orang benar-benar tidak percaya kalau mereka beberapa waktu yang lalu baru saja bertemu sosok Agung, penguasa Alam Semesta.


“Pria itu memang Yang Agung penguasa Alam Semesta, tapi itu di kehidupannya yang lalu. Sekarang dia belum kembali mendapatkan gelar penguasa Alam Semesta karena masih banyak yang perlu dikerjakan, sebelum dia kembali mendapatkan gelar penguasa Alam Semesta,” kata Lien Shui.


Mendengar itu, semua orang menganggukkan kepalanya mengerti, mereka tahu seberapa kuat sosok penguasa Alam Semesta di masa lalu, dan tentunya bukan sesuatu yang mudah mendapatkan gelar tertinggi di seluruh Alam Semesta yang mana gelar itu hanya berada satu tingkat di bawah Sang Pencipta.


“Sepertinya kalian semua sengaja berkumpul di tempat ini untuk menyambut kedatanganku? Jadi, apa kalian sudah menyerah dan pada akhirnya bersedia tunduk di bawah penguasa yang telah diakui oleh seluruh kekuatan di Alam Binatang?” tanya pria berjubah merah, yang datang bersama ratusan ribu prajurit.


Semua orang di kubu Lien Shui mengarahkan pandangan mata mereka pada sosok pria yang merupakan sosok penguasa sementara Alam Binatang.


Bukannya takut melihat kedatangan orang itu bersama ratusan ribu prajuritnya, mereka justru menunjukkan senyuman sinis, dan tak sedikitpun terlihat adanya ketakutan di wajah mereka.


“Sekarang aku masih dengan senang hati menerima kalian menjadi bagian dari orang-orang yang memberi dukungan padaku, termasuk kamu, Permaisuri Lien Shui,” kata Gong Seng, penguasa sementara Alam Binatang.


“Datang kemari untuk menerima ampunan dariku!...” Gong Seng menatap wajah cantik Lien Shui, menunggu wanita itu datang menghampirinya.


“Siapa yang sudah menyerah dan membutuhkan pengampunan dari orang sepertimu? Sampai kapanpun, kami tidak akan sudi menjadi bagian dari penguasa palsu, yang keberadaannya tidak diakui oleh inti Alam Binatang,” kata Lien Shui tegas dengan sorot mata tajam menatap Gong Seng.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan Lin Shui yang terus-terusan menolak menjadi bagian dari orang-orangnya, Gong Seng tidak punya pilihan lain selain menggunakan kekerasan untuk memaksa wanita itu tunduk dengannya.


“Apa kamu yakin ingin melawanku dengan kekuatan yang tak seberapa?” tanya Gong Seng sembari menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.


Dia tahu dengan pasti kekuatan kubu Lien Shui setelah sebagian besar kekuatan kubu Lien Shui membelot, dan beralih memberi dukungan padanya.


“Kenapa juga aku tidak yakin kalau itu hanya melawan penguasa palsu sepertimu? Kau memang telah mengambil sebagian besar orang-orang yang selama ini berada di sisiku, tapi kau salah besar kalau mengira hanya mereka sumber kekuatanku!” kata Lien Shui gantian menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.


Gong Seng tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya begitu mendengar apa yang dikatakan Lien Shui. Dia sudah mengira ada kekuatan lain yang memberi dukungan pada Lien Shui, tapi sampai sekarang dia masih belum tahu siapa pemilik kekuatan itu.


Seluruh kekuatan utama Alam Binatang bisa dikatakan sudah tunduk padanya, tapi dia masih belum menemukan siapa sosok utama dibalik keberanian yang ditunjukkan Lien Shui.


Dia mengira sosok itu bukanlah sosok yang berasal dari Alam Binatang, melainkan sosok yang berasal dari Alam lainnya.


Melihat Lien Shui yang benar-benar tidak memiliki rasa takut, ada sedikit keraguan di hati Gong Seng apa dia masih ingin melanjutkan serangan ke kubu Lien Shui, atau menarik mundur prajuritnya dan baru kembali menyerang setelah tahu siapa sosok yang membuat Lien Shui begitu berani menentang keinginannya.


“Aku tidak melihat adanya kekuatan lain di sekitarmu, dan aku yakin kamu cuma ingin menggertak!” ungkap Gong Seng.


Gong Seng memandang sekelilingnya, tapi dia tidak melihat adanya prajurit yang sedang bersembunyi.


Barulah kedua matanya terbuka lebar dan tubuhnya bergetar saat dia menengadahkan kepalanya, mencoba memastikan ada tidaknya prajurit yang melayang di atas istana milik Lien Shui.


Di atas istana Lien Shui, sangat jelas dia melihat keberadaan lebih dari seratus ribu prajurit, dengan aura yang terpancar dari tubuh mereka, menunjukkan kalau kekuatan mereka berada di ranah Dewa Nirwana, jauh lebih kuat dari prajurit miliknya.


“Ten-Tentara Dewa? Bukannya sebagian dari mereka adalah Tentara Dewa? Bagaimana mereka bisa berada di tempat ini dan membantu kubu Permaisuri? Dengan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan ranah Dewa Nirwana, kita tidak memiliki kesempatan menang berhadapan dengan mereka!” kata salah satu sosok di kubu Gong Seng.


“Wanita itu, darimana dia mendapatkan begitu banyak Tentara Dewa?” tanya Gong Seng.


“Setahuku, hanya Alam Nirwana Agung yang memiliki Tentara Dewa dalam jumlah besar, tapi bukannya Alam Nirwana Agung masih tertutup?” kata Gong Seng bingung.

__ADS_1


Senyum lebar terlihat di wajah Lien Shui dan orang-orang yang satu kubu dengannya, “Padahal aku ingin menunjukkan mereka setelah kamu menyatakan perang, tapi ternyata kamu sudah lebih dulu menyadari keberadaan mereka sebelum terjadinya perang,” kata Lien Shui.


Aura kuat meluap keluar dari tubuh Gong Seng setelah dia mendengar perkataan Lien Shui. Dia tidak terima dengan apa yang dikatakan wanita itu, dan ingin memberi pelajaran padanya.


Lien Shui tentu tidak membiarkan Gong Seng bebas melakukan semua sesuai keinginannya. Mengeluarkan aura kuat yang sama, dia siap menghadapi amarah Gong Seng.


“Hei, kenapa kalian ingin berperang sebelum aku siap?” tanya Zhang Lao melangkah maju ke depan Lien Shui, bersama munculnya Zirah Dewa yang seketika meningkatkan kekuatannya ke ranah Dewa Nirwana Suci.


Semua sosok di tempat itu mengarahkan pandangan mereka pada Zhang Lao, termasuk Gong Seng yang merasa tidak asing dengan aura yang merembes keluar dari tubuh Zhang Lao.


Saat melihat wajah Zhang Lao, dia melihat adanya kemiripan antara wajah pria itu dengan wajahnya, dan juga wajah kedua orangtuanya.


Satu keyakinannya saat melihat siapa sosok pria yang saat ini berada di depan Lien Shui, dan dia sangat yakin dengan apa yang dia yakini.


“Adik kecil, aku tidak menyangka kau berhasil kembali ke Alam ini, dengan kekuatan yang masih lemah seperti dulu!...” Zhang Lao masih menahan kekuatannya, membuat Gong Seng tidak bisa melihat tingkat kekuatan sejatinya.


Mendengar itu Zhang Lao hanya menunjukkan senyuman sinis, lalu dia berkata, “Aku sendiri tidak menyangka dapat kembali ke Alam ini kurang dari seratus ribu tahun, tapi maaf saja karena aku sudah mengecewakan kakak! Sejujurnya aku tidaklah lemah seperti dulu...”


BOOM...


Aura kuat melampaui aura kekuatannya meluap keluar dari tubuh Zhang Lao, membuat tubuh Gong Seng bergetar dan perlahan jatuh tak kuasa menahan tekanan aura kekuatan yang dikeluarkan Zhang Lao.


“Daripada melawan Permaisuri Lien Shui, bagaimana kalau kakak melawanku? Aku merasa kekuatan kita sekarang tidak berbeda terlalu jauh, tidak seperti di masa lalu, dimana aku jauh lebih lemah darimu!” kata Zhang Lao sembari menunjukkan senyuman diwajahnya.


Gong Seng bukanlah orang bodoh, dari aura kekuatan yang dikeluarkan Zhang Lao, dia tahu kalau tingkat kekuatan pria itu sekarang lebih tinggi darinya. Meski dia tidak tahu kalau kekuatan yang ditunjukkan Zhang Lao saat ini, bukan kekuatan sejatinya.


Di tambah keberadaan Tentara Dewa, nyali Gong Seng semakin ciut, dan reflek dia memundurkan tubuhnya.


Melihat itu Zhang Lao tahu kalau Gong Seng sedang ketakutan, lalu dengan nada mencibir dia berkata, “Aku tidak menyangka sosok yang menganggap dirinya sebagai penguasa, ternyata dia tak lebih dari seorang pengecut!...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2