
Zhang Fu menatap takjub sosok Zhang Yu yang baru mendapatkan empat kali terobosan dalam waktu singkat. Dia tidak menyangka, selain kuat dan memiliki teknik mengerikan, dia juga jenius dalam hal kultivasi, bahkan mendapatkan terobosan ganda dalam beberapa tarikan nafas.
Jenius sepertinya kurang tepat untuk menggambarkan sosok Zhang Yu. ‘Dia adalah monster, yang berada di atas para jenius super’ kata Zhang Fu dalam hati.
Zhang Yu yang tahu dua misinya telah terselesaikan, dia bertanya pada sistem, “Sistem, apa kedua misi yang sudah terselesaikan dapat diulang?”
[Masing-masing misi dapat diulang untuk kedua kalinya. Setelah dua kali Tuan menyelesaikan misi yang sama, secara otomatis sistem akan meniadakan misi itu, menggantinya dengan misi lain, dan dengan hadiah berbeda.]
Zhang Yu menganggukkan kepalanya setelah mendapat jawaban dari sistem, lalu dia menoleh dan melihat dua pelayannya berdiri di belakangnya. Seratus prajurit bayangan telah kembali ke bayangannya, dan memulihkan kekuatan.
Walau mereka abadi, sosok prajurit tetap dapat mati dan akan kembali dapat dipanggil di hari selanjutnya. Kekuatan mereka juga terus meningkat seiring banyaknya pertarungan yang dilaluinya, tapi kekuatan mereka tidak bisa melampaui kekuatan Tuannya.
“Saudara Yu, bagaimana bisa kamu memiliki prajurit bayangan? Bukannya selama ini mereka hanyalah sosok yang dimiliki penguasa alam surgawi! Apa kamu ada hubungannya dengan sosok itu?” tanya Zhang Fu, yang masih penasaran dengan identitas asli Zhang Yu.
“Senior, saya sendiri tidak tahu darimana asal mereka, yang jelas mereka sudah bersama saya sejak berada di alam ini. Untuk penguasa alam surgawi, saya bahkan tidak mengenal sosok itu, lalu bagaiman bisa saya bisa ada hubungan dengannya?” jawab Zhang Yu, yang belum sepenuhnya berhasil menjawab rasa penasaran Zhang Fu.
Walau masih menyimpan rasa penasaran, sekarang dia benar-benar menaruh rasa hormat pada sosok Zhang Yu, dan baginya tidak salah kalau menjalin hubungan baik dengannya.
Dengan cepat dia mendekati Zhang Yu, lalu berkata. “Jangan panggil aku senior, cukup panggil aku saudara Fu, begitu juga kalian, panggil aku saudara Fu!” ujarnya saat berada di depan Zhang Yu dan dua pelayannya.
Disaat yang bersamaan, dua sosok monster yang telah mencapai tingkat monster ilahi, merubah wujud mereka menyerupai sosok manusia, dengan dua tanduk di kepala, dan ekor panjang di bagian belakang tubuhnya.
“Kakak, para manusia kembali memasuki wilayah hutan monster, dan mulai melakukan pembunuhan pada padat saudara kita,”
Sosok dengan dua tanduk berwarna hitam dan sepasang mata berwarna hitam, mengeram marah setelah mendengar kabar yang baru disampaikan wanita bertanduk merah, yang merupakan adiknya. “Kirim ribuan saudara kita di tingkat perak serta tingkat kristal, dan tempatkan lima saudara kita di tingkat mitos untuk memimpin mereka!” perintahnya.
Pria bertanduk dengan otot besar yang menambah seram penampilannya, memberikan sebuah pedang pada adiknya. “Berikan pedang itu pada salah satu saudara kita, yang kekuatannya berada di puncak tingkat Mitos, dan jadikan dia pemimpin utama!”
__ADS_1
Dia menghilang dari tempatnya setelah memberikan pedang itu pada adiknya. Sebenarnya dia tidak menghilang, melainkan pergi ke sebuah gua untuk menemui seseorang yang telah meramalkan masa depan ras monster di hutan monster.
“Semoga ramalannya kali ini tidak benar, dan ras monster di hutan ini dapat terselamatkan dari kehancuran, seperti yang sudah diramalkannya,” ujarnya terus melesat menuju gua yang berada di puncak tertinggi hutan monster.
°°°
Zhang Zu terus berkeliling di wilayah tengah hutan monster, mengikuti Zhang Fu selaku pemimpin kelompok. Ribuan monster berhasil dia bunuh di sepanjang jalan, tapi itu belum membuatnya dapat menyelesaikan misi dari sistem.
Setelah terus menerus bertemu dengan kelompok kecil monster, senyum cerah terlihat di wajah Zhang Yu saat dia melihat kawanan monster tingkat perak, yang jumlahnya lebih dari sepuluh ribu. “Saatnya melanjutkan perburuan, dan membuatku semakin kaya!” ujarnya, dan langsung melesat maju menyerang monster yang terkejut dengan kedatangannya.
Segera pertarungan besar kembali terjadi diantara ribuan monster melawan sembilan orang kultivator manusia yang tanpa rasa takut menyerang mereka. Ratusan sosok prajurit bayangan juga menunjukkan dirinya, dan membantu Zhang Yu meningkatkan kekuatan serta kekayaannya.
Suara ledakan keras terdengar saat Zhang Yu kembali menggunakan teknik amukan dua naga kembar, tapi serangannya kali ini tidak menewaskan banyak monster seperti sebelumnya, karena bagaimana pun juga, lawannya kali ini adalah monster tingkat perak.
Walau hanya ratusan monster yang mati setelah menerima serangan darinya, dengan dia yang mampu menggunakan teknik itu berulangkali, jumlah monster yang banyak tidak akan menjadi masalah baginya. Mereka hanya akan menjadi sumber kekayaan dan kekuatan, yang datang dengan sendirinya.
Dari puluhan ribu, dalam waktu yang relatif singkat jumlah monster terus berkurang, dan hanya menyisakan setengah jumlah awal mereka.
“Bagaimana para manusia itu dapat selamat sampai wilayah tengah, bahkan dapat membunuh ribuan saudaraku dalam waktu yang begitu singkat?”
“Jika ini terus dibiarkan, bisa saja mereka terus merangsek ke depan memasuki wilayah inti hutan monster, dan membuat kekacauan di tempat tinggalku. Tunggu saja, pasukan utama ras monster akan aku kerahkan untuk terlebih dahulu memusnahkan kalian,” ujar wanita bertanduk, yang mengamati jalannya pertarungan dari kejauhan.
Sementara itu, Zhang Yu melihat sekeliling tanpa menggunakan mata dewa, saat merasa ada sosok yang sedang mengawasinya. “Entah cuma perasaanku atau benar adanya, tapi aku merasa baru saja ada sosok kuat sedang mengawasi tempat ini.” Zhang Yu menggunakan mata dewa nya, dan benar saja dia melihat jejak aura yang berada di atas langit.
Zhang Yu melesat dan berhenti di samping Zhang Fu. “Apa kamu tahu siapa sosok yang baru saja mengawasi tempat ini? Dia kuat, bahkan merasakan jejak auranya saja sudah membuat tubuhku gemetaran,” ujarnya.
Zhang Fu juga menyadari keberadaan sosok itu, dan dia tahu sekuat apa sosok yang pergi dengan meninggalkan aura kekuatannya. “Setidaknya dia memiliki kekuatan yang setara dengan kultivator ranah Dewa Rendah, dan tentu dia jauh lebih kuat dari ku. Aku sarankan kita pergi menjauh kalau bertemu dengannya!” balasnya.
__ADS_1
Zhang Yu mengangguk, kemudian kembali membunuh monster yang jumlahnya semakin menyusut.
°°°
Di dalam gua yang hanya diterangi cahaya remang, seorang wanita berjubah putih, menatap sosok pria bertanduk yang berdiri di depannya. “Aku tahu apa yang menjadi tujuanmu datang menemuiku, dan jawaban yang akan aku berikan tetap sama seperti seratus tahun yang lalu. Kehancuran hutan ini sudah dekat, dan ini karma yang harus kalian alami setelah memihak pada kekuatan iblis.”
Tubuh pria bertanduk bergetar mendengar jawaban yang sama, setelah seratus tahun berlalu. Sebuah jawaban yang tidak diinginkan kembali dia dengar, dan satu hal yang pasti perkataan wanita itu tidak pernah salah.
“Apa ini akan menjadi akhir dari kehidupan ras monster di alam bawah? Bukannya aku dan adikku telah mencapai tingkat monster ilahi, bagaimana bisa kami akan musnah di tangan para manusia yang jauh lebih lemah?”
“Aku saja tidak yakin mereka dapat menghadapi salah satu saudaraku yang berada di ranah Mitos,” ujarnya yang belum ingin mempercayai ramalan wanita berjubah.
Tiba-tiba wanita itu membuka tudung jubahnya, dan menunjukkan sebuah senyuman yang menghiasi wajah seputih mulus, selayaknya porselen giok. Namun, fitur wajahnya sama persis dengan wajah Qing Yue.
“Hari kehancuran kalian akan segera tiba, dan saat itu juga akan menjadi hari kebebasanku.” ujar wanita yang merubah senyum lebarnya manjadi senyuman sinis.
Pria bertanduk geram dan melayangkan pukulan ke arah wanita itu, tapi pukulannya hanya menembus tubuh wanita itu dan tidak melukainya.
“Bodoh! Aku hanya roh, sedangkan tubuh asliku tidak berada di tempat ini. Sekalipun kamu menggunakan kekuatan penuh untuk memukulku, semua itu percuma. Lebih baik kamu menyiapkan diri untuk kematian yang datang tak lama lagi.” Sosok wanita itu kembali ke tempatnya, dan kembali menggunakan tudung jubah menyembunyikan wajahnya.
“Aku tidak mempercayaimu, dan akulah yang akan memusnahkan para manusia yang berani mengusik ketenangan wilayah kekuasaanku.” Pria bertanduk pergi, meninggalkan sosok wanita yang menunjukkan senyuman cerah di balik tudung jubahnya.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1