
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Seorang pria tua yang sedang duduk di atas batu berwarna hitam dalam gua yang tak jauh dari istana Kekaisaran Langit, tiba-tiba saja membuka kedua matanya yang semula tertutup, begitu merasakan getaran aneh dalam jiwanya. Menggunakan kekuatan jiwa pria itu mencari tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi, tapi tak lama wajah tenangnya berubah menjadi marah.
Aura kegelapan dan niat membunuh yang begitu besar meledak dari dalam tubuhnya, meluap keluar membuat semua makhluk hidup di sekitarnya musnah, bahkan Zhang Yu, Lin Long dan semua orang yang berada di istana Kekaisaran Langit dapat merasakan aura yang meluap keluar dari dalam tubuh pria itu.
Dengan dikelilingi aura gelap dan niat membunuh, pria tua itu bangkit dari duduknya, melangkahkan kaki menuju mulut gua, “Siapa pun yang telah membunuh putraku, dia akan mati di tanganku!”
Dia melayang ke ketinggian langit, dengan kedua mata tajamnya tak berkedip menatap kemegahan istana Kekaisaran Langit yang dia bangun ratusan ribu tahun yang lalu. Dengan kecepatan puncak ranah Dewa Immortal tingkat puncak, pria tua itu melesat menuju tempat terakhir kali dia dapat merasakan keberadaan jiwa putranya, dan di tempat itu juga dia juga merasakan aura kekuatan orang yang telah membunuh putranya.
Sampai di atas istana Kekaisaran, tepatnya di atas kediaman yang letaknya di sebelah barat istana, dia melihat sebuah pemandangan yang membuatnya semakin marah, dan seketika pandangan kedua matanya tertuju pada pemuda yang mengarahkan pandangannya ke arahnya.
Walau dapat merasakan kekuatan pemuda itu jauh di bawahnya, entah kenapa dia merasakan firasat buruk saat menatap matanya.
“Sekalipun aku harus mati, aku akan membawanya mati bersamaku,” gumamnya melesat maju menyerang pemuda yang telah membunuh putranya.
Sementara itu, semua orang di dekat Zhan Yu yang merasakan datangnya sosok pemilik aura gelap yang membuat jiwa mereka bergetar, mereka mencoba pergi sejauh mungkin dari aura itu, tapi tidak dengan Zhang Yu dan Lin Long yang tetap berdiri di tempat mereka.
Zhang Yu dengan santai mengeluarkan zirah Dewa dan memakainya, lalu dengan melambaikan tangannya dia menghalau serangan yang tertuju pada dirinya. Benturan kekuatan Zhang Yu dan kekuatan yang menyerangnya berhasil membuat tanah bergetar.
Merasakan kekuatan musuh Zhang Yu berkata, “Ranah Dewa Immortal tingkat puncak, yang tinggal selangkah lagi dapat menerobos ranah Dewa Immortal Bumi. Meskipun kekuatannya sangatlah luar biasa, tapi sebuah kesalahan kalau tetap ingin melawan kekuatanku yang sekarang. Dengan memakai zirah Dewa dan pedang Naga, hanya mereka yang berada di tingkat puncak ranah Dewa Immortal Bumi yang dapat bertarung imbang denganku.”
Dengan memiliki artefak yang mampu meningkatkan kekuatan dua ranah di atas kekuatan sejatinya, Zhang Yu adalah keberadaan yang curang, apalagi ditambah kekuatan tipe tubuh dan Martial Spiritnya, kekuatannya dapat jauh melampaui dari apa yang terlihat. Belum lagi dengan keberadaan Yuxi, sebuah sistem dalam tubuhnya yang mengetahui segalanya, dengan itu semua, Dewa Surgawi sekalipun akan kesulitan menghadapi sosoknya.
__ADS_1
Dari tempatnya, Zhang Yu kembali melambaikan tangannya, menyerang pria tua di langit yang seluruh tubuhnya dikelilingi aura gelap dan niat membunuh.
Pria tua yang melihat serangan mengarah padanya, dengan tenang dia berusaha menghindarinya, walau tidak mudah dia dapat menghindari serangan yang mungkin dapat menyebabkan luka pada tubuhnya.
Dia dapat merasakan kalau serangan barusan bukanlah serangan seorang Dewa Immortal tingkat satu, dari kekuatan yang terpancar, itu adalah serangan yang kekuatannya sudah jauh melampaui serangan kekuatan puncak kultivator ranah Dewa Immortal.
Pria tua yang melayang di atas langit istana Kekaisaran Langit, perlahan melayang turun, menapakkan kakinya tak jauh dari tempat berdirinya Zhang Yu. Dengan langkah tegaknya, dia mendekatkan jarak antara dirinya dan Zhang Yu. Aura gelap dan niat membunuh yang meluap keluar dari dalam tubuhnya semakin besar saat dia semakin dekat dengan orang yang membunuh putranya.
“Kenapa kau membunuh putraku?” tanyanya.
“Membunuh putramu? Oh, maksudmu Kaisar Lang Zeng? Aku terpaksa membunuhnya karena dia ingin mengambil milikku!” jawab Zhang Yu sengit.
“Putraku adalah seorang Kaisar, apapun itu kalau dia menginginkannya, kau sebagai rakyat sudah seharusnya memberikan apa yang dia inginkan!”
“Memberikan semua yang dia inginkan? Apa kau akan memberikan istrimu ke pria lain, saat pria itu menginginkan istrimu?”
“Cih, sayangnya aku bukan pria sepertimu yang memperlakukan wanita selayaknya barang!”
Mendengar itu, pria tua yang sudah mengumpulkan seluruh kekuatannya, melesat maju mencoba memusnahkan keberadaan pemuda di depannya, “Rakyat rendahan sepertimu seharusnya menuruti keinginannya, bukan justru membunuhnya! Namun, karena kau telah membunuhnya, kau akan mati di tanganku dan semua milikmu akan menjadi milikku!” ujarnya.
Meski dapat merasakan kekuatan serangan pria tua yang diarahkan padanya sudah melampaui kekuatan ranah Dewa Immortal, dengan ketenangannya Zhang Yu berhasil menghalau semua serangan yang terarah padanya.
Tubuh Zhang Yu bergerak cepat, menghindari dan sesekali menghalau serangan bertubi-tubi yang terarah padanya. Lin Long yang semula berada di dekatnya, dia sudah menjauh karena kekuatan dua orang itu lebih besar darinya.
Benturan dua kekuatan besar menghancurkan beberapa bagian kediaman yang masih berada di lingkungan istana Kekaisaran Langit, dan benturan dua kekuatan besar masih terus terjadi karena mereka yang bertarung belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
__ADS_1
Sementara itu, dua orang yang sedang bertarung telah selesai mengukur kekuatan lawannya, dan pria tua benar-benar terkejut setelah mengukur kekuatan Zhang Yu. Dia tidak menyangka kekuatan pemuda yang semula terlihat berada di tingkat 1 ranah Dewa Immortal, tiba-tiba saja sekarang sudah jauh melampaui kekuatannya.
Pria tua segera sadar kalau dia tidak akan menang kalau tetap bertarung secara jujur dengan lawannya, melompat menjaga jarak dia melemparkan bola-bola asap disekitar tubuhnya, membuat sosoknya tersamarkan di balik asap yang terus meluas mengikuti arah angin.
Asap yang mengelilinginya bukanlah sembarangan asap, melainkan itu adalah asap beracun yang mampu memusnahkan mereka yang kekuatannya berada di bawah ranah Dewa Immortal Bumi. Dirinya sudah meminum penawar, jadi dia tak terpengaruh dari racun yang terkandung di dalam asap.
Sedangkan Zhang Yu, sekalipun kekuatannya saat ini telah melampaui ranah Dewa Immortal, tapi kekuatan sejatinya hanya tingkat 1 ranah Dewa Immortal, dan tentu racun itu dapat berakibat buruk padanya.
Namun, dengan adanya Yuxi, dengan mudah Zhang Yu mendapatkan penawar racun yang membuat tubuhnya kebal terhadap racun jenis apapun selama seratus hari ke depan. Seorang Dewa racun sekalipun, tidak akan bisa meracuni tubuhnya menggunakan racun terkuat miliknya.
“Jangan kau pikir dapat membuat dirimu terlindung, dengan bersembunyi di dalam asap yang dipenuhi racun, dan lagi racun rendahan milikmu tak akan berpengaruh padaku!” Dengan menggunakan kekuatan mata Dewa, Zhang Yu menyerang pria tua yang berada di tengah-tengah asap tebal yang mengelilinginya.
Pertarungan hebat kembali terjadi begitu Zhang Yu masuk kedalam asap tebal, menyerang pria tua yang nampak tidak siap dengan serangan tiba-tiba yang dilakukannya. Namun, dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, pria tua berhasil menghindari beberapa serangan Zhang Yu, walau beberapa serangan lolos dan berhasil melukai tubuhnya.
Zhang Yu menggunakan teknik bayangan untuk mempercepat gerakannya yang sebenarnya sudah jauh melampaui kecepatan lawannya, tapi dengan semakin cepat dia bergerak, semakin mudah dia membuat serangannya mengenai tubuh lawan.
Perlahan, berbagai jenis luka mulai terlihat di sekujur tubuh pria tua yang semakin kewalahan menghindari setiap serangan yang dilakukan Zhang Yu, hingga akhirnya seluruh tubuhnya dipenuhi darah segar yang mengalir keluar dari setiap luka di sekujur tubuhnya.
Kedua mata pria tua itu memancarkan keputusasaan, bersama dengan energi spiritual miliknya yang mulai terkuras setelah ratusan kali melakukan serangan yang tidak pernah mengenai apa yang ingin dia serang.
“Sebelumnya kita memang tidak memiliki masalah, tapi karena kamu membela orang yang salah dan ingin membunuhku, jadi jangan menyalahkanku atas kematianmu!” ungkap Zhang Yu.
Dia mengayunkan tangannya, memberikan pukulan terakhir, mengakhiri kehidupan pria tua.
°°°
__ADS_1
Bersambung...