
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Zhang Yu, Lin Yifei dan Yan Fei duduk di halaman belakang kediaman, tempat yang biasa mereka gunakan berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Namun, untuk kali ini hanya mereka bertiga yang berada di tempat itu.
Lin Yifei dan Yan Fei tahu tujuan Zhang Yu yang ingin menghabiskan waktu senja bersama mereka. Besok Zhang Yu dan kelima saudari mereka akan pergi ke Alam Binatang, jadi ini bisa dikatakan hari terakhir sebelum mereka terpisah untuk sementara waktu.
“Alam Binatang bukan tempat yang ramah untuk rasa manusia seperti kita. Aku harap suami berhati-hati saat berada di tempat itu!” kata Lin Yifei mengingatkan.
“Di masa lalu, bisa dikatakan aku hampir tidak pernah berinteraksi dengan penghuni Alam Binatang, meski penguasa Alam Binatang waktu itu adalah salah satu sahabatku,” balas Zhang Yu sedikit mengingat kenangan di kehidupan yang lalu.
“Jadi, suami berapa lama akan tinggal di Alam Binatang?” tanya Yan Fei.
“Kalau semua berjalan lancar, kurang dari tiga bulan aku pasti kembali ke Alam Bunga. Akan tetapi, semua bisa berubah tergantung keadaan di Alam Binatang,” jawab Zhang Yu belum mengetahui secara pasti keadaan di Alam Binatang.
Dia berharap keadaan Alam Binatang dalam masa damai, tidak seperti di Alam Bunga, yang mana dia datang di waktu perang besar akan melanda Alam Bunga. Sekalipun ada peperangan di Alam Binatang, setidaknya itu hanyalah peperangan antar kelompok, dan bukan peperangan yang melibatkan keluarga utama Alam Binatang.
Kalaupun di Alam Binatang sedang terjadi peperangan besar, dia akan lebih dulu mencari kubu siapa yang benar, dan kalau memungkinkan dia akan memberi bantuan pada kubu yang memang layak mendapatkan bantuannya.
“Apa suami tidak ingin membawa beberapa prajurit utama Alam Bunga, untuk menemani perjalanan suami?” tanya Lin Yifei.
“Keberadaan mereka jauh lebih dibutuhkan oleh Alam Bunga. Jadi, bagaimana mungkin aku tega membawa mereka hanya untuk kepentinganku? Soal prajurit penjaga, kamu tidak perlu khawatir! Bukannya kamu sendiri tahu kalau ada ratusan ribu prajurit yang saat ini tinggal di Dunia Abadi milikku, dan rela melakukan apapun untuk melindungiku!” jawab Zhang Yu dengan senyuman lembut di wajahnya.
“Lalu, bagaimana dengan seratus prajurit bayangan yang suami tinggal di Istana Hua? Bukannya lebih baik mereka ikut pergi bersama suami?” kata Yan Fei yang saat ini di bayangannya, bersemayam 50 prajurit bayangan, sementara 50 prajurit bayangan lainnya berada di bayangan Lin Yifei.
“Mereka adalah prajurit abadi yang aku tugaskan untuk menjaga kalian. Selain itu, aku masih punya seratus prajurit bayangan lainnya, yang senantiasa tinggal di bayanganku. Jadi, jangan menolak keberadaan mereka yang aku beri tugas menjaga dan melindungi kalian!” kata Zhang Yu tegas.
Swiss...
“Tuan...” sosok Zhang Lao tiba-tiba saja muncul di hadapan Zhang Yu dan kedua istrinya.
Zhang Yu menganggukkan kepalanya, lalu dia mendengar informasi yang disampaikan Zhang Lao tentang portal menuju Alam Binatang yang baru selesai diperbaiki.
Sebelum penguasa terdahulu menutup Alam Bunga, portal yang menghubungkan Alam Bunga dengan Alam Binatang maupun dengan Alam lainnya sengaja dihancurkan, untuk mencegah adanya orang luar masuk ke Alam Bunga dengan memanfaatkan keberadaan portal Alam Bunga.
Setelah melakukan perbaikan selama tiga hari tiga malam tanpa istirahat, Zhang Lao yang memimpin perbaikan akhirnya dapat menyelesaikan perbaikan, meski saat ini dia terlihat sangat kelelahan.
__ADS_1
Melihat keadaan Zhang Lao, Zhang Yu segera saja menyuruh Zhang Lao untuk terlebih dahulu mengistirahatkan tubuhnya, sebelum melakukan perjalanan menuju Alam Binatang.
“Dengan selesainya perbaikan, besok untuk sementara waktu aku akan pergi meninggalkan Alam Bunga. Kalau terjadi masalah di Alam Bunga dan kalian membutuhkan bantuan dariku, jangan sungkan untuk menghubungiku!” kata Zhang Yu lalu dia memberi ciuman hangat di kening mereka secara bergantian.
Senja telah menghilang berganti malam membuat Zhang Yu dan kedua istrinya memutuskan masuk ke dalam kediaman, lalu mereka mulai membersihkan diri bersama-sama di kolam pemandian, dan akhirnya malam terakhir ditutup dengan kegiatan yang menguras keringat sampai pagi.
Tidak lupa Zhang Yu meninggalkan banyak cincin penyimpanan yang didalamnya terisi penuh sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan kedua istrinya.
Dia juga meninggalkan cincin penyimpanan berisi sumberdaya untuk orangtuanya, paman serta kakeknya, dan tidak lupa dia juga menyiapkan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan keluarga Zhang, dan kekuatan para petinggi Alam Bunga.
Setelah melewati malam panjang penuh keringat dan rasa terpuaskan, waktu berpisah akhirnya tiba. Meski hanya sementara, ini tetaplah sebuah perpisahan.
Zhang Yu dan kelima istrinya yang akan pergi bersamanya, berdiri di belakang Zhang Lao yang sedang menatap portal besar, yang mana portal itu akan membawa mereka langsung ke Alam Binatang.
Mereka telah selesai berpamitan dengan Lin Yifei, Yan Fei, Zhang Tian, Lu Ning, dan seluruh orang yang tinggal di Istana Hua. Kakek dan Paman Zhang Yu tidak bisa mengantar kepergian mereka karena saat ini sedang melakukan latihan tertutup.
“Saudaraku, apa yang membuatmu masih begitu ragu dan tidak kunjung melangkahkan kaki memasuki portal? Apa kamu berubah pikiran dan memutuskan tidak jadi pergi ke Alam Binatang?” tanya Zhang Yu di tengah-tengah keraguan yang ditunjukkan Zhang Lao.
“Tuan, bukannya ragu, tapi aku takut kepergian kita ke Alam Binatang, justru mendatangkan hal buruk pada Tuan dan Nyonya!” ungkap Zhang Lao.
Terlihat senyuman di wajah Zhang Yu setelah mendengar perkataan Zhang Lao, lalu dengan penuh ketenangan Zhang Yu melangkahkan kaki mendekati Zhang Lao, kemudian dia memukul ringan punggung Zhang Lao dalam wujud manusianya.
Zhang Lao tersenyum mendengar itu.
Menghela nafas panjang, Zhang Lao perlahan melangkahkan kaki memasuki portal menuju Alam Binatang, dan menyusul di belakangnya Zhang Yu yang saling bergandengan tangan dengan kelima istrinya.
“Portal kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Tuan dan Nyonya, kita tidak akan langsung dibawa ke Alam Binatang, melainkan kita harus berjalan kaki untuk sampai di Alam Binatang,” kata Zhang Lao menjelaskan.
Perjalanan seperti ini mengingatkan Zhang Yu saat melakukan perjalanan dari Alam Bawah ke Alam Menengah. Bedanya, saat ini dia tidak sendirian, melainkan ada kelima istrinya, dan ada Zhang Lao.
“Kira-kira, berapa lama kita akan sampai di Alam Binatang?” tanya Qing Yue pada Zhang Lao.
“Nyonya, setidaknya kita akan terus berjalan selama tiga hari waktu di Alam Bunga, untuk sampai di Alam Binatang,” jawab Zhang Lao.
Qing Yue menganggukkan kepalanya mengerti, dan kembali dia menikmati perjalanan bersama suami serta keempat saudarinya tanpa mengendurkan kewaspadaannya.
“Apa tempat ini akan selalu sepi seperti sekarang?” tanya Long Hua.
__ADS_1
“Energi di tempat ini sangat tenang. Nyonya bisa tenang dan menikmati perjalanan,” balas Zhang Lao.
“Apa ada bagian dari tempat ini yang berbahaya saat kita melewatinya? Kalau memang berbahaya, seberapa tinggi tingkat berbahaya yang dimiliki bagian itu?” tanya Shang Gu.
Zhang Yu menggunakan kekuatan mata Dewa miliknya untuk melihat bagian berbahaya dari lorong portal yang sedang dia lewati. Meski ada beberapa bagian yang energi penyusunnya kurang stabil, tapi bagian itu masih aman untuk dilewati.
Kedua mata Zhang Yu tiba-tiba saja terbuka lebar, saat dia melihat kekacauan energi yang sangat mengerikan di ujung lorong portal. Kekacauan energi di tempat itu setidaknya dapat memusnahkan mereka yang kekuatannya berada di bawah ranah Dewa Nirwana Suci.
“Itu sangat berbahaya!” kata Zhang Yu yang mungkin akan mengamankan kelima istrinya, dengan mengirim mereka ke Dunia Abadi.
“Kenapa bisa terjadi kekacauan energi yang begitu mengerikan di tempat ini?” kata Zhang Yu yang tidak mengira akan menemukan kekacauan energi di lorong portal penghubung Alam Bunga dan Alam Binatang.
“Tuan, sepertinya itu terjadi karena portal ini sudah sekian lama tidak digunakan, dan mungkin saja ada sedikit kerusakan di bagian portal yang berada di Alam Binatang,” ujar Zhang Lao.
“Ada kemungkinan yang kamu katakan adalah sebuah kebenaran,” kata Zhang Yu.
Zhang Yu pada akhirnya mengirim kelima istrinya ke Dunia Abadi miliknya karena dia tidak ingin ada marabahaya yang menimpa mereka.
“Menurutmu, siapa yang akan menyambut kita begitu sampai di Alam Binatang?” tanya Zhang Yu pada Zhang Lao.
“Tuan, aku sudah lama meninggalkan Alam Binatang. Jadi, aku tidak mengetahui siapa-siapa saja yang akan menyambut kedatangan kita,” jawab Zhang Lao.
“Artinya, kita tidak tahu lawan atau kawan yang akan menyambut kita,” kata Zhang Yu.
Zhang Lao menganggukkan kepalanya, lalu berkata, “Tuan benar...”
“Kalau lawan yang sudah menunggu, aku tidak akan sungkan membunuhnya,” lanjutnya.
Zhang Yu tersenyum mendengar itu, “Sebenarnya aku tidak ingin mencari musuh di Alam Binatang, tapi kalau mereka sudah memusuhiku sejak awal, aku juga tidak akan sungkan membunuh mereka!...”
°°°
Bersambung...
°°°
Jangan lupa baca juga cerita baru author yang kali ini mengangkat tema dunia pedang dan sihir...
__ADS_1