
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Di Kediaman Zhang Yu, di Klan Zhang.
Zhang Yu yang sedang berbicara santai dengan keempat istrinya, tiba-tiba saja dia merasakan adanya pertempuran di aula utama Klan Zhang.
“Kakek dan Paman akhirnya menindak tegas mereka yang berusaha mengambil alih kekuasaan Klan Zhang,” kata Zhang Yu.
Keempat istrinya yang masih melanjutkan pembicaraan mereka, seketika terdiam, saat mendengar perkataan Zhang Yu, “Suami, apa kita hanya akan diam dan tidak membantu mereka?” tanya Shu Cing.
Pelan Zhang Yu menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Dengan kekuatan Kakek dan Paman, sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan seluruh petinggi Klan Zhang yang ingin berkhianat!”
Qing Yue, Long Hua, Shu Cing, dan Yin Siyi tahu sekuat apa Zhang Xinhua dan Zhang Quro. Kecil kemungkinan petinggi Klan Zhang dapat mengalahkan mereka, “Akan tetapi, tidak ada salahnya bukan kalau kita memastikan keadaan mereka?” ungkap Long Hua.
“Kalau itu yang menjadi keinginan kalian, kita akan pergi melihat keadaan mereka!” balas Zhang Yu.
Keempat istrinya menganggukkan kepalanya. Meskipun mereka tahu Zhang Xinhua dan Zhang Quro dapat memenangkan pertempuran, tetap saja keempat wanita itu ingin memastikan keadaan mereka.
Zhang Yu memimpin keempat istrinya berjalan menuju aula utama Klan Zhang, tempat terjadinya pertempuran besar yang membuat gempar seluruh kawasan Klan Zhang.
Akan tetapi, suara pertempuran di aula tiba-tiba saja menghilang, dan tak lama Zhang Xinhua serta Zhang Quro terlihat keluar dari aula utama Klan. Kedua orang itu keluar dari aula utama Klan, bersamaan dengan kedatangan Zhang Yu dan keempat istrinya.
Melihat kedua orang itu keluar dari aula Klan, Zhang Yu dan keempat istrinya langsung menghampiri mereka. Tak ingin membicarakan sesuatu di sekitaran aula utama Klan, Zhang Xinhua yang menyambut kedatangan Zhang Yu dan keempat istrinya, dia membawa mereka ke kediamannya.
Setelah beberapa waktu melangkahkan kakinya, mereka telah sampai di kediaman Zhang Xinhua, yang terletak tidak begitu jauh dari aula utama Klan Zhang. Zhang Xinhua langsung mempersilahkan Zhang Quro, Zhang Yu, dan para wanita masuk ke kediamannya.
Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, dari aula utama Klan, mereka yang berada di kediaman Zhang Xinhua dapat mendengar suara gaduh di aula utama Klan saat prajurit Klan melakukan pembersihan.
__ADS_1
Prajurit Klan yang membersihkan aula utama Klan adalah prajurit yang memiliki kesetiaan penuh pada Zhang Quro sebagai kepala Klan Zhang. Sementara itu, prajurit yang memiliki niatan melakukan pengkhianatan, semalam mereka telah dimasukkan kedalam penjara, bersama seluruh keluarga mereka.
Setelah semua duduk tenang di tempatnya, Zhang Yu mulai membuka pembicaraan, “Kakek, Paman, dengan begini Klan Zhang sudah terbebas dari mereka yang ingin melakukan pengkhianatan!”
Zhang Xinhua dan Zhang Quro langsung menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Zhang Yu, “Klan Zhang memang terbebas dari para pengkhianat, tapi di waktu yang bersamaan, Klan Zhang juga mengalami penurunan kekuatan!” ujar Zhang Xinhua.
“Masalah penurunan kekuatan Klan Zhang, Kakek dan Paman tidak perlu khawatir! Dalam satu bulan ke depan, aku pasti dapat meningkatkan kekuatan Klan Zhang, jauh melampaui kekuatan Klan Zhang yang sebelumnya,” ungkap Zhang Yu.
Zhang Xinhua dan Zhang Quro yang mendengar perkataan Zhang Yu, mereka percaya kalau Zhang Yu dapat melakukanya, “Cucuku, maafkan mereka yang sudah tidak mempercayaimu!”
Mendengar itu, Zhang Yu hanya menggelengkan kepalanya, “Kakek tidak perlu meminta maaf untuk kesalahan orang lain, apa lagi untuk mereka yang sudah berada di Alam Kematian!”
Zhang Quro dan keempat istri Zhang Yu, setuju dengan apa yang dikatakan Zhang Yu. Mereka tidak setuju kalau Zhang Xinhua meminta maaf untuk kesalahan yang bukan dilakukan olehnya, sekalipun yang melakukan kesalahan itu masih bagian dari Klan Zhang.
Seorang prajurit masuk kedalam kediaman Zhang Xinhua, “Kepala Klan, ada utusan dari Kekaisaran Zhou yang ingin bertemu Kepala Klan dan dia juga ingin bertemu Tuan Muda Zhang Yu!” kata prajurit melaporkan kedatangan utusan Kekaisaran Zhou.
Mendengar pertanyaan Pamannya, Zhang Yu hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu apa yang menjadi tujuan kedatangan utusan Kekaisaran Zhou. Akan tetapi dia merasa kalau kedatangan utusan Kekaisaran Zhou masih berhubungan dengan kemenangan Klan Zhang dalam peperangan melawan Kekaisaran Alam Atas.
“Keponakanku, bagaimana kalau kita menemui utusan Kekaisaran Zhou, dan sama-sama mendengar apa yang menjadi tujuan kedatangannya?” ujar Zhang Quro.
Zhang Yu mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman lebar, lalu dia berkata, “Kalau kedatangan orang itu memiliki tujuan baik, tentu aku akan menyambut baik kedatangannya, tapi kalau sebaliknya, mungkin Kekaisaran Zhou akan bernasib sama dengan Kekaisaran Alam Atas!”
Mendengar itu, Zhang Quro, Zhang Xinhua, dan keempat istri Zhang Yu bersamaan menganggukkan kepala. Mereka sangat tahu kalau nasib buruk akan menimpa Kekaisaran Zhou, kalau sampai mereka menyinggung Zhang Yu. Mungkin Kekaisaran Zhou akan menjadi Kekaisaran kedua yang keberadaannya lenyap dari peta daratan Alam Atas.
“Kalian pergilah menemui utusan dari Kekaisaran Zhou! Aku akan di sini untuk memenangkan diri!” kata Zhang Xinhua, dan langsung saja di pergi ke ruangan meditasi yang berada di kediamannya.
Semua orang mengangguk, mendengar perkataan Zhang Xinhua, “Istriku, tunggu aku di kediaman! Biarkan aku dan Paman yang menemui utusan Kekaisaran Zhou!”
Qing Yue, Long Hua, Shu Cing dan Yin Siyi menganggukkan kepalanya, lalu mereka kembali ke kediaman Zhang Yu, bersamaan dengan Zhang Yu dan Zhang Quro yang pergi ke aula timur, aula khusus Klan Zhang, yang digunakan untuk menerima tamu dari jauh.
__ADS_1
°°°
Setelah meninggalkan kediaman Zhang Xinhua, Zhang Yu dan Zhang Quro akhirnya sampai di aula timur Klan Zhang, yang mana ditempat itu sudah menunggu wanita berpakaian biru yang merupakan utusan Kekaisaran Zhou.
Wanita itu mengarahkan pandangan matanya ke arah Zhang Yu dan Zhang Quro yang baru saja memasuki aula timur. Memandang Zhang Quro, wanita itu sama sekali tidak menemukan keanehan, tapi lain cerita saat dia memandang Zhang Yu, “Ternyata kamu benar-benar berada di dunia aneh ini!” gumamnya lirih.
Wanita itu menutupi sebagian wajahnya menggunakan cadar, membuat Zhang Yu dan Zhang Quro tak bisa melihat sepenuhnya wajah wanita di hadapan mereka. Namun, hanya dari melihat sebagian kecil wajah wanita itu, keduanya tahu kalau wanita di hadapan mereka bukanlah wanita buruk rupa, dan entah kenapa Zhang Yu merasa tidak asing dengan wanita itu saat pandangan mata mereka saling bertemu.
Zhang Yu menatap wanita itu, berusaha mengingat dimana dia pernah bertemu dengannya. Akan tetapi bukan ingatan di Dunia Kultivasi yang dia dapat, melainkan dia justru mendapatkan ingatannya saat masih berada di Bumi, dan entah kenapa dia merasa sebuah kesalahan karena tidak membawa serta keempat istrinya pergi menemui utusan Kekaisaran Zhou.
“Sudahkan kamu mengingatkanku? Ini baru beberapa bulan, tapi keindahan dunia ini sepertinya sudah membuatmu melupakan keberadaanku!” kata wanita di hadapan Zhang Yu, yang membuat Zhang Quro segera putar arah pergi meninggalkan aula Klan karena dia tahu utusan Kekaisaran Zhou adalah wanita yang datang khusus menemui keponakannya, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Klan Zhang.
Zhang Yu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat dia sudah memastikan identitas asli wanita di hadapannya, “Shang Gu, bagaimana bisa kamu berada di Dunia ini? Bukannya kamu seharusnya berada di Bumi, menjalani kehidupan baru bersama tunanganmu?” tanya Zhang Yu pada wanita yang sempat mengisi hari-hari bahagianya selama di Bumi, sebelum dia harus menerima kenyataan saat wanita yang dia cintai dijodohkan dengan pria yang jauh lebih mapan darinya.
Shang Gu mengulurkan tangannya, menampar wajah Zhang Yu. Meskipun hanya tamparan pelan, itu sudah cukup untuk membuat wajah Zhang Yu memerah, “Bukannya menyambut kedatanganku dengan pelukan, kau justru menyambut kedatanganku dengan pertanyaan bodoh! Zhang Yu, kau benar-benar bodoh!” Luapan aura kekuatan yang jauh melampaui ranah Dewa Immortal Agung keluar dari tubuh Shang Gu, membuat Zhang Yu hanya bisa berdiri mematung di tempatnya.
Swiss... Swiss... Swiss... Swiss...
Qing Yue, Long Hua, Shu Cing, dan Yin Siyi datang ke aula timur Klan Zhang. Keempatnya menundukkan kepala, saat berhadapan dengan Shang Gu yang sedang marah, “Saudari pertama, jangan marah pada suami! Semua salah kami yang belum membuka segel ingatannya tentang saudari pertama, dan lagi bukannya saudari pertama juga tahu kalau segel itu hanya dapat dibuka setelah kita semua berkumpul?” kata Qing Yue.
Mendengar apa yang dikatakan Qing Yue, Shang Gu menarik kembali aura kekuatannya, membuat keadaan aula timur Klan Zhang kembali tenang, “Terimakasih saudari ketiga sudah mengingatkanku tentang itu! Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuka segel itu sekarang juga? Bukannya kita semua sudah berkumpul di tempat ini?” kata Shang Gu.
Qing Yue tersenyum riang mendengar itu, begitu juga dengan tiga wanita lainnya, “Kalau saudari pertama sudah mengatakan itu, dengan senang hati kami akan melakukannya!” balas Qing Yue.
Kelima wanita segera mengarahkan pandangannya ke arah Zhang Yu yang masih diam berdiri di tempatnya, “Aku tidak tau apa yang akan terjadi, tapi aku merasa hal buruk akan menimpaku!...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1