
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Dari pertempuran yang baru saja berakhir, Zhang Yu mendapatkan lebih dari lima kuadriliun poin sistem, dan dia berhasil mendapatkan triliunan poin pengalaman yang membuatnya dapat menerobos ranah Dewa Immortal Agung tingkat 2. Petir langit Alam Atas yang biasanya memberi ujian bagi kultivator yang berhasil menerobos ranah Dewa Immortal Agung kali ini tidak menunjukkan wujudnya, karena ketakutan dengan keberadaan sistem yang telah menyatu dengan jiwa Zhang Yu.
Semua poin sistem yang berhasil kumpulkan akan dia gunakan untuk meningkatkan kekuatannya sampai tingkat puncak ranah Dewa Immortal Agung, sebelum dia memutuskan untuk pergi ke Alam Dewa. Kurang dari satu tahun, setidaknya dia harus sudah berada di Alam Dewa.
Namun, sebelum pergi ke Alam Dewa, dia juga ingin meningkatkan kekuatan Klan Zhang karena dia berencana membawa Klan Zhang di Alam Atas pergi bersamanya ke Alam Dewa, mencari tempat yang lebih baik dibandingkan tempat yang saat ini ditempati Klan Zhang di Alam Atas.
Begitu urusannya di Alam Dewa selesai, tidak menutup kemungkinan Zhang Yu akan langsung pergi ke Alam Surgawi untuk mengambil kunci menuju Alam Nirwana Agung yang disembunyikan keempat istrinya di salah satu tempat yang berada di Alam Surgawi, sebelum mereka memutuskan memasuki roda reinkarnasi.
Setelah kembali membuka Alam Nirwana Agung, dan kembali menduduki posisi tertinggi sebagai penguasa Alam Semesta. Zhang Yu akan mengumpulkan seluruh keluarganya, dan tinggal bersama di Alam Nirwana Agung.
Sekalipun dia adalah pemilik takdir Penguasa Alam Semesta, tidak akan mudah bagi Zhang Yu mewujudkan takdir yang dimilikinya. Banyak rintangan yang mungkin saja dapat menggagalkan takdir miliknya, dan sekali lagi dia harus mengulanginya dari awal.
°°°
Setelah beberapa saat terdiam, semua orang bersorak penuh kebahagiaan, merayakan kemenangan yang sebelumnya hanya ada dalam mimpi mereka.
Namun kedatangan Zhang Yu bersama tentara Dewa serta tentara Monster telah mewujudkan mimpi mereka, yang tak akan pernah terwujud kalau hanya mengandalkan kekuatan yang mereka miliki.
Bukannya kemenangan, mereka saat ini juga pasti sudah bertemu dengan sosok Dewa Kematian, kalau saja tidak ada Zhang Yu yang datang membantu mereka. Masih muda memiliki kekuatan yang luar biasa, semua orang tak henti meneriakkan nama Zhang Yu yang sudah mereka anggap sebagai pahlawan besar penyelamat Kekaisaran Xia dari kehancuran.
__ADS_1
Kemenangan yang mereka dapatkan bukan sekedar kemenangan, melainkan kemenangan besar karena dalam pertempuran terakhir mereka hanya kehilangan kurang dari seribu prajurit, sedangkan pihak musuh harus kehilangan seluruh kekuatan mereka, termasuk Yuan Xiong yang merupakan pemimpin ras Iblis kubu selatan.
Jenderal Xia Jing yang melihat sosok Zhang Yu masih berdiri di tengah-tengah medan pertempuran, segera saja dia mendekat ke tempatnya, bersama dengan Xia Wen yang senantiasa mengekor di belakangnya. Sesaat setelah keduanya berada di dekat Zhang Yu, mereka melihat lebih dari seratus ribu sosok kuat yang datang bersama Zhang Yu lenyap begitu saja tak berbekas.
Jenderal Xia Jing ingin menanyakan pada Zhang Yu kemana perginya banyak prajurit yang sebelumnya melayang di atas medan pertempuran.
Akan tetapi, belum juga dia bertanya, tiba-tiba Zhang Yu menoleh menatap dirinya, kemudian berkata, “Mereka telah kembali ke tempat yang sudah mereka anggap sebagai rumah. Jadi, Jenderal tidak perlu menanyakan padaku kemana perginya mereka! Daripada mengurusi mereka, lebih baik Jenderal mengerahkan seluruh prajurit untuk membersihkan tempat ini dari mayat yang berserakan, sebelum mayat-mayat di tempat ini menjadi sumber penyakit.”
Mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, Jenderal Xia Jing segera saja memberi perintah pada Xia Wen untuk mengerahkan seluruh prajurit, mengumpulkan mayat prajurit ras Iblis, dan membakarnya.
Jenderal Xia Jing sendiri akan mengurus mayat Yuan Xiong dan Yuan Mohui, yang merupakan pemimpin dan wakil pemimpin ras Iblis kubu selatan. Sedangkan Zhang Yu, dia memilih pergi ke salah satu ruangan di dalam garis pertahanan Kekaisaran Xia. Disaat semua orang sibuk mengurus mayat ras Iblis yang mati di medan pertempuran, dia menikmati waktu istirahatnya setelah lebih dulu menyimpan zirah Dewa serta pedang Naga kedalam ruang penyimpanan.
Sambil memulihkan kekuatannya, Zhang Yu bertanya pada Yuxi, “Aku merasa kalau kekuatan Kekaisaran Alam Atas tak sesederhana selayaknya kekuatan Kekaisaran Han ataupun kekuatan ras Iblis kubu selatan. Yuxi, apa menurutmu aku perlu terus meningkatkan kekuatan, sebelum hari dimana aku harus melawan kekuatan besar Kekaisaran Alam Atas?“
[Tuan, aku merasakan ada tujuh sosok di Kekaisaran Alam Atas yang bukan sosok asli dari alam ini! Dari aura tipis yang aku rasakan, mereka sepertinya berasap dari Alam Dewa, tepatnya Alam Elemen, dan masing-masing dari mereka kekuatannya berada di ranah Dewa Immortal Agung. Namun, aku tidak tahu mereka berada di tingkat berapa.]
Setelah mengungkapkan apa yang ingin dia ungkapkan, Zhang Yu bertanya pada Yuxi tentang benda apapun di toko sistem yang dapat meningkatkan kekuatannya, tapi baru juga dia bertanya, tiba-tiba saja kesadarannya telah berada di tempat lain.
“Tempat ini! Bukannya ini tempat yang sama dimana aku mendapatkan pecahan kekuatan saat aku menerobos ranah Dewa Immortal Langit? Apa mungkin aku akan mendapatkan pecahan kekuatan lainnya, setelah menerobos ranah Dewa Immortal Agung?” gumamnya dengan suara lirih, sambil melihat sekelilingnya.
Berharap mendapatkan seperti apa yang pernah dia dapatkan, tiba-tiba saja pandangan Zhang Yu menjadi gelap, dan dia tidak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya, “Ini? Apa sebenarnya yang sedang terjadi?”
°°°
__ADS_1
Di Istana Langit yang berada di Alam Surgawi, seorang pria yang masih terlihat muda di usia yang sudah lebih dari seratus milyar tahun, nampak pria itu tersenyum, melihat cahaya yang terpancar keluar dari cermin langit yang berada di aula Istana Kekaisaran Langit.
“Suamiku, apa dia telah kembali?” tanya wanita yang tiba-tiba muncul di dekatnya saat cahaya dari cermin langit yang menjulang tinggi menembus awan, terlihat dari jarak ratusan kilometer.
Pria yang ditanya menganggukkan kepalanya, lalu berkata, “Dia telah kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Sepertinya, mereka yang berada di Alam Dewa harus menanggung akibatnya karena telah berani berurusan dengannya!”
Wanita di sebelahnya mengangguk pelan, “Apa keempat istrinya sudah berada di sisinya, atau masih ada dari mereka yang belum bertemu dengannya? Dari empat cahaya kehidupan yang terpancar dari kunci Alam Nirwana Agung yang mereka segel, sepertinya saat ini mereka sudah berkumpul di Alam yang sama,” ungkapnya.
“Hanya satu dari mereka yang belum bersatu, tapi aku yakin tak lama lagi mereka akan kembali bersatu.”
“Setidaknya mereka harus berkumpul saat ingin kembali membuka Alam Nirwana Agung! Jika salah satu dari mereka tak diketahui keberadaannya, mustahil bagi mereka membuka kunci Alam Nirwana Agung, sekalipun dengan kekuatan seorang penguasa Alam Semesta, yang belum diakui sebagai Penguasa Alam Semesta, sebelum dia diakui oleh singgasana di Istana Alam Nirwana Agung.”
Seseorang akan diakui sebagai Penguasa Alam Semesta yang kekuatannya hanya satu tingkat dibawah kekuatan Sang Pencipta, setelah dia di akui oleh singgasana suci di Istana Alam Nirwana. Sudah jutaan orang mencoba menjadi Penguasa Alam Semesta, tapi selama ini baru satu orang yang berhasil mendapat pengakuan dari singgasana suci Istana Alam Nirwana.
Namun, tak lama setelah orang itu diakui sebagai Penguasa Alam Semesta, perang besar terjadi yang melibatkan seluruh Alam, bahkan sosok Penguasa Istana Surgawi tidak sanggup mencegah kehancuran akibat perang besar yang waktu itu terjadi.
Sampai akhirnya, Penguasa Alam Semesta harus mengorbankan dirinya untuk memperbaiki seluruh kerusakan akibat perang. Tak lama setelah kematiannya, empat Permaisuri Alam Nirwana Agung mengunci Alam Nirwana Agung, sebelum mereka memutuskan pergi melewati roda reinkarnasi, menyusul Penguasa Alam Semesta yang telah bereinkarnasi.
“Suamiku, daripada terus berdiri di tempat ini, bagaimana kalau kita melanjutkan permainan semalam? Bukannya kamu semalam mengatakan belum puas dengan pelayanan yang aku berikan! Lagian, kita saat ini hanya berdua karena saudari lainnya sedang pergi, jadi kita bisa menghabiskan waktu berdua lebih lama!”
Pria berjubah biru yang tidak lain adalah penguasa Alam Surgawi, langsung saja menggendong wanita di sebelahnya, yang merupakan salah satu Permaisurinya.
“Jangan menyalahkan aku seandainya besok pagi kamu akan kesulitan berjalan,” kata pria itu, sambil terus berjalan menuju kamar terbesar di kediamannya, yang biasanya dipenuhi suara para wanita.
__ADS_1
°°°
Bersambung...