
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Sebuah tombak melesat menerobos kerumunan prajurit ras Iblis menuju pemuda yang terus mengayunkan pedang, membunuh prajurit ras Iblis di dekatnya. Bunyi benturan senjata terdengar saat ujung runcing tombak menghantam bilah pedang milik pemuda yang tak lain adalah Zhang Yu.
“Membunuh begitu banyak prajuritku, kau pantas mati di tanganku!” teriak pria bertubuh besar yang memakai jubah berwarna hitam, begitu berdiri kurang dari sepuluh langkah di depan Zhang Yu.
Tombak hitam yang baru berbenturan dengan pedang Naga milik Zhang Yu, terlihat melayang menuju pria itu yang langsung menggenggamnya. Hanya sekali melihat, Zhang Yu tahu tombak yang menyerangnya adalah milik pria itu.
Zhang Yu yang begitu jelas mendengarkan teriakan pria di depannya, dengan santainya dia menunjukkan senyum di wajahnya kemudian dia berkata, “Majulah, dan mari kita buktikan siapa yang lebih dulu mati diantara kita!”
Tanpa membalas, pria berjubah hitam yang merupakan Jenderal ras Iblis pemimpin prajurit ras Iblis yang menyerang Kekaisaran Xia, dia langsung melesat maju menyerang Zhang Yu dengan mengerahkan segenap kekuatannya. Selayaknya bayangan, pria itu bergerak cepat sambil mengarahkan ujung runcing tombaknya kearah Zhang Yu.
Ujung tombak yang begitu runcing dan tajam hampir saja melubangi kepada Zhang Yu. Beruntung Zhang Yu masih dapat menghindar sesaat sebelum ujung tombak pria berjubah hitam melubangi kepalanya.
“Lumayan cepat dan hampir saja kamu dapat mempertemukanku dengan Dewa Kematian, tapi itu hanya hampir, yang tentunya masih jauh dari kamu bisa membunuhku,” kata Zhang Yu melesat maju melakukan serangan balik.
Pria berjubah hitam ingin menggunakan kecepatannya untuk menghindari serangan Zhang Yu, tapi pada kenyataannya kecepatan Zhang Yu sedikit lebih unggul dari kecepatannya, “Hanya bocah di ranah Dewa Immortal Langit tingkat puncak, tapi bagaimana bisa dia mengimbangi kecepatan puncak Dewa Immortal Agung?” gumamnya sambil terus menghindari serangan Zhang Yu.
“Lumayan, kau masih bisa bertahan dari serangan balikku, tapi bagaimana kalau aku sedikit mempercepat seranganku? Aku ragu kamu masih dapat bertahan dari seranganku yang selanjutnya!” ujar Zhang Yu meningkatkan kecepatan serangannya, membuat musuh mulai kewalahan menahan serangannya.
“Bocah sialan! Apa kau kira hanya dengan kecepatan dapat membunuhku? Sekalipun kau cepat, itu masih belum cukup untuk membunuhku. Jangankan membunuh, kau bahkan tidak akan dapat melukai tubuh…”
__ADS_1
Perkataan pria berjubah hitam seketika terhenti begitu dia merasakan rasa sakit di tangan kirinya. Darah mengalir deras dari luka di tangan kirinya, bersama dengan kedua matanya melihat potongan tangan tergeletak di sebelahnya.
Rasa sakit segela menjalar sampai ke seluruh tubuhnya, dengan nafas terengah menahan rasa sakit, pria berjubah hitam mengeluarkan tekanan aura yang membuat orang-orang di garis pertahanan Kekaisaran Xia merasakan sesak di dada mereka.
Aura berwarna hitam pekat meluap keluar dari dalam tubuhnya, bersama dengan semakin kuatnya tekanan kekuatan, yang berhasil membuat ratusan orang pingsan, tak kuasa menahan tekanan yang mereka terima. Hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat tekanan kekuatan pria berjubah hitam membuat ribuan orang kehilangan kesadaran dengan luka parah pada organ dalam mereka.
Dengan berdiri tegak di tempatnya, Zhang Yu sama sekali tidak terpengaruh dengan tekanan kekuatan pria berjubah hitam. Dia bahkan tidak menggunakan energi spiritual untuk melindungi tubuhnya dari tekanan yang dirasakan orang-orang di garis pertahanan Kekaisaran Xia.
“Apa hanya ini yang bisa kamu lakukan? Sangat lemah! Aku bahkan tidak perlu menggunakan energi spiritual milikku untuk bertahan dari tekanan kekuatanmu,” ujar Zhang Yu.
Pria berjubah hitam yang melihat Zhang Yu tidak terpengaruh tekanan kekuatannya, dia merasa geram dan dengan suara lantang dia berkata, “Hanya bertahan dari sedikit tekanan kekuatanku kau sudah begitu sombong. Kalau kau memang kuat, coba tahan serangan terkuatku!”
“Menahan serangan terkuatmu? Kenapa juga aku harus bertahan kalau aku dapat melawannya? Bersiaplah, kerahkan seluruh kemampuanmu karena aku akan mulai serius menghadapimu! Jangan sampai semua berakhir dengan cepat di saat aku baru ingin memulainya!” ungkap Zhang Yu yang memegang erat pedang Naga di tangannya, bersiap menyerang pria berjubah hitam.
Dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan aura kegelapan ras Iblis yang membuat Zhang Yu ingin memuntahkan isi perutnya, pria berjubah hitam telah siap menyerang, “Semua akan berakhir hanya dengan satu serangan ini. Bersiaplah untuk bertemu dengan Dewa Kematian!”
“Sial, kenapa juga aku harus bertemu dengan pemilik kekuatan elemen cahaya pemurnian? Sekuat apapun kekuatan kegelapan milikku, itu masih belum cukup untuk mengalahkannya,” gumam pria berjubah hitam dengan tangan kanan bergetar, dan tak lama tombak di tangannya hancur, bersama dengan tebasan pedang yang memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
“Sudah aku katakan, jangan membuat ini berakhir saat aku baru memulainya! Yah, mau bagaimana lagi, kau benar-benar lemah,” kata Zhang Yu melihat tubuh pria berjubah hitam yang sudah terpotong menjadi dua bagian.
°°°
Semilir angin sore menyapu medan pertempuran antara ras Iblis kubu selatan dan Kekaisaran Xia. Teriakan kemenangan untuk pertama kalinya terdengar dari sisi prajurit Kekaisaran Xia setelah bertahun-tahun terus menerus merasakan kekalahan.
__ADS_1
Kobaran api membumbung tinggi, menjadi penghangat dinginnya hari yang hampir berganti malam. Tumpukan mayat ras Iblis yang terus dibakar sebagai tanda kemenangan, benar-benar menjadi penghangat yang sangat sempurna.
Melihat sekeliling dengan kedua matanya, Zhang Yu dapat melihat kebahagiaan yang terpancar dari setiap prajurit Kekaisaran Xia, “Setiap peperangan pasti ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan, ada yang bahagia dan bersedih. Itulah perang dan semua akibatnya!” gumamnya pelan.
Tak lama berdiri seorang diri, Jenderal Xia Jing, Wakil Jenderal Xia Wen, dan beberapa orang lainnya datang lalu tiba-tiba saja mereka berlutut di hadapannya, “Tuan Muda, terimakasih karena telah memberi kemenangan pertama untuk kami,” ujar Jenderal Xia Jing.
“Apa yang kalian lakukan? Bangun dan jangan lagi melakukan itu!” kata Zhang Yu tegas.
“Semua ini adalah hasil kerja keras kita, jadi kalian tidak perlu berterimakasih padaku, sampai berlutut seperti barusan!” ujar Zhang Yu saat Jenderal Xia Jing dan yang lainnya kembali bangkit berdiri.
Zhang Yu menghela nafas, kemudian dia kembali berkata, “Sebenarnya kita belum menang. Ini baru awal karena masih ada kekuatan besar ras Iblis yang akan kembali datang untuk menyerang dan mengambil alih wilayah Kekaisaran Xia. Yang aku bunuh hanya salah satu Jenderal mereka, dan tentunya dia bukan satu-satunya Jenderal ras Iblis.”
“Mungkin masih ada belasan atau puluhan Jenderal Iblis lainnya, yang jauh lebih kuat darinya,” imbuhnya.
Jenderal Xia Jing dan semua orang di dekatnya mengangguk, mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, “Tuan Muda benar, perang belum berakhir. Kemenangan kali ini hanya sedikit hiburan sebelum perang yang sesungguhnya!” ungkap Jenderal Xia Jing.
“Gunakan kemenangan ini untuk meningkatkan moral prajurit, dan segera persiapkan diri kalian untuk peperangan yang sesungguhnya!” ujar Zhang Yu yang kali ini mungkin akan mengeluarkan tentara Dewa dan tentara Monster, kalau musuh jauh lebih kuar dan lebih banyak dari yang sebelumnya.
Jenderal Xia Jing sangat mengerti dengan apa yang dikatakan Zhang Yu, dan segera dia serta yang lainnya undur diri untuk menyiapkan kekuatan sebelum perang yang sesungguhnya dimulai. “Kita jangan hanya bergantung pada Tuan Muda Zhang Yu! Sekalipun hanya sedikit, kita harus meringankan beban Tuan Muda!” kata Jenderal Xia Jing.
Xia Wen dan yang lainnya setuju dengan perkataan Jenderal Xia Jing, “Setidaknya kita dapat membunuh prajurit ras Iblis yang kekuatannya setara dengan kita!” ujar Xia Wen.
“Kalau begitu, segera persiapkan prajurit kalian, dan jangan terlalu larut dalam kemenangan yang merupakan awal dimulainya peperangan yang sesungguhnya!” balas Jenderal Xia Jing dengan suara tegasnya.
__ADS_1
°°°
Bersambung...