
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Setelah mengirim Ketua Agung, dan Ketua Pertama Klan Zhang ke dunia kecil untuk merawat tanaman herbal miliknya, Zhang Yu dan ketiga istrinya diantar Zhang Quro ke kediaman tempat tinggal Zhang Tian. Selama berada di Klan Zhang, Zhang Yu dan ketiga istrinya akan tinggal di kediaman Zhang Tian.
Kediaman Zhang Tian berada di bagian belakang Klan Zhang. Meski terletak di bagian belakang, kediaman Zhang Tian adalah kediaman terbesar setelah kediaman Kepala Klan, yang saat ini ditempati Zhang Quro. Namun, kediaman Zhang Tian jauh lebih nyaman untuk ditempati dengan keberadaan danau alami tepat di belakang kediaman.
Sementara itu, dua orang yang diperintahkan Kaisar Yin Wugou untuk mengawasi Klan Zhang, mereka sama sekali tidak menemukan tanda yang dimiliki pembunuh Pangeran Kekaisaran. Mereka justru menemukan sesuatu yang selama ini tidak diketahui pihak Kekaisaran Alam Atas, atau yang biasa disebut Kekaisaran Agung Alam Atas.
“Aku tidak menyangka, Klan Zhang yang hanya pilar dari Kekaisaran Qing, memiliki banyak prajurit di ranah Dewa Immortal.”
“Bukan hanya Dewa Immortal, tapi aku melihat ada kepala prajurit yang kekuatannya setara dengan kekuatan kita, ranah Dewa Immortal Bumi tingkat menengah. Melihat semua ini, tidak heran kalau Yang Mulia Kaisar mulai mewaspadai Kekaisaran Qing, terutama keberadaan Klan Zhang.”
“Dengan keberadaan pemuda yang berhasil mengalahkan Kaisar Han Liu Yan, dapat dikatakan Kekaisaran Qing adalah kekuatan besar yang bisa saja menyamai kekuatan Kekaisaran Alam Atas.”
Setelah percakapan singkat di tempat persembunyiannya, keduanya melesat pergi menjauhi wilayah Klan Zhang, untuk melaporkan hasil pengamatan mereka pada Kaisar Yin Wugou.
°°°
Kediaman Zhang Tian.
Qing Yue dan Shu Cing melepaskan pakaian yang digunakan Zhang Yu, sementara Long Hua menyiapkan pakaian yang akan digunakan Zhang Yu. Ketiga wanita itu begitu telaten melayani suami mereka di kehidupan sekarang dan dikehidupan yang lalu.
Selesai mengganti pakaian Zhang Yu dengan pakaian yang lebih santai sebagai pakaian malam, kini giliran ketiganya mengganti pakaian dengan di bantu beberapa pelayaran, dan tanpa sungkan mereka melakukan itu di depan Zhang Yu yang sedang duduk sambil meninum teh yang disiapkan para pelayan.
Tak butuh waktu lama, ketiga istri Zhang Yu selesai berganti pakaian. Malam ini ketiganya memakai pakaian polos tanpa motif, dengan masing-masing dari mereka memakai pakaian dengan warna yang menjadi ciri mereka.
__ADS_1
Melihat ketiga istrinya sudah duduk di tempat mereka, dengan suara lembut Zhang Yu berkata pada mereka, “Sekarang kita sudah berada di Alam Atas, tapi bukannya merasa tenangan, aku justru merasa kita akan menghadapi kekacauan yang lebih besar, jauh lebih besar dari apa yang baru kita hadapi. Selain ancaman balas dendam Kaisar Kekaisaran Alam Atas yang putranya mati di tanganku, aku merasa ada kekuatan lain yang mengincar keberadaan kita!”
Qing Yue, Long Hua dan Shu Cing juga merasakan apa yang dirasakan Zhang Yu, dan apa yang suami mereka maksud dengan ancaman kekuatan lain selain kekuatan Kekaisaran Alam Atas, ketiganya menyimpulkan itu adalah kekuatan bawahan Penguasa Alam Elemen, yang sengaja dikirim ke Alam Atas untuk mencelakai suami mereka.
Penguasa Alam Elemen di Alam Dewa tentu tidak dapat turun ke Alam Atas karena kekuatannya telah melampaui batasan kekuatan yang diizinkan masuk ke dalam wilayah Alam Atas. Dengan batasan yang berlaku di Alam Atas, mengirim bawahan ke Alam Atas adalah pilihan yang bisa diambil Penguasa Alam Elemen, untuk menunjukkan keberadaan kekuatannya di Alam Atas.
Ketiganya merasa perlu segera meningkatkan kekuatannya kalau memang harus berurusan dengan bawahan Penguasa Alam Atas. Kemungkinan bawahan yang dia kirim berada di tingkat puncak ranah Dewa Immortal Agung, yang merupakan batas tertinggi penduduk Alam Dewa yang ingin berkunjung ke Alam Atas.
Namun peraturan di Alan Atas juga membatasi jumlah pendatang dari Alam Dewa yang bisa berkunjung ke Alam Atas. Setidaknya setiap Alam di Alam Dewa hanya bisa mengirim tujuh penduduk mereka untuk bepergian ke Alam Atas. Mencoba melebihi jumlah itu, mereka hanya akan berubah menjadi abu, begitu terkena hukuman alam yang berlaku di Alam Atas.
“Suami, bagaimana kalau kita kembali ke dunia kecil dan melakukan kultivasi tertutup selama satu tahun penuh? Dalam waktu satu tahun di dunia kecil, begitu keluar dari dunia kecil, aku yakin kekuatan kita dapat mengimbangi kekuatan orang-orang yang memiliki niatan buruk pada kita,” ungkap Qing Yue.
Zhang Yu menggeleng pelan mendengar itu, “Aku tidak bisa melakukan itu, tapi kalau kalian ingin melakukan kultivasi tertutup, aku bisa membukakan portal menuju dunia kecil untuk kalian,” ujarnya.
“Bagaimana mungkin kami membiarkan suami sendirian di tempat ini? Pasti banyak wanita langsung mendekati suami saat kami tidak ada!” ujar Long Hua yang sejak kedatangannya ke Klan Zhang, banyak wanita generasi muda Klan Zhang yang menatap genit keberadaan suaminya.
Shu Cing yang dasarnya lebih pendiam dari kedua saudarinya, dia hanya ikut menyetujui apa yang dikatakan mereka.
Zhang Yu tersenyum mendengar perkataan istrinya, lalu dengan penuh ketenangan dia berkata, “Bagaimana kalau kalian bergantian melakukan kultivasi? Jadi, selama satu atau dua orang dari kalian melakukan kultivasi, masih ada yang mendampingiku di tempat ini.”
Ketiganya mengangguk setuju setelah mendengar perkataan Zhang Yu, dan dengan cepat mereka memutuskan siapa yang akan melakukan kultivasi terlebih dahulu, dan siapa yang akan mendampingi Zhang Yu.
Tidak sampai berdebat, mereka dengan cepat sudah menentukan, siapa yang melakukan kultivasi, dan siapa yang akan mendampingi Zhang Yu. Sepuluh hari pertama Qing Yue yang akan mendampingi Zhang Yu, sementara Long Hua dan Shu Cing akan melakukan kultivasi di dunia kecil. Sepuluh hari berlalu, giliran Long Hua yang mendampingi Zhang Yu, dan sepuluh hari selanjutnya giliran Shu Cing. Mereka akan melakukan itu selama seratus hari di Alam Atas.
Selesai menjelaskan keputusan mereka pada Zhang Yu, Qing Yue bangkit dari tempat duduknya, melangkahkan kaki dan begitu saja dia duduk di pangkuan Zhang Yu, “Suami, bagaimana kalau malam ini kita melakukannya bersama seperti yang dulu sering kita lakukan?” Suara genit keluar dari mulut Qing Yue, yang dengan lembut membelai wajah Zhang Yu.
Di waktu yang bersamaan Long Hua melambaikan tangan mengunci pintu kamar yang mereka tempati, sekaligus memasang array yang membuat semua orang tidak dapat melihat dan mendengar apa yang akan mereka lakukan. Shu Cing sendiri dia melambaikan tangannya, mematikan seluruh penerangan di dalam kamar.
__ADS_1
“Bukannya aku belum memberi jawaban, kenapa kalian sudah bertindak sejauh ini?” tanya Zhang Yu yang tiba-tiba saja merasakan suhu kamar semakin menghangat, bersama dengan miliknya yang semakin menegang.
Bukannya memberi jawaban, Qing Yue yang berada di pangkuan Zhang Yu justru menggerakkan tubuhnya, merasakan milik Zhang Yu yang mengganjal di bagian bawah tubuhnya.
“Suami, apa kamu tidak merindukan ini?” Qing Yue menaruh telapak tangan Zhang Yu di bukit kenyal miliknya.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan Zhang Yu, dua wanita lainnya sudah menanggalkan seluruh pakaian mereka, dan bersiap menerkamnya dari belakang.
“Baiklah karena kalian menginginkannya, aku tidak akan sungkan memberikan apa yang kalian inginkan.” Zhang Yu menggendong Qing Yue menuju tempat tidur, dimana di tempat itu sudah ada dua wanita yang menunggu kedatangan mereka.
“Suami,” kata ketiganya dengan mata berbinar indah menatap sosok pria yang begitu mereka cintai, di dua kehidupan yang berbeda.
Zhang Yu tersenyum mendengarnya, lalu dia bertanya, “Istriku, apa kalian sudah siap?”
Ketiganya mengangguk, “Kapanpun itu kami sudah siap!” ungkap Qing Yue.
“Jangan salahkan aku kalau kalian bertiga akan terjaga sampai pagi!”
Wajah ketiga wanita itu bersemu merah, tapi karena keadaan kamar yang hanya diterangi cahaya dari luar, Zhang Yu tidak terlalu jelas melihat wajah ketiga istrinya.
Tak mendengar balasan dari istrinya, Zhang Yu memberikan ciuman lembut di bibir indah ketiga istrinya secara bergantian.
Keempat orang yang sama-sama merasakan hawa panas di tubuh mereka, segera saja mereka memulai pertarungan panjang di atas ranjang tempat tidur yang ikut bergerak, seirama dengan apa yang sedang mereka lakukan.
°°°
Bersambung...
__ADS_1