
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Satu hari berlalu setelah setelah pertemuan Zhang Yu dan Zhang Lao dengan Lien Shui, Permaisuri penguasa Alam Bintang.
Zhang Yu dan Zhang Lao yang sementara waktu tinggal di istana Lien Shui, mereka mendapatkan banyak informasi tentang Alam Binatang dari cerita Lien Shui, yang semalaman menceritakan banyak hal tentang Alam Binatang.
Dari cerita Lien Shui, Zhang Lao akhirnya tahu keadaan kedua orangtuanya yang tinggal di istana penguasa Alam Binatang menemani kakaknya.
“Kalian terlihat selayaknya sepasang kekasih,” kata Zhang Yu dengan senyuman di wajahnya saat melihat Zhang Lao dan Lien Shui.
“Apa yang Tuan katakan? Bagaimana mungkin aku bisa terlihat selayaknya sepasang kekasih dengan wanita yang sudah menjadi milik kakakku?” tanya Zhang Lao.
“Dia tidak pernah memilikiku!” kata Lien Shui tegas.
Zhang Yu hanya tersenyum melihat tingkah mereka sembari terus melangkahkan kaki, berjalan ke ruang pertemuan di istana Lien Shui, dimana di tempat itu sudah ada mereka yang selama ini menentang keberadaan penguasa sementara Alam Binatang.
“Selamat datang Permaisuri penguasa Alam Binatang,” kata semua orang di dalam ruang pertemuan sambil berdiri.
“Kalian bisa kembali duduk!” kata Lien Shui.
Bukannya segera duduk, orang-orang itu justru menatap keberadaan Zhang Yu dan Zhang Lao yang senantiasa berdiri di belakang Lien Shui.
“Mereka berdua adalah prajurit yang selama ini aku latih secara pribadi, dan mulai hari ini mereka akan menjadi pengawal, yang senantiasa menemaniku kemanapun aku pergi!” kata Lien Shui.
Mendengar itu, semua orang di dalam ruangan pertemuan mengerti, dan segera mereka kembali duduk di tempat semula.
“Apa diantara kalian ada yang mencurigai mereka sebagai pengkhianat? Kalau ada, buang jauh-jauh kecurigaan kalian pada mereka!” kata Lien Shui tegas dengan sorot mata tajam menatap bergantian orang-orang di dalam ruangan pertemuan.
Semua orang saling melirik dalam diam, tak terlihat ada dari mereka yang mencurigai keberadaan Zhang Yu dan Zhang Lao sebagai mata-mata.
Pertemuan untuk membahas rencana penggulingan penguasa sementara Alam Binatang akhirnya dapat dimulai, setelah semua orang duduk tenang di tempatnya masing-masing.
“Kekuatan di kubu kita masih terlalu lemah untuk menggulingkan mereka. Meski kekuatanku setara dengannya, tetap saja kita kalah dalam jumlah, dan orang-orang kuat yang berada di kubu kita tak sebanyak orang-orang kuat di kubu mereka,” kata Lien Shui yang sangat tahu perbedaan diantara kedua kubu.
__ADS_1
“Permaisuri, dari hari ke hari semakin banyak anggota kita yang beralih memberi dukungan pada mereka, kalau semua ini terus terjadi, tak lama lagi kita bisa kehilangan seluruh anggota!”
“Apa yang dikatakan saudara Hong benar, kalau semua itu terus terjadi dan Permaisuri terus membiarkannya, kehancuran kubu kita sudah dapat dipastikan!”
“Kehancuran kubu kita?” tanya Lien Shui menatap dua orang yang baru berkata.
“Kubu yang tak sejalan dengan penguasa sementara tidak akan pernah hancur, selama aku masih hidup!” kata Lien Shui.
“Bertahan hanya dengan kekuatan Permaisuri, itu tidak akan bertahan lama...”
“Meski kekuatan Permaisuri dan penguasa sementara Alam Binatang setara, tapi dengan kekuatan orang-orang di sisi penguasa sementara Alam Binatang, Permaisuri hanya akan hancur di tangan mereka...”
Dua orang yang sama terus mencoba memojokkan Lien Shui. Senyum sinis dapat terlihat di wajah mereka, saat beberapa orang di kubu Lien Shui mulai terpengaruh dengan perkataan mereka.
Namun, keduanya belum tahu kalau rencana mereka sudah diketahui, dan saat ini Dewa Kematian sudah mengarahkan perhatiannya pada mereka.
Sekalipun Dewa Kematian tidak datang, Zhang Lao dengan senang hati akan mengirim kedua orang itu menghadap Dewa Kematian, begitu mendapatkan perintah dari Lien Shui.
“Kalau kalian ingin beralih ke kubu penguasa sementara Alam Binatang, tentu kalian dapat melihat letak pintu keluar!” kata Lien Shui masih menatap bergantian dua orang yang sama.
Zhang Yu yang berdiri di belakang Lien Shui, dia terus memperhatikan dua orang yang yang berusaha memojokkan Lien Shui. Hanya dengan melihat ekspresi wajah mereka, Zhang Yu yakin mereka bukanlah orang yang dapat dipercaya, dan ada kemungkinan mereka adalah mata-mata.
Namun saat ingin memberitahukan hasil pengamatannya pada Lien Shui, melihat ketenangan yang ditunjukkan wanita itu, Zhang Yu yakin kalau Lien Shui sudah mengetahui siapa mereka.
“Pertemuan hari ini kita akhiri saja sampai di sini! Kita akan kembali melakukan pertemuan setelah aku kembali dari wilayah timur!” kata Lien Shui.
Orang-orang mulai pergi keluar meninggalkan ruang pertemuan, tapi masih ada empat orang di dalam ruang pertemuan selain Lien Shui, Zhang Yu dan Zhang Lao.
“Kenapa kalian tidak pergi?” tanya Lien Shui.
“Permaisuri, kami sudah lelah hidup dalam ancaman kekuatan yang tidak bisa kami lawan. Oleh karena itu, hari ini kami menyatakan keluar dari kubu Permaisuri, dan mulai hari ini kami akan menjadi bagian dari kubu penguasa sementara Alam Binatang,” kata salah satu dari empat orang yang tidak lagi menunduk hormat pada Lien Shui.
“Kalau itu yang menjadi keputusan kalian, tentu aku tidak punya hak untuk menghalangi apa yang sudah kalian putuskan. Namun, kalian harus ingat, begitu kalian melewati pintu keluar istanaku, tidak akan ada lagi pintu kembali untuk kalian!” kata Lien Shui tegas.
“Jangan menggertak kami! Permaisuri, selama kami berada di kubu penguasa sementara Alam Binatang, tidak ada kekuatan di Alam ini yang dapat mengancam hidup kami!” kata salah satu dari mereka sembari melangkahkan kaki berjalan menuju pintu keluar ruang pertemuan.
__ADS_1
“Ingat, yang kalian ikuti saat ini hanyalah penguasa sementara, bukan penguasa yang sesungguhnya!” kata Lien Shui yang tidak mendapat balasan dari mereka yang telah lebih dulu pergi menjauh.
“Mereka hanya orang-orang yang ingin menikmati kejayaan tanpa kerja keras. Kehilangan orang-orang seperti mereka, tak akan membuatmu rugi,” kata Zhang Yu.
Lien Shui mengangguk sekali, lalu berkata, “Yang Mulia, bagaimana dengan dua orang penghianat yang terus berusaha memojokkan hamba? Apa kita akan langsung membunuhnya?” tanya Lien Shui.
“Saudara Zhang Lao sudah pergi untuk mengurus kedua orang itu!” kata Zhang Yu menjawab pertanyaan Lien Shui.
Mendengar jawaban itu, Lien Shui menoleh mencari keberadaan Zhang Lao, tapi dia tidak melihat keberadaan Zhang Lao di belakangnya.
“Yang Mulia, apa saudara Zhang Lao mampu mengatasi mereka? Bagaimanapun juga, dua orang itu sudah berada di tanah Dewa Nirwana, meski baru di tingkat 1 dan 2,” ujar Lien Shui.
Zhang Yu menunjukkan senyuman di wajahnya, mendengar apa yang dikatakan Lien Shui, “Jika saat ini Permaisuri berada di tingkat 1 ranah Dewa Nirwana Suci, kekuatan saudara Zhang Lao hanya dua tingkat di bawah kekuatan Permaisuri...”
“Jangankan dua orang itu, semua orang yang tadi berada di tempat ini, meski mereka menyatukan kekuatan, kecil kemungkinan mereka dapat mengalahkan saudara Zhang Lao,” ungkap Zhang Yu.
“Tingkat 8 ranah Dewa Nirwana? Yang Mulia, apa benar saudara Zhang Lao telah memiliki kekuatan sebesar itu?” tanya Lien Shui memastikan.
Zhang Yu menganggukkan sekali kepalanya, lalu berkata, “Sejak pertama kali bertemu denganku dia sangat bekerja keras dalam meningkatkan kekuatannya, dan mungkin tak lama lagi dia dapat menerobos tingkat Dewa Nirwana Suci sama sepertimu...”
Lien Shui tidak bisa membayangkan betapa kerasnya kehidupan yang dialami Zhang Lao untuk meningkatkan kekuatannya, setelah dia mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu.
Seandainya dia tahu kalau selama ini Zhang Lao hanya duduk di Dunia Abadi dan mendapatkan berbagai sumberdaya dari Zhang Yu, mungkin dia sangat kecewa atas apa yang baru dibayangkan nya.
“Yang Mulia, kalau hamba boleh tahu, saat ini kekuatan Yang Mulia sudah berada di tingkat apa?” tanya Lien Shui.
“Bisa dikatakan aku jauh lebih kuat darimu, kalau saja saudara Zhang Lao mengizinkan, aku hanya butuh satu hari untuk menghancurkan kubu penguasa sementara Alam Binatang,” jawab Zhang Yu bersamaan dengan kembalinya Zhang Lao.
Lien Shui mengangguk percaya dengan jawaban yang diberikan Zhang Yu, lalu dia segera memfokuskan pandangannya ke arah Zhang Lao.
“Tuan, kedua orang itu berhasil aku lumpuhkan, dan aku masukkan ke dalam penjara khusus di bawah bangunan istana ini. Luka mereka tidak terlalu parah. Jadi, kecil kemungkinan mereka mati karena kesakitan!” ungkap Zhang Lao.
Zhang Yu mengangguk mendengar semua itu, “Biarkan mereka sedikit lebih lama menderita, baru setelahnya kita akan menggali informasi dari mereka!...”
°°°
__ADS_1
Bersambung...