
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Baru juga Lan Guang, Bing Mao, dan semua orang menarik nafas lega. Dari segel yang menyegel Dewa Iblis dan pasukannya, kembali terdapat celah lebar, dan dari celah lebar itu muncul pasukan Dewa Iblis dalam jumlah jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Melihat jumlah pasukan Dewa Iblis yang keluar dari celah segel, Lan Guang dan Bing Mao tahu kalau kali ini mereka harus bekerja lebih keras dari sebelumnya. Bukan hanya jumlahnya yang lebih banyak, tapi ada puluhan Iblis yang kekuatannya hanya satu tingkat di bawah kekuatan mereka.
“Kalian para manusia harus mati, dan darah kalian akan menjadi persembahan untuk Yang Mulia!” kata salah satu Iblis yang kekuatannya hampir setara dengan Lan Guang dan Bing Mao.
“Jangan harap kalian dapat mengalahkan kami!” jawab Lan Guang yang segera memakai zirah perang miliknya karena dia tahu kekuatan musuh bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.
“Kalian hanya sekumpulan orang lemah, yang bahkan bukan lawan sepadan untuk kami yang hanya pasukan rendahan,” kata sosok yang sama.
“Kami memang lemah, tapi kekuatan kami lebih dari cukup untuk mengalahkan makhluk pembuat onar seperti kalian!” kata Bing Mao.
“Kalian tidak perlu mengatakan omong kosong! Lebih baik segera persiapkan diri untuk kematian kalian!” kata Iblis lainnya meremehkan kekuatan pasukan gabungan yang menjaga garis pertahanan.
Lan Guang dan Bing Mao jelas dapat merasakan dan melihat kekuatan pasukan Iblis lebih kuat dari pasukan di sisi mereka. Jatuhnya korban dalam sebuah peperangan merupakan hal biasa, tapi kali ini keduanya dapat mengira-ngira berapa banyak mereka harus kehilangan pasukan dalam peperangan yang segera terjadi.
“Saudara Lan, apa perlu kita meminta bantuan dari penguasa Alam lainnya? Memaksakan diri melawan mereka dengan hanya mengandalkan kekuatan yang kita miliki, itu hanya akan memberi dampak buruk pada pasukan kita!” kata Bing Mao yang tidak ingin melihat banyaknya nyawa yang dikorbankan dalam peperangan yang sudah berada di depan mata.
“Aku baru saja meminta bantuan pada Alam lainnya. Mereka sedang dalam perjalanan, tapi mereka membutuhkan sedikit waktu untuk sampai di tempat ini,” kata Lan Guang yang sudah meminta bantuan pada Alam Api, Alam Angin, dan Alam Tombak.
Meski bantuan sudah pasti datang, tapi mereka membutuhkan waktu untuk sampai di medan perang. Setidaknya Lan Guang, Bing Mao dan seluruh pasukan yang menjaga garis pertahanan, mereka harus bisa bertahan dari serangan musuh selama beberapa jam ke depan.
“Bertahan atau menyerang? Mana yang lebih baik kita lakukan sambil menunggu kedatangan mereka?” tanya Bing Mao.
“Menyerang hanya membuat kita semakin cepat kehilangan banyak pasukan. Sambil menunggu, sebaiknya kita memperkuat pertahanan,” jawab Lan Guang.
“Kalau begitu, sebaiknya sekarang kita memperkuat gari pertahanan, dan menyambut kedatangan musuh yang maju mendekati garis pertahanan kita!” kata Bing Mao sembari mengeluarkan dua pedang yang belum lama ini diberikan Zhang Yu padanya.
__ADS_1
“Semuanya, perkuat garis pertahanan!” teriak Lan Guang memberi perintah pada pasukan penjaga garis pertahanan.
Seluruh pasukan penjaga garis pertahanan segera memperkuat garis pertahanan. Ahli array segera memperkuat array pelindung, sementara pengguna senjata jarak jauh sudah siap dengan senjata mereka.
“Kekuatan kalian masih terlalu lemah untuk mampu menahan kami. Kalian semua maju, dan berikan darah mereka pada Yang Mulia sebagai persembahan!” teriak salah satu Iblis.
“Bunuh mereka semua! Jangan sisakan satupun dari mereka!” teriak Iblis lainnya, membakar semangat pasukan Dewa Iblis yang begitu hausa akan peperangan setelah lama terkurung dalam segel yang menyegel kekuatan mereka.
“Setelah jutaan tahun berlalu, akhirnya aku segera kembali dapat merasakan nikmatnya daging manusia!...” Para Iblis yang memang menjadikan manusia sebagai makanan, mereka tak akan segan mematahkan tubuh manusia, dan memakan bagian tubuh itu di depan pemilik bagian tubuh yang mereka makan.
“Bunuh dan makan tubuh mereka untuk meningkatkan kekuatan kita!” teriak salah satu Iblis, dan langsung saja ribuan Iblis melesat maju menyerang garis pertahanan pasukan gabungan Alam Dewa.
BOOM... BOOM... BOOM...
Ribuan Iblis menyerang bersamaan array pelindung yang diciptakan ahli array pasukan penjaga garis pertahanan. Besarnya kekuatan pasukan Iblis, array yang begitu kokoh hancur dalam dua kali gelombang serangan.
BOOM... BOOM... BOOM...
“Sial! Kekuatan mereka benar-benar tidak bisa diremehkan,” kata Lan Guang setelah pasukan Iblis berhasil menghancurkan array yang melindungi garis pertahanan.
Ribuan monster mulai melesat maju menyerang pasukan penjaga garis pertahanan yang tak lagi terlindung array pelindung. Kedua pasukan segera bertemu, dan perang besar terjadi di garis pertahanan yang telah disiapkan untuk menahan pasukan Dewa Iblis yang lebih dulu keluar melalui celah segel.
BOOM... BOOM... BOOM...
Ratusan ribu pasukan penjaga garis pertahanan saling bahu membahu melawan pasukan Iblis yang berjumlah tak lebih dari lima puluh ribu. Meski jumlah pasukan Iblis hanya puluhan ribu, tapi dengan kekuatan yang jauh besar, mereka dapat mengimbangi kekuatan pasukan penjaga garis pertahanan, bahkan mereka mendominasi jalannya peperangan. Sekalipun Lan Guang dan Bing Mao sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, tetap saja pasukan Iblis mendominasi jalannya peperangan.
Korban jiwa dari pasukan penjaga garis pertahanan terus berjatuhan. Hanya dalam hitungan menit setelah dimulai perang, pasukan penjaga garis pertahanan sudah harus kehilangan lebih dari sebelas ribu prajurit.
“Ini buruk, kekuatan musuh semakin kuat setelah mereka memakan tubuh pasukan kita,” kata Lan Guang pada Bing Mao.
“Ini akan semakin buruk kalau kita tidak segera membunuh mereka! Pasukan bantuan, kapan mereka datang ke tempat ini?” tanya Bing Mao sembari mengayunkan pedang di tangannya, membunuh Iblis di dekatnya.
__ADS_1
“Sebentar lagi mereka datang,” kata Lan Guang menjawab pertanyaan Bing Mao.
“Kalau mereka terlambat datang, bisa jadi musuh menjadi jauh lebih kuat, dan semakin sulit dikalahkan!” ungkap Bing Mao.
Keduanya terus saja menyerang pasukan Iblis, mencoba mengurangi jumlah mereka, sembari menunggu datangnya pasukan bantuan yang sudah berdatangan di Alam Air, dan sedang menuju medan peperangan.
Sudah ratusan Iblis yang mati di tangan keduanya, tapi jumlah itu hanya segelintir dibandingkan jumlah keseluruhan pasukam Iblis yang berada di medan perang.
“Meski kekuatan mereka lebih lemah dariku, tapi ketahanan tubuh mereka membuatku sulit langsung membunuh mereka dengan serangan tunggal. Setidaknya butuh dua sampai tiga kali serangan untuk membunuh salah satu dari mereka!” gumam Lan Guang.
“Sekarang tentu kalian tahu, seberapa jauh perbedaan kekuatan kalian dengan kekuatan kami!” teriak lawan Lan Guang yang tidak senga mendengar apa yang digumamkan Lan Guang.
“Aku tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan kita, tapi kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan kami!” kata Lan Guang.
“Hahahaha... mari aku tunjukkan seberapa mudah aku dapat mengalahkan kalian!” kata Iblis yang menjadi lawan Lan Guang.
“Akulah yang akan mengalahkanmu!” kata Lan Guang menyerang Iblis yang menjadi lawannya, dengan mengayunkan cepat pedang di tangannya.
“Manusia lemah, kamulah yang lebih pantas mati di tanganku,” kata Iblis sembari menghadang serangan Lan Guang.
“Arghhh...” erangan kesakitan terdengar, saat tubuh Iblis yang menjadi lawan Lan Guang terbelah menjadi dua bagian.
“Kamu lihat, kamulah yang pada akhirnya mati di tanganku!” kata Lan Guang, tapi tiba-tiba saja tubuhnya terpental mundur setelah terkena serangan Iblis yang mampu memanfaatkan kelengahannya.
“Jangan menganggap dirimu kuat setelah berhasil mengalahkan salah satu dari kami!” teriak Iblis yang baru saja menyerang Lan Guang dengan melayangkan sebuah tendangan.
“Uhuk... Uhuk...” Lan Guang terbatuk dan dadanya terasa sesak setelah terkena serangan yang telak mengenai dadanya.
Lan Guang bangkit sembari mengedarkan kekuatan penyembuh, untuk menyembuhkan lukanya.
“Aku memang terlalu cepat menganggap diri sendiri kuat, dan melupakan keberadaan musuh lainnya yang masih berkeliaran di sekitarku!” kata Lan Guang kembali bangkit, dan bersiap menghadapi lawan yang sudah berdiri di hadapannya...
__ADS_1
°°°
Bersambung...