
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Apa mungkin hanya dengan kekuatan Sekte Lili Putih, kita dapat mengalahkan Tetua Agung Istana Hua, yang merupakan orang di balik kepercayaan diri yang dimiliki kubu Lin Mohan? Bagaimanapun juga, dia adalah Dewa Nirwana, tingkatan kekuatan yang sudah melampaui ranah Dewa Surgawi Tinggi!” ujar Lin Yifei.
Zhang Yu menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu dia berkata, “Kenapa juga kita tidak mungkin mengalahkannya? Meskipun Tetua Agung seorang Dewa Nirwana, dia bukanlah Sang Pencipta yang maha sempurna. Tetua Agung memang kuat, tapi aku yakin dia tetap menyimpan kelemahan di balik kekuatannya yang luar biasa, dan apapun itu kekurangannya aku pasti dapat menemukannya!”
“Semoga saja kita dapat menemukan titik lemah yang dimiliki Tetua Agung, sebelum dia menghancurkan Sekte Lili Putih!” balas Lin Yifei, lalu dia mengikuti Zhang Yu yang sedang mempersiapkan pertahanan untuk melindungi seluruh kawasan Sekte Lili Putih.
°°°
Tanpa terasa, satu hari kembali berlalu, dan akhirnya tiba hari dimana Lin Mohan dan orang-orangnya datang menyerang Sekte Lili Putih. Sosok Lin Mohan yang didampingi Tetua Agung Istana Hua gagah berdiri di depan gerbang Sekte Lili Putih, sejak matahari baru memancarkan sinar keemasannya.
Tepat di belakangnya, terdapat barisan para Tetua Istana Hua yang, dan berada di belakang mereka ribuan prajurit Istana Hua telah siap berperang melawan anggota Sekte Lili Putih.
Ketika mata Lin Mohan melihat orang-orang yang berdiri di atas gerbang Sekte Lili Putih, dia menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, “Aku tidak menyangka, kalian para tetua bodoh justru bergabung dengan mereka yang hari ini akan aku pertemukan dengan Dewa Kematian!”
Di atas gerbang Sekte Lili Putih, selain berdiri Zhang Yu, Lin Yifei, dan Yan Fei dan beberapa tetua Sekte Lili Putih. Di tempat yang sama dengan mereka, berdiri juga Tetua Lin Bai, Tetua Lin Shin, Tetua Lin Niang, Tetua Lin Jiangsu, Tetua Lin Jiao, dan Tetua Lin Jing. Mereka adalah barisan Tetua Istana Hua yang berada di sisi Lin Yifei.
Mereka telah sadar seberapa buruk sifat asli Lin Mohan. Pada akhirnya, mereka memutuskan memberi dukungan pada Lin Yifei, meski kedepannya mereka harus berhadapan dengan sosok Tetua Agung, yang bisa dikatakan untuk saat ini dialah sosok terkuat di Alam Bunga.
Tanpa keberadaan Tetua Agung, kubu Lin Yifei tentu menjadi kubu yang diuntungkan karena keberadaan lebih dari setengah jajaran Tetua Istana Hua yang saat ini berada di kubu Lin Yifei. Namun, hanya karena sosok Tetua Agung, keuntungan kubu Lin Yifei seketika sirna, dan bisa dikatakan keuntungan itu menyertai mereka yang satu kubu dengan Tetua Agung Istana Hua.
Akan tetapi keuntungan itu berkurang karena di kubu Lin Yifei ada Zhang Yu yang sudah mengatur dan menyiapkan begitu banyak pertahanan untuk melindungi seluruh kawasan Sekte Lili Putih.
__ADS_1
Zhang Yu yang melihat senyuman sinis di wajah Lin Mohan, dengan santai dia angkat suara membalas perkataan Lin Mohan, “Kakak Mo, mereka adalah para Tetua yang telah sadar kalau Kakak Mo bukanlah sosok yang layak untuk menjadi penguasa baru Alam Bunga!”
Mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Yu yang masih menggunakan identitas Lin Zhan. Kedua mata Lin Mohan menatap tajam Zhang Yu, yang sekarang dia tak lagi bisa mengukur seberapa tinggi tingkat kekuatannya.
“Kau sampah! Beraninya kau mengatakan aku tidak layak menjadi penguasa baru Alam Bunga!” teriak Lin Mohan, marah.
Kini giliran Zhang Yu menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, “Apa kamu lupa kejadian beberapa hari yang lalu, saat gurumu aku buat babak belur, dan pergi melarikan diri dengan luka di sekujur tubuhnya? Jika gurumu saja dapat dikalahkan seorang sampah, apa kabarnya dengan muridnya? Apa kamu ingin mati di tangan seorang sampah?” tanya Zhang Yu.
Lin Mohan melebarkan kedua matanya, kali ini dia benar-benar dibuat malu oleh Zhang Yu dan juga gurunya sendiri. Kekalahan gurunya saat berhadapan dengan Zhang Yu, adalah aib terbesar dalam hidupnya.
“Aku yakin kau berbuat curang saat menghadapi guruku!”
“Curang? Dalam pertempuran yang menentukan hidup dan mati, cara seperti apapun boleh digunakan, sekalipun itu cara curang!”
Harga diri adalah segala-galanya bagi Lin Mohan, apalagi kalau itu sudah berhubungan dengan gurunya, yang tentu akan berimbas langsung padanya. Meskipun dia tahu kebenaran pertempuran mereka dari cerita gurunya, dia tetap menuduh Zhang Yu melakukan kecurangan, semata-mata untuk menjaga harga dirinya.
Dia tidak mungkin membiarkan harga dirinya hancur di tangan sampah, yang sejak dulu selalu dia remehkan, bahkan dia sering menggunakannya sebagai samsak hidup saat berlatih.
Akan tetapi untuk sekarang dia tidak bisa meremehkannya.
Lin Mohan kembali berkata, “Siapapun yang bisa membunuh sampah itu untukku, dia akan mendapatkan banyak wanita yang mendiami Sekte Lili Putih!”
Semua tetua di kubu Lin Mohan dan seluruh prajurit Istana Hua segera menjadikan Zhang Yu sebagai target utama yang ingin mereka bunuh. Mereka tentu ingin mendapatkan banyak wanita yang mendiami Sekte Lili Putih karena wanita di Sekte Lili Putih terkenal akan keindahan dan kecantikannya, yang jauh melampaui keindahan dan kecantikan wanita pada umumnya.
Di saat para tetua di kubu Lin Mohan dan seluruh prajurit Istana Hua menjadikan dirinya target utama yang harus dibunuh, Zhang Yu hanya menatap Denis keberadaan mereka, lalu dengan santainya dia berkata, “Yang ingin lebih dulu bertemu dengan Dewa Kematian, kalian bisa langsung maju menyerang, dan coba ambil nyawaku sebelum nyawa kalian aku pertemukan dengan Dewa Kematian!”
__ADS_1
Merasa tertantang dengan apa yang baru dikatakan Zhang Yu, dua tetua kubu Lin Mohan dan puluhan prajurit Istana Hua langsung melesat maju mengerahkan seluruh kekuatan mereka, menyerang Zhang Yu.
Akan tetapi, saat serangan mereka hampir mengenai tubuh Zhang Yu, tiba-tiba saja tubuh mereka terpental mundur puluhan meter, dan terjatuh.
“Apa itu sakit?” tanya Zhang Yu.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Zhang Yu membuat dua tetua yang sudah bangkit setelah terpental mengeram marah. Mereka tidak menyangka ada array pertahanan yang melindungi Sekte Lili Putih karena setau mereka tidak ada seorang pun ahli array di Sekte Lili Putih.
Lin Yifei dan Yan Fei yang berdiri di sebelah Zhang Yu hanya menunjukkan senyuman tipis di bibir mereka setelah melihat apa yang menimpa dua tetua dari kubu Lin Mohan. Dalam diam keduanya semakin mengagumi sosok Lin Zhan yang saat ini diperankan Zhang Yu. Mereka tidak menyangka hanya dalam satu bulan, sosok Lin Zhan telah berubah menjadi sosok yang begitu mengagumkan.
“Menyembunyikan ahli pembuat array dari Istana Hua, Lin Yifei, apa kau sudah berencana memberontak dan melawan kekuasaan Istana Hua?” tanya Tetua Agung Istana Hua sambil mengarahkan tekanan puncak aura kekuatan ranah Dewa Nirwana tingkat 2 ke arah kubu Lin Yifei, mencoba menekan mereka dengan kekuatannya yang selama ini membuat dirinya diakui sebagai sosok terkuat di Alam Bunga.
Zhang Yu terkekeh lirih melihat apa yang dilakukan Tetua Agung, kemudian dia berkata, “Kami semua terlindung oleh array, sekuat apapun tekanan yang kamu keluarkan, itu tidak akan berpengaruh pada kami!”
Tetua Agung mengarahkan tatapan tajamnya ke arah Zhang Yu setelah mendengar apa yang baru dikatakan olehnya, “Sombong! Apa kalian pikir array lemah ini dapat melindungi kalian dalam waktu lama? Tak lama lagi array ini akan hancur di tanganku!” ujarnya.
Segera luapan energi yang begitu besar keluar dari dalam tubuh Tetua Agung, membuat array pelindung yang diciptakan Zhang Yu mulai bergetar dan terlihat adanya retakan-retakan kecil yang jumlahnya semakin banyak. Saat Tetua Agung yakin array di depannya akan segera hancur, tiba-tiba saja muncul array lapis kedua berwarna biru yang memperkuat pertahanan array lapis pertama yang berwarna transparan.
Di waktu yang sama, array lapis ketiga berwarna merah muncul. Selain memperkuat pertahanan array lapis pertama dan kedua, dari array lapis ketiga keluar kilatan petir, yang langsung menyerang Tetua Agung, dan seluruh orang di kubu Lin Mohan.
Melihat kilatan petir yang menyerang ke arahnya, Tetua Agung melompat mundur, menjaga jarak dari kilatan petir yang hanya menyerang musuh dalam radius 100 meter dari kawasan Sekte Lili Putih, “Sial, bagaimana bisa mereka merekrut ahli array tingkat Dewa, yang sudah mampu menerapkan tiga lapis array pelindung, dimana salah satunya merupakan gabungan antara array pelindung dan array penyerang?...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1