Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Pernikahan Dan Gagalnya Sebuah Rencana


__ADS_3

Ibukota Kekaisaran Qing.


Tersiar nya kabar dari istana tentang pernikahan Putri Mahkota Qing Yue dan pahlawan Kekaisaran membuat gempar Ibukota Kekaisaran Qing. Banyak yang senang mendengar kabar itu, tapi tidak sedikit yang merasa kecewa karena Putri Mahkota memilih menikahi pahlawan Kekaisaran dibandingkan menerima lamaran Putra Mahkota Kekaisaran Bai.


Di Kerajaan besar maupun Kerajaan kecil yang menjadi bagian dari Kekaisaran Qing, banyak yang tidak setuju dengan pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu karena mereka menginginkan putra merekalah yang menjadi pendamping Qing Yue.


Mereka melayangkan protes dengan mengirimkan surat, menyatakan mereka keberatan dengan pernikahan, yang seharusnya tidak terjadi.


“Cih, bagaimana bisa Kaisar Qing Cheng menikahkan putrinya dengan pemuda yang tidak jelas asal usulnya?”


“Saudara benar, sekali pun pemuda itu menyandang gelar pahlawan Kekaisaran, tanpa adanya dukungan kuat di belakangnya, dia hanya akan menjadi kerugian bagi Kekaisaran Qing yang justru menolak lamaran Putra Mahkota Kekaisaran Bai, dan dari kabar yang aku dengar Kekaisaran Bai berencana menyerang Kekaisaran Qing.”


“Kalau Kekaisaran Bai benar-benar menyerang, habiskan riwayat Kekaisaran Qing.”


Para Raja yang mengadakan pertemuan tanpa mengundang perwakilan dari Kekaisaran, acara pernikahan Qing Yue dan Zhang Yue menjadi topik utama pembicaraan mereka. Mereka memberi tanggapan negatif pada pernikahan itu, dan menyayangkan keputusan yang diambil Kaisar Qing Cheng.


Di lain tempat, para prajurit dan pelayan di istana Kekaisaran Qing mulai menghias istana dengan pernak-pernik pernikahan yang mewah. Dua hari lagi acara besar itu akan dilangsungkan, dan dua hari itu juga waktu yang mereka miliki untuk menghias istana Kekaisaran. Sedangkan untuk ruangan pesta, Kaisar Qing Cheng memutuskan menyulap taman istana menjadi tempat pesta yang megah dan mewah.


Sedangkan di salah satu kediaman petinggi Kekaisaran, nampak para petinggi Kekaisaran yang tidak menyetujui pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu sedang mendiskusikan rencana untuk menggagalkan berlangsungnya pernikahan mereka.


Kesepuluh petinggi Kekaisaran sepakat menggagalkan pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu, dengan menggunakan semua yang dimilikinya.


“Apapun yang terjadi, pernikahan itu tidak boleh terjadi!” kata salah satu dari mereka dengan tegas.


°°°


Dua hari berlalu dengan cepat.


Persiapan pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu telah selesai, dan prosesi pernikahan siap dilangsungkan.


Di halaman istana Kekaisaran Qing telah hadir ribuan penduduk Ibukota yang akan menjadi saksi pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu.


Penduduk Ibukota nampak bahagia karena Putri Mahkota yang sangat mereka cintai, melangsungkan pernikahan dengan sosok pahlawan Kekaisaran yang telah menyelamatkan kehidupan mereka.


Sedangkan di taman utama Kekaisaran, kursi tamu undangan dari beberapa Kerajaan mulai terisi, walau nampak keengganan di wajah para Raja dan Putra Mahkota yang menghadiri undangan. Sebenarnya mereka masih belum menyetujui adanya pernikahan, dan kedatangan mereka bertujuan untuk menggagalkan pernikahan.


Di kursi para petinggi Kekaisaran, nampak sepuluh dari mereka saling lirik satu sama lain, serta terjadi kontak mata antara mereka dengan para Raja dan Putra Mahkota. Mereka telah mematangkan rencana, dan berhasil menjalin kerjasama dengan para Raja dan Putra Mahkota.


Di hutan yang berada di sekeliling ibukota Kekaisaran, ratusan ribu prajurit yang berasal dari berbagai Kerajaan telah menjadi satu dengan prajurit milik sepuluh petinggi Kekaisaran Qing. Rencananya mereka akan menyerang Kekaisaran, saat Kaisar Qing Cheng tidak mau menghentikan prosesi pernikahan Qing Yue dan Zhang Yu.

__ADS_1


Dari sudut pandang mereka, dengan mengerahkan ratusan ribu prajurit terbaik sudah menjadi jaminan Kaisar Qing Chen akan menuruti keinginan mereka, tapi sayangnya mereka tidak memperhitungkan kekuatan yang berada di belakang Zhang Yu.


Di atas langit, tersembunyi di balik awan. Seratus ribu tentara Dewa milik Zhang Yu terus mengawasi ratusan ribu prajurit yang mengelilingi ibukota Kekaisaran Qing.


Mereka mendapatkan tugas dari Zhang Yu untuk mencegah adanya pengacau saat prosesi pernikahannya, dan mereka diizinkan membunuh di tempat siapapun yang membuat kekacauan.


Selain mereka, ada naga api, naga es, dan empat naga langit yang berkeliling lebih jauh untuk memastikan tidak adanya pengacau dari luar Benua Selatan. Sedangkan untuk keamanan di istana, tugas itu menjadi tanggung jawab dua ratus prajurit bayangan yang sudah menyebar di banyak titik tersembunyi.


Keamanan berlapis sengaja dilakukan Zhang Yu karena dia benar-benar tidak menginginkan adanya pengganggu, di acara yang begitu penting baginya. Baginya, hanya ada satu hukuman untuk pengacau di acara pernikahannya, “Mati.”


“Yang Mulia, aku merasa banyak mata yang menatap penuh permusuhan kearah kita!” kata Permaisuri Kekaisaran Qing, yang telah menempati tempat duduknya.


Qing Cheng menganggukkan kepalanya sembari melihat tamu undangan di tempat duduk mereka, “Aku dapat memastikan nasib buruk akan diterima mereka, kalau mereka benar-benar membuat kekacauan saat berlangsungnya prosesi pernikahan,” balas Kaisar Qing Cheng.


Pagi ini Kaisar dan Permaisuri menyaksikan sendiri kehadiran kekuatan besar yang mengabdikan diri pada menantu mereka.


Tak lama setelah pembicaraan mereka berakhir, terdengar suara gong sebanyak dua kali sebagai pertanda prosesi pernikahan akan segera di mulai.


Dari arah berlawanan, nampak iring-iringan pengantin yang terus berjalan, dan semakin mendekat.


Warna merah dan emas menjadi warna keagungan yang melekat pada pakaian pengantin dan iring-iringan yang mengikutinya.


Sedangkan dari arah lain, Zhang Yu yang didampingi Zhang Fu dan Zhang Kay, terus berjalan mendekat ke arah mereka.


Kedua pengantin dan iring-iringan yang menyertai mereka akhirnya bertemu pada satu titik, dimana di tempat itu prosesi pernikahan akan dilangsungkan.


Gong kembali berbunyi.


Kedua pengantin berjalan beriringan menuju tempat Kaisar dan Permaisuri berada untuk memberi penghormatan.


Gong berbunyi tiga kali, dan sekarang waktunya mereka mengatakan janji suci yang harus dikatakan secara bergantian.


Saat Zhang Yu dan Qing Yue mengucapkan janji suci, kesepuluh petinggi Kekaisaran serta para Raja dan Putra Mahkota ingin menghentikan itu, tapi anehnya tubuh mereka tidak bisa bergerak, bahkan mulut mereka terkunci rapat.


‘Sial, apa sebenarnya yang terjadi kepada kami?’ kata dalam hati salah satu Raja sembari melirik ke arah Raja lainnya yang bernasib sama dengannya.


Nampak kekesalan di wajah mereka setelah gagal menghentikan jalannya pernikahan, bahkan mereka belum juga dapat bergerak walau semua prosesi pernikahan telah selesai, dan Zhang Yu resmi menjadi suami Qing Yue.


Prosesi pernikahan diakhiri dengan Zhang Yu yang yang perlahan menyibak kain penutup wajah Qing Yue.

__ADS_1


Nampak wajah cantik Qing memerah saat mata indahnya bertemu dengan senyum lembut Zhang Yu.


Tanpa bersuara, Zhang Yu perlahan mendekatkan wajahnya, dan memberi ciuman lembut di kening Qing Yue yang menandakan mulai sekarang dia adalah kekasihnya, kekasihnya, wanitanya, dan istrinya.


Sorakan meriah terdengar dari ribuan penduduk di halaman istana saat seluruh prosesi pernikahan selesai dilakukan.


Di taman istana Kekaisaran Qing


Setelah prosesi pernikahan selesai dilakukan, sekarang waktunya memulai pesta. Akan tetapi, banyak tamu undangan yang merasa aneh dengan keadaan para Raja dan Putra Mahkota yang masih diam mematung di tempatnya.


Kaisar Qing Cheng yang melihat itu hanya membuang nafas panjang karena tahu mereka adalah orang-orang yang ingin mengacau prosesi pernikahan putrinya.


Dengan wajah tenang, Zhang Yu yang sudah duduk di kursi pengantin, menjentikkan jarinya dan semua Raja dan Putra Mahkota kembali dapat menggerakkan tubuhnya.


Baru juga dapat bergerak dan membuka mulut, mereka langsung ingin mengutarakan ancaman yang sudah mereka persiapkan.


Akan tetapi, sebelum kata-kata keluar dari mulut mereka, tiba-tiba Zhang Yu mengangkat tangannya.


Zhang Yu mengarahkan pandangannya ke arah para Raja dan Putra Mahkota, “Para Raja dan Putra Mahkota, aku mengucapkan terimakasih atas kehadiran kalian, tapi maaf aku tidak menerima kehadiran ratusan ribu prajurit di luar Ibukota, dan dengan berat hati aku sudah menghilangkan keberadaan mereka dari alam ini.”


Wajah para Raja dan Putra Mahkota nampak jelek setelah mendengar itu. Awalnya mereka ingin mencibir karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan Zhang Yu, tapi setelah mereka tidak berhasil menghubungi Jenderal yang memimpin prajurit di luar Ibukota, ketakutan mulai menjalar di tubuh mereka.


“Untuk sepuluh petinggi Kekaisaran, aku cuma ingin mengatakan kalau seluruh anggota keluarga kalian telah musnah, karena kalian masih saja berencana mengacaukan pernikahan kami!” ungkap Zhang Yu.


Semua tamu undangan menjadi sangat ribut saat mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu.


Mereka tidak menyangka kalau ada orang yang berani bersinggungan dengan Zhang Yu, pahlawan Kekaisaran yang seorang diri dapat mengalahkan Kekaisaran Wei.


“Sungguh orang-orang yang bodoh karena berani menyinggung seorang pahlawan Kekaisaran,” kata Raja dari Kerajaan yang mendukung terjadinya pernikahan Zhang Yu dan Qing Yue.


“Ayahanda, Anda benar, mereka sangatlah bodoh berani menyinggung sosok yang bahkan tidak takut dengan Kekaisaran penguasa wilayah barat,” ungkap putranya.


“Dari pada bermusuhan dengannya, lebih baik kita menjalin hubungan baik dengannya, dan berharap di masa depan mendapatkan perlindungan darinya.” Raja itu kembali berkata, lalu dia mengajak putranya untuk memberi hadiah dan ucapan selamat pada Zhang Yu dan Qing Yue.


°°°


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2