
Dengan kecepatan puncak ranah Dewa Menengah, hanya dalam waktu tujuh hari Zhang Yu dan yang lainnya telah sampai di Kota Baijin, Ibukota Kekaisaran Qing.
Memasuki Kota Baijin, Zhang Yu dan yang lainnya dapat melihat keadaan Kota yang damai dan dipenuhi canda tawa penduduk kotanya. Beberapa orang segera menghampiri rombongan Zhang Yu, menawarkan penginapan untuk bermalam, tapi dengan sopan Zhang Yu menolak tawaran mereka.
Setelah runtuhnya Kekaisaran Wei, Kekaisaran Qing menjadi satu-satunya penguasa di wilayah Selatan. Menjadi satu-satunya Kekaisaran di wilayah selatan, membuat Kekaisaran Qing menjadi tempat teraman di seluruh wilayah selatan.
Zhang Yu dan yang lainnya berjalan menuju istana Kekaisaran Qing, beberapa prajurit rekrutan baru belum mengenal siapa Zhang Yu, tapi prajurit yang sudah lama mengabdikan diri pada Kekaisaran Qing, mereka segera mengenali sosok Zhang Yu yang merupakan pahlawan Kekaisaran Qing.
Melihat kedatangan Zhang Yu dan Qing Yue, beberapa prajurit segera menyambut kedatangan mereka, dan ada beberapa prajurit yang segera pergi ke aula istana untuk melaporkan kedatangan mereka pada Kaisar yang sedang menyambut kedatangan tamu agung dari Benua Barat.
Baru juga Zhang Yu dan yang lainnya memasuki halaman istana, dari kejauhan mereka melihat sosok Kaisar dan Permaisuri, yang bergegas berjalan ke arah mereka. Beberapa pria terlihat berjalan santai di belakang mereka, tapi baik Zhang Yu maupun Qing Yue tidak mengenal siapa mereka.
Kaisar dan Permaisuri menghampiri rombongan Zhang Yu. “Tuan Muda, selamat datang kembali di Kekaisaran Qing,” kata Kaisar Qing Cheng.
Zhang Yu tersenyum hangat, lalu membalasnya, “Aku melihat Kekaisaran Qing mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sungguh Yang Mulia adalah sosok Kaisar yang dapat membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Kekaisaran Qing.”
Qing Cheng senang dengan pujian yang diberikan Zhang Yu padanya, lalu dia segera mengarahkan pandangannya ke arah Permaisuri dan Qing Yue yang sedang melepas rindu, tapi saat ini dia merasa aneh karena tidak lagi dapat melihat ranah kekuatan putrinya.
“Yang Mulia, apa benar dia putri Qing Yue? Kecantikan nomor satu Kekaisaran Qing,” ujar pemuda yang menutup sebagian wajahnya menggunakan topeng.
Qing Cheng menolehkan kepalanya, melihat pemuda yang berada di sebelahnya, “Putra Mahkota Bai Liu, benar dia adalah putri Qing Yue, tapi pujian sebagai kecantikan nomor satu di Kekaisaran Qing sepertinya sangat berlebihan jika itu ditujukan padanya, sedangkan belum ada satu orang pun selain keluarga Kekaisaran yang pernah melihat wajahnya.”
“Apa yang akan terjadi kalau aku menjadi orang pertama yang melihat wajahnya? Apa aku harus menjadi pendamping hidupnya?” kata Bai Liu, Putra Mahkota Kekaisaran Bai, penguasa Benua Barat.
Mendengar apa yang dikatakan Bai Liu, Zhang Yu dan Qing Yue segera memberi tatapan tajam padanya, bahkan aura membunuh yang kental mulai merembes dari tubuh Zhang Kay dan Zhang Zhe.
Qing Yue tiba-tiba saja melepas pelukannya dengan Permaisuri, dan melangkahkan kaki mendekati Zhang Yu, “Tidak akan ada satu orang pun yang aku izinkan membuka cadarku, kecuali kakak Chen,” katanya sambil memeluk lengan Zhang Yu.
__ADS_1
Bai Liu terlihat terkejut saat ada wanita yang menolak pesona yang dimilikinya. Di Kekaisaran Bai, semua akan bertekuk lutut hanya dengan mendengar namanya, tapi seorang putri yang berasal dari Benua terlemah yang ada di alam bawah, justru menolak dirinya demi pria yang terlihat biasa-biasa saja di matanya.
Qing Cheng yang menatap wajah Bai Liu, dia tau kalau pemuda itu tidak puas dengan apa yang baru dikatakan Qing Yue, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena sosok yang dipilih putrinya adalah pahlawan yang menyelamatkan Kekaisarannya, dan dia tahu sekuat apa Zhang Yu.
Akan tetapi tiba-tiba saja Bai Liu mengatakan sesuatu yang membuat terkejut Qing Cheng, dan Permaisurinya, “Aku Bai Liu, putra mahkota Kekaisaran Bai, mengajukan lamaran untuk putri Qing Yue. Menolak lamaran seorang putra mahkota, akan menjadikan Kekaisaran Qing menjadi musuh utama Kekaisaran Bai.”
Semua orang terdiam mendengar itu, termasuk Zhang Yu dan Qing Yue. Namun saat Bai Liu melangkah maju dan ingin memegang tangan Qing Yue yang dia anggap sudah resmi menjadi miliknya, tiba-tiba sebuah pedang dengan rapi memotong tangan yang tinggal sedikit lagi dapat menggapai tubuh Qing Yue.
“Jangan berani menyentuh tubuh Putri kami, kalau kamu dan seluruh Kekaisaran Bai tidak ingin menanggung akibatnya!” ujar Zhang Zhe yang tanpa ampun mengayunkan pedangnya memotong tangan Bai Liu.
Melihat tangan tuan mereka terluka, dua Jenderal Kekaisaran Bai yang mendampingi kunjungan Bai Liu, segera maju menyerang Zhang Zhe, tapi Bai Liu menghentikan mereka.
Kedua Jenderal tidak tahu apa alasan Bai Liu menghentikan mereka, tidak ingin membantah, mereka hanya bisa menuruti keinginannya, dan kembali ke tempat semula.
Setelah meminum pil yang dapat menumbuhkan kembali tangannya, Bai Liu menatap Zhang Zhe yang pesonanya tidak kalah dari Qing Yue. Melihat dua keindahan itu, sifat serakah nya bangkit, dan dia ingin memiliki keduanya. ‘Setidaknya aku akan cukup lama menempatkan mereka di kediamanku, dan menjadikannya sebagai penghangat ranjang’ katanya dalam hati.
Senyumnya terlihat saat dia menatap Zhang Zhe, “Kamu juga akan menjadi milikku, sebagai kompensasi karena telah memotong tanganku,” katanya tidak tau malu.
Bai Liu terkekeh mendengarnya, “Aku menyukai wanita pemarah karena wanita seperti aku selalu sanggup membuatku puas saat bermain di atas ranjang. Sial! sepertinya aku sudah tidak sabaran untuk menikmati kehangatan tubuh kalian!”
“Hanya memiliki kekuatan di ranah penguasa, tetapi berani mengatakan hal menjijikkan seperti itu. Sebaiknya Kekaisaran Bai segera menyiapkan diri untuk kehancuran mereka!” balas Zhang Zhe bersiap menyerang Bai Liu, tapi Zhang Yu segera menghentikannya.
Zhang Yu menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Jangan mengotori tanganmu dengan darah manusia tidak berguna sepertinya! Kalau dia dan Kekaisarannya memang menginginkan terjadinya peperangan, maka kita akan memberikan pada mereka apa itu yang dinamakan perang dan kehancuran.”
Mendengar kata perang dari mulut Zhang Yu, perasaan Bai Liu dipenuhi dengan kemarahan, dan dia ingin segera mengerahkan pasukan Kekaisaran Bai untuk meratakan seluruh wilayah Kekaisaran Qing.
Bai Liu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, dan mengarahkan ujung pedangnya ke arah Zhang Yu.
__ADS_1
“Tidak ada kehidupan untuk kalian saat tentara Kekaisaran Bai datang ke Benua ini. Tunggu saja, dalam beberapa hari kehancuran kalian akan segera tiba!” kata Bai Liu melayangkan sebuah ancaman.
Mendengar ancaman Bai Liu, bukannya takut seperti Kaisar dan Permaisuri, Zhang Yu dan Qing Yue justru terkekeh geli mendengar ancaman yang salah alamat.
Rombongan Bai Liu segera meninggalkan Kekaisaran Qing. Niat awal ingin menjalin kerjasama, justru berakhir dengan perang besar yang yang akan melibatkan dua Kekaisaran, atau justru hanya melibatkan Zhang Yu dengan Kekaisaran Bai.
Kaisar Qing Cheng segera mengarahkan Zhang Yu dan yang lainnya menuju aula Kekaisaran setelah rombongan Bai Liu pergi meninggalkan istana Kekaisaran Qing.
Saat semua orang mengira rombongan Bai Liu akan baik-baik saja sampai mereka kembali ke Kekaisaran Bai, hanya sosok Zhang Yu yang tahu kalau Bai Liu dan rombongannya tidak akan sampai di Kekaisaran Bai, bahkan mereka tidak akan pernah sampai si ujung wilayah selatan yang berbatasan dengan wilayah barat.
‘Aku tidak akan membiarkan selamat orang yang ingin mengambil apa yang sudah menjadi milikku’ ujar Zhang Yu dalam hati, dan dia merasa sepuluh prajurit bayangan yang dia kirim lebih dari cukup untuk memusnahkan rombongan Bai Liu.
Di dalam aula istana Kekaisaran Qing.
“Tuan Muda, kita tidak mungkin dapat mengalahkan tentara Kekaisaran Bai yang dari segi jumlah dan kekuatan sangat jauh di atas kekuatan Kekaisaran Qing.”
“Yang Mulia tenang saja, dan tidak perlu memikirkan perang dengan Kekaisaran Bai karena perang itu tidak akan pernah terjadi. Kalaupun mereka menginginkan sebuah peperangan, cukup aku yang maju dan meluluhlantakkan tentara mereka.”
Kaisar Qing Cheng dan Permaisuri yang mendengar balasan Zhang Yu merasa kalau pemuda yang dipilih putrinya bukanlah sosok sederhana seperti apa yang terlihat.
Sosoknya terlalu misterius, bahkan sampai sekarang mereka belum tahu asal usulnya. Setau mereka, Zhang Yu adalah pemuda yang berhasil mengalahkan Kaisar Kekaisaran Wei, dan menjadi pahlawan karena berhasil menyelamatkan Kekaisaran Qing dari kehancuran.
Melihat Kaisar Qing Cheng dan Permaisuri yang nampak masih memikirkan ancaman Bai Liu, Zhang Yu mencoba mengalihkan pikiran mereka, “Yang Mulia, sebenarnya kembalinya kami ke Benua Selatan, itu karena aku ingin memintakan izin untuk Qing Yue yang akan ikut pergi denganku ke alam menengah.” ujarnya.
Kaisar Qing Cheng tersentak mendengar itu, dan sepertinya dia tahu kenapa tidak lagi bisa mengukur ranah kekuatan Qing Yue, “Berada di Benua Tengah sepertinya membuat kalian telah berubah menjadi monster yang sesungguhnya.”
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...