
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Zhang Yu dan Lin Yifei berkeliling di Istana Hua setelah membersihkan diri di kolam pemandian Istana Hua, sedangkan untuk enam wanita lainnya, mereka memilih melakukan meditasi untuk meningkatkan tingkat konsentrasi. Peningkatan Dunia Kecil masih belum selesai, oleh karena itu mereka hanya bisa melakukan seluruh aktivitasnya di Istana Hua.
Di sepanjang jalan yang dia lewati, Zhang Yu tak bosan menunjukkan senyuman saat ada yang menyapa, “Hidup dalam masa damai sangatlah menyenangkan. Tidak ada perang yang mengakibatkan pertumpahan darah, dan semua orang bisa menikmati indahnya kehidupan,” katanya.
Lin Yifei yang berjalan sambil memeluk lengan kiri Zhang Yu, di menyunggingkan senyuman di wajahnya, mendengar perkataan Zhang Yu. Damai memang indah, tapi butuh usaha keras untuk mewujudkannya, bahkan tak jarang perdamaian baru tercipta setelah mengorbankan ratusan ribu kehidupan makhluk hidup.
Tak mempedulikan tatapan orang yang dipenuhi rasa iri saat menatap ke arahnya, Lin Yifei justru semakin erat memeluk lengan Zhang Yu, membuat lengan berotot itu terjepit diantara dua bukit kembar miliknya.
Zhang Yu membiarkan Lin Yifei melakukan apa yang ingin dia lakukan, “Seberapa banyak orang yang ingin kamu buat iri dengan cara kamu memeluk lenganku? Lihat wajah merah mereka! Jelas sekali mereka ingin melakukan apa yang kamu lakukan padaku, dengan pasangan mereka...”
“Abaikan saja mereka,” balas Lin Yifei yang acuh dengan tatapan mata orang-orang yang ditemuinya di sepanjang jalan.
Terus berjalan, tanpa terasa mereka telah sampai di atas gerbang Istana Hua, melihat keindahan Kota Hua, yang mengelilingi Istana Hua, “Kota yang sangat indah. Sangat disayangkan seandainya kota seindah ini terkena dampak buruk, setelah Dewa Iblis terlepas dari segel yang mengekang kekuatannya...”
Lin Yifei menganggukkan kepalanya pelan, kemudian dia mendongakkan kepala, menatap wajah Zhang Yu yang lebih tinggi darinya, “Sebagai penguasa Alam Bunga, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi, meski aku harus mengorbankan kehidupanku!...”
Mendengar itu Zhang Yu menggelengkan kepalanya, lalu dengan tegas dia berkata, “Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu! Selama aku masih hidup, meski ada sepuluh Dewa Iblis, satupun dari mereka tidak akan ada yang mampu mengusik kehidupan di Alam Bunga!...”
Lin Yifei menunjukkan senyuman di wajahnya, menapat penuh kelembutan wajah Zhang Yu, “Aku tidak akan membiarkanmu berjuang seorang diri! Kalau kamu masih menganggap aku sebagai istrimu, jangan pernah menolak bantuanku, dan biarkan aku berjuang bersamamu!...” kata Lin Yifei.
“Kenapa aku memiliki para istri yang begitu keras kepala, dan lebih suka menjalani kehidupan di medan perang? Tapi harus aku akui, aku memang membutuhkan kalian untuk selalu berada di sisiku...”
__ADS_1
Lin Yifei hanya tersenyum mendengar perkataan Zhang Yu, lalu mereka memutuskan kembali ke kediaman, untuk melihat latihan Qing Yue dan yang lainnya.
°°°
Satu hari berlalu, aula penobatan Istana Hua.
Seluruh tamu undangan sudah berdatangan dan menempati tempat mereka masing-masing. Meski tak semua tamu undangan datang, acara penobatan Lin Yifei sebagai penguasa baru Alam Bunga tetap dilakukan.
Pada akhirnya seluruh rangkaian acara penobatan Lin Yifei berjalan lancar, sampai akhirnya saat ini Lin Yifei yang telah dinobatkan sebagai penguasa Alam Bunga, dia memimpin pertemuan pertama di Alam Bunga setelah menjadi seorang penguasa.
“Kalian semua yang berada di tempat ini, aku ingin kalian semua bekerja keras meningkatkan kekuatan! Segel yang selama ini menyegel kekuatan Dewa Iblis semakin melemah, dan kekacauan yang pernah terjadi di masa lalu bisa saja terulang dengan bebasnya Dewa Iblis...”
“Untuk mencegah kehancuran seperti yang di alami Alam bungan di masa lalu, kita harus meningkatkan kekuatan! Meski ada garis pembatas yang melindungi Alam Bunga, dengan kekuatannya, garis pembatas tak akan bertahan lama menghadapi kekuatan Dewa Iblis...”
Lin Yifei sejenak terdiam, lalu setelah menghela nafas panjang, dia kembali berkata, “Sebagai penguasa baru Alam Bunga, aku akan mencoba menerobos ranah Dewa Nirwana Suci, dan mensejajarkan kekuatan Alam Bunga dengan Alam lainnya di Alam Dewa. Untuk kalian semua yang merupakan pilar Alam Bunga, aku harap kalian mampu melangkah ke tingkat puncak ranah Dewa Nirwana...”
Semua tamu undangan mulai melihat isi cincin penyimpanan di tangan mereka. Tak butuh waktu lama, mereka tersentak melihat tumpukan sumberdaya yang jauh lebih banyak, dari apa yang tersimpan di gudang harta mereka.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Lin Yifei. Seluruh tamu undangan turun dari tempat duduk, berlutut dengan satu kaki tertekuk. Setelahnya, bersamaan mereka menyatakan janji kesetian, yang saat itu juga janji kesetiaan mereka di catat oleh Sang Pencipta dengan mengirimkan tanda berupa kilatan petir berwarna ungu keemasan.
“Bangunlah!” kata Lin Yifei sambil menggerakkan tangan, meminta seluruh tamu undangan yang sedang berlutut segera bangun, dan kembali ke tempat mereka.
Seluruh tamu undangan segera bangun, dan kembali duduk di tempat mereka. “Sang Pencipta telah mencatat janji kesetiaan kalian. Dengan begitu, tentu kalian semua tahu apa yang akan terjadi pada kalian dan seluruh orang yang berhubungan dengan kalian, seandainya janji itu diingkari?” kata Lin Yifei.
Semua orang tahu akibat yang akan mereka terima, saat mengingkari janji yang sudah dicatat oleh Sang Pencipta. Kehancuran total, bahkan jiwa mereka akan mengalami siksaat selama milyaran tahun, sebelum dibiarkan melewati roda reinkarnasi untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
__ADS_1
Setelah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan, dan memberi mereka semua cincin penyimpanan sebagai hadiah. Lin Yifei mempersilahkan seluruh tamu undangan menikmati hidangan dan hiburan yang telah dipersiapkan oleh para tetua Istana Hua.
Ketika semua orang menikmati hidangan dan hiburan, Lin Yifei memilih menemani suaminya yang masih senantiasa duduk di tempatnya, tidak ikut menikmati makanan dan hiburan seperti yang lainnya.
“Aku bisa membayangkan masa depan cerah Alam Bunga di tangan orang-orang yang telah menyatakan kesetiaannya padamu. Akan tetapi, kamu harus mewaspadai mereka yang terang-terangan menolak hadir di acara penobatanmu sebagai penguasa baru Alam Bunga.” Diam-diam, Zhang Yu telah mengirim prajurit bayangan untuk menyelidiki mereka yang menolak menghadiri undangan penobatan Lin Yifei.
Meski mereka yang menolak hadir tidak lebih dari lima orang, dan kekuatan mereka juga tak sebanding dengan orang-orang yang menghadiri undangan. Tetap saja, mewaspadai keberadaan mereka adalah upaya awal mencegah terjadinya kekacauan di Alam Bunga.
Tiba-tiba Zhang Yu mengarahkan pandangannya pada Lin Yifei. Menunjukkan senyum di wajahnya, kemudian dian berkata, “Malam ini aku akan memulai latihan tertutup. Untuk satu bulan ke depan, aku tidak bisa membantu pekerjaanmu, menjaga keamanan Alam Bunga!” ungkapnya.
Lin Yifei hanya tersenyum mendengar perkataan Zhang Yu. Dia sendiri sudah tahu tentang rencana suaminya yang ingin melakukan latihan tertutup selama satu bulan ke depan, dan tentu dia tidak menghalangi apa yang ingin dilakukan oleh suaminya.
“Dengan kekuatanku yang sekarang, kecuali penguasa Alam lain, tak ada sosok di Alam Bunga ini yang dapat melukaiku! Racun sekalipun tidak dapat membuatku terluka karena sejak lahir tubuhku sudah memiliki ketahanan terhadap semua jenis racun,” ujar Lin Yifei.
Zhang Yu menarik Lin Yifei duduk di pangkuannya, memeluk perutnya, lalu dia berkata, “Kekuatanku yang sekarang masih terlalu lemah untuk melindungi kalian. Aku bahkan jauh lebih lemah darimu. Dengan banyaknya ancaman yang harus aku hadapi di masa depan, aku hanya akan menyeret kalian dalam kehancuran, kalau aku tidak secepatnya meningkatkan kekuatan...”
“Meski masih sulit untuk mencapai tingkat kekuatan seperti apa yang pernah aku capai di masa lalu, tapi setidaknya aku akan berusaha memiliki kekuatan setara dengan penguasa Alam Elemen, yang saat ini menjadi musuh terbesarku, disaat Dewa Iblis belum terlepas dari segel yang menyegel kekuatannya...”
Lin Yifei menganggukkan kepalanya setelah mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Zhang Yu. Dia sendiri sadar jika kekuatan adalah segalanya, dan karena itu dia juga ingin terus meningkatkan kekuatannya. Kalau bisa, dia ingin melampaui kekuatan penguasa Alam Bungan sebelumnya.
Memegang tangan Zhang Yu yang sedang memeluk perutnya, Lin Yifei berkata, “Aku juga akan terus bertambah kuat, supaya tetap bisa berdiri sejajar denganmu!...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1
[Maaf, hari ini cuma 1 Bab...]