
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Tempat ini, sebenarnya ini di mana?...” Dewa Iblis masih dibuat bingung dengan tempat yang menurutnya berkali-kali lebih baik dibandingkan keberadaan Alam Dewa.
“Tempat ini akan menjadi kuburanmu!” kata Zhang Yu sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Kuburanku? Bukannya kau juga akan di kubur di tempat ini?...” Melihat keberadaan Zhang Yu, Dewa Iblis mengira musuhnya itu tidak bisa pergi meninggalkan tempatnya sekarang, dan dia bakalan mati bersamanya di tempat yang sama.
“Kenapa juga aku harus di kubur di tempat ini, kalau aku dengan mudah bisa meninggalkan tempat ini?” kata Zhang Yu yang seketika membuat Dewa Iblis membuka lebar kedua matanya.
“Kau!... Katakan padaku bagaimana caranya bisa pergi meninggalkan tempat ini?” kata Dewa Iblis memaksa Zhang Yu memberitahu apa yang ingin diketahuinya.
"Sudah aku katakan tempat ini akan menjadi kuburan untukmu. Jadi, tidak mungkin aku mengatakan padamu bagaimana caranya pergi dari tempat ini!” balas Zhang Yu.
“Apapun yang terjadi, kau pasti mati di tempat ini!” kata Zhang Yu bersamaan dengan tubuh Dewa Iblis yang semakin menggembung, dan semakin membesar.
“Cih, kau harus mati bersamaku!...” Dewa Iblis menggerakkan jari-jari tangannya, membuat penjara array, yang mengurung kawasan sejauh ratusan kilometer, membuat semua makhluknya hidup di dalam penjara array tak dapat pergi meninggalkan kawasan penjara array.
“Hah... apa kamu kira array ini dapat menahanku? Teruslah bermimpi ingin membuatku mati bersamamu!...” Sosok Zhang Yu tiba-tiba saja menghilang.
“Dia pergi?” kata Dewa Iblis singkat, sembari dia mencoba mencari keberadaan Zhang Yu, dan setelah beberapa waktu mencari dia yakin sosok Zhang Yu tak lagi ada di dalam penjara array buatannya.
“Ternyata aku memang tidak bisa membunuhnya,” kata Dewa Iblis bersamaan dengan munculnya uap dari dalam tubuhnya.
BOOM...
Ledakan besar terjadi, membuat guncangan hebat di Dunia Abadi, dan membuat kehancuran total di seluruh kawasan yang masuk ke dalam penjara array, yang dibuat sendiri oleh Dewa Iblis yang sudah dipastikan mati, dan butuh waktu jutaan sampai miliaran tahun lagi baginya untuk melakukan reinkarnasi.
Sementara itu di Alam Air...
“Uhuk...” Zhang Yu jatuh tersungkur dan memuntahkan seteguk darah segar, begitu dia berpindah tempat kembali ke Alam Air.
“Kenapa aku bisa mengalami luka dalam?” tanya Zhang Yu yang tidak merasa terkena serangan dari sosok Dewa Iblis.
__ADS_1
[Tubuh Tuan terhubung dengan Dunia Abadi. Saat Dunia Abadi mengalami kerusakan akibat Dewa Iblis yang meledakkan diri, tentu kerusakan Dunia Abadi memberi dampak buruk pada diri Tuan...]
Zhang Yu tidak menyangka kalau ada hubungan begitu erat antara dirinya dan Dunia Abadi, yang selama ini senantiasa digunakan olehnya sebagai tempat terbaik untuk meningkatkan kekuatan, bahkan di Dunia Abadi lah dia memperkuat Tentara Dewa dan Tentara Monster yang saat ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musuh dalam jumlah besar.
“Luka yang aku dapatkan cukup parah. Apa mungkin terjadi kerusakan parah di Dunia Abadi?” tanya Zhang Yu pada sistem, sembari dia duduk dan memulihkan lukanya.
[Setengah bagian Dunia Abadi mengalami kerusakan, dan kerusakan terparah terjadi di sekitar tempat Dewa Iblis meledakkan diri. Saat ini aku sedang mencoba memperbaiki kerusakan di Dunia Abadi, tapi melihat dari parahnya kerusakan, setidaknya aku butuh waktu lebih dari satu minggu iluntuk memperbaiki semua kerusakan, dan Tuan juga harus merelakan poin sistem sebanyak 500 triliun untuk biaya perbaikan...]
“500 triliun tidak akan membuatku miskin. Gunakan saja poin sistem untuk memperbaiki Dunia Abadi. Kalau perlu, gunakan lebih banyak poin sistem untuk menjadikan Dunia Abadi menjadi tempat yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Zhang Yu, bersamaan dengan dia merasakan kehadiran sembilan sosok yang bergerak mendekat ke tempatnya.
“Mereka sangat cepat dapat menemukan keberadaanku,” gumam Zhang Yu tahu siapa saja sembilan sosok yang mendekat ke tempatnya.
[Tuan dan mereka memiliki ikatan yang begitu mendalam, terutama dengan kedelapan istri Tuan. Jadi, wajar saja kalau mereka dengan mudahnya dapat mengetahui keberadaan Tuan, meski Tuan tidak membocorkan aura kekuatan untuk menunjukkan pada mereka dimana, tidak akan sulit bagi mereka menemukan keberadaan Tuan...]
“Akan tetapi aku masih tidak menyangka kalau mereka bisa menemukanku tak lama setelah aku sampai di tempat ini,” ungkap Zhang Yu.
Tak lama setelah Zhang Yu menyelesaikan perkataannya, kedelapan sosok wanita muncul di tempatnya, dan di susul Zhang Lao yang berada tak jauh di belakang mereka.
“Suami sedang memulihkan diri. Jadi sebaiknya kita tidak mengganggunya! Lebih baik sekarang kita awasi tempat ini, memastikan tidak ada yang mendekat dan mengganggu apa yang sedang dilakukan suami kita,” kata Fan Yu Jie setelah dia memastikan apa yang sedang dilakukan Zhang Yu.
“Aku tidak merasakan keberadaan Dewa Iblis. Apa suami berhasil mengalahkan sosok itu,” tanya Shu Cing tak lagi merasakan aura kekuatan Dewa Iblis.
“Permaisuri, untuk memastikannya, aku akan menyuruh seluruh penguasa dan pasukan Alam Dewa untuk berkeliling ke seluruh Alam di Alam Dewa, mencari ada tidaknya sosok Dewa Iblis di tempat yang mereka datangi,” kata Zhang Lao.
Mendengar itu kedelapan istri Zhang Yu bersamaan menganggukkan kepalanya, dan segera saja Zhang Lao melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Menggunakan pesan telepati, Zhang Lao menyampaikan kabar kekalahan Dewa Iblis ke seluruh penguasa Alam di Alam Dewa, dan dia juga menyampaikan pada mereka tugas yang secepatnya harus diselesaikan.
Kabar kekalahan Dewa Iblis tentu menjadi kabar baik dan kabar yang membuat lega para penguasa serta seluruh pasukan Alam Dewa, dan tanpa menunda waktu mereka segera membagi tuga memastikan sosok Dewa Iblis benar-benar telah berhasil dikalahkan.
Dalam hitungan detik, jutaan pasukan telah menyebar ke segala penjuru Alam Dewa, dengan dipimpin oleh para penguasa.
Selain tersebar di kalangan para penguasa dan pasukan Alam Dewa. Kabar kematian Dewa Iblis juga telah tersebar ke seluruh Alam di Alam Dewa, membuat lega seluruh makhluk hidup yang selama ini merasa terancam dengan keberadaan Dewa Iblis dan seluruh pasukannya.
“Ini adalah kabar terbaik yang sudah aku nantikan selama puluhan tahun,” kata salah satu penduduk yang tinggal di kota terbesar di Alam Api.
__ADS_1
“Setelah sekian lama menjadi ancaman utama Alam Semesta, akhirnya dia dan seluruh pasukannya berhasil di musnahkan,” kata wanita yang merupakan penduduk kota Kekaisaran di Alam Angin.
Semua makhluk hiduo bersyukur dan berterimakasih pada para penguasa dan pasukan Alam Dewa yang telah berjuang melawan Dewa Iblis dan pasukannya...
°°°
Satu bukan kemudian...
Di Alam Kegelapan...
“Suami!...” Shang Gu berlari ke arah Zhang Yu dan langsut saja dia memeluk pria yang begitu dia cintai.
“Istriku, apa yang membuatmu terlihat begitu bahagia?” tanya Zhang Yu sembari membalas pelukan Shang Gu.
Belum juga mendapat jawaban, tujuh wanita lainnya datang dan bergantian memberi pelukan padanya, sembari menunjukkan senyuman lebar di wajah mereka.
“Apa sebenarnya yang terjadi pada kalian? Kenapa kalian terlihat begitu bahagia?...” Zhang Yu sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi pada kedelapan istrinya.
Setelah dipastikannya kematian sosok Dewa Iblis yang membuat kebahagiaan meledak di Alam Dewa, ini kali kedua Zhang Yu melihat kedelapan istrinya terlihat sangat bahagia, dan karena itu dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka.
“Suami, kami hamil...” kata Fan Yu Jie mewakili dirinya sendiri dan seluruh saudarinya.
Apa yang dikatakan Fan Yu Jie, seketika membuat senyum kebahagiaan tercetak jelas di wajah Zhang Yu, tapi tiba-tiba senyum itu menghilang dan dia begitu saja pergi meninggalkan kedelapan istrinya, yang merasa aneh dengan kepergiannya.
“Apa suami tidak senang dengan kehamilan kita?” tanya Long Hua.
“Lihat! Dia bahkan pergi begitu saja setelah mendengar kabar kehamilan kita. Pasti dia tidak senang!” ungkap Yin Siyi.
“Apa dia akan mencari istri baru yang tidak sedang hamil?” tanya Yan Fei.
Kedelapan wanita itu terus membicarakan kenapa suami mereka terlihat tidak senang dengan kabar kehamilan mereka.
Sementara itu di sisi lain, Zhang Yu yang merasa tidak ada orang lain si sekitarnya, dia langsung saja melompat-lompat bahagian, selayaknya anak kecil yang baru mendapatkan hadiah dari orangtuanya.
“Akhirnya, akhirnya aku akan menjadi Ayah... Ternyata kau berguna juga untuk meneruskan garis keturunanku,” kata Zhang Yu melirik sesuatu yang berada di balik celananya.
__ADS_1
°°°
Bersambung...